Dipaksa menjadi pengantin pengganti demi melunasi utang lima miliar keluarga angkatnya, Kiyora Aleena pasrah dibawa oleh penguasa mafia Italia yang paling ditakuti—Salvatore.
Namun, alih-alih dijadikan tawanan atau simpanan, pria dingin nan kejam itu justru memperlakukannya bagai seorang ratu. Puncaknya terjadi saat sebuah bisikan misterual membakar ingatan masa lalunya.
"Aku tidak pernah salah mengenali milikku," bisik Salvatore rendah, menatap gelang perak berbandul merah di pergelangan tangan Kiyora.
"Kamu adalah Istriku. Ratu dari seluruh kerajaanku ... Alaura."
"N-Nama aku Kiyora, Om Tuan Mafia! Salah orang kali!" pekik Kiyora panik dengan mata bulatnya yang berbinar kaget.
Siapa sebenarnya Alaura? Dan mengapa takdir mempertemukannya kembali dengan Salvatore di tengah ancaman perang berdarah antar-klan mafia yang siap membongkar rahasia besar tentang identitas aslinya?
Terlebih, ada bocil cadel menggemaskan yang merecoki kisah percintaan mereka.
"Ini Mama Milooo!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jantung Yang Hilang
Hujan deras mengguyur kota sejak sore hari, mengetuk kaca-kaca jendela mansion megah milik keluarga D'Alterio dengan irama yang kelam dan konstan. Di dalam ruang keluarga yang sangat luas, kehangatan yang belasan tahun lalu selalu menghiasi setiap sudut rumah kini digantikan oleh hening yang mencekam.
Di atas perapian besar yang menyala redup, bergantung sebuah bingkai foto berukuran raksasa. Foto keluarga terakhir yang diambil tepat empat belas tahun lalu, sebelum tragedi berdarah penyerangan markas yang memisahkan mereka dari putri bungsu tercinta.
Amoera duduk terpaku di sofa beludru hitam. Matanya yang sembab menatap lurus ke arah bingkai tersebut tanpa berkedip. Di dalam foto itu, seorang anak perempuan berusia lima tahun dengan sepasang mata bulat berbinar dan senyuman paling manis tengah berada di dalam dekapannya.
"Alaura ...," lirih Amoera, suaranya parau menahan gelombang kerinduan yang membakar dada.
Jemarinya yang gemetar menggenggam erat selembar gaun merah muda kecil milik putrinya yang masih ia simpan dengan rapi. Gaun itu sudah memudar warnanya, namun harum kenangan masa kecil Alaura seolah masih tertinggal di sana.
"Sudah empat belas tahun, Sayang ... Di mana kamu sekarang? Apakah kamu tumbuh dengan baik? Apakah orang yang membawamu memberimu makanan yang layak? Apakah kamu kedinginan di luar sana?" Amoera terisak pelan, menyembunyikan wajahnya di balik lipatan gaun kecil tersebut.
Leon D'Alterio, sang Don Cosa Nero melangkah mendekat dari arah belakang. Pria tegap yang kini gurat ketegasannya dipenuhi duka mendalam itu melingkarkan kedua tangannya di bahu sang istri. Ia menyandarkan dagunya di kepala Amoera, memejamkan mata rapat-rapat demi menahan air mata yang hendak menetes.
Sebagai seorang mantan King Cosa Nero yang ditakuti di seluruh dunia bawah, Leon merasa dirinya adalah pria paling tak berguna di dunia. Kekuasaan, harta berlimpah, dan ribuan pasukan bersenjata yang ia miliki seolah tak ada artinya karena sampai detik ini, ia tak mampu menemukan keberadaan putri tunggalnya, Alaura Princess D'Alterio.
Sejak penyerangan brutal musuh saat Alaura berusia lima tahun yang memisahkan bocah itu dari pengawalan dan menghilangkan jejaknya tanpa sisa, dunia Leon dan Amoera seolah runtuh. Mereka mengerahkan seluruh armada jaringan intelijen, menggeledah setiap sudut kota hingga luar negeri, namun pencarian itu selalu membentur dinding hampa.
"Kita akan menemukannya, Amoera ... Aku bersumpah demi nyawaku, aku tidak akan pernah berhenti mencari Alaura sampai napas terakhirku," bisik Leon dengan suara dalam dan bergetar.
Tak jauh dari mereka, dua pria dewasa bertubuh jangkung berdiri bersandar di balik pilar. Eren dan Enzo, si kembar yang kini telah tumbuh menjadi eksekutor mafia yang dingin, ditakuti, dan tak berperasaan menatap foto adik kecil mereka dengan raut wajah keras.
"Eren," panggil Enzo pelan tanpa menoleh, matanya terpaku pada sosok balita di foto itu. "Aku kangen celotehan cadel si kecil ...,"
Eren mengepalkan tangannya di dalam saku celana hingga buku-buku jarinya memutih dan berbunyi renyah. "Aku juga, Enzo. Dan jika kita menemukan siapa pun yang menyembunyikan Alaura dari kita selama ini ...," Sorot mata Eren berkilat membunuh, "... aku sendiri yang akan menguliti mereka hidup-hidup tanpa sisa."
"Andai Kak Kael masih ada, dia tak akan mungkin membiarkan Alaura hilang. Tapi nyatanya, dia pergi dan tak lagi kembali," lirih Eren.
