NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:38.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

.

Alena keluar sambil membawa dokumen Vantage internasional tadi kembali ke dalam ruang kerjanya.

Hari itu, Alena menghabiskan hampir seluruh waktunya berkomunikasi dengan pihak Vantage International menggunakan zoom meeting. Ia tidak hanya menyampaikan permintaan revisi dari perusahaan, tetapi juga menjelaskan secara rinci bahwa kesalahan tersebut bukan semata-mata kesalahan pihak mereka.

Alena tidak berusaha menyalahkan siapa pun, tetapi justru menawarkan jalan keluar.

Beberapa kali pihak Vantage mengajukan keberatan. Beberapa kali pula Alena harus membuka kembali dokumen dan memberikan penjelasan berdasarkan angka yang tercantum di dalam kontrak.

Bahkan ketika salah satu perwakilan Vantage mencoba menekan dengan mengatakan bahwa mereka akan membawa persoalan itu ke jalur hukum, Alena tetap tenang.

"Kami memahami posisi Anda," jawab Alena menatap lurus wajah lawan bicaranya yang muncul di layar laptop. "Tetapi jika tujuan kita adalah melindungi kepentingan kedua perusahaan, jalur hukum bukan pilihan yang paling menguntungkan."

"Kenapa kami harus percaya?"

"Karena kontrak ini memiliki inkonsistensi yang bisa merugikan kedua belah pihak."

Alena membuka dokumen di hadapannya. "Saya tidak menghubungi Anda untuk mempertahankan kesalahan perusahaan saya. Tapi saya ingin memperbaikinya sebelum kesalahan itu menjadi masalah yang lebih besar."

Perwakilan Vantage terdiam mendengar kata-kata Alena lalu gadis itu melanjutkan dengan suara yang tetap tenang.

"Kami bersedia melakukan revisi, memberikan batas kompensasi yang jelas, dan melakukan audit bersama terhadap seluruh lampiran kontrak. Dengan begitu, tidak ada pihak yang bisa menggunakan celah interpretasi untuk merugikan pihak lainnya."

Negosiasi berlangsung hampir dua jam hingga akhirnya, pihak Vantage International bersedia memberikan kesempatan kepada Wijaya Kusuma Group untuk memperbaiki proposal kontrak tersebut. Namun, pihak Vantage juga mengatakan bahwa bukan hanya perusahaan Wijaya Kusuma yang ingin mendapatkan investasi dari mereka tetapi ada juga perusahaan-perusahaan lain.

Alena tentu memahami apa yang dikatakan oleh mereka, Dan menganggap adalah hal yang wajar jika perusahaan besar seperti mereka ingin memilih yang terbaik menurut pandangan mereka.

Setelah zoom meeting terakhir, Alena menghembuskan napas lega. Gadis itu melihat penunjuk waktu yang ada di tabletnya dan baru menyadari bahwa sekarang sudah pukul dua belas siang.

“Pantas saja cacing-cacing di perutku udah pada demo," gumamnya lirih.

Namun belum sempat ia beranjak dari kursinya, tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka, dan tampak olehnya Nathan datang diikuti oleh seorang office boy yang membawa troli berisi makanan.

"Kenapa Anda ke sini?" Alena terbelalak kaget. Padahal dia baru saja akan pergi ke ruangan Nathan karena sudah waktunya menjalankan tugas penting.

...MENCICIPI HIDANGAN BOS....

"Aku sudah kelaparan dan kamu belum juga datang. Apa kamu sengaja menunggu aku pingsan dulu?” suara Nathan terdengar begitu kesal.

Alena menghela nafas mengurai kesabaran. Padahal dia juga sudah mau pergi ke sana. Siapa suruh bos nya itu tidak sabaran. Dia terlambat juga karena baru selesai mengerjakan tugas. Lagipula dia itu laki-laki. Apa tidak bisa menahan lapar sebentar saja?

"Maaf, saya berjanji ini tidak akan terulang.” Apa lagi yang bisa diucapkan Alena selain minta maaf. Meskipun sebenarnya ia sama sekali tidak merasa bersalah.

Nathan mendengus kesal lalu melangkah menuju meja kerja Alena. Tangannya bergerak meminggirkan laptop dan berkas yang ada di tengah meja agar office boy bisa menata hidangan di atasnya.

Setelah semua hidangan tertata, dan office boy itu keluar, Alena mulai mencicipi satu persatu hidangan tersebut tanpa menunggu perintah Nathan. Setelah semua selesai diicipi oleh Alena, barulah Nathan mulai santap siangnya.

"Seharusnya Anda…”

Hap

Lagi-lagi ada sendok nyasar ke mulut Alena membuat gadis itu tak lagi bisa melanjutkan kata-katanya. Gadis itu hanya mengunyah makanan itu sambil menahan rasa kesalnya. Tanpa dia sadari, di bibir Nathan tersungging senyum tipis melihatnya kesal.

Dan ketika makan berhasil ditelan, lalu dia hendak menyuarakan protesnya, lagi-lagi Nathan memasukkan makanan ke dalam mulut gadis itu hingga membuat gadis itu terdiam.

“Jangan berisik! Kamu merusak selera makanku!"

Sambil mengunyah makanan yang ada dalam mulutnya, Alena mengepalkan tangannya yang berada di bawah meja. Gadis itu bahkan tak sadar bahwa dirinya mulai terbiasa makan menggunakan sendok yang sama dengan Nathan.

*

*

*

Setelah selesai makan siang, dan meja sudah dibersihkan oleh OB, Alena menyerahkan dokumen yang sudah direvisi pada Nathan.

