NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Satu Jiwa Jutaan Bayangan: Penaklukan Rahasia Sang Ahli Taktik

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:627
Nilai: 5
Nama Author: Omni Tales

"Di dunia kultivasi, kamu menjadi pecatur, atau berakhir sebagai bidak."

Mati akibat overwork di perusahaan gelap, Lian terlahir kembali sebagai pemetik batu spiritual kelas bawah. Di dunia baru yang dikuasai sekte-sekte pemeras, Lian bersumpah tidak akan pernah lagi diperalat.

Sumpah itu membangkitkan Sistem Sovereign Duplication—kekuatan menciptakan pasukan klon tak terbatas! Uniknya, setiap klon memiliki identitas dan bakat dewa yang berbeda. Lebih gila lagi, Lian mampu menyerap seluruh kekuatan klonnya sekaligus.

Di saat benua bergolak, faksi-faksi raksasa tak menyadari satu hal:

Jenius nomor satu Sekte Api Ilahi...

Komandan perang Kekaisaran Jiulong...

Raja informasi dari Paviliun Bayangan...

Semuanya adalah klon milik Lian!

Tanpa pernah tampil di garis depan, Lian memanipulasi para pahlawan dan menjatuhkan sekte tirani dari kegelapan. Satu jiwa mengendalikan jutaan bayangan—menaklukkan benua dari balik layar!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Omni Tales, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeratan Politik Sang Putri Ambisius

Di dalam balai pertemuan Paviliun Anggrek Kekaisaran Jiulong, aroma dupa kayu cendana terhirup samar di udara. Suasana sunyi merayap di antara tirai sutra emas yang melambai ditiup angin malam.

Putri Feng Qingxue duduk anggun di atas kursi ukir naga, menyesap teh hijau dengan ketenangan yang dibuat-buat. Di hadapannya, Klon #03 "Baihu" berdiri santai seraya menyunggingkan senyum bermuka dua.

'Gadis ini berpikir dia memegang seluruh kendali papan catur,' batin Lian melalui Sinkronisasi Jiwa dengan Baihu.

Kekaisaran Jiulong baru saja mengalami kerugian besar akibat kekacauan di situs purba beberapa hari lalu. Banyak prajurit elit tewas, sementara rumor keberadaan warisan Kuno Ye Chen kian liar merusak stabilitas internal istana.

"Kau terlambat sepuluh menit, Master Baihu," ujar Putri Feng Qingxue, meletakkan cangkir porselennya ke atas meja hingga menimbulkan dentang halus.

"Mohon maaf atas keterlambatan ini, Yang Mulia Putri," balas Baihu seraya membungkuk hormat dengan gestur yang sangat tenang.

"Bisnis darah dan informasi di Paviliun Bayangan tidak pernah tidur, bahkan untuk semenit pun," tambahnya lagi.

"Cukup basa-basinya," pangkas Qingxue dengan mata tajam menatap lurus.

"Aku memanggilmu ke sini bukan untuk mendengar alasan konyol dari seorang pedagang," cetus sang Putri.

Dia menegakkan tubuhnya, memancarkan aura dominasi seorang penguasa kekaisaran yang terbiasa memberi perintah.

"Aku butuh posisi pasti Ye Chen detik ini," tegas Qingxue.

"Selain itu, aku ingin tahu apa rencana Sekte Api Ilahi setelah si jenius Zhuque itu mengacaukan situs purba," tambahnya tanpa jeda.

Baihu melangkah pelan mendekati meja, melipat kedua tangannya di balik jubah sutra hitam yang tampak mewah.

"Informasi mengenai Ye Chen sangat mahal, Yang Mulia," sahut Baihu santai.

"Dia adalah Umpan Ber-nyawa yang dikejar oleh setengah faksi di benua ini," lanjutnya.

"Sebutkan harganya! Kekaisaran Jiulong tidak pernah kekurangan batu spiritual untuk membeli apa pun yang kami inginkan!" seru Qingxue dengan nada meninggi.

