ini menceritakan tentang kisah radiska dan Arvin yang terjerat oleh pernikahan kontrak.
namun siapa sangka cinta itu tumbuh dalam pernikahan kontrak mereka.😊😊
warning!!
cerita ini mengandung adegan dewasa!! mohon bijak dalam membaca ya guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi whiby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5. kekasih simpanan
Setelah karyawan Willson’s Corporation telah meninggal kan kantor, kini tinggalah Arvin yang masih tetap berada dikantornya. Dia merebahkan tubuh nya disofa ruang kerja nya.
Arvin mengingat kembali perkataan Daddy yang menginginkan kan dirinya untuk segera menikah, jika tidak maka Daddy akan mendonasikan seluruh aset kekayaan nya yang berada di Indonesia.
Flash back on....
Satu bulan yang lalu, Arvin yang sedang berada dikantornya mendapatkan pesan dari Daddy, Daddy meminta Arvin untuk datang kesalah satu restoran yang tidak jauh dari kantor nya.
Arvin langsung menemui Daddy nya di restoran tersebut. Setelah sampai di direstoran Arvin melihat Daddy nya hanya duduk sendirian. Biasanya jika Daddy mengajak bertemu di restoran selalu bersama mommy.
“Daddy.” Panggil Arvin setelah berada dihadapan Daddy nya. “sudah lama menunggu.” Tanya Arvin dan langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Daddy nya.
“Belum, kau pesanlah sesuatu.” Ucap Daddy melihat anak lelakinya.
“Tidak perlu dad.” Aku sudah kenyang.” Ucap Arvin.”
“baiklah,” Daddy terdiam beberapa saat dengan memandang lekat ke arah anaknya. “deddy ingin mengatakan sesuatu pada mu.” Sambung Daddy.
“Silahkan dad.” Ucap Daddy dengan suara berat nya.
“Daddy ingin kau segera menikah.” Seru Daddy.
Arvin yang mendengar perkataan Daddy nya langsung menatap kearah Daddy dengan wajah dingin nya. “Apa maksud Daddy? Aku tidak bersedia.” Seru Arvin dengan wajah berat nya.
“Daddy tidak menerima penolakan, kau Taukan selama satu tahun Daddy memberikan mu waktu, Daddy tidak perduli dengan segala alasan penolakan mu.” Daddy berucap dengan suara tegas.
“Sekali lagi aku tidak bisa Dad.” Tolak Arvin dengan cepat.
“Baiklah, Daddy sudah membuat keputusan.” Seru Daddy dan menatap Arvin dengan perasaan sedih. “Daddy akan mendonasikan kan seluruh aset Daddy yang berbeda di Indonesia kepanti asuhan.” Tegas Daddy.
“Apa maksud Daddy.” Tanya Arvin dengan wajah terkejut.
“daddy rasa kau mengerti apa yang Daddy katakan. Kau tau, Daddy dan mommy mu sangat kaya, tapi tanpa kalian sadari kami lah orang yang sangat kesepian.” Ucap Daddy menghela nafasnya panjang.
Arvin yang mendengar perkataan Daddy nya sontak saja membuat nya terdiam. Arvin merasa bersalah, selama ini dia berfikir orang tua nya bahagia. ternyata dia salah, dia ingat semenjak kecelakaan itu, Arvin Koma selama dua tahun,bahkan mereka orang yang sangat merasa sedih.
“Mommy hanya ingin melihat mu menikah, kau tau kami sudah tidak muda lagi? Setidaknya setelah kau menikah mommy tidak akan merasa kesepian.” Ucap Daddy lagi.
Arvin yang mendengarnya semakin merasa bersalah, dia melupakan mommy nya.
“Maaf Daddy, beri aku waktu sedikit lagi.” Seru Arvin dengan tatapan memohon.
“Hanya satu bulan.” Tegas Daddy dengan wajah datarnya lalu beranjak meninggalkan Arvin sendirian.
Flash back of...
...........
Dikediaman keluarga Adis.
Adis yang sejak diantar pulang oleh bos tampannya itu masih berada di kamarnya hingga sore menjelang, padahal dia mengatakan pada bundanya akan membantu bunda untuk memasak sore itu.
