Karena sebuah sumpah Dany Admaja harus merawat putri sahabatnya yang meninggal karena kecelakaan mobil. Dany merawat Alena yang baru berusia delapan tahun dan menganggapnya seperti keponakannya karena kala itu Dany sudah berusia 28 tahun namun sepuluh tahun kemudian, Alena tumbuh menjadi gadis cantik yang mulai membuat hati Dany bergetar dan sialnya, gadis itu membuka seluruh pakaiannya untuk menggodanya. Apakah Dany Admaja akan tergoda dengan rayuan putri sahabatnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Berbeda
Pagi mereka yang seperti biasa tidak terlihat pagi itu. Suasana di antara Dany dan Alena tampak canggung. Canda dan tawa yang biasanya mengisi hari mereka tidak terdengar, mereka berdua bahkan diam saja tanpa mengatakan apa pun.
Mereka sedang duduk di meja makan, menikmati makanan mereka dalam diam. Alena tampak tidak berselera, Dany juga demikian. Kopi sudah diaduk puluhan kali dan sudah dingin tapi kopi itu tidak dia nikmati sama sekali.
Roti bakar yang ada di atas meja juga mulai dingin dan keras. Mereka berdua benar-benar kacau dan tentunya Dany tidak suka dengan situasi di antara mereka berdua. Tatapan matanya tertuju pada Alena yang sedang meneguk susunya sampai habis, gadis itu juga sudah tidak tahan jadi dia memutuskan untuk pergi ke kampus lebih cepat.
..."Alena pergi dulu, OM" ucapnya seraya beranjak dan mengambil tasnya....
..."Oh, sudah punya pacar jadi sudah tidak perlu OM antar lagi?" tanya Dany sambil meneguk kopi hitamnya....
..."Sebab itu Om harus segera menikah!" setelah berkata demikian, Alena melangkah pergi....
Dany mengumpat, apa Alena tidak merasa kehilangan jika mereka sudah tidak tinggal bersama lagi? Apa gadis itu benar-benar rela dia menikah tapi tunggu dulu, kenapa dia jadi berpikir demikian?
Sial, ada yang salah pada dirinya tapi dia tidak tahu apa. Tidak saja Dany yang berpikir demikian, Alena juga merasa ada yang salah pada dirinya. Sepertinya dia harus pergi beberapa waktu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya.
..."Alena, tunggu!" teriak Dany, dia sedang mengejar Alena saat itu....
..."Alena mau pergi sendiri, Om. Hari ini Alena juga mau menginap di rumah Rishka untuk mengerjakan tugas kuliah yang menumpuk!"...
..."Apa kau bilang? Jangan beralasan dengan tugas yang menumpuk, apa kau kira Om akan mempercayai alasan yang kau berikan itu?" ucap Dany tidak terima....
..."Pokoknya Alena gak pulang hari ini!"...
..."Om bilang, tunggu!" Dany meraih tangan Alena sehingga langkah gadis itu terhenti....
Mereka berdua saling pandang, Dany menghela napas dengan berat. Entah kenapa dia jadi seperti anak kecil saat ini. Tidak seharusnya dia bersikap seperti itu sehingga membuat Alena semakin cemas.
..."Oke, Om minta maaf karena sudah bersikap kekanak-kanakan," ucapnya....
..."Alena juga, maaf Om. Tapi soal pernikahan?"...
..."Ssttss, tidak perlu di bahas. Om akan mengambil jalan yang terbaik nantinya."...
Alena memandangi Dany dengan lekat, apakah dengan begitu Dany memutuskan akan menikah? Seharusnya dia tahu, pada akhirnya Dany akan melepaskan masa lajangnya dan dia sudah harus hidup mandiri dan seharusnya dia senang untuk hal itu tapi kenapa rasa tidak rela berpisah dengan orang yang sudah tinggal bersama dengannya selama sepuluh tahun belakangan muncul di hati?
..."Apa Om sudah memutuskan?"...
..."Tentu saja, ayo pergi. Om akan mengantarmu ke kampus terlebih dahulu," Dany meraih tangannya, mereka berdua kembali melangkah keluar dari rumah....
..."Aku mau menginap di rumah Rishka selama beberapa hari."...
..."Apa, bukankah aku bilang hari ini saja?"...
..."Sorry, Om. Tugas numpuk nih. Minggu depan udah harus dikumpulin. Pak Eko galak tau, kalau Om mau menggantikan Alena mendapat hukuman tidak masalah, Alena akan senang hati gak ngerjain tugas."...
..."Enak aja, kerjain tugas yang bener! Kalau emang mau nginap buat kerjain tugas, jangan main-main. Om akan awasi kamu nanti!"...
..."Ya deh, yang matanya ada di mana-mana!" ucap Alena sambil cemberut....
