NovelToon NovelToon
Andre Dan Sheila

Andre Dan Sheila

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Anak Genius / Single Mom / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: riski iki

Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.


Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.

Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.


Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.


tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.


Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

"Apa Sayang, masuklah....! pintunya tidak di kunci," ucap Sheila dari dalam kamarnya.

*****

Andy pun masuk ke dalam kamar, dan mendekat kearah sang Bunda, dan duduk di pangkuannya, sembari memeluk dan mencium kedua pipi Bundanya.

Tapi tatapan matanya, seketika tertuju pada kedua bola mata Bundanya, yang terlihat sedikit membengkak.

Andy memegang kedua pipi sang bunda, sembari berkata.

"Bunda habis menangis," ucap Andy sembari menatap lekat kearah manik mata Bundanya.

Sheila yang mendengar pertanyaan anaknya, seketika menggelengkan kepala.

"Bunda jangan berbohong, itu tidak baik," ucap Andy sembari menatap serius kearah Bundanya.

" Benar Sayang Bunda tidak berbohong," ucap Sheila sembari memeluk anaknya dengan sangat erat, dan tentunya dengan tangisan yang tertahan di dalam hatinya.

Karena anaknya sangat perhatian akan dirinya.

Setelah puas memeluk anaknya, Sheila pun melepaskannya.

"Sayang lebih baik kamu tidur ya, besok pagi Bunda akan mendaftarkan mu ke Sekolah." ucap Sheila sembari mengusap kepala anaknya.

Andy yang mendengar perkataan Bundanya, seketika menggelengkan kepala.

"Tapi Bunda, Andy mau disini bersama Bunda, bolehkan...!" ucap Andy memegang kedua tangan bundanya, berharap sang bunda menyetujui permintaannya.

" Boleh Sayang, apa yang tidak boleh, untuk anakku yang tampan ini," ucap Sheila mencubit pipi chubby anaknya.

Dan Sheila pun, menggendong anaknya menuju tempat tidur, dan mereka berdua pun akhirnya tertidur dengan pulas.

****

Sementara itu, Andre yang sedang berlibur bersama Sintia, memutuskan untuk pulang sendiri, dan meninggalkan Nenek Peot itu, yang masih tertidur dengan pulas di kamarnya.

"Huh...! akhirnya sampai juga," ucap Andre yang baru turun dari pesawat.

Dan memutuskan untuk menghubungi, orang kepercayaannya yang bernama Udin.

"Udin, cepat jemput Aku sekarang juga di Bandara, kalau kamu tidak mau gajimu bulan ini Aku potong," ucap Andre datar dan langsung mematikan sambungan Ponselnya.

Sedangkan Udin yang baru bangun dari tidurnya,

Seketika membelalakkan matanya, tak percaya dengan perkataan Bosnya itu.

"Huh....! dasar Bos tidak tau waktu, ini kan sudah tengah malam, dan ngapain juga Dia tengah malam begini di bandara, Oh....iya, diakan sedang berlibur dengan nyonya Sintia," ucapnya sembari bangun dari kasur empuknya.

****

Setelah beberapa menit menunggu, Akhirnya Udin pun tiba di bandara.

Andre yang melihat Orang kepercayaannya datang, segera masuk ke dalam mobil.

" Jalan," ucap Andre datar.

Tapi Udin masih belum menjalankan mobilnya, sepertinya Ia sedang menunggu seseorang.

Andre pun terlihat sangat kesal, melihat tindakan si Udin.

" Udin, siapa yang kau tunggu, cepat jalankan Mobilnya, apa kamu mau bulan ini tidak menerima gaji sepersen pun," ancam Andre datar tanpa melihat perubahan wajah si Udin yang mulai memerah.

Dengan mengumpulkan keberaniannya, dari ujung kaki sampai ujung kepala, Iapun berbicara kepada sang Bos.

"B...Bos, bukankah kemaren nyonya Sintia, ikut bersama dengan Bos," ucap si Udin memberanikan diri untuk bertanya kepada sang Bos.

"Oh...! ternyata kamu sedang menunggu, kedatangan Nenek Peot itu rupanya, baiklah tidak masalah, silahkan kamu tunggu, sampai kamu ubanan pun, dia tidak akan pernah datang," ucap Andre sedatar-datarnya.

Mendengar perkataan Andre, Udin pun langsung tancap gas, tanpa menunggu perintah untuk kedua kalinya.

" Huh...! dasar Bos, yang kurang sopan santun, udah memintaku malam-malam begini menjemputnya, udah gitu ngancem lagi gajiku akan dipotong bulan ini, nasib-nasib," ucap si Udin berbicara di dalam hati sembari mengelus dadanya.

*****

Pagi Harinya di Villa

"Hoam...!" ucap Sintia sembari merentangkan kedua tangannya, dan tidak lupa pula senyum manis menghiasi wajahnya.

Andai saja aku tidur semalam bersama dengan Andre, pasti aku akan menjadi wanita yang sangat beruntung di dunia ini," ucap Sintia.

Iapun keluar dari dalam kamarnya, dan berniat untuk membangunkan Andre.

Sintia pun mengetok pintu kamar Andre, tapi tidak ada sahutan sama sekali.

Sehingga Ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Andre.

Ceklek... Pintu terbuka

" Kok kamarnya terlihat kosong, kemana dia, mungkin dia sedang berada di luar," pikir Sintia.

Kemudian Ia memutuskan untuk melihatnya di luar.

"Andre .... Andre sayang, panggil Sintia beberapa kali, tapi tidak ada sahutan sama sekali."

Ia terus berjalan hingga akhirnya dia sampai, di sebuah kursi yang di tempati oleh Andre kemarin.

Dan menemukan secarik kertas bertengger di bawah pas bunga.

"Apa ini," ucap Sintia sembari membuka kertas itu dan membaca isinya.

( Maafkan aku, telah meninggalkan mu sendiri di sini, dan aku memutuskan untuk pulang sendiri.)

( Selamat menikmati liburanmu.)

Itulah isi dari secarik kertas itu, yang membuat Sintia merasa sangat marah, hingga kemarahannya sampai di ubun-ubun.

" Andre...........!" teriak Sintia.

1
falea sezi
andre plin plan tolol
Anonim
Ooooo kaciannenek peot 🤣🤣🤣🤣
Toni Hartono
inisial tentara terduga teror...masih kolaborasi di sini......
di sumbersari
leyka
koq sela Ndak kerja... apa kakeknya yg selalu mbantunya?
Tyara Lantobelo Simal
semangat untuk selanjutnya
anggita
👌👍👏👏
Puan Harahap
hadir thor
delissaa
udah end ternyata 😀
Putri Handayani
selalu hadir kakak
Santai Dyah
wah sudah tamat
Mak Nur
berasa lari maraton bacanya☺☺
pat_pat
❤️❤️
Ria Diana Santi
Oh, syukurlah ada polisi datang dengan segera.

Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
Ria Diana Santi
Setuju sama kata Andre. Ini adalah ambisi mu semata, Sintia.
Ria Diana Santi
Si Sintia makin lama makin Gila!🤦🏻‍♀️ Hadehhh meresahkan!
solin
suka
Hanna Devi
lanjut lagi...
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊
Sweet chicie💞
lanjut....
Esa Aurelia
Selamat kak udah merampungkan karyanya 😊
Pe_na
End??? 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!