King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertukar pikiran
Kenan dan keluarga kecilnya sampai di mansion. Ia menurunkan barang-barang yang ada di dalam mobil. Kemudian ia membawa barang-barang itu ke dalam mansion.
King dan Queen langsung ke kamar untuk beristirahat. Mereka masih ngantuk, tadi diperjalanan pulang mereka kurang tidur.
Sampai di kamarnya Queenza mengambil laptopnya. Ia ingin memeriksa kembali rekaman suara Monika dan teman-temannya. Sekarang bukti sudah ada di tangan Queenza.
Suara keempat cewek manja itu terdengar jelas. Tapi ada satu hal yang menggangu pikirannya. Mampukah sekolah memberikan hukuman pada ke empat cewek manja itu.
Queenza tau kalau salah satu orang tua dari mereka merupakan donatur sekolah. Dan ia tau betul sifat manusia kalau sudah berhubungan dengan uang.
Tok.
Tok.
Tok.
" Siapa"
" Aku"
" Masuk aja, pintunya nggak di kunci"
Setelah mendapatkan izin dari sang empunya kamar, barulah King masuk ke dalam kamar saudara kembarnya.
" Lagi ngapain?"
" Rencananya mau tidur, tapi nggak jadi karena kamu datang"
" Bohong banget"
" Mana ada orang mau tidur megang laptop. Emang lagi ngerjain apa"
" Aku sedang membuat proyek besar"
" Proyek apa"
" Ada deh"
" Nggak mau kasih tau nih"
" Sebelum aku kasih tau, aku mau tanya sesuatu sama kamu"
" Tanya Apa"
" Ada salah satu anak melakukan kesalahan, Kesalahannya itu bisa dibilang fatal. Apakah anak itu harus dihukum"
" Kesalahan fatal seperti apa dulu "
" Merugikan orang lain "
" Kalau merugikan orang lain, tentu saja harus dihukum. Biar ada efek jeranya"
" Tapi dia salah satu anak orang yang berkuasa"
" Nggak peduli, justru karena dia anak orang yang berkuasa. Supaya jadi contoh untuk yang lainnya. Jadi kedepannya kalau mereka mau melakukan sesuatu, mereka akan mikir-mikir dulu. Ini bisa merugikan orang lain atau tidak "
" Jadi harus dihukum "
" Hhhmmm "
" Aku sedang mendapatkan masalah seperti ini sekarang "
" Maksudnya "
" Aku sedang melawan salah satu anak donatur di sekolah "
" Terus"
" Menurut kamu dia akan dikasih hukuman nggak sama kepala sekolah"
" Tentu saja "
" Tapi dia anak salah satu donatur sekolah lho"
" Emang kenapa kalau anak salah satu donatur sekolah "
" Otomatis kepala sekolah itu akan mikir-mikir dulu untuk ngasih dia hukuman "
" Kamu juga anak donatur sekolah, dan juga anak penguasa di kota ini"
" Tapi orang-orang kan nggak tau "
" Kan kamu bisa minta bantuan Daddy "
" Jangan, masa masalah kaya gini aja minta bantuan Daddy "
" Kalau nggak bisa ngatasin masalahnya sendiri, nggak ada salahnya minta bantuan Daddy "
" Orang-orang akan tau aku putrinya Daddy "
" Daddy nggak harus datang ke sekolah. Sekali telpon saja semua masalah langsung selesai "
" Benar juga, thanks "
" Welcome "
Apa yang dikatakan King ada benarnya juga. Kalau kepala sekolah tidak bisa memberikan hukuman, dengan bantuan Daddy-nya pasti bisa.
" Jadi siapa yang mau kamu hukum"
" Biasa anak-anak manja yang merasa paling kaya"
" Mereka melakukan apalagi sama kamu"
" Bukan sama aku, tapi mereka sudah berani menyakiti sahabat ku"
King merasa apa yang dilakukan sama cewek-cewek itu sudah keterlaluan, makanya saudara kembarnya bisa semarah itu sama mereka.
" Kapan kamu akan melakukan itu"
" Besok"
" Semoga mereka mendapatkan hukumannya"
" Aamiin "
Queenza akan minta bantuan Daddy-nya kalau kepala sekolahnya tidak bisa bertindak. Ia akan menggunakan kekuasaan Daddy-nya untuk melawan orang-orang itu.
Karena mereka sering membanggakan kekuasaan orang tuannya. Maka ia akan tunjukkan juga seperti apa kekuasaan Daddy-nya.