"Vantage International setuju melanjutkan kerja sama dengan syarat kita melakukan revisi klausul," ucapnya. "Dan saya sudah meminta tim legal menyiapkan draft revisinya.

Nathan membaca dokumen tersebut dengan cepat. "Bagus."

“Dua hari lagi adalah penentuan perusahaan mana yang akan mendapatkan investasi dari Vantage Internasional," lanjut Alena.

*

*

*

Dua hari kemudian, tibalah hari yang menentukan siapa yang akan mendapatkan investasi dari perusahaan besar tersebut.

Sejak pagi, suasana di gedung Vantage International sudah dipenuhi oleh beberapa perwakilan perusahaan besar yang datang untuk mengikuti tahap akhir penentuan kerja sama. Proyek itu bukan proyek biasa. Nilainya sangat besar dan kerja sama jangka panjang yang ditawarkan membuat beberapa perusahaan besar berlomba-lomba untuk mendapatkannya.

Dan Wijaya Kusuma Group menjadi salah satu kandidat terkuat.

Kurang lima belas menit dari waktu penentuan, sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan gedung Vantage International. Dari pintu mobil yang terbuka, Tuan Richard Sebastian turun lebih dahulu disusul oleh Reno yang berjalan di belakangnya. Perusahaan mereka juga ingin mendapatkan investasi dari Vantage Internasional.

"Papa yakin kita bisa mendapatkan proyek ini?" tanya Reno sambil berjalan di samping ayahnya. “Aku dengan pesaing kita semua perusahaan besar."

Richard tersenyum tipis. "Aku sudah memastikan tim kita mempersiapkan semuanya dengan baik. Kalau Vantage melihat dari sisi penawaran dan pengalaman perusahaan, Sebastian Group memiliki peluang yang cukup besar."

Reno mengangguk mendengar keyakinan dari papanya. Namun, pria itu tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika mereka hendak memasuki ruang pertemuan.

Di sisi lain ruangan, beberapa orang dari Wijaya Kusuma Group baru saja datang. Nathan berjalan paling depan dengan wajah tenang. Di belakangnya terdapat beberapa direktur dan staf legal. Sementara di samping Nathan, seorang wanita membawa tablet dan beberapa map dokumen.

Tubuh Reno seketika membeku saat matanya melihat wajah gadis yang berjalan di samping Nathan.

"Alena…” gumamnya pelan.

Alena yang sedang berbicara dengan salah satu direktur tidak menyadari keberadaan Reno. Gadis itu sedang sibuk memastikan seluruh dokumen yang dibutuhkan Nathan sudah tersusun sesuai urutan.

Reno menatap wajah gadis itu dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Beberapa hari tidak bertemu, wajah Alena terlihat lebih bersinar dari sebelumnya. Gadis itu juga tampak begitu memukau, bukan hanya dari penampilannya tapi juga dari auranya yang tampak begitu tangguh.

Sudah beberapa hari ia mencari keberadaan perempuan itu, dan sekarang ia menemukannya. Bukan di rumah keluarganya, atau di perusahaan Bagaskara Group. Melainkan berdiri di samping Nathan Wijaya Kusuma.

Reno tidak suka melihat itu. Ada satu rasa yang menelusup dalam dadanya. Rasa yang ia tak tahu apa namanya. Dan satu tanya meluncur dari bibirnya...

"Kenapa Alena bisa bersama dengan Tuan Nathan?”

1
Sri Rahayu
mau main kotor nih si Selena...mau nyuruh org mencelakai Alena... org kl berbuat jahat bisa jadi kejahatan nya akan berbalik kpd nya....semoga saja 😡😡😡
Sri Rahayu
setelah kehilangan Alena baru menyadari ternyata Alena berharga 🤪🤪🤪🤪🤪
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
Sri Rahayu
cerdas jg Nathan ada gunanya Alena menandatangi surat kontrak kerja...mampukah Gunawan membayar 10 M utk mengambil Alena dari Nathan 🤪🤪🤪
Sri Rahayu
sifat dengki iri membuat Selena memusuhi adiknya sendiri
Sri Rahayu
sport jantung deh tu Selena mendengar.Alena kerja di Wijaya Group 😇😇😇😇😇
Sri Rahayu
yaeyalah kan Alena skrg aspri nya Nathan 🤪🤪🤪... dasar Reno bego 😡😡😡
Sri Rahayu
rupanya ada udang diatas bakwan, Nathan menolong Alena 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
cepat buang sim card mu Alena...ganti no baru biar Reno tdk bisa menghubungi mu lg...gercep Alena 😘😘😘
vj'z tri
saingan buanyakkkkk ya bro /Facepalm/
Muft Smoker
cemburu dy Lena ,, km gmn sih kurang peka gtuu😆😆😆
Nita Nita
😄😄😄😄maksudnya apa Boz🤣🤣
Hary Nengsih
lanjut
Mundri Astuti
😂😂 bisa jadi len...oi Nathan klo suka bilang...klo cinta nyatakan...ntar diambil org aja lenanya...baru tau
Oma Gavin
sadar alena boss mu lagi cemburu buta tapi ngga ngaku kalau tadi jawaban mu hilang pacar bisa habis kamu besok dikasih kerjaan yg ngga bisa istirahat 🤣
tse
Alena... Alena... kamu ko ya GA Peka sih...
si bos cemburu tuh.... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tse
ءAlena
sunaryati jarum
Bosmu itu cemburu Alena,kamu kok nggak peka
Ariany Sudjana
Nathan itu cemburu Alena, jadi sebaiknya kamu tidak menjalin hubungan dengan laki-laki lain
Ade Salamah Alam
lanjuttttttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!