NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Naga Langit Kaisar Abadi Yang Terluka

Ruangan di balik Pintu Makam itu tidak terlihat seperti makam sama sekali.

Tidak ada peti mati batu yang dingin, tidak ada bau tanah lembab, tidak ada tulisan nisan yang penuh debu. Yang ada hanyalah sebuah ruang bundar yang sangat luas, dengan lantai terbuat dari kristal putih yang tembus pandang, di bawah lantai itu terlihat aliran air Kolam Teratai Suci yang sebenarnya — sebuah sungai cahaya putih keemasan yang mengalir tanpa henti seperti galaksi yang terbalik.

Dinding ruangan itu bukanlah dinding, melainkan tirai cahaya bintang yang bergerak pelan. Ribuan titik cahaya berputar seperti formasi bintang yang hidup, setiap titik cahaya adalah sebuah rune kuno yang bahkan Ratu Teratai Suci yang sudah hidup hampir tiga ratus tahun pun tidak bisa membacanya.

Dan di tengah ruangan, di atas sebuah altar yang terbuat dari es abadi dan giok naga, terbaring seorang pria tua.

Rambutnya putih panjang hingga menyentuh lantai, jubahnya adalah jubah perang naga emas yang sudah robek di belasan tempat, penuh dengan noda darah yang sudah mengering menjadi hitam selama seribu tahun. Wajahnya penuh keriput, tapi tulangnya masih besar dan agung. Di antara alisnya, ada sebuah tanda naga emas yang sama persis dengan tanda di dahi Arya, hanya saja tanda itu kini redup dan hampir padam.

Yang membuat jantung semua orang yang melihatnya berhenti berdetak adalah dadanya. Di tengah dadanya, tepat di jantungnya, tertancap sebuah pedang.

Pedang itu tidak terbuat dari logam. Pedang itu terbuat dari darah yang sudah membeku menjadi kristal hitam-merah, panjangnya hampir satu meter, memancarkan hawa kebencian dan kehausan darah yang bahkan lebih pekat dari Jantung Leluhur Darah Hitam yang baru saja dihancurkan Arya tiga hari yang lalu. Dari pedang itu, untaian-untaian energi hitam seperti cacing terus merayap masuk ke dalam meridian pria tua itu, mencoba memadamkan sisa-sisa cahaya keemasan terakhir di dalam tubuhnya.

Pria tua itu masih hidup. Dadanya naik turun dengan sangat pelan, satu kali napas dalam waktu hampir satu menit. Setiap napasnya membuat seluruh ruangan bintang itu bergetar pelan.

Ratu Teratai Suci yang berdiri di belakang Arya, Sekar, dan Luna, yang tadinya masih bisa menjaga wibawanya sebagai Pemimpin Istana, saat melihat wajah pria tua itu, lututnya langsung lemas dan dia jatuh berlutut di lantai kristal dengan air mata yang langsung mengalir deras di pipinya yang anggun.

"Tidak... Tidak mungkin... Leluhur... Leluhur Naga Langit..." suaranya pecah, tidak lagi anggun, hanya ada tangisan seorang cucu yang melihat kakeknya yang dikira sudah mati seribu tahun ternyata masih hidup dan menderita.

Luna dan Sekar langsung memapah Ratu Teratai Suci yang berlutut itu, tapi mata mereka juga penuh dengan keterkejutan yang tidak bisa disembunyikan.

Arya yang berdiri paling depan bisa merasakan darah di dalam tubuhnya bergolak dengan liar. Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 5 yang baru stabil itu meraung dengan keras di dalam tubuhnya, bukan karena takut, tapi karena rindu. Seperti anak naga yang akhirnya menemukan induknya setelah tersesat seribu tahun.

Pria tua di atas altar itu sepertinya merasakan gejolak darah itu. Kelopak matanya yang sudah tertutup seribu tahun itu bergetar pelan.

Perlahan, sangat perlahan, matanya terbuka.

Matanya berwarna emas murni, seperti dua matahari kecil yang sudah hampir padam, tapi masih menyimpan kebijaksanaan yang bisa melihat menembus waktu.

Matanya menatap Arya yang berdiri di depan pintu, menatap tanda naga emas di dahi Arya, menatap Tanda Istri Kaisar biru es di dahi Sekar, dan tanda teratai suci putih keemasan di dahi Luna yang baru saja menyala sempurna.

Bibirnya yang kering dan pecah-pecah bergerak, mengeluarkan suara yang sangat serak, seperti dua batu besar yang bergesekan setelah seribu tahun tidak bergerak.

"Akhirnya... kalian datang... anakku..."

Suara itu tidak keras, tapi setiap kata yang keluar membuat ruang bintang itu bergetar dan membuat darah Arya, Sekar, dan Luna beresonansi.

Arya tanpa sadar melangkah maju satu langkah, lalu berlutut dengan satu lutut di depan altar, bukan karena tekanan kultivasi, tapi karena rasa hormat yang datang dari dalam garis darahnya.

"Junior Arya Langit, keturunan darah Naga Langit tidak murni, memberi hormat kepada Leluhur."