'Arogansi Sumpah Suci orang-orang istana selalu mudah ditebak,' cibir Lian dalam kalkulasi dinginnya dari balik layar.

Baihu merogoh gulungan batu giok dari balik jubahnya, lalu meletakkannya secara perlahan di atas meja kayu cendana.

"Di dalam gulungan ini, terdapat rute pelarian Ye Chen menuju perbatasan timur," kata Baihu.

"Lengkap dengan daftar pergerakan pasukan Sekte Api Ilahi yang dikomandani Zhuque," imbuhnya.

Mata Qingxue berbinar cepat saat mendengar nama musuh politisnya disebut. Dia segera meraih gulungan giok tersebut sebelum Baihu sempat menahannya.

"Apakah informasi ini bisa dijamin keabsahannya?" tanya Qingxue, menyipitkan matanya penuh kecurigaan.

"Paviliun Bayangan tidak pernah menjual sampah, Yang Mulia," balas Baihu penuh percaya diri.

"Jika data ini meleset satu langkah saja, Anda bisa membakar seluruh cabang toko kami di ibu kota," tegasmya.

Qingxue tersenyum puas, merasa bahwa kecerdasan politisnya berhasil menekan sang pengusaha informasi. Dia sama sekali tidak tahu bahwa seluruh isi giok itu adalah propaganda palsu yang dirancang Lian untuk merajut muslihat di internal kerajaan.

"Bagus. Berapa biaya yang harus kubayar untuk informasi berharga ini?" tanya Qingxue seraya mengusap permukaan giok tersebut.

Baihu tidak meminta batu spiritual murni kali ini. Dia menyodorkan selembar kertas perkamen kosong yang telah dibubuhi watermark resmi kekaisaran.

"Satu izin akses khusus ke rute perdagangan batu spiritual di wilayah tambang barat," ujar Baihu datar.

"Hanya itu," tambahnya singkat.

Qingxue mengerutkan keningnya, berpikir keras mengenai risiko menyerahkan izin rute strategis tersebut.

'Hanya izin perdagangan? Dia tidak meminta jutaan batu spiritual murni?' batin Qingxue heran.

"I-itu adalah rute vital militer kekaisaran... kau tidak sedang mencoba memeras kerajaan, kan?" bisik Qingxue dengan nada menuduh.

"Tentu saja tidak, Yang Mulia," potong Baihu cepat.

"Itu hanyalah imbalan kecil atas kerahasiaan data yang sanggup meruntuhkan reputasi Sekte Api Ilahi di mata publik," sambungnya.

"Pikirkan dampaknya jika para tetua Sekte Api Ilahi tahu bahwa Anda mendapatkan pergerakan rahasia mereka lebih dulu," tambah Baihu memprovokasi.

Qingxue mengepalkan tangannya di bawah meja. Keinginan untuk mengonsolidasi kekuasaan istana dan menundukkan faksi musuh mengalahkan rasionalitasnya.

"Baiklah! Aku setuju dengan kesepakatan ini!" seru Qingxue tegas.

Dia mengambil pena bulu, lalu membubuhkan tanda tangan serta cap stempel resmi kekaisaran di atas kertas izin tersebut tanpa ragu sedikit pun.

"Silakan, Master Baihu. Sekarang gulungan giok itu resmi milik kekaisaran," ucap Qingxue dengan senyum kemenangan di bibirnya.

Baihu menerima kertas izin tersebut dengan gerakan halus, meraba segel basah yang masih hangat dengan ujung jarinya.

"Transaksi yang sangat menyenangkan, Yang Mulia," puji Baihu seraya membungkuk hormat.

"Senang bekerja sama dengan pemimpin secerdas Anda," sambungnya.

"Pergilah sebelum para pengawal kekaisaran curiga dengan keberadaanmu di balai ini," perintah Qingxue sambil mengibaskan tangannya, mengusir Baihu secara halus.

"Sesuai perintah Anda, Yang Mulia," jawab Baihu.

Dia berbalik dan melangkah pergi menyusuri koridor remang-remang istana. Setiap langkah kakinya bergema secara berirama di tengah kesunyian malam.