" Kamu tau kenapa orang-orang yang tidak mampu selalu menjaga target bully " tanya King.
" Kenapa?"
" Karena mereka tidak bisa melawan. Mereka takut, kalau melawan nanti mereka akan dikeluarkan dari sekolah. Makanya mereka selalu jadi sasaran empuk anak orang kaya"
" Teman ku bisa saja melawan mereka, tapi pekerjaan ayahnya yang akan jadi taruhannya"
" Iya, intinya mereka itu takut"
Apa yang dikatakan saudara kembarnya ada benarnya. Sahabatnya juga takut ayahnya akan kehilangan pekerjaan kalau dia melawan cewek-cewek manja itu. Kali ini ia akan melindungi sahabatnya.
" Ya udah, sekarang kamu istirahat. Aku juga mau istirahat"
" Baiklah "
King keluar dari kamar saudara kembarnya. Ia akan main game bersama kedua sahabatnya. Karena misi game mereka yang kemarin belum selesai.
...***...
Sore hari seperti biasa Queenza latihan biola. Kemarin ia sudah libur satu hari. Jadi sekarang ia harus latihan kembali.
" Gimana liburannya, apa menyenangkan "
" Alhamdulillah menyenangkan "
" Mana oleh-oleh untuk kakak"
" Ada, nanti Queen kasih"
" Padahal kakak cuma bercanda lho"
" Yang menyiapkan oleh-olehnya bukan Queen, tapi mommy"
" Oh iya, Minggu depan ada lomba musik. Queen mau ikut"
" Kalau boleh tau lomba musik apa?"
" Piano, nanti kakak kasih brosurnya"
" Tapi permainan piano aku belum terlalu mahir"
" Jangan selalu merendah gitu. Permainan piano kamu sudah sangat bagus"
" Apa harus nyanyi juga?"
" Kalau bisa lebih bagus. Tapi yang paling dinilai itu permainan pianonya, jadi kamu nggak usah khawatir"
" Baiklah, Queen akan coba"
Aditya senang karena Queen mau ikut lomba pianonya. Ia yakin Queen punya potensi untuk menang, karena permainan pianonya sangat indah.
" Baiklah sekarang kita akan fokus latihan piano dengan tempo yang cepat "
" Boleh "
Queen ingin juga menguasai main piano dengan tempo cepat. Ia pernah melihat permainan piano orang-orang terkenal. Mereka sangat hebat memainkan piano dengan tempo cepat, habis itu ke lambat dan begitu sebaliknya.
" Coba duduk di sini"
" Eh "
" Kenapa kaget gitu, ayo duduk disini"
" Emang harus duduk di sana "
" Hhhmmm"
Queen duduk di samping Aditya. Ini pertama kalinya ia duduk dekat dengan seorang laki-laki selain keluarganya.
" Perhatikan ya"
Aditya mulai mempraktekkan cara memainkan piano dengan lagu yang temponya cepat.
Tangan Aditya sangat cepat menekan setiap nada-nada yang ada di piano itu. Tempo lagunya semakin cepat, maka tangan Aditya juga semakin cepat.
" Waw, keren banget"
" Lomba nanti temponya kira-kira akan sama seperti yang tadi. Tapi nanti apakah kamu akan ikut bernyanyi atau cuma jadi pendamping musiknya saja"
" Emang kakak belum tau informasinya "
" Sudah, tapi kakak lupa liat brosurnya "
" Pasti pesertanya banyak"
" Maybe. Apakah kamu takut"
" Takut sih nggak, tapi lebih ke deg-degan"
" Rileks saja, pokoknya sebelum lomba, kita akan latihan piano dulu. Kita lebih asa lagi cara bermain kamu. Nggak apa-apa kan kalau nggak latihan biola dulu"
" Nggak apa-apa kok"
" Permainan biola kamu itu sudah sangat bagus banget"
" Kakak bisa aja mujinya"
" Serius, kalau pemain musik lain mendengar permainan biola kamu, pasti mereka akan langsung merekrut kamu jadi pemain musik mereka "
Queenza tidak pernah bermimpi untuk bermain di panggung musik. Ia hanya ingin bermain biola dan terus mengasah kemampuannya untuk bermain musik.
Waktu kecil dia sangat suka melihat video orang-orang yang beriman biola. Ia ingin bisa bermain biola sebagus mereka. Dan mommy-nya mendukung hobinya itu.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗 🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....