NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Sinar matahari pagi menyinari gapura kayu Gunung Sumber Abadi dengan sangat cerah.

Embun pagi masih menempel di dedaunan saat Rizky membuka kembali loket karcis wisatanya.

Sebuah papan tulis kecil bertuliskan harga tiket lima puluh ribu rupiah sudah terpampang jelas di depan kaca loket.

Rizky duduk santai di bangku kayu sambil menyeruput teh hangat yang dia buat menggunakan air dari air terjun.

"Udaranya benar-benar segar hari ini," gumam Rizky sambil menatap jalanan menurun di depan gerbang.

Satu jam telah berlalu sejak dia membuka loket, namun belum ada satu pun kendaraan yang lewat.

Rizky sama sekali tidak merasa panik atau cemas.

Dia tahu bahwa umpan kontroversi yang dia sebar semalam di media sosial pasti akan membawa hasil.

Benar saja, sayup-sayup terdengar suara deru mesin mobil yang sedang mendaki jalanan berbatu.

Ngeenggg.

Sebuah mobil sedan berwarna merah terang yang sangat mencolok berhenti tepat di depan gapura kayu.

Cittt.

Pintu pengemudi terbuka dan seorang pemuda dengan kacamata hitam berbingkai emas melangkah keluar.

Pemuda itu mengenakan jaket bermerek yang terlihat sangat mahal dan menata rambutnya dengan gaya kekinian.

Di belakangnya, dua orang ikut turun dari mobil tersebut.

Seorang pria bertubuh kurus yang memegang tongkat penyangga ponsel pintar, dan seorang gadis cantik berambut sebahu.

Gadis itu tampak kerepotan membawa tas ransel berisi perlengkapan kamera profesional.

"Jadi ini tempat wisata rongsokan yang berani menantangku semalam?" ucap pemuda berkacamata hitam itu dengan nada meremehkan.

Dia menurunkan sedikit kacamatanya dan menatap Rizky yang sedang duduk santai di dalam loket.

Rizky membalas tatapan itu dengan senyum tipis di bibirnya.

Dia langsung mengenali pemuda arogan ini dari foto profil akun media sosial yang banyak mencibirnya semalam.

Pemuda itu adalah Kevin, seorang pembuat konten lokal yang sering mengulas tempat wisata dengan gaya bahasa yang kasar.

"Selamat pagi, selamat datang di Gunung Sumber Abadi," sapa Rizky dengan tenang.

"Apakah kalian bertiga ingin membeli tiket masuk seharga lima puluh ribu rupiah per orang?"

Kevin tertawa meremehkan dan berjalan mendekati loket karcis.

"Lima puluh ribu untuk masuk ke sarang nyamuk ini?" ejek Kevin sambil menggelengkan kepalanya.

"Aku adalah Kevin, dan aku datang ke sini untuk siaran langsung membongkar tipuan editan videomu itu."

Pria kurus di belakang Kevin langsung mengarahkan kamera ponselnya ke wajah Rizky.

"Hai para penonton, sekarang kita sudah berada di tempat wisata penipu yang viral semalam," ucap Kevin ke arah kamera.

"Kita akan lihat sendiri apakah air terjun pelangi itu nyata atau hanya akal-akalan admin miskin ini untuk mencari uang jajan."

Gadis berambut sebahu di belakang Kevin tampak tidak nyaman dengan gaya bahasa atasannya tersebut.

"Kak Kevin, tolong bahasanya sedikit dijaga," bisik gadis itu sambil menarik ujung jaket Kevin.

"Diam kamu Siska, ini caraku mendapatkan banyak penonton," bentak Kevin tanpa menoleh ke arah gadis itu.

Rizky menatap gadis bernama Siska itu sekilas dan mencatat namanya di dalam hati.

Gadis itu terlihat tulus dan sepertinya hanya terpaksa mengikuti kemauan atasannya yang sombong.

"Jika Anda ingin membuktikan kebohongan saya, silakan beli tiketnya dan masuk ke dalam," tantang Rizky memotong pembicaraan mereka.

Kevin mendengus kesal dan mengeluarkan tiga lembar uang lima puluh ribuan dari dompet kulitnya.

Brak.

Dia mengebrak uang itu ke atas meja loket dengan sikap yang sangat tidak sopan.

"Ini uangnya, biarkan kami masuk dan membongkar semua kebohonganmu," kata Kevin dengan wajah angkuh.

Ding!

[Pemberitahuan Sistem!]

[Misi Harian: Tiga dari lima pengunjung umum berbayar telah berhasil didapatkan.]

