NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Pagi itu, sinar matahari merambat pelan menembus tirai tipis di kamar megah Kakek Hamzah. Di tengah hawa dingin pendingin ruangan, aroma kayu Cendana dan obat-obatan memenuhi udara.

Di samping ranjang, Tania duduk di atas kursi kayu. Wajah cantiknya pucat pasi, matanya sembap menyembunyikan bekas tangis semalaman. Dengan gamis yang longgar, untuk menutupi balutan kain kasa yang membungkus luka bakar melepuh di punggungnya, Tania tersenyum manis. Sebuah senyum yang begitu tulus, seolah-olah neraka yang ia lalui kemarin tak pernah terjadi.

"Kakek... minum obat dulu ya? Supaya Kakek cepat sembuh," tutur Tania lembut. Suaranya serak namun penuh kehangatan.

Tania hendak meraih mangkuk bubur di meja, namun saat jari-jari tangan kanannya yang membiru lebam bergerak sedikit saja, rasa nyeri yang luar biasa menjalar hingga ke bahu. Mangkuk itu bergoyang, hampir saja terlepas dari genggamannya.

Kakek Hamzah menatap jemari mungil yang membengkak itu dengan mata berkaca-kaca. Dadanya bergemuruh oleh rasa sakit dan rasa bersalah yang teramat sangat.

"Maafkan Tania ya, Kek... Hari ini Tania tidak bisa menyuapi Kakek," bisik Tania pelan sambil mengelus tangan kanannya sendiri dengan tangan kiri, mencoba tertawa kecil untuk mencairkan suasana. "Tangan Tania... kemarin tidak sengaja terjepit pintu kamar. Agak bengkak sedikit, tapi tidak apa-apa kok, Kek. Besok juga sudah sembuh."

Kakek Hamzah hanya bisa berpura-pura mengangguk pelan. Lidahnya terasa kelu. Pria tua itu tahu persis bahwa pintu yang mengenai tangan cucunya adalah tumit sepatu Chana yang tajam, dan luka di punggungnya adalah bekas setrika panas dari Filio.

"Ya Allah... "batin Kakek Hamzah menjerit. "Anak ini begitu suci... Bahkan setelah disiksa sampai hampir tewas, dia masih berusaha menutupi kejahatan orang lain agar Kakeknya tidak kepikiran".

Tania tidak pernah mengeluh, tidak pernah mendendam, dan pikiran manisnya selalu berprasangka baik pada semua orang. Sifatnya yang bagaikan embun pagi itu justru membuat Kakek Hamzah makin hancur.

Dengan sisa tenaganya, Kakek Hamzah menggerakkan tangan kirinya yang tidak lumpuh untuk mengelus kepala Tania yang berbalut hijab instan. Mata sepuhnya menatap dalam-dalam ke dalam manik mata Tania yang polos.

"Tania... dengarkan Kakek, Nak," suara Kakek Hamzah bergetar hebat.

"Iya, Kakek? Kakek butuh sesuatu?" tanya Tania khawatir.

"Kakek sudah tua, Tania... Kakek tidak tahu sampai kapan Kakek bisa ada di dunia ini untuk melindungimu," bisik Kakek Hamzah, air matanya menetes perlahan melintasi kerutan di pipinya. "Kakek mau... kamu menikah dengan Ameer."

DEG!....

Kata-kata itu menghantam dada Tania bagai guncangan hebat. Senyum manis di bibirnya seketika membeku. Matanya membelalak tak percaya.

"Me... menikah dengan Kak Ameer?" cicit Tania. Nafasnya tercekat di tenggorokan. "Kakek... tidak bisa... Kak Ameer itu... Kak Ameer itu sudah seperti kakak kandung Tania sendiri sejak kecil. Tania tidak pernah memandangnya lebih dari itu, Kek..."

"Hanya Ameer yang bisa menyelamatkanmu, Tania!" pangkas Kakek Hamzah dengan suara tertahan dan mata memerah. "Hanya dia yang punya kekuatan untuk menjadi perisaimu di rumah ini. Kalau Kakek mati nanti, siapa yang akan menjagamu dari serigala-serigala itu, Nak? Tolong... turuti permintaan Kakek ini... demi keselamatanmu..."

Tania menunduk dalam-dalam. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya menetes basah membasahi gamisnya. Menikahi pria yang selalu ia anggap sebagai sosok kakak adalah hal yang sama sekali tak pernah terlintas dalam pikirannya. Terlebih lagi, ia tahu betapa tingginya sosok Ameer.