Pria tua itu mencoba tersenyum, tapi senyuman itu terlihat sangat sakit karena pedang darah di dadanya menusuk lebih dalam setiap kali dia bergerak.

"Jangan panggil junior... Panggil aku... Kakek Naga... Aku adalah Naga Langit Kaisar Abadi... Pendiri Perguruan Langit Biru dan Istana Teratai Suci... seribu tahun lalu... aku dan istriku... Teratai Suci Abadi... bertarung melawan Leluhur Darah Hitam di tempat ini..."

Naga Langit Kaisar Abadi itu terbatuk pelan, dan setiap batuknya membuat pedang darah hitam di dadanya berdenyut dan mengeluarkan lebih banyak cacing energi hitam.

"Istriku... dia memiliki Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa yang sempurna... Aku memiliki Tubuh Meridian Naga Langit yang sempurna... Kami adalah pasangan kultivasi ganda takdir... Tapi untuk menyegel Leluhur Darah Hitam yang Alam Kaisar Langit tingkat tiga... istriku terpaksa membelah jiwanya sendiri... Separuh jiwanya menjadi es abadi untuk membekukan tubuh Leluhur Darah Hitam... separuh lagi menjadi teratai suci untuk memurnikan jiwanya..."

Arya, Sekar, dan Luna mendengarkan kisah itu dengan napas tertahan.

Sekar Embun tanpa sadar menggenggam tangan Arya dengan erat. Tubuh Meridian Embun Beku... jadi itu adalah separuh jiwa dari istri Leluhur Naga Langit?

Luna juga menggenggam tangan Arya yang lain. Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa... jadi itu adalah separuh jiwa yang lain?

"Kalian sudah mengerti, kan, anak-anak?" Leluhur Naga Langit tersenyum pahit, menatap Sekar dan Luna dengan tatapan penuh kasih seperti menatap cucunya sendiri. "Sekar Embun... kamu adalah reinkarnasi dari separuh jiwa es istriku... Luna Maheswari... kamu adalah reinkarnasi dari separuh jiwa teratai suci istriku... Dan kamu, Arya Langit... kamu adalah reinkarnasi dari darah nagaku... Takdir membuat kalian bertiga bertemu kembali setelah seribu tahun... untuk menyelesaikan apa yang tidak bisa kami selesaikan dulu..."

Penjelasan itu membuat ruangan menjadi hening total. Bahkan Ratu Teratai Suci yang berlutut di belakang pun berhenti menangis karena terlalu terkejut.

Takdir reinkarnasi. Cinta yang terbelah seribu tahun dan bertemu kembali.

Sekar Embun yang biasanya dingin dan tidak banyak bicara, matanya kini berkaca-kaca. Dia menatap Luna di sampingnya. Selama ini dia menganggap Luna sebagai adik, sebagai teman seperjuangan, bahkan sempat merasa sedikit tidak rela harus berbagi suami. Tapi sekarang dia mengerti, mereka berdua sebenarnya adalah satu jiwa yang terbelah. Tidak heran dia langsung merasa dekat dengan Luna sejak pertama kali bertemu.

Luna juga menatap Sekar dengan air mata yang mengalir. Rasa insecure yang membuatnya menahan 5% kepercayaannya selama tiga hari terakhir itu — rasa takut tidak sebaik Kak Sekar — kini lenyap total. Karena mereka adalah satu.

Arya yang berada di tengah, merasakan genggaman tangan kedua istrinya yang semakin erat, merasakan beban takdir yang tiba-tiba menjadi begitu berat di pundaknya. Dia bukan hanya harus melindungi dua gadis yang dia cintai, dia harus menyatukan kembali satu jiwa yang terbelah seribu tahun.

"Maafkan kakek... karena mewariskan takdir seberat ini kepada kalian..." Leluhur Naga Langit terbatuk lagi, kali ini darah emas keluar dari sudut bibirnya. "Pedang di dadaku ini... adalah Pedang Jantung Darah Iblis... Senjata inti Leluhur Darah Hitam... Selama seribu tahun aku menahannya dengan sisa kultivasiku agar dia tidak bisa bangkit kembali... Tapi sekarang... energiku sudah habis... Jika pedang ini tidak dicabut dalam tiga hari... jiwaku akan hancur... dan segel yang menahan sisa-sisa pasukan Sekte Darah Hitam di bawah Kolam Teratai Suci akan terbuka..."

Tiga hari!

Arya langsung berdiri.

"Kakek Naga, bagaimana cara mencabutnya?"

Leluhur Naga Langit menatap tiga tangan yang saling menggenggam itu.

"Hanya bisa dicabut oleh tiga darah yang menyatu... Darah Naga Langit yang agung sebagai penarik, Darah Embun Beku Abadi yang dingin sebagai pembeku agar racun darah tidak meledak, dan Darah Teratai Suci Pemurnian sebagai pemurni agar jiwa tidak tercemar... Dan... kalian bertiga harus melakukan Ritual Penyatuan Tiga Jiwa yang sesungguhnya..."