Mereka sudah kembali seperti biasa, seolah-olah tidak terjadi apa pun tapi mereka masih sama-sama tidak mengerti apa yang sedang mereka rasakan saat ini. Dany mengantar Alena ke kampur seperti biasa, dia juga mendapat ciuman di pipi seperti biasa tapi dia tahu nanti malam tidak akan seperti biasa karena ini pertama kali Alena tidak pulang dan menginap di rumah teman.
Entah dia bisa melewati malam ini tanpa Alena atau tidak, tapi dia harus bisa apalagi Alena berkata ada tugas yang harus dia kerjakan.
Setelah mengantar Alena, Dany pergi ke kantor. Dany terkejut saat mendapati Clarisa berada di dalam ruangannya. Tidak perlu ditanya, dia tahu ulah siapa kenapa wanita itu bisa ada di sana.
..."Hai, maaf jika aku mengganggu," ucap Clarisa basa basi....
..."Kau memang mengganggu, bagus jika kau sadar diri!" ucap Dany sinis....
Clarisa terkekeh, wanita itu melangkah dan mendekati Dany. Dia bahkan mendekatkan tubuh mereka berdua untuk menggoda Dany. Clarisa mencoba menghimpitkan kedua dadanya ke dada bidang Dany sehingga belahan kedua dadanya terlihat, biasanya cara seperti itu sangat ampuh untuk menggoda seorang pria.
..."Kau terlihat luar biasa, Dany. Bagaimana dengan penampilanku hari ini, apa kau suka?" tanyanya sambil memainkan dasi Dany bahkan dia tidak segan mengusap otot dada Dany dari balik kemejanya....
..."Minggir, aku tidak suka yang berlebihan!" Dany mendorongnya menjauh dan melangkah pergi....
..."Apa?" Clarisa tampak tidak terima....
..."Jangan bertanya padaku akan penampilanmu karena aku bukan pakarnya tapi yang pasti aku tidak suka penampilan dan juga sikapmu yang terlalu murahan!"...
Clarisa mencengkeram kedua tangannya dengan erat, dia sungguh tidak terima dengan penghinaan yang diberikan oleh Dany tapi dia berusaha untuk menahan diri jika tidak tujuannya akan gagal.
Lagi pula hanya penampilan saja, dia bisa merubahnya jika pria itu memang tidak suka dengan penampilannya.
..."Jika begitu katakan padaku, penampilan seperti apa yang kau sukai? Aku akan berubah penampilanku demi dirimu," Clarisa mendekatinya dan tersenyum dengan manis....
..."Tidak perlu, jangan membuang waktumu karena apa pun yang kau lakukan tidak akan bisa menarik simpatiku!" Dany mengambil dokumen, lebih baik dia bekerja dari pada menghabiskan waktu dengan wanita itu....
..."Dany!" Clarisa semakin kesal....
Wanita itu melangkah mendekati Dany dengan kemarahan di hati. Ternyata tidak mudah, mungkin ibu Dany sudah menyingkirkan gadis yang tinggal bersama dengannya tapi ternyata Dany bukanlah pria yang mudah dia takhlukkan.
..."Dengar, ibumu berkata kau harus menemani aku pergi berbelanja dan setelah itu kita makan siang bersama," ucap Clarisa. Dia berusaha melembut dan agar Dany mau pergi....
..."Aku sibuk!"...
..."Apa, tapi ibumu bilang?"...
..."Jika begitu pergi ajak ibuku!"...
..."Dany, kenapa begitu sikapmu terhadap seorang wanita?"...
..."Sikapku memang seperti ini sejak dulu sebab itu aku tidak dekat dengan siapa pun karena aku tidak mau menikah!"...
..."Tidak mungkin, bagaimana dengan gadis yang kau asuh? Ibumu berkata jika hubungan kalian sangat dekat, kau bisa berinteraksi dengan baik dengan gadis itu dan sikapmu tidak seperti ini padanya."...
..."Dia berbeda, jadi jangan samakan dia denganmu!"...
Kedua tangan Clarisa kembali mengepal erat, jangan-jangan Dany menganggap gadis itu begitu spesial namun dia tidak menyadarinya. Walau dia belum pernah melihat bagaimana rupa gadis itu tapi dia bisa menebak jika hubungan mereka tidaklah biasa. Sebaiknya dia pergi untuk menemui ibu Dany untuk mencari tahu siapa sebenarnya gadis itu dan bagaimana hubungan mereka berdua.
..."Baiklah, aku pergi!" ucap Clarisa....
..."Bagus!" ucap Dany singkat....
Clarisa semakin kesal, beraninya pria itu membuatnya malu? Dia tidak akan diam saja untuk pria yang sudah menolak dan mempermalukan dirinya. Dia pasti akan mendapatkan Dany dan menyingkirkan gadis yang akan menjadi penghalang langkahnya. Dia pasti melakukan segala cara agar tujuannnya tercapai jadi tunggu saja.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu