Zeyn Lein Zong merupakan seorang CEO dari ZLZ Company, perusahan terbesar di Negara A, dia memiliki paras yang sangat tampan dan menawan sehingga banyak wanita yang terpesona olehnya.Dibalik wajah tampan nya Zeyn memiliki sifat yang sombong, arogan, dingin, dan kejam. Sifat yang dimiliki bukanlah sifat aslinya. Hingga dia harus bertemu dengan seorang gadis desa yang yang mempunyai sifat dan karakter berbanding terbalik dengannya.
Arn Crysi Leonard merupakan putri seorang petani dari sebuah desa di Negara A yang sedang melanjutkan pendidikan di salah satu kampus ternama Negara A. Kampus tersebut merupakan kampus bagi orang-orang kalangan atas, Arn bisa masuk ke kampus tersebut berkat kepintaran yang dimilikinya sehingga Ia mendapatkan beasiswa.Pada awalnya kehidupan kampus berjalan seperti biasanya tanpa adanya masalah, hingga tiba pada saat dimana Arn harus bertemu dengan seorang pria yang arogan, sombong, dingin dan kejam. Tanpa Arn ketahui sang ayah menyimpan rahasia darinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon agh arn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
“Eh eh eh... malah jalan gitu aja, minta maaf kek apa kek” gadis merentangkan tangan dihadapan Zeyn, sambil melototkan matanya. Bahkan sekarang tangannya berpindah pada pinggangnya. Sedangkan Zeyn hanya menatap gadis itu.
“Apa lihat-lihat, benarkan jika orang salah harusnya minta maafkan, bukannya malah jalan gitu aja. Apa lagi kau itu laki-laki, yang gantel dong ditambah lagi kau itu membuat kesalahan pada seorang wanita. Kau itu harus bertanggungjawab. Atau jangan-jangan kau punya kelainannya maafnya, sampai untuk meminta maaf pun tidak mau. Makanya om kalau jalan itu fokus pada jalan, jangan main Hp terus jadi tabrak orang kan. Atau jangan-jangan om itu buta ya.... sampai saya sebesar ini tidak kelihatan, sepertinya om harus ke rumah sakit untuk memeriksa syaraf mata sama telinga biar berfungsi dengan normal kembali. Kalau om mau, saya bisa mengantarkan om ke rumah sakit kebetulan saya punya kenalan dokter spesialis syaraf. Hellooooo.... om ini dengar atau tidak sih. Atau om juga bisunya. Om ka-“ Seketika itu juga gadis itu berhenti berbicara, karena merasakan adanya tangan hangat yang memeluknya. Matanya terbelalak, dan jantungnya berdebar lebih cepat. Sedangkan Zeyn, langsung berjalan meninggalkan gadis itu yang masih diam mematung. Perlahan tangannya bergerak memeluk dirinya sendiri yang barusan di peluk oleh Zeyn.
Jangan ditanya bagaimana dengan para gadis yang menyaksikan adengan live yang barusan terjadi. Tentu mereka tahu siapa Zeyn, pengusaha mudah tersukses saat ini. Bahkan Zeyn merupakan donatur terbesar dan tetap di kampus ini.
“Beruntung sekali Arn mendapat pelukan dari Zeyn. Dia pasti sengaja menabrak Zeyn agar Zeyn mau memeluknya” celah salah satu gadis yang berpakaian seksi. Ya, tepat. Arn adalah gadis yang ditabrak oleh Zeyn.
“Hey, kau pasti sengajakan menabrak Zeynkan supaya dipeluk oleh Zeyn. Asal kau tahu, kau itu tidak pantas untuk mendapatkan pelukan itu” serga Leodra. Liodra adalah mahasiswi yang selalu mengusik Arn, karena dia selalu mendekati Leon, namun Leon tidak pernah menanggapinya.
“Apa kau tidak puas dengan Leon, hingga Zeyn pun kau embat. Dasar perempuan ganjen. Aku tahu kau mendekati Leon hanya untuk menguras hartanyakan. Wajar saja anak beasiswa sepertimu yang berasal dari desa udik mana pernah hidup mewah. Atau ayahmu yang menyuruhmu untuk mendekati lelaki kaya dan menguras hartanya. Oh..... jangan-jangan kau sudah tidur dengan Leon, berapa sih bayaran untukmu biar aku membayar supaya kau menjauhi Leon” cemooh Leodra.
