NovelToon NovelToon
Tak Bisa Ke Lain Hati

Tak Bisa Ke Lain Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ina As

Hal terbodoh yang pernah aku lakukan adalah pernah menjalin hubungan asmara dengan pria yang masih terikat hubungan keluarga, sepupu kedua. Mengapa? karena pertemuan tidak bisa dihindari. Yang lebih menyakitkan karena belum sebulan kami putus, ia sudah memproklamirkan hubungannya dengan perempuan yang masih sepupuku juga. Celakanya lagi, aku tak bisa mengikis perasaanku padanya.

Lalu bagaimana akhir kisah cinta kami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Patahkan Saja Sayapku

Ivander merasa lega begitu sampai di puskesmas Adinda menyambutnya dengan tawa. Ia mengalami luka lecet dan lebam ringan pada beberapa tempat akibat terbentur batu.

Ia kembali menelpon Adhitama untuk melaporkan keadaan Adinda, yang tidak berhenti menelponnya dan membentaknya dari tadi begitu mengetahui perahu Adinda terbalik.

Ivander: Aku sudah bersama Adinda sekarang.

Adhitama: Bagaimana keadaannya?

Ivander: Ia masih cukup kuat untuk ikut arung jeram sekali lagi.

Adhitama: Kamu jangan main-main Ivan. Aku nggak becanda.

Ivander: Tunggu, aku video call.

Ivander melakukan panggilan video call pada kakaknya dan memperlihatkan Adinda yang sedang duduk pada salah satu tempat tidur di puskesmas. Begitu melihat wajah Adhitama di handphone Ivander, Adinda langsung buang muka. Sebenarnya ia senang mendengar dari Ivander bila Adhitama cemas tingkat tinggi.

Adhitama baru bisa bernafas lega setelah melihat Adinda dalam video callnya bersama Ivander. Ia lalu mengarahkan semua anggota keluarga untuk kembali ke bus, pulang ke hotel, tidak sabar untuk segera melihat keadaan Adinda.

*

*

*

Adinda masuk ke dalam lift, memencet tombol 7 lantai kamarnya. Saat ia keluar dari lift, didepan lift ia melihat sosok yang ia cintai sekaligus ia benci bersandar pada dinding dengan kedua tangannya pada saku celana. Entah ia menunggu lift atau menunggu Adinda.

"Dinda, kamu baik-baik saja?" tanya Adhitama dengan lembut pada Adinda.

Adinda berhenti sejenak di depan Adhitama.

"Mas Adit nggak perlu khawatir, tidak ada yang lebih menyakitkan dari apa yang Dinda alami di bandara saat Mas Adit memutuskan Dinda."

Adhitama terhenyak mendengar ucapan Adinda, namun ia tetap bersikap tenang.

Adinda melanjutkan lagi, "Tunggu sebentar, ada yang ingin aku berikan." Lalu ia bergegas masuk ke dalam kamarnya.

"Aku tunggu di kamarku, 705." seru Adhitama.

Adinda memasuki kamar Adhitama yang dalam keadaan terbuka, begitu Adinda masuk, Adhitama menutup pintu kamar.

Adinda mengedarkan pandangannya ke semua penjuru kamar, mengamati isi kamar, bila terdapat barang perempuan, berarti Adhitama sekamar dengan Ayudia. Namun Adinda tidak melihat tanda-tanda Adhitama sekamar dengan Ayudia.

"Bagaimana kabarmu di Australia Dinda?" tanya Adhitama.

Adinda tersenyum getir mendengar pertanyaan Adhitama.

"Mas Adit menanyakan kabar sampah yang Mas Adit sudah buang? Sampah yang Mas Adit buang tinggal menunggu dipungut pemulung. Atau mungkin selamanya ia akan tetap jadi sampah."

Hati Adhitama seperti tersayat sembilu mendengar ucapan Adinda. Ia tak menyangka setelah satu setengah tahun keputusannya mengakhiri hubungan dengan Adinda, kesedihan masih membekas di hati Adinda.

Adhitama tahu mengapa Adinda mengatakan dirinya sampah Adhitama, karena Adinda sudah kehilangan kesuciannya oleh Adhitama. Tiga kali Adhitama melakukannya pada Adinda.

Flashback On.

