NovelToon NovelToon
Now I Will Be A Villain

Now I Will Be A Villain

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:160.9k
Nilai: 5
Nama Author: Penunggu Bumi

Kehidupan sebelumnya mereka sudah membuatku dan orang-orang yang aku sayangi menderita dan mendapatkan akhir yang mengerikan, jangan harap kalian bisa bebas. Dendam ini akan aku balaskan ribuan kali lipat hingga titik darah penghabisan. Ingin kabur dariku? Mimpi saja sana! Akankah dendam ini terbalaskan? Ataukah dendam yang menghancurkanku?

Genre : Romansa Istana, Fantasi, Reinkarnasi, Balas Dendam, Slow Plot, Misteri, Action, Magic, Sword, Romantis, Pemeran Utama Tangguh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penunggu Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pangeran Artemis Alias Musuh Bebuyutan

"Aku malas pergi ke istana besok, tapi jika aku tidak pergi sudah dipastikan akan ada masalah yang lebih besar lagi besok. Bagaimana ya kira kira cara yang tepat?" pikiran ku sudah pergi kemana-mana menyusun rencana agar tidak jadi pergi ke istana besok.

Jujur saja aku trauma jika harus pergi ke istana, aku takut semua kenangan buruk di masa lalu akan datang kembali menghantui ingatan ku. Tapi, tidak mungkin juga menolak.

Bisa-bisa kami dianggap pemberontak seperti kehidupan sebelumnya, tanpa sadar bukan hanya pikiranku yang sudah melayang membayangkan bagaimana rencana besok. Aku juga sudah pergi ke alam mimpi.

***

Keesokan paginya.

Pagi-pagi di kediaman Grand Duke Fransisco sudah sangat ramai dengan hilir mudik para pelayan yang entah sedang apa.

Kebisingan itu bahkan terdengar sampai kamarku yang terletak di lantai 5 kediaman Grand Duke Fransisco.

Aku membuka mataku mencoba melawan rasa kantuk yang masih hinggap dan membuat ku ingin tertidur kembali.

Cklek...

Aku membuka pintu kamar, dan terlihatlah pemandangan yang tidak biasa.

"Ada apa ini?" tanyaku kepada salah satu pelayan.

"Maafkan hamba Nona, hamba tidak tahu, kami semua disuruh oleh kepala pelayan menyiapkan kediaman Duke serapi mungkin," ujar pelayan itu menjawab pertanyaan ku dengan gugupnya.

"Oh begitu, bolehkah aku tahu dimana Bachtiar sekarang?"

"Kepala pelayan sedang ada di halaman utama Nona," kata pelayan itu dengan sopan.

Aku tersenyum kepada pelayan itu seraya mengucapkan, "Terima kasih kakak pelayan, kakak boleh kembali menyelesaikan tugas,"

Seperti perkiraan ku dengan responnya.

"Siap Nona, saya berjanji dengan seluruh jiwa dan raga saya akan memberikan kediaman ini dengan sebersih bersihnya bahkan hingga inti atom," kata pelayan itu dengan semangat.

Aku terkekeh dengan respon berlebihan pelayan itu, ternyata semudah ini mengambil hati para pelayan. Aku yang dulu memang bodoh, bahkan mengambil hati para pelayan pun tidak bisa, namun sekarang sudah berbeda. Bukan hanya pelayan, kalau bisa seluruh rakyat dan bangsawan yang ada akan ku buat berpihak kepadaku.

Bersiaplah kau Charlotte, setelah ini tidak akan ada lagi orang yang percaya dengan tangisan palsu mu itu. Senyuman indah terlukis di wajahku, orang lain mungkin mengira ini senyuman tulus, tapi sebenarnya ini adalah senyuman licik para penjahat, tentu saja aku harus berterima kasih dengan wajahku yang bagai malaikat ini, dengan begitu sangat mudah bagiku untuk menjatuhkan Charlotte. Kita lihat bagaimana putri Duke Lavandula itu beraksi, apakah ia bisa mengalahkan aku? Seorang putri Grand Duke dengan kekuasan yang luas, kekuatan militer yang tidak tertandingi dan citra bagai malaikat.

Aku bergegas pergi ke halaman utama untuk mencari keberadaan Bachtiar, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi disini.

***

Ternyata bukan hanya di dalam kediaman saja, di luar bahkan lebih parah. Semua sudut ditata sedemikian rupa dengan karpet merah yang sudah terpampang rapih dari gerbang hingga pintu masuk utama.

Rasa penasaran ku semakin tinggi, mencoba mencari tahu sendiri apa yang terjadi tapi tidak mendapatkan jawaban.

Pandangan ku mulai mengitari halaman luas yang sudah menjadi sangat mewah dan rapih ini, mencari sosok yang aku cari berharap mendapatkan jawaban untuk pertanyaan yang sudah berputar di kepala menunggu jawaban.

Akhirnya aku menemukannya, sosok yang aku cari.

Aku berlari menghampiri sosok itu, tapi sepertinya ia tidak sendiri.

Bukankah itu Ayah? Baguslah, aku bisa langsung bertanya kepada Ayah.

"Ayah!" panggilku dari kejauhan sambil terus berlari.

Ayah melihat kearah panggilan dan membungkukan tubuhnya serta membuka tangan-Nya lebar-lebar.

Bruk...

Tubuh mungil ku menghantam tubuh kekar Ayah, mungkin karena berlari terlalu cepat aku tidak sempat mengerem dan akhirnya menabrak Ayah.