Plakk..... satu tamparan mengenai pipi Leodra.
“Kau beraninya menamparku, apa hakmu menamparku, hah. Kau tidak punya hak” balas Leodra sambil mengayunkan tangannya bersiap untuk menampar Arn, sontak Arn menutup mata. Namun, sebelum tangannya mengenai pipi Arn. Tangannya ditahan oleh Leon yang sedang menatapnya tajam.
“Aku sudah peringatkan kepadamu, jangan pernah menyakitinya dan jangan pernah menyentuhnya bahkan seujung kukupun” tangannya mencengkram erat tangan Leodra, hingga Leodra pun meringis kesakitan. Setelah itu menghempaskan tangan Leodra dengan kasar dan berbalik menggenggam tangan Arn dan membawa Arn pergi dari sana.
Sehabis menemui Ken dan menceramahi Ken, tentu saja yang terakhir meminta pertanggungjawaban dari sang dosen. Hanya Leon seorang yang berani menentang perintah sang dosen terkiler di kampus ini. Leon bergegas mencari Arn untuk meminta maaf, karena tadi pagi tidak menjemputnya. Sudah menjadi rutinitas pagi bagi seorang Leon untuk menjemput bahkan menunggu, dan mengantar Arn kemana pun. Walaupun Arn menolak, tapi Leon akan selalu menang dalam perdebatan dengan berbagai alasan yang akhirnya Arnpun harus mengiyakannya. Setelah mengelilingi dan mencari ke berbagai tempat, akhirnya Leon menemukan Arn yang akan ditampar oleh Leodra. Segera dia menyelamatkan Arn dan membawanya pergi dari sana.
Arn dan Leon langsung menuju papan pengumuman untuk melihat mereka ditempatkan di perusahaan mana. Leon berharap banyak dia ditempatkan satu perusahaan dengan Arn. Mau itu perusahaan kecil sekalipun tak apa untuknya, asal bersama Arn. Untuk saat ini Arn adalah prioritas utamanya.
“Aku deg degan nih... tapi jika itu bersamamu tak apa” kata Leon sambil terus mencari namanya dan juga Arn. Dan akhirnya......
“YESSSS......YESSSS...YUHUUUU......” Arn yang melihatnya hanya kebingungan kenapa Leon berteriak kegirangan.
“Kenapa sih, teriak-teriak. Yon.. Yon... Leon Yon Zong” geram Arn karena sedari tadi Leon terus berteriak bahkan melompat kegirangan seperti anak kecil yang mendapat es krim.
“Maaf, Crys. Aku hanya senang” Arn hanya mengerutkan dahi tanda tak mengerti. Tiba-tiba Leon memeluk Arn dan berputar-putar, yang membuat para wanita kembali panas melihat Arn diperlakukan seperti itu.
“Aku senang. Aku senang sekali, karena... kita ditempatkan di perusahaan yang sama dan asal kamu tahu kita ditempatkan di ZLZ COMPANY” jelas Leon setelah menurunkan Arn dari pelukannya.
“Serius kita satu perusahaan” Arn melompat kegirangan dan Leon menganggukkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah Arn yang menurutnya sangat menggemaskan.
“Tapi, kenapa harus ZLZ COMPANY” lesuh nya.
“Kenapa. Bukannya bagus itu perusahaan nomor satu dan terbesar di negara ini. Bahkan CEO nya pun sangat tampan. Banyak wanita yang tergila-gila padanya, memangnya kamu tidak ingin melihat CEO nya” Leon bertanya seperti itu karena Arn memang tidak mengetahui wajah sang CEO yang merupakan kakaknya sendiri.
“Buat apa aku melihat orang, sombong, arogan, dan kejam sepertinya. Yang kerja hanya memerintah, dan ketika karyawan membuat kesalahan tidak menegur secara halus namun, langsung marah-marah tak jelas. Lebih baik aku ditempatkan di perusahaan kecil, namun bosnya ramah dan mau mendengarkan orang lain” percayalah Leon mati-matian menahan tawa, apalagi sang kakak dan sang dosen tepat berada dibelakang Arn.
