mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan diganggu..
"Permisi pak Sena" Ucap Reza saat memasuki ruangan bos nya itu.
"Ada apa?" tanya nya, Reza berjalan mendekat ke arah meja bos nya.
"saya mau memberitahukan bos, kalo di depan ada pak Kenzo ingin bertemu dengan bapak" Sena mengangkat satu alis nya dengan wajah binggung.
Tidak biasanya Kenzo masuk keruangan nya harus ada izin dari nya, biasanya nyelonong begitu saja. Ini pasti ada Bu Sefti pikir Sena.
"Oke, suruh masuk saja" Reza mengangguki dan segera keluar untuk mempersilahkan Kenzo masuk karena sudah di ijinkan oleh bos Sena.
Tak lama Kenzo masuk dengan senyum sumringah nya, dan seperti biasa Sena hanya menampilkan wajah datar dan bodoamat nya.
Kenzo dan Sena adalah sepasang sahabat sejak Mereka duduk di bangku SMA, bahkan sampai kuliah pun mereka masih bersama dan bahkan satu jurusan dan satu kelas namun saat kelulusan Sena sudah lebih dulu lulus dibanding Kenzo.
Karena karakter Sena yang selalu disiplin, cerdas dan selalu mengutamakan kuliah nya membuat nya bisa lulus dengan cepat dan hanya 3,5 tahun saja ia menempuh Jenjang pendidikan S1 dan ia langsung mengambil pendidikan khusus profesi advokat/ PKPA dan lanjut mengikuti ujian profesi advokat lalu ia menjalani magang, dan jadilah seperti Sekarang.
"Lu engak kerja?" itu kata pertama yang ia lontarkan saat melihat Kenzo masuk.
"Engak, gue piket malam kemarin jadi sekarang libur" Sena hanya mengangguk saja.
Kenzo pun berjalan menuju sofa dan duduk disana sembari memperhatikan Sena yang sengaja menyibukkan dirinya itu.
"Sen, anak magang lu hari ini engak masuk?" Sena langsung melirik sahabat nya itu, lalu kembali fokus dengan pekerjaan nya.
"Masuk, kenapa?" terukir senyum licik di wajah Kenzo membuat Sena bergidik ngeri.
"Engak usah macem-macem dia anak didik gue, udah pasti gue akan selalu melindungi apalagi dari orang kaya lu" Kenzo langsung berdecak mendengar penuturan Sena.
"Siapa juga yang mau macam-macam, gue cuma tanya kali santai aja"
tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar membuat obrolan mereka berdua terhenti.
Tok tok tok
"Masuk"
"Permisi pak Sena, saya mau mengantar copy an file yang bapak minta" ujar salah seorang pegawai Sena, sembari meletakan beberapa tumpukan berkas di atas meja kerja Sena.
"Oke terimakasih" saat pegawai itu hendak keluar Sena teringat sesuatu.
"Dina, boleh saya minta tolong panggilkan Vara?" Senyum Kenzo pun langsung melebar, Sena langsung menatap sinis Kenzo.
Begitupun Dina yang mungkin kebingungan kenapa Kenzo bisa se sumringah itu mendengar nama Vara.
"Baik pak saya panggilkan dulu, saya permisi" ucap Dina dan ia langsung keluar dari ruangan Sena.
"Lu tau aja gue lagi nunggu dia" namun tiba-tiba ponsel Kenzo berbunyi dan ia langsung keluar dari ruangan untuk mengangkat nya karena seperti nya itu telfon dari komandan nya.
saat setelah Kenzo pergi tak berselang lama Vara mengetuk pintu dan langsung dipersilahkan Sena masuk.
"Var, tolong kamu upload ini semua ya ke website kantor ya, soalnya harus selesai malam ini. saya bimbing, kamu kerja nya disini saja" Vara mengangguk lalu ijin untuk mengambil laptop nya terlebih dahulu ke ruangan nya.
Tak lama Vara kembali dan segera mengerjakan tugas nya di sofa dekat meja Sena, baru saja hendak mulai mengerjakan tiba-tiba saja pintu ruangan Sena terbuka dan muncul sosok Kenzo dari luar.
"Kalo masuk tuh ngetok dulu" omel Sena, Kenzo hanya tersenyum sembari melirik ke arah Vara.
"ehem..kalo ada yang engak kamu paham tanyakan saja ya var" celetuk Sena yang hanya di jawab dengan kata 'iya pak' oleh Vara.
"Sial sen kasus yang kemarin itu engak kelar-kelar, orang nya ribet banget" ucap Kenzo tiba-tiba, sembari satu tangan nya memijat pelipis nya.
Seperti nya kali ini Kenzo benar-benar pusing bisa dilihat dari raut wajah nya.
"Pak Sena maaf, mau tanya yang ini maksudnya gimana ya" tanya Vara sembari berjalan ke arah meja kerja Sena dan membawa satu lembar berkas.
Sena pun menyuruh Vara untuk duduk di kursi samping Kenzo, tentu saja pria aneh itu merasa sangat senang. Namun tentu saja Sena tidak membiarkan Kenzo untuk mengajak berbicara Vara ia langsung menjelaskan apa yang ditanyakan Vara.
"Begitu ya pak, saya paham" ucap Vara setelah dijelaskan Sena.
Saat ini Sena benar-benar mencegah Kenzo untuk berbicara dengan vara, bagaimana pun Sena tetap melindungi anak didiknya itu dari pria hidung belang seperti Kenzo.
Tak lama setelah obrolan Kenzo dan Sena selesai, Kenzo pun berpamitan untuk pergi tak lupa ia juga menyapa dan tersenyum manis ke Vara sebelum ia keluar dari ruangan, Vara menyambut nya dengan ramah namun berbeda dengan Sena yang terlihat sangat tidak suka dengan keramahan Kenzo kali ini kepada Vara.
...----------------...
Bener-bener engak ada restu dari sahabat nya nih Kenzo🤣
Kira-kira bakal mundur tidak ya dia, ikuti terus cerita nya ya gaes😁