NovelToon NovelToon
Antara Masa Depan Dan Dia

Antara Masa Depan Dan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:650
Nilai: 5
Nama Author: jestimjaber

mohon dikoreksi ya teman2 mungkin ada kata atau alur yang masih kurang bagus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jestimjaber, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deg-degan

"Var, saya sama Reza mau ada urusan sebentar kamu pulang sama Kenzo engak papa ya, dia kata nya mau ke kantor dulu sebentar sebelum pulang" ujar Sena, padahal ia hanya beralasan saja.

"ee itu pak saya naik taxi atau angkot saja, takut merepotkan pak kenzo lagian jarak nya deket pak" Sena mengukur tengkuk nya yang tak gatal.

"Jangan, kamu sama Kenzo saja kan kalian mau searah kenapa engak bareng aja" Kenzo yang mendengarkan itu hanya bisa diam saja.

Namun diam nya ia memaki Sena dalam hati nya, kenapa ia harus bicara seperti itu si tentu saja Vara menolak untuk bareng dengan nya sedangkan kemarin aja dia baru saja ditolak.

"Lu engak keberatan kan ken, bareng sama Vara dari pada dia naik taxi atau angkot" terpaksa ia harus mengangguk saja.

"Ya udah bareng aja mba, dari pada naik angkot lagi ramai-ramai nya kalo sore begini" Kenzo berbicara seperti itu agar Sena tidak curiga.

Mau tidak mau akhirnya Vara pun ikut dengan Kenzo menuju ke kantor, karena Sena dan Reza sudah berpamitan terlebih dahulu.

"Masuk Var" ujar Kenzo sembari membuka kan pintu mobil untuk Vara.

"Makasih pak" Kenzo hanya mengangguk setelah itu menutup nya dengan pelan dan ia segera masuk ke dalam kursi kemudi.

Tanpa ada obrolan lagi Kenzo langsung menyalakan mobil nya dan pergi dari parkiran kantor polisi tersebut.

Karena suasana terasa hening dan Vara merasa canggung ia pun kepikiran untuk membuka obrolan agar mereka tidak diam saja, apalagi sekarang Vara tengah menumpang dengan lelaki yang kemarin ditolak nya.

"Pak Kenzo maaf kalau bapak masih ada urusan atau mau langsung pulang saya diturunkan di depan saja pak, takut bapak kesorean" Kenzo langsung menoleh menatap Vara yang juga sedang menatap diri nya.

"Kamu se engak mau itu semobil Sama saya?" seketika jantung Vara berdetak sangat keras mendengar ucapan dari mulut Kenzo.

"Kenapa diam? Kamu tadi cuma menghargai Sena aja kan, engak enak kalo mau nolak" Kenzo masih terus menatap Vara namun sesekali masih menatap ke depan untuk melihat jalan.

"Bu bukan begitu pak, sa.." belum sempat menyelesaikan ucapan nya sudah dipotong oleh Kenzo.

"Saya tau kok kamu emang se engak mau itu sama saya, maaf kalo saya masih terus berada di sekitar kamu" Vara langsung tertunduk mendengar ucapan Kenzo.

'sumpah ngeselin banget ini bapak-bapak vintage, pengen loncat aku rasa nya kenapa harus ngomong kaya gitu si' gumam Vara.

tiba-tiba saja mobil berhenti dipinggir jalan, Vara kira Kenzo menuruti permintaan nya untuk menurunkan dirinya dipinggir jalan, Vara menoleh ke arah Kenzo yang sedang membuka seat belt nya.

"Sa saya turun disini pak" tangan Vara langsung di tarik oleh Kenzo hingga hampir saja wajah Vara menabrak wajah Kenzo, untung Vara bisa menghindari nya.

"Siapa yang mau nurunin kamu disini, saya cuma mau" belum sempat melanjutkan ucapan nya tiba-tiba saja perut Vara bunyi begitu keras.

Membuat Vara merasa malu, sangat terlihat dari wajah nya yang langsung memalingkan muka nya dari hadapan Kenzo.