“Dia harusnya bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh karyawan perusahaan. Jika tanpa mereka apakah perusahaannya bisa menjadi perusahaan raksasa seperti sekarang ini. Dia juga harusnya banyak mendonasikan uangnya untuk masyarakat yang miskin bukannya malah berfoya-foya menghabiskan uang untuk beli mobil baru. Dan aku yakin rumor yang mengatakan jika dia tampan bagai Dewa Zeus itu hanyalah tipuan saja. Bisa saja dia itu jelek, hitam, giginya kuning dan tonggos ditambah lagi dia itu sudah om-om yang gendut dan punya segudang istri bahkan simpanan. Kalaupun dia tampan itu hasil operasi plastik, diakan kaya jadi mudah baginya untuk memperbaiki diri” Arn berbicara panjang lebar tampa menyadari sepasang mata dibelakangnya yang menatapnya tajam, seakan ingin menelannya hidup-hidup. Dan jangan lupa akan dua orang yang masih menahan tawa sedari tadi. Arn terus saja berbicara.
“Dan---“ Arn tidak melanjutkan perkataannya, karena suara yang sangat familiar berdeham dibelakangnya. Setelah itu Arn berbalik secara perlahan. Setelah memastikan dan melihat orang dibelakangnya segera berpindah dibelakang Leon untuk mencari perlindungan. Membiarkan Leon menjawab pertanyaan sang dosen.
“Kalian berdua masih disini. Belum ke Aula? bukannya hari ini ada pembekalan seputar dengan magang kalian di perusahaan masing-masing” tanya Ken sambil memperhatikan Arn dan Leon bergantian.
“Malas, Aduh Crys sakit” keluh Leon pada Arn yang mencubit pinggangnya, karena dia menjawab pertanyaan dosen layaknya seorang teman.
“Ini prof, kami mau berangkat” jawab Arn dengan sopan sedangkan Leon masih mengusap pinggangnya yang terkena cubitan nya. Dan segera menarik lengan Leon meninggalkan Ken dan Zeyn yang masih menahan amarah pada gadis yang berani mengata-ngatainya itu. Namun sebelum mereka benar pergi Arn dan Zeyn menangkap sosok yang familiar bagi mereka, sehingga....
“KAU....” mereka mengucapkan secara bersamaan dan membuat Ken dan Leon kaget dan saling memandang. Karena kesal akan perbuatan Zeyn yang menabrak nya dan yang menciumnya seenaknya, Arn pun langsung menyerang Zeyn menggunakan tas nya.
“Dasar, laki-laki tidak punya perasaan, bangsat, berani-beraninya kau mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dasar sombong, sudah salah tidak mau bertanggung jawab. Apa meminta maaf itu hal yang tabu untukmu” Arn terus saja menyerang tampa mempedulikan nasibnya. Sedangkan Ken dan Leon malah bengong menyaksikan Arn mengeroyok Zeyn tanpa ampun. Bahkan Leon sampai tertawa dan terduduk diatas lantai koridor. Untungnya tempat itu sepi jadi tak ada yang melihat.
“Hey... apa kalian hanya melihat saja, cepat bantu saya” teriak Zeyn frustasi. Bukan tidak bisa melawan, hanya Arn melawan menggunakan jurus perempuan alias menjambak rambut Zeyn. Walaupun Zeyn sudah berteriak, Ken dan Leon belum berniat menlongnya. Malahan, Ken mengambil handphonenya dan merekam kejadian itu. Kejadian ini merupakan kejadian langkah, seorang Zeyn Lein Zong seorang CEO yang paling ditakuti dalam dunia bisnis, dikalakan oleh seorang gadis.
“Kalian mau mati” teriak Zeyn dengan suara keras. Segera Leon menahan Arn agar jangan menyerang lagi. Setelah itu langsung menggendong Arn selayaknya karung beras. Tentu saja Arn terus berontak, dan itu tidak membuat Leon untuk berhenti melangkah. Tentu Leon tahu sifat sang kakak, jika sudah meledak.
Sedangkan Zeyn terus menatap Leon dan Arn yang menjauh dengan tatapan yang mengerikan. Setelah itu berbalik meninggalkan Ken yang sedang menahan tawa karena penampilan Zeyn yang begitu acak-acakan tidak seperti Zeyn yang dikenalnya.
Tbc
Bagaimana reaksi Zeyn jika mengetahui Arn merupakan mahasiswi magang di perusahaanya. Tunggu kelanjutan ya....