Rizky mengabaikan sikap kasar Kevin dan menerima uang tersebut dengan senyum lebar.

Ini adalah uang pendapatan pertama yang masuk ke kantongnya secara resmi.

"Silakan masuk, tapi sebelum itu ada tradisi khusus untuk menyambut tamu kehormatan di sini," ucap Rizky sambil merogoh saku celananya.

Dia mengeluarkan satu buah permen berwarna merah muda dan menyodorkannya ke arah Kevin.

"Ini adalah Permen Stroberi Penyegar Dahaga, khusus untuk tamu pertama hari ini," bohong Rizky dengan wajah sangat polos.

Kevin menatap permen itu dengan tatapan jijik.

"Kamu pikir aku anak kecil yang bisa disogok dengan permen murahan berdebu ini?" tolak Kevin mentah-mentah.

Rizky sengaja menghela napas panjang dan membuat ekspresi wajah yang meremehkan.

"Oh, jadi Anda takut permen ini mengandung racun ya?" pancing Rizky dengan nada mengejek.

"Seorang pembuat konten pemberani ternyata takut memakan permen stroberi biasa."

Wajah Kevin langsung memerah padam mendengar ejekan tersebut.

Egonya sebagai figur publik merasa sangat tertantang di depan kamera yang sedang menyala.

"Siapa bilang aku takut!" teriak Kevin merampas permen itu dari tangan Rizky.

Tanpa berpikir panjang, Kevin langsung membuka bungkusnya dan memasukkan permen magis itu ke dalam mulutnya.

Nyam.

Rasa manis stroberi buatan langsung menyebar di lidahnya.

"Hanya permen murahan biasa, tidak ada yang spesial," ucap Kevin sambil mengunyah dengan sombong.

Rizky tersenyum puas di dalam hatinya melihat rencananya berjalan dengan sangat mulus.

Efek Permen Kejujuran akan bertahan selama sepuluh menit ke depan, dan itu adalah waktu yang lebih dari cukup.

"Silakan nikmati tur Anda di Gunung Sumber Abadi," ucap Rizky sambil membukakan jalan.

Kevin berjalan memimpin masuk melewati gapura dengan langkah angkuh, diikuti oleh kameramen dan Siska.

Rizky keluar dari loket dan berjalan diam-diam mengikuti mereka dari jarak beberapa meter di belakang.

Langkah rombongan kecil itu langsung terhenti ketika mereka melihat bangunan Toilet Bintang Lima.

"Bangunan apa ini, apakah ini kantor pengelola wisatanya?" tanya Kevin dengan kening berkerut.

Siska membaca tulisan kecil di atas pintu bangunan tersebut.

"Ini fasilitas toilet umum, Kak Kevin," jawab Siska dengan nada terkejut.

Kevin tertawa sinis dan bersiap melontarkan kalimat hinaan untuk siaran langsungnya.

Dia berniat mengatakan bahwa bangunan itu pasti jelek di bagian dalamnya dan hanya bagus di luarnya saja.

Namun, ketika dia membuka mulutnya, kalimat yang keluar justru sangat berbeda dari isi kepalanya.

"Ya ampun, toilet ini terlihat sangat mewah dan elegan melebihi desain kamar hotel bintang lima di Jakarta!" seru Kevin dengan suara lantang.

Kevin langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya sendiri karena terkejut.

Matanya melotot lebar ke arah kamera yang sedang merekam wajah paniknya.

"Kenapa aku bicara seperti itu?" batin Kevin dengan panik.

"Aku kan mau bilang kalau toilet ini kampungan!"

Kameramen kurus itu ikut kebingungan melihat perubahan drastis atasannya.

"Kak Kevin, kita kan harus menjelek-jelekkan tempat ini sesuai naskah," bisik kameramen itu.

Kevin mengangguk cepat dan mencoba berbicara lagi ke arah kamera.

"Maksudku, walaupun luarnya bagus, di dalamnya pasti sangat bau dan penuh kotoran!" ucap Kevin mencoba memperbaiki keadaan.

Siska yang penasaran perlahan mendekati pintu masuk toilet tersebut.

Wushhh.

Pintu otomatis terbuka dan aroma lavender yang wangi langsung menyapa indera penciuman mereka bertiga.

Kevin kembali bersiap melontarkan hinaan tentang baunya yang menyengat hidung.

"Aroma lavender ini benar-benar menenangkan jiwa, sangat bersih dan lantai marmernya terlihat sangat mahal!" puji Kevin dengan mata berbinar-binar tanpa bisa dikendalikan.

