Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.
Ding!
[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]
[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]
[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Satu minggu telah berlalu sejak malam berdarah yang meruntuhkan kekuasaan Taipan Zhao di Provinsi Donghai.
Berita tentang jatuhnya raksasa dunia bawah itu mengguncang seluruh lanskap bisnis regional. Namun, bagi masyarakat awam di Kota Linzhou, kehidupan berjalan seperti biasa. Mereka hanya menyadari bahwa pasokan barang tiba-tiba menjadi sangat lancar dan jalanan terasa jauh lebih aman dari preman lokal.
Di puncak gedung markas besar Linzhou Corp, Yao Wi duduk bersandar di kursi kebesarannya, menatap layar biru semi-transparan yang melayang tepat di depan matanya.
Ding!
[Fitur Dominasi Infrastruktur telah terbuka penuh.]
[Misi Baru: Ambil alih urat nadi transportasi massal dan fasilitas pendidikan Kota Linzhou. Ubah kota usang ini menjadi metropolis absolut di bawah kendali tunggal Tuan Rumah.]
[Anggaran Khusus Infrastruktur Tersedia: Tanpa Batas (Disesuaikan dengan nilai valuasi aset publik yang ditargetkan).]
Yao Wi menyunggingkan senyum tipis. Menguasai dunia malam, rumah sakit, dan kasino memang mendatangkan uang yang sangat cepat, tetapi untuk benar-benar menjadi penguasa absolut, ia harus memegang kendali atas fasilitas publik yang menopang kehidupan jutaan orang.
"Tuan Bos," panggil Shen Yue, membuyarkan lamunan Yao Wi. CEO cantik itu melangkah masuk dengan setelan jas kerja yang mempertegas lekuk tubuhnya, membawa sebuah undangan berstempel emas.
"Wali Kota Sun baru saja mengirimkan undangan perjamuan makan malam amal di Balai Kota malam ini," lapor Shen Yue sambil meletakkan undangan itu di atas meja. "Menurut sumber intelijen Bai Lu, ini bukan perjamuan biasa. Wali Kota Sun dan jajaran birokrat konservatifnya merasa terancam dengan ekspansi Linzhou Corp yang terlalu agresif."
Yao Wi mengambil undangan itu, memutar-mutarnya dengan malas di sela jarinya.
"Wali Kota Sun? Pria tua buncit yang selama ini membiarkan Geng Naga Hitam berkuasa karena terus menerima uang suap dari mereka?" kekeh Yao Wi.
"Benar, Tuan," angguk Shen Yue. "Sekarang setelah Geng Naga Hitam dan Taipan Zhao hancur, keran uang gelapnya terputus. Sepertinya dia berencana menggunakan otoritas pemerintahannya untuk memeras Anda dengan dalih sumbangan pembangunan kota."
Mata Yao Wi berkilat tajam. "Memeras sistemku? Keberanian pria tua itu patut diacungi jempol. Siapkan mobil, kita akan menghadiri perjamuan ini dan melihat pertunjukan sirkus apa yang dia siapkan."
Malam harinya, aula utama Balai Kota Linzhou dipenuhi oleh para pejabat tinggi, direktur departemen, dan pengusaha-pengusaha lama yang loyal kepada pemerintah kota.
Lampu gantung kristal memancarkan cahaya keemasan, menyoroti meja-meja bundar yang dipenuhi hidangan mewah. Di meja utama, Wali Kota Sun duduk dengan postur angkuh, mengisap cerutu Kuba sambil berbincang dengan Kepala Departemen Tata Kota dan Direktur Transportasi Massal.
"Bocah marga Yao itu terlalu sombong," dengus Wali Kota Sun, menghembuskan asap tebal ke udara. "Hanya karena dia punya sedikit uang untuk membeli kasino dan rumah sakit, dia pikir dia bisa bertingkah layaknya raja di kotaku?"
Direktur Transportasi tersenyum menjilat. "Anda benar, Pak Wali Kota. Malam ini, kita harus memberinya pelajaran. Kita ancam akan mencabut izin operasi logistik dan akses jalan untuk Linzhou Corp jika dia tidak menyetorkan lima puluh persen keuntungannya ke kas pribadi kita."
Tepat saat mereka sedang merencanakan pemerasan tersebut, pintu ganda aula utama terbuka lebar.
Langkah kaki yang tenang namun penuh otoritas bergema di ruangan yang tiba-tiba mendadak hening. Yao Wi melangkah masuk dengan setelan jas hitam pekat yang dirancang khusus, memancarkan aura dominasi yang membuat para pejabat di ruangan itu tanpa sadar menahan napas.
Di belakangnya, Shen Yue berjalan membawa koper logam tipis, sementara empat anggota Pasukan Bayangan yang menyamar sebagai pengawal pribadi berjaga di luar pintu.
Yao Wi tidak menunggu dipersilakan. Ia berjalan langsung menuju meja utama dan menarik kursi tepat di hadapan Wali Kota Sun, lalu duduk dengan menyilangkan kaki secara arogan.
"Wali Kota Sun. Kudengar kau merindukan uang suapmu yang hilang, jadi kau memanggilku ke mari?" sapa Yao Wi tanpa basa-basi, suaranya terdengar sangat jelas di seluruh penjuru aula.
Wajah Wali Kota Sun seketika memerah karena malu dan marah. Tidak pernah ada seorang pengusaha pun yang berani berbicara selancang itu di depannya, apalagi di depan umum!
Brak!
Wali Kota Sun menggebrak meja, menatap Yao Wi dengan tatapan membunuh.