Kael dulunya anak angkat Leon. Namun, kedekatannya dengan Alaura membuat Leon khawatir hingga berniat membawa Kael pergi jauh. Tapi naas, sebelum hal itu terjadi. Kael tiba-tiba menghilang.
Kehampaan di rumah itu begitu pekat, seolah takdir tengah menyembunyikan sang Princess di balik kabut tebal yang sangat jauh dari jangkauan mereka.
.
.
.
.
Berjarak puluhan kilometer dari kemewahan mansion D'Alterio, di sebuah pemakaman umum yang sepi dan berlumpur, seorang gadis muda berusia 19 tahun tengah berlutut di depan sebuah gundukan tanah yang masih basah.
Gadis itu adalah Kiyora Aleena yang tak lain adalah Alaura sang princess D'Alterio . Namun, ia tak lagi mengenakan gaun mewah atau perhiasan mahal. Ia hanya mengenakan baju lusuh berukuran kebesaran yang sudah pudar warnanya dan celana kain yang menipis di bagian lutut. Hujan yang turun membasahi tubuh mungilnya, menyamarkan tetesan air mata yang mengalir deras di kedua pipinya yang kemerahan.
"Kakek ... kenapa Kakek tinggalkan Kiyora secepat ini?" bisik Kiyora tersedu-sedu. Tangannya yang mungil mengelus papan nisan kayu bertuliskan nama Kakek Rendra.
Bagi Kiyora, Kakek Rendra adalah satu-satunya pelindung dan tempatnya berteduh selama bertahun-tahun. Setelah hilang di usia lima tahun akibat tragedi penyerangan, yang membuat ingatan masa kecilnya terkunci rapat akibat trauma hebat, Kakek Rendra-lah yang menemukannya terlunta-lunta di jalanan dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Meskipun hidup sangat sederhana, Kakek Rendra selalu memperlakukan Kiyora bagai seorang putri raja.
Namun kini, pria tua yang baik hati itu telah berpulang ke sang maha kuasa, meninggalkan Kiyora seorang diri di tengah kejamnya keluarga angkatnya.
"Kiyora janji bakal jadi anak yang tetap ceria seperti kata Kakek ... tapi tolong jemput Kiyora, Kakek ... Kiyora takut di rumah itu sendirian ...," tangisnya pecah, menyembunyikan wajah di kedua lututnya yang gemetar.
"HEI! WANITA SIALAN! MALAH ENAK-ENAKAN NANGIS DI SINI!"
Sebuah teriakan melengking yang sangat kasar mendadak memecah keheningan pemakaman. Kiyora tersentak kaget dan refleks mendongak dengan mata sembabnya. Dari balik payung hitam, muncul tiga orang yang sangat ia kenali, keluarga angkatnya sendiri dari Keluarga Whitmore.
Roman Whitmore, anak kandung mendiang Kakek Rendra melangkah maju dengan wajah bersungut-sungut, didampingi istrinya yang licik, Rika, serta putri tunggal mereka yang seusia dengan Kiyora, Selena.
"Bisa-bisanya kamu buang-buang waktu di makam tua bangka ini!" bentak Rika seraya menarik paksa lengan Kiyora hingga gadis itu terhuyung berdiri dan hampir jatuh di lumpur. "Rumah masih kotor, baju menumpuk belum dicuci, makanan belum dimasak! Kamu pikir kamu di rumah itu ratu, hah?!"
"T-Tapi Tante ... Kiyora cuma mau mengantar Kakek untuk terakhir kalinya ...," cicit Kiyora pelan. Meskipun memiliki sifat dasar yang ceria di intimidasi tiada henti dari keluarga Whitmore sejak Kakek Rendra sakit-sakitan membuat Kiyora merasa ciut.
"Alasan saja kamu!" celetuk Selena, sepupu angkatnya yang mengenakan pakaian modis dan bersolek tebal. Selena menatap Kiyora dengan tatapan jijik dan iri.
Walaupun Kiyora hanya mengenakan pakaian lusuh dan berantakan karena hujan, keindahan alami wajah Kiyora, kulit putih bersih, sepasang mata bulat yang hidup, serta bibir merah muda alami, selalu berhasil membuat Selena kalah saing dan terbakar cemburu.
"Pasti kamu sengaja kan nangis-nangis di sini biar dikasihani orang-orang?! Cepat pulang sana! Cuci bajuku dan bersihkan kamarku sampai mengilap!" perintah Selena angkuh seraya mendorong bahu Kiyora hingga gadis itu mundur beberapa langkah.
Sejak Kakek Rendra meninggal dunia, status Kiyora di keluarga Whitmore tak ubahnya seperti seorang pembantu gratisan. Roman dan Rika yang pemalas serta serakah selalu menumpahkan seluruh pekerjaan rumah tangga ke pundak gadis 19 tahun itu.
"Iya ... Kiyora pulang sekarang ...," jawab Kiyora menundukkan kepala dalam-dalam.
Sambil melangkah menembus hujan, jemari mungilnya mengelus lembut pergelangan tangan kirinya, tempat di mana sebuah gelang perak berbandul batu merah darah melingkar cantik. Gelang misterius itu adalah satu-satunya benda yang melekat di tubuhnya sejak kecil, harta paling berharga yang selalu ia sembunyikan setengah mati dari jangkauan tangan serakah Rika dan Selena.
_________________________________
gak sabar lihat salvatore di tinggal kabur sama kyora😂😂