Namun, melihat raut memohon dan linangan air mata di wajah sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan, jiwa penurut dan selalu mementingkan orang lain dalam diri Tania membuat keteguhannya runtuh. Sifatnya yang tak pernah sanggup menolak keinginan orang tua memaksa bibirnya berucap pelan,

"Kalau... kalau itu memang bisa membuat Kakek tenang dan bahagia... Tania... Tania menurut, Kek... Apapun yang kakek minta , kalau itu demi kebaikan, Tania akan ikuti" bisik Tania pasrah dengan suara yang nyaris tak terdengar, tenggelam dalam isak tangisnya.

Di luar pintu kamar yang sedikit renggang, berdiri Filio yang sejak tadi mengintip dari balik celah kayu.

Mendengar ucapan Kakek Hamzah dan jawaban Tania, mata Filio membelalak lebar. Tangannya melayang menutup mulutnya yang menganga karena terkejut setengah mati.

"Apa?! Kakek mau menikahkan si anak pembawa sial ini dengan Kak Ameer?! batin Filio bergejolak penuh amarah dan dengki.

Filio tahu betul, Ameer adalah pewaris utama dan paling ditakuti di keluarga ini. Jika Tania benar-benar menikah dengan Ameer, maka posisi Tania akan meroket menjadi wanita paling berkuasa di seluruh silsilah Keluarga Hasanuddin! Semua usaha Filio dan ibunya untuk menyingkirkan Tania dari mansion ini akan hancur berantakan.

Dengan langkah tergesa-gesa dan napas memburu, Filio membalikkan badan dan berlari menyusuri koridor megah itu menuju kamar ibunya. Intrik baru yang lebih beracun kini mulai dirancang di kepala Filio untuk menggagalkan rencana pernikahan tersebut sebelum Ameer sempat menginjakkan kaki di Indonesia.

_____

Di kaki gunung....

Suara pukulan keras beradu dengan kulit sintetis tebal bergema di halaman samping rumah Niza. Sinar matahari pagi yang menerobos celah pohon jati menimpa tubuh Niza yang bersimbah keringat.

BAK!

BUK!

BAK!

BUM!

Kepalan tangannya menghantam samsak tinju itu bertubi-tubi tanpa jeda. Setiap kali ingatan akan rasa sakit misterius yang menyiksa punggung, pipi, dan kepalanya membayangi pikiran, Niza melampiaskannya pada pukulan tersebut. Napasnya memburu tajam, matanya memancarkan ketegasan yang tertahan. Bagi Niza, mengeluh bukanlah pilihan. Jika tubuhnya merasa sakit tanpa alasan medis yang jelas, satu-satunya logika yang ia terima adalah, ia kurang berlatih dan tubuhnya butuh ditempa lebih keras lagi.

BUKKK!....

Satu tendangan memutar yang sangat bertenaga menghantam bagian tengah samsak. Suara robekan kain dan kulit bergema nyaring, diikuti dengan melesaknya isi pasir dan potongan kain busa berhamburan keluar melintasi lantai semen. Samsak itu jebol, terbelah menjadi dua.

Niza berdiri membungkuk dengan kedua tangan di atas lutut, menyapu keringat membasahi dahi nya dengan ujung jilbabnya.

PROK!

PROK!

PROK!

Tepuk tangan renyah terdengar dari balik pagar tanaman. Dias, seorang pemuda yang bekerja sebagai PNS di kantor kecamatan setempat sekaligus tetangga terdekat Niza, berjalan mendekat sambil terkekeh pelan.

"Luar biasa... Bensin mana yang kamu minum pagi-pagi begini, Za? Kasihan samsak itu, tidak punya salah malah kamu bikin hancur," seloroh Dias sambil melempar botol air mineral dingin yang langsung ditangkap cermat oleh Niza.

"Bismillah.....!"

Niza menenggak air itu hingga tersisa setengah, lalu menghela napas panjang untuk menetralkan detak jantungnya yang bergemuruh.

"Bukan apa-apa, Mas Dias. Niza cuma kesal saja sama tubuh Niza sendiri," tutur Niza sambil menduduki bangku kayu kusam di bawah pohon.

1
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
Meiny Gunawan
semangaattt othor..lanjoottt trsss😍😍
suti markonah
nanti yg jd pasangan ameer jd tania asli dong thorr?.klo aku maunya pasangan ameer nantinya tetep taniza..
suti markonah: terserah yg punya lapak dan cerita dehhh💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!