NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu mie berdua

Matahari belum menampakkan diri, namun seorang wanita cantik sudah sibuk membuat teh hangat. Bukan hanya satu, melainkan dua mug sekaligus.

Senyumnya begitu cerah, secerah matahari yang sebentar lagi akan menerangi bumi. Wanita itu berjalan keluar dari dapur pos sambil membawa kedua mug tersebut, mencari keberadaan seseorang yang begitu istimewa dalam hatinya.

“Peltu Tina, cari siapa?” tanya salah seorang prajurit yang sedang berjaga.

“Ada Kapten Kalvin?” sahut Tina dengan senyum manis.

“Wah, Kapten Kalvin baru saja istirahat.”

Nampak Anton keluar dari salah satu ruangan pos. Pria itu tersenyum menghampiri Tina.

Tina mengerucutkan bibir. Sayang sekali teh yang ia buat. Pastilah akan dingin jika menunggu Kalvin bangun. Seharusnya tadi ia mencari tahu keberadaan Kalvin lebih dulu, bukan malah langsung membuatkan teh.

“Ini ada teh hangat untuk Sertu Anton.” Tina menyerahkan satu mug yang semula ingin ia berikan kepada Kalvin.

Sontak perkataan Tina membuat Anton terhenyak. Ia yakin teh itu awalnya ditujukan untuk Kalvin.

“Wah, pagi-pagi saya sudah dapat teh hangat dari Kowad cantik. Mimpi apa saya semalam?” ujar Anton sambil menerima mug tersebut.

“Kalau begitu saya mana, Peltu Tina?” celetuk prajurit lain yang sejak tadi memperhatikan mereka.

Membuat Tina tersenyum kikuk sebelum akhirnya menyerahkan mug satunya. “Ini untuk kamu.”

“Terima kasih, Peltu Tina. Ikhlas, kan?” godanya.

“Sangat ikhlas,” jawab Tina. Ia kemudian berlalu dari sana dengan perasaan kecewa. Lagi dan lagi Tina selalu merasa demikian setiap kali berusaha mendekati Kalvin. Namun entah mengapa, ia tetap tidak mampu menyerah.

...****************...

Sementara itu, Kaluna baru saja terjaga. Wanita itu membuka mata saat cahaya matahari mulai menembus sela-sela dinding pos.

Padahal saat itu baru pukul enam pagi. Udara Papua masih terasa dingin, sementara beberapa prajurit sudah terlihat bersiap melanjutkan patroli.

Cacing-cacing di perut Kaluna mulai meronta meminta diisi. Dengan malas wanita itu bangkit. Pandangannya mengedar mencari keberadaan Tina, namun sepertinya wanita itu sudah lebih dulu terjaga.

Kaluna berjalan menuju dapur kecil yang ada di pos. Mungkin membuat mie instan bisa mengganjal perutnya sebelum mereka melanjutkan patroli.

Terbiasa melakukan aktivitas sambil bernyanyi membuat wanita itu tidak menyadari jika ada seseorang yang tengah bersandar memperhatikannya.

Suara merdu Kaluna membuat pria itu tersenyum tipis tanpa sadar. Apalagi wanita itu membawakan lagu Hati-Hati di Jalan milik Tulus dengan begitu asyiknya.

Hingga mie yang Kaluna buat dituang ke dalam mangkuk, barulah ia menyadari Kalvin berdiri tidak jauh darinya. Wanita itu nampak kikuk dan terkejut seraya memegangi dadanya.

“Astagfirullah, Jailangkung!” umpat Kaluna refleks.

Kalvin berjalan mendekati dispenser, mengisi gelasnya dengan air mineral.

“Kamu lebih cocok jadi penyanyi,” ujar Kalvin santai.

Kaluna mencebik. Ia yakin Kalvin mendengarnya bernyanyi dan kali ini pria itu sengaja mengejeknya. “Terima kasih atas pujiannya.”

Kaluna memutar bola mata malas, lalu menggapai mangkuk di atas meja. Namun sayang, Kalvin lebih dulu membawanya pergi, membuat Kaluna terbelalak.

“Terima kasih juga untuk mie-nya. Kebetulan saya lapar,” ucap Kalvin yang langsung berlalu keluar membawa mi buatan Kaluna.

“Dasar manusia menyebalkan, tidak tahu malu!” gerutu Kaluna sedikit keras, namun sama sekali tidak membuat Kalvin menoleh.