"Jaga mulutmu, anak muda! Kau sedang berada di Balai Kota!" bentak Wali Kota Sun. "Aku adalah otoritas tertinggi di Linzhou! Aku bisa membekukan seluruh aset Linzhou Corp besok pagi jika kau berani menentangku!"
Beberapa pejabat di sekitar meja mulai berbisik-bisik, memandang remeh ke arah Yao Wi. Mereka yakin bahwa sekuat apa pun seorang pengusaha, mereka tidak akan pernah bisa melawan kekuasaan pemerintah secara langsung.
"Kami telah meninjau izin operasional Naga Logistik milikmu," timpal Direktur Transportasi dengan nada mengancam. "Truk-trukmu merusak jalan raya kota. Mulai besok, seluruh armada logistikmu dilarang memasuki jalan utama Linzhou, kecuali kau membayar Pajak Infrastruktur Khusus sebesar sepuluh miliar setiap bulan."
Alih-alih panik atau marah, Yao Wi justru tertawa. Tawa yang sangat renyah, meremehkan, dan menggema dingin di aula balai kota tersebut.
"Membekukan asetku? Melarang trukku melewati jalan kota?" Yao Wi menggelengkan kepalanya perlahan, menatap kedua pejabat itu seolah mereka adalah pelawak amatir.
"Shen Yue," panggil Yao Wi pelan.
Shen Yue segera melangkah maju, meletakkan koper logam di atas meja utama, dan membukanya dengan bunyi klik yang nyaring. Ia mengeluarkan setumpuk dokumen bersegel resmi dari Bank Sentral Nasional.
"Tuan Wali Kota, tampaknya Anda belum memperbarui data keuangan kota ini," ucap Shen Yue dengan nada profesional yang sangat dingin. "Dua jam yang lalu, Linzhou Corp telah melunasi seluruh hutang obligasi macet milik Pemerintah Kota Linzhou kepada Bank Sentral."
Wali Kota Sun mengernyitkan dahi. "Melunasi hutang kota? Apa maksudmu?!"
Shen Yue membalik halaman dokumen tersebut dan mendorongnya ke hadapan Wali Kota Sun.
"Maksudnya adalah, sebagai ganti atas pelunasan hutang puluhan miliar tersebut, hak kepemilikan dan pengelolaan atas Perusahaan Transportasi Massal Linzhou, beserta seluruh aset jalan tol pinggir kota, kini secara sah telah berpindah tangan ke Linzhou Corp," jelas Shen Yue tegas.
Wajah Direktur Transportasi memucat drastis. Matanya melotot membaca dokumen resmi yang memuat stempel absolut dari pemerintah pusat.
"I-ini tidak mungkin... Kalian membeli hak jalan raya?!" jerit sang direktur panik.
Yao Wi mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap langsung ke dalam mata Wali Kota Sun yang kini mulai berkeringat dingin.
"Jadi, Direktur yang terhormat," bisik Yao Wi sinis. "Bukan kau yang melarang trukku masuk. Tapi aku yang bisa melarang seluruh bus kota dan kendaraan pejabatmu melintasi jalan raya Linzhou mulai besok pagi."
Aula itu seketika dilanda keheningan yang mematikan. Para pengusaha dan pejabat yang tadinya memandang remeh Yao Wi kini menelan ludah dengan susah payah.
Namun Yao Wi belum selesai menghancurkan ego pria tua di hadapannya.
"Dan untukmu, Wali Kota Sun," lanjut Yao Wi, mengambil satu dokumen terakhir berona merah dari tangan Shen Yue.
"Kau mengancam akan menggunakan Balai Kota ini untuk membekukan asetku? Sayang sekali, sepertinya kau lupa bahwa tanah tempat gedung Balai Kota ini berdiri adalah tanah sewaan dari Yayasan Pendidikan Pusat, yang telah menunggak sewa selama lima tahun."
Yao Wi melempar dokumen itu ke dada Wali Kota Sun.
"Satu jam yang lalu, aku membeli Yayasan Pendidikan Pusat beserta seluruh sekolah elit di kota ini. Itu artinya, aku adalah pemilik sah tanah tempat kursi yang sedang kau duduki saat ini."
Bruk!
Cerutu mahal di tangan Wali Kota Sun jatuh ke pangkuannya. Seluruh tubuhnya lemas tak bertulang, dan ia bersandar ke kursinya dengan wajah seputih mayat.
Pemuda di depannya ini tidak hanya memiliki uang, ia memiliki likuiditas tanpa batas yang mampu memanipulasi hukum dan membeli urat nadi kota secara harfiah.
"M-maafkan saya, Tuan Yao... s-saya terlalu lancang..." gumam Wali Kota Sun, seluruh kesombongannya hancur lebur tanpa sisa.
Yao Wi berdiri dari kursinya, merapikan jasnya dengan gerakan elegan.
"Aku memberimu waktu tiga hari, Sun," titah Yao Wi dengan suara mutlak yang bergema layaknya vonis dari dewa kematian. "Kemas barang-barangmu dan pindahkan kantor pemerintah pinggiran kota. Mulai besok, aku akan meruntuhkan gedung ini dan membangun markas baru Pusat Pendidikan dan Transportasi Linzhou."
Yao Wi berbalik badan dan melangkah pergi menuju pintu keluar, diikuti oleh Shen Yue dan para pengawalnya, meninggalkan Wali Kota Sun dan seluruh jajaran birokratnya dalam jurang keputusasaan yang paling dalam.
Era baru telah dimulai. Kota Linzhou kini bukan lagi milik pemerintah korup, melainkan properti pribadi di dalam genggaman Sang Sultan.