Beruntung Ayah adalah pria luar biasa, ia berdiri dan memutar tubuhku pelan agar kami tidak terjatuh setelah itu menaruh tubuhku kedalam dekapan hangatnya.

"Ada apa putri Ayah kesini? hm, kamu bisa jatuh jika terus berlari seperti tadi," kata Ayah dengan amarah yang sudah susah payah ditahan-tahan.

Aku hanya tersenyum manis merespon Ayah, senyuman manisku adalah senjata paling ampuh untuk membuat Ayah tidak marah lagi.

Ayah menghela napas panjang, "Ada apa putri kecilku kesini?" tanya Ayah dengan nada bicara yang sudah kembali seperti semula.

"Ayah, kenapa rumah kita seperti ini?" tanyaku sambil memiringkan kepala.

Berada di tubuh anak kecil berumur 4 tahun, membuat ku harus bertingkah seperti anak seumuran, jika tidak pasti akan dianggap aneh. Apalagi sebentar lagi Charlotte akan datang, bukankah rencana ku akan hancur jika tidak bisa berakting dengan baik?

"Yang mulia Pangeran akan datang," kata Ayah.

Aku membela la kan mata mendengar penuturan Ayah. Pangeran? Itu artinya dia adalah Artemis bre****k yang akan menjadi raja selanjutnya.

"Tapi kenapa Ayah? Untuk apa Pangeran datang?" tanyaku yang tidak terima jika musuh bebuyutan ku datang.

"Semalam, pengantar surat datang kembali dan dia mengantarkan surat bahwa yang Mulia Pangeran akan datang sendiri dan menjemput mu ke istana," Cerita Ayah yang membuat ku bertambah syok.

Gila, masa si si***n itu yang akan menjemput ku, argh, apakah tidak ada orang lagi selain manusia itu? Belum cukupkah aku disuruh pergi ke tempat yang paling aku benci? sekarang sudah harus dijemput oleh musuh bebuyutan.

Tapi, tidak mungkin aku menolak. Apakah ini yang dinamakan dipermainkan oleh takdir? Tidak, aku tidak boleh menyerah, bukankah ini kesempatan bagus untuk balas dendam? Aku akan mencari tahu kelemahan Artemis b******k itu.

"Kapan put, maksudnya Pangeran datang Ayah?"

"3 jam lagi," jawab Ayah singkat.

Aku melamun memikirkan rencana besar di dalam otak kecilku.

"Reinya!" panggil Ayah.

"Ada apa Ayah?" tanyaku lagi yang tersadar dari lamunan.

"Pergilah ke kamarmu! kamu harus bersiap-siap," kata Ayah dan di jawab oleh anggukan pasrah ku.

Aku turun dari gendongan Ayah.

"Asa!" panggil Ayah yang melihat Asa baru saja lewat.

Asa berbalik dan menghampiri kami.

"Bawalah putriku ke kamarnya! Lakukan apa yang harus kamu lakukan!" perintah tegas Ayah langsung di indahkan oleh Asa.

"Mari Nona!" ajak Asa.

Kami pun pergi kembali ke kamarku.

***

2 jam sudah berlalu namun mereka tidak berhenti berhentinya mendandani ku. Memangnya aku akan pergi kemana? Hanya ke istana saja perlu se repot ini. Menyebalkan sekali, hingga sekarang mereka baru selesai merapihkan rambutku, bukankah berlebihan menata rambut anak berumur 4 tahun dengan gara Curly Updo?

"Selesai!" kata semuanya serempak.

"Nona kita memang cantik sekali,"

"Tentu saja, dia adalah lady tercantik di seluruh Kekaisaran Theoden. Akh tidak di seluruh dunia ini,"

1
Dede Mila
baca
_cloetffny
Masi aja dilakuin gosah sosoan geli
_cloetffny
kalo udah ada kata winter gosah ditambahin kata musim lagi, soalnya cukup dg winter udah mengartikan musim dingin
_cloetffny
tolol, apasih mau lo
_cloetffny
kalo ngomong dalam hati bisa di garis miring,
supaya ga aneh pas dibaca
_cloetffny
harus bgt pura-pura baik?
_cloetffny
Kenapa tulisannya malah jadi miring sih?
Dia kan ga lagi ngebatin
_cloetffny
katanya pinterr, cih
_cloetffny
karakter nya terlalu bodoh anjir🤣, mikir dong siapa lagi kalo bukan Artemis yg mandang lo iri, sedangkan tadi aja lo udah denger percakapan dia sama kaisar
_cloetffny
ngapain masi disenyunyim
Saeful Anwar
rambut blonde hair hahaha kenapa yang 1 nya lagi g di tulis rambut biru laut hair sekalian
nado0ng_
tak fak
Cellestria
uhh sadis
Cellestria
ih bikin kesal saja
Thr!b!
Namanya sulit diingat karena panjang ". Masih berusaha memahami alur cerita.
Sylvia
next thor, fighting
Hasan
ditunggu up selanjutnya thor🤗
Sylvia
Gpp thor, tetap semangat ya. Aku selalu menantikan kehadiran novel ini
Penunggu Bumi: terima kasih banyak ❤
total 1 replies
Hasan
woke thor ditunggu kelanjutannya
Penunggu Bumi: siap, makasih ya atas kesetiaannya 🥰
total 1 replies
Sylvia
next thor, fighting, and minal aidzin wal faidzin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!