NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah bajingan

"Ouh, ternyata ini ayah bajingan ku" ucap Elisa Su di dalam hatinya sembari menatap dingin ke arah Jenderal Su yang baru saja tiba di depan kediaman Su sedangkan dirinya kini sudah berbaur bersama kerumunan orang-orang yang menyambut kepulangan jenderal perang itu. "Siapa, siapa yang berbicara, kenapa terdengar seperti suara putriku" ucap Jenderal Su di dalam hatinya sembari mencari-cari arah sumber suara yang di dengarnya namun sayang dia tak bisa menemukan sumbernya. Melihat ayahnya yang sibuk menatap ke arah kerumunan seperti mencari-cari sesuatu Elisa Su pun segera menyadari satu hal "Dasar sistem sialan bisa-bisanya dia mengkhianatiku untung saja aku sudah membereskan bagian tersulitnya, jika tidak sudah pasti aku tak dapat menyelesaikan misi ini" ucap Elisa Su di dalam hatinya dan merasa bersyukur karena dia telah membuat syarat jika Coco tidak dapat berkomunikasi dengannya saat pertama kali tiba di dimensi lain sebelum dia memanggil namanya, jika tidak bukankah sangat bahaya untuk kelangsungan misinya, selain Coco jenderal Su pun kembali mendengar apa yang dikatakan Elisa Su "Host tolong bersikap lebih realistis mana mungkin aku sistem yang terikat dengan host malah mengkhianati host, bisa saja ini semua terjadi karena kesepakatan yang telah kita jalin, karena sebelumnya hal seperti itu belum pernah terjadi sehingga untuk menopang keseimbang dimensi maka akan ada hal-hal yang tidak terduga yang akan terjadi" tebak Coco sembari menjelaskan semuanya kepada hostnya mendengar itu Elisa Su pun hanya bisa menarik napasnya dalam-dalam "Sialan" ucapnya pelan yang kemudian langsung pergi dari tempat tersebut dan menuju ke sebuah kediaman yang telah berhasil dia dapatkan setelah menukar kediaman lama milik ibunya, dia sengaja menukar kediaman itu agar tak ada yang mengganggu ketenangannya nanti.

"Sepertinya hanya aku saja yang mendengar obrolan mereka, apa itu sistem apa juga itu host" ucap jenderal Su di dalam hatinya sembari melihat ke arah kediamannya dimana disana terlihat ada orang-orang dari kediamannya tengah menyambut kepulangannya kecuali anak kandungnya sendiri, mengetahui hal itu jenderal Su pun menarik napasnya dalam dan segera berjalan ke arah mereka "Selamat kembali tuan/ayah" ucap ibu dan anak itu secara bersamaan setelah melihat jenderal Su berada dihadapan mereka, mendengar itu jenderal Su pun menganggukkan kepalanya "Dimana Eli" tanyanya yang berhasil membuat ibu dan anak itu pun terdiam untuk sesaat "Maaf tuan, mungkin nona pertama sedang tertidur sehingga tidak ingat jika tuan kembali ke kediaman hari ini" ucap Ira Su dengan begitu pelan dan seolah-olah merasa bersalah karena tak dapat membuat nona pertama menyambut kedatangan ayah kandungnya sendiri, mendengar itu jenderal Su pun menganggukkan kepalanya "Kalau begitu segeralah kembali dan lanjutkan urusan kalian masing-masing" ucap jenderal Su yang kemudian langsung disetujui oleh mereka semua "Baik tuan/ayah" mendengar itu jenderal Su pun segera kembali ke paviliun miliknya sendiri.

"Tadi jelas-jelas saat di depan kediaman aku sepertinya mendengar suara anakku sendiri, lalu kenapa dia bilang anakku sedang tidur siang, tidak bisa aku harus memeriksanya sendiri" ucap jenderal Su sembari berjalan sendiri ke arah kediaman putrinya dulu yaitu paviliun anggrek, sesampainya disana dia pun dikejutkan dengan suara yang baru saja dia dengar karena sura itu jelas-jelas bukan suara putrinya "Kenapa dia ada disini, inikan paviliun yang khusus aku buat bersama almarhum istriku untuk putri kami" ucap jenderal Su pelan sembari menerka-nerka apa yang terjadi.

"Memangnya kenapa kalau dia putri asli kediaman jenderal ini, dia juga tidak akan pernah menang melawan ku dan semua yang dimilikinya harus menjadi milikku" ucap Neli Su dengan suara yang keras dan di penuhi kepuasan tanpa sadar jika ada yang mendengar ucapannya. "Berani-beraninya mereka memperlakukan putri kandungku seperti ini" ucap jenderal Su dengan penuh amarah sembari berjalan ke arah ruang kerjanya dan memanggil para petinggi yang mengurus segala keperluan di kediaman mansion jenderal Su itu.