Namun Adis belum juga keluar dari kamar nya hingga bundanya selesai melaksanakan shalat Maghrib.
Bunda yang khawatir dengan anak gadis nya memutuskan untuk datang kekamar anaknya sekaligus mengajak makan bersama.
Namun berbeda dengan adis yang berada dikamar nya, Adis tertidur sangat lama hingga waktu Magrib tiba. Adis yang baru bangun terkejut saat melihat jam nya. Dia buru-buru kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya untuk segera sholat.
Setelah sholat Maghrib Adis melipat mukenanya dan duduk disisi ujung kasur nya. Adis teringat dengan mimpinya yang konyol dimana dia memimpikan tuan tampan nya itu.
“Bagaimana mungkin aku bisa memimpikan pria dingin itu.” Desah Adis dengan menggeleng geleng kan kepalanya.
“ tapi Tuan Arvin memang tampan.” gumam Adis dengan tersenyum. “Andai saja pria tampan dan kaya itu jodoh nya seperti aku yang jelek dan miskin ini, ah dunia ini pasti terasa sangat adil.” gumam nya lagi.
Adis membayangkan dirinya dengan tuan tampan nya itu, dia terus berhayal dan berhayal hingga suara ketukan pintu membuyarkan kehaluan nya itu.
Tok tok..
Adis yang terkejut karna ketukan pintu itu sontak jatuh kelantai. “AW,” jerit Adis mengusap bagian bokongnya. “ah mengganggu saja.” Gerutu Adis dengan kesal.
Tok tok,, bunyi pintu sekali lagi
“sayang ini bunda, boleh bunda masuk!” suara bunda diseblik pintu.
Adis yang mendengar bundanya terkejut, dia baru ingat sesuatu.
“Yaampun, bunda.” jeritAdis terkejut lalu Adis cepat cepat bangun dan membuka pintu nya.
“yaampun bunda, maaf Adis kelamaan dikamar.” Seru Adis merasa tidak enak.
Bunda yang melihat Adis hanya menggeleng kan kepalanya. “Kamu itu kenapa sih kak, bunda tungguin gak keluar-keluar dari kamar. Tanya bunda dengan melihat tingkah aneh anaknya. “semenjak pulang diantar sama bos tampan mu itu, kamu jadi beda, kamu lagi mikirin dia ya?” Ucap bunda melihat wajah Putri nya.
Adis yang ditanyai begitu jadi salah tingkah. “nggak kok Bun, tadi Adis hanya lelah makanya pengen bobok cantik aja dikamar.” Jawab Adis dengan wajah yang memerah.
“benarkah ? Lalu kenapa wajah mu memerah?”tanya bunda lagi dengan mengedipkan sebelah matanya.
“Bunda.” Rengek Adis manja pada bundanya. “Jangan godain Adis terus dong Bun, lagian mana mungkin Adis suka sama bos dingin itu.” Ketus Adis mengerucut kan bibir nya.
Bunda yang melihat kekesalan anak ya hanya tertawa, bagaimana tidak niatnya hanya bercanda namun dianggap serius oleh Putri cantik nya.
.....
Mansion keluarga Willson.
saat ini semua keluarga tengah menikmati makan malam nya dengan sunyi, hanya suara dentingan sendok yang terdengar.
Mommy sesekali melirik ke arah anak dan suaminya, sementara Arvin dan Daddy hanya makan tanpa menghiraukan nyonya besar yang tengah melirik mereka berdua.
“Aneh sekali, mengapa aku sangat kesal melihat mereka berdua, seperti bukan anak dan ayah saja.” Batin mommy menyebik kan bibirnya kesal.
setelah selesai makan Arvin langsung membuka pembicaraan.
“aku ingin bica ucap Arvin dengan Mommy dan Daddy." ucap Arvin dengan meneguk minumannya.
“Baiklah kita akan bicara diruang keluarga.” Imbuh Daddy beranjak dari kursinya.
Setelah semua berkumpul, hanya kurang Claudia. Karna Claudia saat ini sedang diluar kota untuk penelitian kuliahnya.
“Ehem.” Mommy berdehem untuk mencairkan suasana.