Di dalam bayangan ruang tersembunyi jauh di luar ibu kota, Lian membuka matanya perlahan. Penglihatan dari Klon #03 memancar sempurna di dalam kesadarannya melalui Sinkronisasi Jiwa.

'Gadis naif. Dia pikir dia baru saja membeli kemenangan politik,' batin Lian seraya menyunggingkan senyum sinis.

Melalui Omni-Adaptation, Lian langsung memetakan seluruh jaringan tambang barat yang tertera dalam dokumen izin milik kekaisaran tersebut.

Informasi palsu mengenai Ye Chen yang dijual Baihu akan memancing pasukan keamanan kekaisaran keluar dari ibu kota, membuat pertahanan internal Jiulong rapuh dalam waktu singkat. Sementara itu, izin akses tambang barat akan dimanfaatkan Klon #02 "Canglong" untuk menguasai rute logistik batu spiritual kekaisaran dari dalam.

"Merajut muslihat tidak pernah sesederhana ini," gumam Lian pelan di tengah kegelapan markasnya.

Di dalam Paviliun Anggrek, Putri Feng Qingxue masih menggenggam gulungan giok itu dengan perasaan bangga.

"D-dengan data ini... aku bisa menghancurkan pengaruh Sekte Api Ilahi sekaligus menangkap Ye Chen!!!" seru Qingxue sendirian.

Suaranya bergetar penuh ambisi di dalam ruangan yang sepi.

"Putri! Ada laporan darurat dari perbatasan barat!" berteriak seorang pengawal yang mendadak menerobos masuk dan berlutut di luar pintu balai.

Qingxue tersentak dari lamunannya akibat interupsi mendadak itu.

"A-apa yang terjadi?! Katakan dengan jelas!" bentak Qingxue.

"Pasukan Komandan Canglong baru saja mengambil alih seluruh pos pemeriksaan tambang barat!" seru pengawal itu dengan napas terengah-engah.

"Dia bergerak atas perintah dokumen berstempel resmi yang baru saja Anda terbitkan!" lanjut sang pengawal.

Tangan Qingxue membeku di udara. Gulungan giok yang dipegangnya mendadak terasa sangat dingin.

"A-apa yang kau katakan...?" bisik Qingxue dengan suara bergetar.

"Canglong... mengambil alih seluruh pos tambang kekaisaran?!" tanyanya lagi, wajahnya mendadak pucat pasi.

"Benar, Yang Mulia! Seluruh pengawal lama diusir dan digantikan oleh pasukan pribadi Komandan Canglong!" jawab pengawal tersebut.

Qingxue melihat ke arah salinan kertas izin yang baru saja ditandatanganinya. Dia baru menyadari bahwa kalimat hukum yang tertera di dokumen itu bukan sekadar izin rute dagang, melainkan penyerahan hak kendali militer wilayah barat.

"Tidaaak... ini tidak mungkin..." rintih Qingxue.

"A-AKU DITIPU!!!" teriak Qingxue penuh amarah.

Dia memukul meja porselen di hadapannya hingga retak seribu dan pecah berkeping-keping.

Arogansi sang Putri hancur berantakan saat ia menyadari bahwa seluruh daftar aset rahasia kerajaan wilayah barat telah diserahkan secara cuma-cuma kepada Paviliun Bayangan.

"Cari Master Baihu sekarang juga! Tangkap dia hidup-hidup!!!" perintah Qingxue histeris.

"M-maaf, Yang Mulia... Master Baihu telah menghilang tanpa jejak begitu keluar dari gerbang istana!" balas pengawal itu gemetar.

Qingxue terduduk lemas di atas kursinya, matanya menatap kosong ke arah pecahan porselen di lantai.

Jauh di dalam kegelapan markasnya, Lian menarik benang bayangan baru pada catur dimensinya. Eksekusi nir-bercak baru saja dimulai, dan Kekaisaran Jiulong kini resmi berada di dalam cengkeramannya tanpa perlu menumpahkan setetes darah pun dari tubuh aslinya.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!