"Coba jelaskan kenapa paviliun anggrek ditempati oleh nona kedua" mendengar itu semua yang ada disana pun sangat terkejut hingga tanpa sadar tubuh mereka pun bergetar karena takut dengan kemarahan tuannya nanti "Maaf tuan besar, nona pertama yang memberikan paviliun itu kepada nona kedua karena nona pertama tidak ingin tinggal lagi di paviliun itu" ucap kepala pelayan tersebut yang merupakan orang kepercayaan Ira Su. "Ouh benarkah, kalau begitu dimana nona pertama sekarang tinggal? apakah tempat itu jauh lebih bagus dan lebih nyaman dari pada paviliun anggrek miliknya sehingga dia tak menginginkannya lagi" ucap jenderal Su dengan wajah yang semakin dingin ketika menatap kepala pelayan itu setelah mendengar apa yang baru saja diucapkannya.

"Oh, apa mungkin kau berpikir setelah begitu lama aku berperang di perbatasan aku akan dapat kau bodohi begitu saja" ucap jenderal Su kembali dengan suara yang mulai meninggi dan terlihat sedang berusaha menahan amarahnya, melihat tuannya yang sudah marah kepala pelayan tersebut pun segera bersujud "Ampun tuan hamba tidak bermaksud seperti itu, hamba hanya mengatakan kebenarannya saja" ucap kepala pelayan tersebut dengan tubuh bergetar sembari masih bersujud di lantai.

"Baiklah jika kau tak mau mengatakan yang sebenarnya, Ren potong lidahnya, pukul tiga puluh kali dan jual ke pasar budak" ucap jenderal Su dengan tegas mendengar perintah dari orang yang menjadi tuannya Ren yang merupakan orang kepercayaan sekaligus asisten pribadi jenderal Su pun dengan segera bertindak, dengan segera dia memerintahkan dua pengawal di luar untuk menyeret kepala pelayan tersebut keluar "Tuan, ampun tuan, saya hanya mengikuti perintah, tolong jangan hukum saya tuan" teriak kepala pelayan tersebut dengan putus asa sembari meronta-ronta untuk menyelamatkan dirinya namun sayang dengan kekutannya yang lemah itu tak akan berarti apa-apa.

"Aaaaaakh" teriak kepala pelayan tersebut yang terdengar hingga ruang kerja jenderal Su, mendengar itu yang lain pun semakin gemetar ketakutan, karena sudah terlalu lama hidup enak di mansion itu mereka pun jadi lupa jika mansion itu milik seorang jenderal perang yang terkenal dengan kesadisannya saat menumpas semua lawannya bahkan dia pun tak pernah berkedip sedetik pun pada saat membunuh mereka. "Kamu, coba jawab pertanyaan ku tadi" ucap jenderal Su sembari menunjuk ke arah pelayan lainnya yang mengatur semua keperluan kediaman "Baik tuan, hamba akan mengatakan semuanya" ucap pelayan tersebut sembari menceritakan semua hal yang dia ketahui selain itu dia juga memberitahukan kepada jenderal Su dimana putri kandungnya selama ini tinggal, bagaimana kehidupannya bahkan dia juga memberitahukan tentang pemutusan hubungan keluarga yang telah dilakukan oleh nyonya selir sebelum jenderal Su masuk ke kediaman itu.

"Brakkk" bunyi suara meja yang dipukul oleh jenderal Su hingga terbelah menjadi dua bagian "Maafkan hamba tuan besar, hanya itu yang hamba tau, tolong ampuni saya" ucap pelayan tersebut sembari bersujud dan berkali-kali membenturkan kepalanya kelantai hingga terlihat jelas darah yang keluar dari keningnya. "Berani-beraninya kalian memperlakukan putri kandung kediaman jenderal seperti ini, aku pasti tak akan melepaskan siapapun" ucap jenderal Su dengan penuh amarah lalu dia memerintahkan orang kepercayaannya Re untuk menjual semua pelayan yang berada dikediaman itu beserta keluarganya selain itu jenderal Su juga memerintahkan Re untuk membawa kembali semua orang-orang kepercayaan almarhum istrinya dan juga pengasuh putrinya yang telah diusir dari kediaman itu oleh selirnya sendiri, mendengar perintah itu Re pun segera memanggil semua pengawal yang baru saja tiba bersama mereka untuk membawa semua pelayan yang ada dikediaman itu dan langsung menjual mereka semua ke pasar budak, setelah beberapa waktu mereka pun berhasil membawa orang-orang yang diinginkan jenderal kembali ke kediaman itu, bahkan banyak juga pelayan-pelayan baru yang ditugaskan di kediaman itu. Tak berselang lama nyonya selir dan anaknya pun mendengar berita tersebut dari pelayan pribadi mereka yang baru saja diperintahkan untuk ke dapur mengambil kudapan namun sepanjang perjalan bahkan hingga dia tiba di dapur tak ada satupun pelayan yang dikenalnya sehingga dia pun segera berlari kembali ke arah kediaman nyonyanya untuk melaporkan hal tersebut "Sialan sepertinya semua pelayan yang ada di mansion ini telah diganti" ucap Ira Su dengan cemas karena khawatir semua perbuatannya telah terungkap. Selain itu apa yang dilakukan jenderal Su telah menggemparkan seluruh kota bahkan kini menjadi pembicaraan di kalangan elit.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!