"Kamu lapar?" Vara tersenyum, padahal dari tadi ia cemberut Mulu tapi demi menutupi rasa malu nya Vara langsung tersenyum ketika ditanya.

"Kita cari makan sekarang" Vara langsung menggeleng cepat.

"Engak usah pak, kita langsung pulang aja udah sore ini takut nanti sampai rumah kemalaman" namun Kenzo hanya diam saja, Vara hanya bisa diam sembari cemberut lagi karena Kenzo tidak mendengarkan ucapan nya.

Tak lama mobil berhenti di depan sebuah restoran namun sebelum masuk ke dalam area restoran Vara melihat banyak sekali penjual makanan di pinggir jalan ia merasa sangat ingin makan itu aja.

"Pak pak kita makan disitu saja yuk, enak kayaknya eh tapi kalo bapak tidak mau saya sendiri saja yang makan disitu" Kenzo memberhentikan mobil nya dan menoleh ke belakang.

"kamu yakin engak mau makan disitu?" tunjuk Kenzo ke dalam restoran itu, Vara langsung menggeleng.

"Engak pak, makan disitu aja itung-itung bantu umkm juga kan pak" Kenzo terdiam menatap Vara cukup lama.

'Ish sebenarnya aku malu banget takut pak Kenzo mikir aku engak ada uang, ya sebenarnya emang engak ada uang cuma ya adalah kalo cuma buat makan di restoran cuma kan sayang uang nya bisa ditabung buat beli palisade wkwk' ujar Vara dalam hati.

"Pak mau ketoprak nya satu ya sama em.. Es jeruk aja deh" ujar Vara kepada penjual ketoprak.

baru saja hendak berbalik badan untuk memberikan buku menu kepada Kenzo namun ia malah menabrak Kenzo yang berdiri tepat di belakang nya hingga hampir jatuh untung Kenzo sigap menangkap nya.

"Ba bapak mau apa?" Kenzo mengambil menu dari tangan Vara dan membaca nya.

"Samain aja kaya dia ya pak" bapak penjual mengangguk dan menyuruh mereka untuk duduk terlebih dahulu.

Saat sedang duduk dikursi Kenzo sibuk dengan ponsel nya sendiri sedangkan Vara tiba-tiba saja merasakan nyeri di pergelangan kaki nya karena seharian memakai heels, ia pun memijat pijat pelan kaki nya, tanpa sadar ternyata Kenzo menyadari itu.

"Kaki kamu kenapa, sakit?" tanya Kenzo sembari menatap ke arah kaki yang tengah dipijat oleh tangan Vara sendiri.

"Engak, ini cuma pegal dikit aja mungkin karena kelamaan pakai heels" Kenzo terdiam, ia langsung mengantongi ponsel nya di kantong dalam jaz lalu pergi.

Vara mengerutkan dahi nya, ia binggung kenapa tiba-tiba saja Kenzo pergi dan ia lihat Kenzo berjalan ke arah mobil nya.

Ternyata kenzo mengambil sendal jepit yang ada di mobil nya dan langsung memberikan nya kepada Vara, terlihat sandal itu berukuran sangat besar mungkin se ukuran kaki nya.

"Pakai itu dulu, biar kaki kamu engak tambah sakit" Vara mengambil sendal itu dan memakai nya, ia langsung tertawa ketika melihat kaki nya malah terlihat kecil saat menggunakan sendal yang size nya begitu besar.

"Kalo boleh tau ini ukuran berapa pak? besar sekali" ujar nya sembari memperhatikan kaki nya, Kenzo pun ikut tersenyum melihat Vara tertawa.

"Lupa saya, 42 atau berapa" ujar nya, Vara pun masih tertawa melihat sendal dan kaki nya sendiri.

'lucu juga ternyata vara'. Ujar Kenzo dalam hati.

Tak lama makanan pun datang dan mereka langsung menyantap nya, terlihat memang Vara sangat kelaparan wkwk.

...___________________...

Waduh udah ada adegan lucu-lucuan aja nih dari Vara dan Kenzo, kira-kira nanti mereka bakal bersatu engak ya..

Mimin juga penasaran nih😁

1
nana bubu
lanjut dong min 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!