NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:172
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

  Seperti janjinya kepada dinda,dery dan martin sudah tiba di rumah itu tepat pada pukul 7 pagi.Keduanya menghampiri dinda dan aulia yang tengah berdiri di ambang pintu rumah.

"sarapan dulu yok,mama gue udah masak"

"widih kebelutan nih perut gue laper banget ul"ucap martin.

"Kebetulan.."ucap dinda membenarkan ucapan martin.

  Laki laki itu hanya tertawa.

Dery dan aulia saling bertatapan,seolah aulia sudah memberikan lampu hijau kepadanya.Ia tak bersikap dingin lagi,kali ini gadis itu memberikan senyumnya kepada dery.

  Jantung dery seakan akan jatuh,Detak jantungnya terasa begitu cepat.Ia tak kalah membalas senyuman itu.Hingga akhirnya keduanya memilih masuk ke dalam rumah.

  Di meja makan,pak arman dan bu wida sudah duduk menunggu kedatangan mereka.Meja makan yang penuh dengan makanan makanan enak.

  Martin menelan salivanya,sudah tak sabar menyantap makanan yang sangat menggiurkan dirinya.

"Makan yang banyak nak martin"ucap bu wida.

   Ia sangat tahu di antara teman teman anaknya hanya martin yang selalu fokus ke makanan.

  Bukan hanya mereka,pak sarip pun diajaknya untuk sarapan bersama.Tak ada yang membedakan antara majikan dan bawahan.

  Masih ada waktu setengah jam setelah sarapan.Mereka duduk di teras sambil menunggu dinda dan aulia bersiap.

  Tas sudah mereka masukan ke dalam bagasi mobil dery.Kini keempatnya pamit untuk pergi.Diiringi do'a bu wida,juga pesan pak arman yang selalu ditujukan kepada dery.

"Dery!ingat pesan saya.Jaga aulia"ucapnya dengan tegas.

"siap om"

   Keempatnya masuk ke dalam mobil,melambaikan tangan mereka saat mobil yang di bawa oleh dery berlalu pergi meninggalkan halaman rumah itu.

"titip papa sama mama ya pak"ucap aulia saat pak sarip tengah membukakan pintu gerbang rumahnya.

"siap non"

  Klakson mobil ditekannya,membuat pak arman,bu wida dan pak sarip mengangguk.

Hari libur sudah tiba,namun tak ada libur untuk pak sarip.Ia memberanikan dirinya untuk berbicara kepada majikannya.

"kenapa pak?"tanya bu wida yang menyadari gelagat pak sarip.

"anu bu.."

   Pak sarip mengusulkan niat yang selama ini ia pendam.Karena takut merasa memanfaatkan situasi.Siapa sangka bu wida menganggukinya begitu saja.

"Jemput lah anak sama istri bapak ya,biar saya ada teman juga"

"B-beneran bu?"tanyanya dengan wajah tak percaya.

  Bu wida mengangguk sambil melirik ke arah suaminya.Jika bu wida yang sudah turun tangan,pak arman hanya bisa menurut saja.Ia tahu istrinya sudah tahu resiko yang di ambilnya.

"makasih pak,bu"

  Sore nanti pak arman akan izin untuk menjemput anak dan istrinya.Ia senang karena bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka setiap hari.

  Citra memandang semua temannya yang berada di dalam mobil dengan penuh kekesalan.

"kenapa sih si aulia ikut"tanyanya dalam hati.

  Rencananya untuk mendekati dery tentu tak akan berjalan mulus.Mengingat pesan pak arman yang ingin dery menjaga aulia selama di tempat mereka berlibur.

"kok lu ikut ul,eum maksud gue bukannya lu gak jadi ikut ya papa lu kan lagi sakit?"Tanyanya citra saat ia terpaksa duduk di belakang bersama dinda dan martin.

   Hatinya semakin sesak kala melihat aulia duduk di depan menemani dery yang tengah menjadi sopir.

"Papa yang nyuruh gue ikut,kondisinya juga udah mulai membaik alhamdulillah"

ucapnya singkat.

   Citra tak banyak bicara lagi,ia akan merancang rencana baru untuk membuat jarak antara dery dan aulia semakin jauh.

  Siang hari karena panas yang begitu terik,mereka berniat untuk beristirahat sejenak di sebuah minimarket.

"nih ul"dery memberikan satu minuman dingin untuk aulia.