Akhirnya Kaluna mengikuti ke mana Kalvin melangkah. Pria itu duduk santai di area depan pos yang dijadikan tempat berjaga.

“Enak ya, Kapten?” sindir Kaluna. Wanita itu ikut duduk di hadapan Kalvin sambil menatap jengah.

“Lumayan sih,” jawab Kalvin sekenanya.

Perkataan Kalvin benar-benar membuat Kaluna geram. Pria itu seakan menguji kesabarannya. Bersikap dingin, cerewet, dan terus saja usil. Jika hal ini terus terjadi, mungkin saat kembali ke Semarang wajahnya sudah dipenuhi kerutan.

“Mau coba?” tawar Kalvin seraya menyodorkan garpu ke hadapan Kaluna.

Entah karena kesal atau memang Kaluna tengah lapar, wanita itu membuka mulut menerima suapan dari tangan Kalvin.

Sontak hal itu membuat Kalvin terhenyak. Ia pikir Kaluna akan kembali mengomel, namun nyatanya respons wanita itu jauh di luar dugaannya.

Bukankah ini berarti mereka makan dengan satu garpu yang sama?

Entah apa yang terjadi, namun Kalvin merasakan sesuatu yang aneh di dadanya. Jantungnya seakan berdetak lebih cepat dari biasanya.

Kalvin menghela napas dalam, lalu menyodorkan mangkuk mie instan itu ke hadapan Kaluna.

“Makanlah, sepertinya kamu lebih lapar dari saya,” ucap Kalvin kemudian.

Sudut bibir Kaluna terangkat. Masa bodoh jika ia harus makan bekas Kalvin. Daripada asam lambungnya kambuh dan malah merepotkan banyak orang, lebih baik ia melakukan hal konyol ini. Lagipula, pada dasarnya mie itu memang miliknya.

Kaluna makan dengan lahap. Wanita itu bahkan tak menyadari jika Kalvin terus memperhatikannya.

Cara makan Kaluna yang begitu cepat membuat Kalvin menggeleng-gelengkan kepala. Tubuh Kaluna memang tidak besar, namun siapa sangka jika nafsu makannya cukup tinggi.

Nyatanya bukan hanya Kalvin yang tengah memperhatikan dirinya. Seseorang di ambang pintu sana pun nampak memandang tak suka ke arah Kaluna.

Melihat Kaluna yang bisa sedekat itu dengan Kalvin membuat Tina merasa iri. Semula ia merasa tenang karena Kaluna pernah bercerita bahwa dirinya tidak diperbolehkan menjalin hubungan dengan anggota militer. Belum lagi wanita itu mengatakan jika dirinya sudah dijodohkan.

Namun melihat apa yang terjadi saat ini, Tina mulai merasa tidak nyaman. Apakah semua itu hanya alasan Kaluna?

Apalagi setelah semalam Tina menceritakan latar belakang keluarga Kalvin yang berada. Mungkinkah Kaluna mulai tertarik pada pria itu?

Tina mencebik pelan. Siapa yang bisa menebak isi hati seseorang? Untuk pertama kalinya ia merasa Kaluna bisa menjadi pesaingnya dalam mendapatkan perhatian Kalvin. Dan perasaan itu membuat hatinya tidak tenang.

“Letda Kaluna, Kapten Kalvin.”

Tina melangkahkan kaki menghampiri keduanya yang tengah duduk di depan pos jaga. Sapaan wanita itu tentu membuat Kaluna tersedak, kaget dan tak enak hati.

“Uhuk... uhuk...”

Kaluna terbatuk sambil memegangi dadanya, membuat Kalvin refleks menepuk bahu wanita itu dan menyodorkan air mineral padanya.

Lagi-lagi pemandangan memuakkan itu harus Tina saksikan. Pandai sekali Kaluna berakting di depan Kalvin. Haruskah ia melakukan hal serupa?

“Letda Kaluna tidak apa-apa?” tanya Tina ramah. Wanita itu melirik Kalvin sekilas, ingin tahu apakah pria itu memperhatikannya.

Namun kenyataan menyakitkan yang Tina dapati, jangankan memperhatikannya, bahkan kehadirannya pun seakan tidak dianggap oleh Kalvin.

Kaluna mengangguk, mencoba mengatur napasnya yang tersengal. Sungguh, kedatangan Tina membuat Kaluna benar-benar tak enak hati.

Kaluna takut Tina menduga macam-macam tentang dirinya dan Kapten Kalvin.