Ritual Penyatuan Tiga Jiwa.

Mendengar nama ritual itu, wajah Sekar dan Luna yang masih basah oleh air mata itu langsung memerah total hingga ke leher. Bahkan Ratu Teratai Suci yang berlutut di belakang pun terbatuk canggung dan memalingkan wajahnya.

Sekar berbisik dengan suara yang hanya bisa didengar Arya dan Luna, "Ritual Penyatuan Tiga Jiwa... di dalam buku warisan Puncak Embun... itu adalah ritual kultivasi ganda tertinggi... dimana tiga jiwa harus membuka sepenuhnya hati mereka tanpa rahasia... saling melihat luka terdalam masing-masing... dan berjanji untuk menanggungnya bersama..."

Luna yang wajahnya sudah merah seperti apel matang itu menunduk dalam-dalam, suaranya kecil seperti nyamuk, "Ibu pernah bilang... ritual itu... hanya bisa dilakukan oleh suami istri yang sudah benar-benar saling percaya sehidup semati... dan harus dilakukan di tempat dengan energi paling murni... seperti... seperti di tengah Kolam Teratai Suci..."

Luna baru saja 100% percaya hari ini. Apakah dia sudah siap untuk membuka semua luka terdalamnya — tentang rasa takutnya ditinggalkan, tentang tekanan menjadi Putri Suci — di depan Arya dan Sekar? Dan Sekar, sebagai istri pertama, apakah dia rela berbagi momen sakral penyatuan jiwa yang seharusnya hanya miliknya dan Arya dengan Luna?

Arya merasakan dilema kedua istrinya dari genggaman tangan mereka yang sedikit gemetar. Dia tidak memaksa. Dia hanya menarik mereka berdua sedikit lebih dekat dan berkata dengan suara yang tenang tapi penuh dengan tekad.

"Sekar, Luna, ritual itu bukan tentang siapa yang lebih dulu atau siapa yang lebih banyak. Ritual itu tentang kejujuran. Selama seribu tahun, Kakek Naga menahan pedang ini sendirian karena dia tidak mau membebani istrinya. Akibatnya, istrinya harus membelah jiwanya. Aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Aku tidak mau menahan semuanya sendirian. Jika memang harus membuka luka, mari kita buka bersama. Luka kalian adalah lukaku juga."

Kata-kata itu sederhana, tapi menghancurkan semua dinding canggung terakhir.

Sekar Embun yang pertama kali mengangguk, air matanya masih ada tapi senyumnya sudah mantap. "Baik, suamiku. Aku percaya padamu. Dan aku percaya pada Luna. Kita satu jiwa."

Luna yang melihat ketegasan Sekar, keberaniannya juga muncul. Dia mengangkat wajahnya yang memerah itu, menatap Arya dan Sekar dengan mata yang berkaca-kaca tapi penuh tekad.

"Luna juga... Luna juga mau... Luna tidak mau Kak Arya dan Kak Sekar menanggung semuanya sendirian lagi... Luna mau menjadi istri yang bisa diandalkan..."

Melihat tiga jiwa muda di depannya yang akhirnya menyatu sepenuhnya tanpa keraguan, Leluhur Naga Langit yang sudah menahan sakit seribu tahun itu tertawa dengan lemah, tapi tawanya penuh dengan kelegaan.

"Bagus... Bagus sekali... Istriku... lihatlah... cucu-cucu kita akhirnya... lebih berani dari kita... Pergilah ke tengah kolam... di sana ada Altar Tiga Jiwa yang kusiapkan seribu tahun lalu untuk hari ini... Lakukan ritualnya di sana... Aku akan menunggu..."

Cahaya bintang di ruangan itu tiba-tiba berputar lebih cepat dan membuka sebuah jalan cahaya yang mengarah langsung ke permukaan Kolam Teratai Suci di atas.

Arya, Sekar, dan Luna saling menatap, menggenggam tangan satu sama lain dengan erat, dan melangkah masuk ke dalam jalan cahaya itu bersama-sama.

Di belakang mereka, Ratu Teratai Suci masih berlutut, menatap punggung putrinya dan menantu yang baru saja dia akui itu dengan air mata bahagia dan cemas.

Di depan mereka, Altar Tiga Jiwa di tengah Kolam Teratai Suci yang legendaris itu sudah menunggu, bersinar dengan cahaya emas, biru, dan putih yang memanggil mereka untuk melakukan ritual yang akan menentukan apakah Leluhur Naga Langit bisa diselamatkan, apakah segel pasukan Sekte Darah Hitam bisa tetap tertahan, dan apakah cinta tiga jiwa yang terbelah seribu tahun itu akhirnya bisa benar-benar utuh kembali.

Dan di bawah altar itu, di kedalaman yang bahkan Leluhur Naga Langit pun tidak tahu, sesuatu yang jauh lebih tua dan jauh lebih gelap dari Leluhur Darah Hitam perlahan membuka matanya karena merasakan tiga darah takdir itu akhirnya berkumpul kembali.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!