  Tentu saja membuat citra tak suka.Namun kali ini aulia tak begitu memperhatikan citra.Karena ia rasa sudah cukup menjadi seseorang yang tak enak dengan perasaan orang lain.ia bahkan mengorbankan perasaanya sendiri demi teman yang tak tahu diri.

  Di pertemanan ini tak ada yang benar benar menyukai citra semua tampak muak dengan sikapnya.Namun aulia tentunya masih mempunyai hati yang baik,meski selalu di balas dengan kelicikan ia tetap menganggap citra sebagai temannya.

  Satu jam setelah beristirahat mereka kembali menempuh perjalanan yang butuh waktu 3 jam lagi.Tak ada yang mengeluh soal perjalanan itu terkecuali citra yang selalu saja merusak suasana.

"Ul,gue mabokan nih di belakang.Boleh tuker posisi gak,gue duduk di depan"

"oh,boleh."

  Tangan aulia di genggam oleh dery membuat hati citra semakin sakit melihat perlakuan manis dery.

"Aulia harus tetep duduk di depan,ini pesan papanya.Lagian kemarin lu duduk di belakang aman aman aja"Ucap dery yang tak tahan dengan sikap gadis itu.

"ya kan kemarin deket perjalanannya"bantah citra.

"udah deh cit,lu jangan buat masalah terus.Diem aja sih berisik"Ucap martin yang baru saja memejamkan matanya.Merasa terganggu saat citra membuka suara.

"Diem lu!!"sahut citra tak kalah garang.

  Martin menggelengkan kepalanya,memang tak akan ada kata menang jika sudah berkaitan dengan perempuan pikirnya.Ia kembali memejamkan mata,karena merasa tidurnya malam tadi tak cukup.

  Sampai tiba dimana mereka sudah masuk ke desa yang mereka tuju.

"wahhh udah sampe nih,bangun tin.MARTIN!!!"teriak dinda mendekat ke arah telinga martin karena laki laki itu tak kunjung bangun.

"Et dah dikira gue budek kali din.iya iya ini gue bangun,nih lu liat mata gue udah melek"Martin membukakan matanya dengan tangannya.Dinda tertawa merasa puas.

"Curug panurugan"

  Aulia membaca gapura yang sudah terpampang jelas di depannya.Merasa tak sabar menikmati segarnya air terjun itu.

"sepi amat ya,katanya tempat wisata.banyak pengunjung tapi kok ini sepi"ucap dinda yang memperhatikan jalan sekitar.

"Sabar napa din,ini baru jalan masuk belum masuk ke tempat air terjun itu"Lagi martin yang menjawab.

  Mereka turun dari mobil saat dery berhasil memarkirkan mobilnya di parkiran ujung.Tak sadar jika tempat parkir itu bersampingan dengan puluhan kuburan.

"Permisi pak,apa wisata air terjun ini buka?"Tanya dery saat ia berpapasan dengan seorang kakek tua yang tengah membawa sebuah tongkat.

"saran saya pulang lah kalian tinggalkan tempat ini"

"ih apaan sih kakek,kita kan baru dateng mau liburan masa udah di suruh balik aja.Jauh lagi perjalanannya"Ucap citra.

  Martin menyenggol lengan satu temannya itu.Merasa tak enak karena sudah lancang berucap seperti itu kepada kakek tua yang mungkin warga asli sana.

"Maaf kek memangnya kenapa?"Tanya aulia dengan sopan.

"Kalian denger?itu suara air terjun.Ayo guys kita kesana."CItra menarik tangan dery begitu saja.Disusul dengan martin dan juga dinda.

  Aulia melangkahkan kakinya untuk ikut menyusul keempat teman temannya.Namun langkahnya di hentikan oleh kakek itu.

"Bahaya sedang mengintaimu"

"kek,ada apa sebenarnya?saya salah apa?"Tanyanya dengan lembut.

"Saya tidak bisa menjelaskan,ambil ini jika terjadi sesuatu segera pakai kalung ini"

  Kakek itu memberikan satu kalung untuk aulia.Ia menerimanya lalu memasukan ke dalam saku jaketnya.

  Saat akan mengucapkan terimaksih,kakek itu sudah tak terlihat.Langkahnya yang amat lambat tak mungkin ia bisa kehilangan jejak kakek itu secepat ini pikirnya.

"AULIA!AYOOO"teriakan dinda membuat dirinya kembali berlari ke arah teman temannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!