"Dind, aku rasa sebaiknya kita segera menikah. Sudah dua tahun lebih kita pacaran. Hampir setiap hari kita sama-sama." Untuk kesekian kalinya Adhitama mengajak Adinda menikah.

"Mas, kan kuliah Dinda gak sampai dua semester lagi. Mas Adit sabar-sabar lah dikit. Nanti kalau kita menikah trus Dinda hamil, kuliahnya jadi molor. Lagian Adinda malu kuliah kalau lagi hamil."

"Kalau kamu cuma takut hamil, bisa pakai alat kontrasepsi Dinda."

"Kalau belum pengen punya anak lantas ngapain menikah cepat-cepat Mas?"

Adhitama menghela nafas, kembali kecewa untuk kesekian kalinya Adinda masih menolak menikah.

"Dinda, ada kebutuhan Mas Adit yang tidak bisa terpenuhi kalau belum menikah. Kecuali Dinda mengizinkan Mas Adit melakukannya pada orang lain." Adhitama sepertinya putus asa mengajak Adinda menikah. Hampir setiap hari mereka bersama. Sepulang Adinda dari kuliah, Adinda akan menyambangi Adhitama di kantornya atau Adhitama yang menjemput Adinda di kampusnya. Orang tua Adinda sangat percaya pada Adhitama sehingga meskipun pulang malam bila Adinda bersama Adhitama, orang tuanya tidak akan marah.

"Nggak mau, Mas Adit nggak boleh melakukan itu pada orang lain," mata Adinda melotot pada Adhitama.

"Kalau begitu kamu yang melayani Mas Adit kalau tidak ingin Mas Adit melakukannya pada wanita lain."

"Dosa Mas, nanti Dinda hamil diluar nikah lagi."

Adhitama merasa percuma berdebat dengan Adinda. Tidak ada ujungnya.

Sejak saat itu ia mendiamkan Adinda. Satu minggu didiamkan Adinda tidak tahan juga. Adinda mengemis minta bertemu dengan Adhitama.

Adhitama akhirnya ingin menemui Adinda, ia meminta Adinda datang ke sebuah hotel bintang lima. Adinda sebenarnya berat menemui Adhitama di hotel, takut Adhitama lepas kontrol. Namun karena rindu, Adinda akhirnya datang ke hotel yang dimaksud.

Sudah seringkali Adhitama merayu Adinda dengan berbagai cara agar bisa memuaskan hasratnya pada Adinda, namun Adinda masih memiliki benteng yang kuat. Namun saat itu Adinda tidak dapat menghindari keinginan Adhitama lagi. Dengan setengah memaksa, Adhitama akhirnya bisa menerobos pertahanan Adinda.

Adinda hanya bisa menangis sepanjang waktu menahan nyeri pada tubuh bagian bawahnya saat Adhitama melakukan itu. Yang Adinda rasakan hanya rasa sakit, bukan rasa nikmat seperti yang diceritakan orang.

Adhitama tersenyum puas setelah hasratnya yang sudah lama dipendam bisa ia salurkan pada kekasihnya. Ia memeluk wanitanya, yang matanya sembab karena menangis, sambil membisikkan kata-kata cinta, sayang dan janji-janji indahnya. Sedikit dapat mengurangi kesakitan Adinda dan ketakutannya terhadap dampak dari apa yang barusan mereka lakukan.

Empat kali Adhitama mengulanginya pada Adinda, dari siang sampai sore, dan baru membawa Adinda pulang ke rumahnya pada malam hari. Rasa nyeri itu membuat Adinda demam selama tiga hari dan tidak bisa masuk kampus.

Bukan hanya saat itu Adhitama melakukannya. Saat Adhitama sakitpun dan Adinda membesuknya di rumah Kakek Sofyan Amin, Adhitama masih sempat melakukannya pada Adinda meskipun dengan sedikit memaksa dan membekap mulut Adinda agar tidak mengeluarkan suara.

Dan yang terakhir Adhitama melakukannya pada Adinda di kantor saat karyawannya sudah pulang semua.