"Aku rela tidur di dalam toilet ini semalaman daripada pulang ke rumahku yang berantakan!"

Setelah mengucapkan kalimat memalukan itu, Kevin menampar mulutnya sendiri dengan keras.

Plak!

Siska dan kameramen itu menatap bos mereka dengan ekspresi tidak percaya.

Rizky yang menonton dari kejauhan harus menutup mulutnya sendiri agar tawanya tidak meledak keluar.

Permen Kejujuran benar-benar alat siksaan yang sempurna untuk orang munafik seperti Kevin.

"Abaikan toilet ini, ayo kita langsung ke air terjunnya!" perintah Kevin dengan wajah merah menahan malu.

Dia setengah berlari menuju ke arah suara gemuruh air untuk menyembunyikan kepanikannya.

Rombongan itu tiba di pinggir kolam dan langsung disuguhi pemandangan magis yang tidak masuk akal.

Air Terjun Pelangi memancarkan warna-warni yang sangat lembut dan indah, seolah menari di bawah sinar matahari pagi.

Udara segar berhembus menerpa wajah mereka, membawa sensasi dingin yang langsung menenangkan pikiran.

Kamera ponsel yang terus menyala merekam pemandangan luar biasa itu tanpa ada jeda.

Kevin berdiri kaku di pinggir kolam dengan mulut terbuka lebar.

Dia sudah menyiapkan berlembar-lembar kalimat kasar untuk menyebut air terjun ini sebagai tipuan lampu neon murahan.

Dia menarik napas dalam-dalam dan membuka mulutnya untuk menghancurkan reputasi tempat ini.

"Air terjun ini..." ucap Kevin dengan suara bergetar.

Namun, air mata tiba-tiba menetes dari sudut matanya tanpa bisa dia tahan.

"Ini adalah pemandangan paling indah yang pernah kulihat seumur hidupku yang menyedihkan ini!" teriak Kevin sambil menangis tersedu-sedu.

"Videonya semalam tidak diedit, ini adalah keajaiban alam yang nyata!"

"Airnya sangat jernih dan cahayanya membuat hatiku yang dengki ini merasa sangat damai!"

Kevin jatuh berlutut di pinggir kolam sambil terus memuji keindahan air terjun itu di depan siaran langsungnya.

Mulutnya terus mengoceh menceritakan betapa bodohnya dia karena berani meremehkan tempat seindah ini.

Kolom komentar di siaran langsung Kevin yang tadinya penuh cacian kini berubah total menjadi lautan tanda tanya.

Para penonton setia Kevin tidak percaya melihat idola mereka yang terkenal kasar tiba-tiba menangis memuji sebuah gunung pedesaan.

"Ada apa dengan Kevin? Apakah dia sedang kesurupan?"

"Tapi coba kalian lihat air terjun di belakangnya, itu benar-benar terlihat nyata dan memancarkan cahaya pelangi."

"Wow, warna airnya indah sekali, aku belum pernah melihat yang seperti ini di Indonesia!"

Siska diam-diam mengangkat kamera profesionalnya dan mulai memotret setiap sudut keindahan tersebut dengan penuh semangat.

Dia tidak peduli lagi dengan kelakuan aneh bosnya yang sedang menangis berlutut di tanah.

Rizky perlahan melangkah keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan mendekati mereka.

"Bagaimana Tuan Kevin?" tanya Rizky dengan nada menggoda.

"Apakah air terjun ini masih terlihat seperti editan murahan di mata Anda?"

Kevin menatap Rizky dengan wajah sembap dan hidung yang memerah.

Efek Permen Kejujuran di mulutnya mulai menghilang secara perlahan.

Dia sadar bahwa dia baru saja menghancurkan citranya sendiri sebagai pengulas wisata yang kejam.

Tapi di sisi lain, dia juga tidak bisa berbohong bahwa hatinya benar-benar tersentuh oleh keindahan alam di depannya.

"Kamu menang," gumam Kevin sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Tempat ini sangat luar biasa, dan aku adalah orang bodoh karena sempat meragukannya."

Ding!

[Pemberitahuan Sistem!]

[Aksi kejujuran paksa telah disiarkan kepada dua ribu penonton secara langsung.]

[Reputasi Gunung Sumber Abadi meningkat tajam.]

Rizky tersenyum penuh kemenangan melihat notifikasi dari sistem tersebut.

Strategi membungkam pembenci secara langsung di dunia maya telah berhasil dilakukan dengan sempurna.

Kini, tidak ada lagi yang bisa meragukan keaslian atraksi di Gunung Sumber Abadi.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!