“Makan saja sampai tersedak.” Kalvin bangkit membawa pergi mangkuk sisa mie yang Kaluna makan, meninggalkan dua wanita itu di depan pos jaga.

Dirasa kondisinya sudah mulai stabil, Kaluna bergegas memandangi Tina, menilik apa reaksi wanita itu saat melihat dirinya bersama Kalvin.

Di luar dugaan, Tina malah memandang khawatir ke arahnya, dan hal itu semakin membuat Kaluna segan.

“Jangan salah paham ya, Peltu Tina. Saya dan Kapten Kalvin tidak sengaja bertemu,” bohong Kaluna.

“Kenapa harus dipikirkan, Letda Kaluna? Kalian bebas mau bersama. Kita kan sedang bertugas, wajar saja kalau berbicara dengan anggota lain, kan?”

Tina tersenyum manis, seakan tak menganggap penting apa yang dilihatnya. Padahal dalam hati ia mengumpat kesal.

Sedari awal Tina sudah melihat Kaluna mengikuti Kalvin hingga ke depan pos jaga, namun wanita itu masih bisa mengatakan tidak sengaja bertemu. Bukankah itu terdengar sangat munafik dan manipulatif?

Rasa simpatik yang semalam sempat Tina rasakan perlahan memudar, berganti rasa tidak suka yang sulit ia jelaskan.

“Saya takut Peltu Tina salah paham,” sahut Kaluna dengan raut wajah segan.

“Tidak, saya biasa saja. Saya memang menyukai kapten Kalvin, tapi tidak mungkin saya membatasi siapa saja yang dekat dengannya. Apalagi di tengah tugas seperti ini,” timpal Tina kemudian.

Kaluna menghela napas lega. Tadi ia sudah berpikir macam-macam. Takut Tina membencinya hanya karena duduk bersama Kalvin di depan pos jaga.

1
Alfatia🌷
Udah mulai mau ngobrol sedikit lebih banyak nih yaaa🤣
Alfatia🌷
Gak bayangin kalau Kaluna tau itu calon iparnya, terus masih ngira Kalvin penyuka sesama jenis😭🤣
Laela Kurnia
bagus bgt 👌💯
Alfatia🌷
Udah senyum-senyum tipis nihh. Curiga lama-lama ngajak ketawa bareng🤣🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 aku aduin bapakmu loh.
Mutia Kim🍑: Jangan gitu kak, nanti Kalvin malah nggak mau balik ke Jakarta😭🤣
total 1 replies
Alfatia🌷
Kaluna, itu calon iparmu loh😭
Mutia Kim🍑: Kan dia nggak tau kak😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Yang ngasih nama anaknya siapa😭 kenapa inisial nya ngikut bapaknya semua🤣
Mutia Kim🍑: Authornya😎
total 1 replies
Alfatia🌷
Anton nyari kesempatan banget🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 jangan gitu lah. Nanti malah kepincut loh😌
Alfatia🌷
Luna, dia anak camer mu lohh!!😭
Alfatia🌷
Kalvin kayak Bapaknya banget kayaknya, bodo amatan😭
Mutia Kim🍑: Bener. Dua anak laki-laki Kaivan itu sama persis kayak bapaknya yg anti cewek🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Ahhhh😭 sedih banget bawaannya kalau lihat Raynand🥹 sehat-sehat Om Duda tua❤
Alfatia🌷
Raynand pasti kehilangan banget ya, trauma juga. Makanannya butuh waktu lama buat izinin Kaluna😌
Alfatia🌷
Huwaaa... aku juga sedih Kirana jadi gak ada😭😭
Aril Chan
Sangat luar biasa
Alfatia🌷
Kevan ngikut jejak Bapaknya, kah🤣 jangan sampai pas masih pengantin ditinggal tugas juga🤣
Mutia Kim🍑: Tapi dia kan belum mau nikah, katanya mau PDKT dulu😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Masih nyimak, tapi... ini Kirana sahabatnya Ravela, kan? Hah... dia gak lihat anaknya nikah dong😭🥹
Mutia Kim🍑: Iya Kirana meninggal 😭😭
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
keren terus semangat ya/Drool/
Mayraa_Tapaa
semangat ka, aku mampir ya💪
izin autor hebat, 🙏🙏
jangan lupa singgah ya ka, dinovel baru ku "Balas Dendam Nyonya Cha" udah update sampai 20 episode, saling suport boleh dong ka🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!