Flashback Off

"Dinda, aku sangat meninggikan dirimu, jangan mengatakan dirimu sampah. Kamu tahu kenapa aku lakukan ini? Karena kamu adalah wanita yang menginginkan selalu terbang tinggi dan aku tidak ingin mengekang segala keinginanmu. Aku sudah menunggu kamu selesai S1, tapi kamu minta untuk S2 kembali. Aku minta kamu S2 dalam negeri tapi kamu minta S2 diluar negeri. Keinginanmu tidak akan pernah habis Adinda. Bila kamu bersamaku sayapmu akan saya patahkan, dan kamu pasti akan merasa terkekang dan tidak akan bisa bahagia." Adhitama berdiri tepat di depan Adinda menatap dalam pada mata Adinda.

"Bagaimana Mas Adit memastikan aku tidak bahagia bila sayapku patah? Mengapa Mas Adit langsung mengeksekusiku tanpa memberi pilihan terbang tinggi atau sayap patah? Seandainya Mas Adit memberi pilihan itu maka aku akan pilih, patahkan saja sayapku." Adinda Mulai terisak.

Adhitama diam menatap wajah Adinda dengan pedih. Ia tak pernah menyangka Adinda akan seperti itu. Ia mengira dengan mudah Adinda bisa segera mendapat pengganti Adhitama.

Adinda melanjutkan lagi, "Lebih kejamnya lagi bahkan hanya beberapa hari memutuskan saya, Mas Adit tidak sendiri lagi. Mas Adit sudah mengumumkan pada dunia kalau sudah ada pengganti diriku, sepupuku Ayudia. Disini sakit Mas." Adinda menunjuk hatinya. Air mata pun mengalir di pipinya.

Adhitama masih terus memandang Adinda, bibir bawahnya bergetar menahan haru atas kesedihan yang dirasakan Adinda.

Adinda memperlihatkan cincin di telapak tangannya lalu memberikannya pada Adhitama, "Ini cincin yang pernah Mas Adit berikan, Adinda kembalikan."

Adhitama hanya memandangi cincin itu tanpa mengambilnya.

"Kalau kamu tidak ingin memakainya lagi, buang saja cincin itu Adinda," kata Adhitama dengan lirih.

Adinda membalikkan telapak tangannya sehingga cincin itu jatuh di atas lantai. Keduanya hanya memandangi cincin yang jatuh itu menggelinding lalu diam tak bergerak lagi di atas lantai.

"Ini terakhir kalinya Dinda datang di acara keluarga seperti ini, tidak mudah menyaksikan Mas Adit bersama Mbak Ayu. Setelah ini Dinda tidak ingin melihat Mas Adit lagi. Permisi Mas."

Adinda hendak melangkah keluar, namun lengannya dicegah oleh Adhitama.

Semua terjadi secepat kilat, saat Adhitama menarik Dinda ke pelukannya, mendongakkan wajah Adinda, dan ******* bibirnya.

1
Yani Cahyani
aduh tor ceritanya paraaaaaah ,bikin sakit hati ,sampai terbawa kealam nyata ,hatiku kesal sekli
🖤 Yay
astaghfirullah Dinda 🤣🤣🤣🤣😭
Yay.
itumah julukan Mas Adam, tp sayang knpa ga dilanjutkan
Yay.
maaf kamu fiksi😢😩
Yay.
ini mukul apa ya?
Yay.
Tuhkan ga sadar kalau dia egois, pdhal dah ditinggalin sama Adinda
Yay.
Anjing....
Yay.
Dinda lemah bgt klau Sama Adit
Yay.
kalau ingat kata" Adhitama pas di Australia aku sebagai perempuan ga akan pernah kembali.
Yay.
Lah gmna ga ragu.. adinda udh dua kali dibuat kecewa dan sakit hati olehmu
Yay.
Astaghfirullah, aku pikir ini ulah Ayudia. tapi sempat mikir emang Ayudia punya ruang gerak??
Yay.
lah. adinda berhak jga dong ngelaporin kasus KDRT
Yay.
jgn mau din
Yay.
Lah baru sadar
Yay.
sumpah aku piyeek y
Yay.
Bangkekkkk anjing
Musliha Rika
klk Adit masih ok lah Thor tp klk hadi bikin emosi terus 😭😭
LD24
.
Rusma Yulida
yg jadi korban ayu dinda jasmien ,
yg egois adit , kakaek dan nenem
Rusma Yulida
betul bnget pengen munth list aditttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!