Arvin melihat mommy dan Daddy nya, lalu menghela nafasnyaa. sebenarnya ini keputusan berat, tapi mau bagaimana lagi ini demi orangtuanya.mungkin Daddy benar, mereka sangat kesepian, dan Mommy butuh teman yang bisa menemani nya setiap saat selain Daddy. batin Arvin.
“Aku akan menikah sesuai dengan keinginan kalian.” Imbuh Arvin dengan wajah datarnya.
Mommy yang mendengar nya sontak terkejut. Bagaimana tidak biasanya anak nya itu akan menolak dan menghindar saat membicarakan soal nikah.
“Kamu tidak sedang bercanda kan nak.” Tanya mommy tidak percaya.
“Apa wajah ku terlihat seperti sedang bercanda?” tanya Arvin dengan malas.
“Apa dengan gadis ini.” Ucap mommy dengan wajah bahagia lalu menyerahkan selembar foto pada anaknya.
Arvin melihat foto itu, betapa terkejutnya dia melihat siapa yang berada difoto itu.
“Dari mana mommy mendapatkan foto ini?” tanya Arvin
“Kau tidak perlu tau, yang terpenting kau jawab, siapa gadis itu?” tanya mommy.
“Dia sekretaris ku mom, dia baru dua bulan bekerja di perusahaan kita.” Jawab Arvin santai, karna memang itulah kenyataannya.
“sekertaris? Lalu mengapa kau memegang tangan nya? Apa dia kekasih simpana. Mu?” ucap mommy disertai senyuman.
“Tentu saja bukan.” Jawab Arvin cepat, membuat senyuman mom nya itu hilang.
“Daddy tidak perduli, lusa kamu harus bawa dia ke Mension.” Ucap Daddy dengan tegas.
"tapi dad, dia sekertaris ku, mana mungkin aku menikah dengan nya.
“Bawa dia, atau terima pilihan mommy.”tegas nya sekali lagi membuat Arvin sangat kesal.
Daddy beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan anak dan istrinya. Mommy yang bingung dengan anak dan suaminya itu memilih mengikuti suaminya.
“Apa maksud Daddy berkata seperti itu?” tanya mommy penasaran.
“Apa kau tidak mau melihat anak mu itu menikah?” tanya Daddy.
Bukan seperti itu dad, maksud mommy apa yang Daddy katakan pada Arvin? Kenapa dia tidak berusaha menolak seperti biasa nya?”
Daddy yang mendengar pertanyaan mommy hanya tersenyum, dirinya pun tak menyangka bahwa ancaman nya dulu mampu membuat Arvin menerima pernikahan ini.
"mungkin dia sudah menyerah dengan pencarian sia sia nya itu sayang." ucap Daddy santai dengan suara berat nya.
"lalu bagaimana dengan wanita yang di gambar itu?" tanya mommy lagi.
"apa mommy sudah mengetahui latar belakang nya?" tanya Daddy balik.
"sebenarnya saat dimana mata-mata mommy mendapatkan foto itu, mommy segera mencari informasi tentang gadis itu saat itu juga dad." jawab mommy dengan lesu.
"kalau kamu menginginkan nya maka berusaha didepan anakmu sendiri sayang." seru Daddy dengan mengedipkan sebelah matanya."
Mommy yang mendengar ucapan Daddy mengerutkan keningnya. "apa mommy harus berakting dad." tanya mommy dengan tidak percaya.
"terserah kau saja sayang, yang terpenting dia mau melakukan nya." ucap Daddy dengan tersenyum simpul.
. Daddy yang mendengar nya hanya mengangguk angguk kan kepalanya. "Iya, mungkin Daddy benar, Arvin memang harus kita ambil tindakan” Ucap mommy dengan tersenyum senang.
sementara Arvin, saat ini dia masih berada di ruang tamu menghela nafasnya, dia lelah sekali. Memikirkan keinginan orang tua nya membuat kepalanya sakit.
Apalagi saat ini mereka menganggap Adis sebagai kekasih nya, lengkap sudah penderitaan Arvin.
“Bagaiman ini,” gumam Arvin Dengan memicit pangkal hidung nya yang terasa berdenyut.
"Arvin Merasa tubuhnya saat ini sangat lelah, dia membutuhkan istirahat karena besok dia harus berfikir keras lagi untuk semua masalah nya.
seruh deh