NovelToon NovelToon
Belle Dan Cinta Pertamanya

Belle Dan Cinta Pertamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Lebih

Waktu tahu, Dokter Belle Ursula Allo di tugaskan di Mulia. Membaca profil biodatanya, sebagai komandan Hugo kenal siapa orang yang akan datang. Dia berpikir bahwa semesta telah mempertemukan mereka lagi. Dia tidak perlu berlibur ke tempat Belle untuk melihat dia secara diam - diam. Belle akan ada disamping dia. Namun yang dia pikirkan kenapa harus di tempat konflik, tempat berbahaya. Itu yang menjadi pikiran Hugo semalam, sebelum pagi hari pergi menjemput tim medis nusantara.

Hugo memberikan kamarnya sebagai komandan untuk di tempati oleh Belle karena di kamar itu ada kamar mandi di dalam. Dia tidak mau Belle bergabung dengan tentara - tentara lainnya menggunakan kamar mandi.

Pukul dua belas siang, Hugo mendengar pintu kamar sebelahnya di ketuk. Mau ingin melihat, namun dia menahan keingintahuannya. Namun Hugo tetap berusaha mendengar siapa yang datang. Hugo senang, karena terdengar Belle langsung keluar dan mereka duduk di ruang tamu. Dokter Joe datang ke tempat Belle karena membahas tentang makan mereka.

"Dokter waktu kita ditugaskan arahannya bagaimana??"

"Katanya makan kita akan di gabungkan dengan satgas disini."

"Kalau begitu dokter tanyakan saja kepada komandan."

"Kamu saja Bel, kan pak Komandan serumah dengan kamu???"

"Maksud dokter??? Saya tinggal di rumah komandan???"

"Iya."

Berarti benar di kamar sebelah, itu kamar komandan. Atau kamar yang digunakan kamarnya Hugo dan dia menggunakan kamar sebelah. Di markas ini, yang rencananya mau menjadi markas besar korem ini, sudah ada bangunan layak yang di siapkan. Jadi ada sekitar tiga kopel rumah dua asrama. Serta dua bangunan kantor satu digunakan untuk rumah sakit atau poliklinik dan satu lagi untuk kantor administrasi mereka. Jika kebanyakan anggota mereka akan tinggal di tenda tentara. Satu lagi dapur umum.

Tidak lama pembicaraan mereka, Hugo keluar dari kamarnya. Dia mau ke pusat pertokoan untuk belanja. Kesempatan dokter Joe untuk bertanya. Dan Hugo menjelaskan semuanya.

"Jadi saya harap tim medis nusantara bisa terbiasa dengan masakan tentara."

"Siap komandan. Pasti anggota tim saya bisa. Iya kan dokter Belle."

"Iya dokter." Hugo tersenyum melihat Belle.

"Saya mau keluar ke pertokoan, mungkin diantara dokter ada yang ikut atau ada keperluan."

"Iya komandan saya mau ikut. Dokter Belle??"

"Saya nitip bisa. Saya nitip beli...."

"Kalau begitu saya siap - siap komandan." Hugo mengisyaratkan dengan menganggukan kepalanya. Dokter Joe sudah ke rumah mereka yang tepat berada di sebelah rumah ini. Hugo masih memperhatikan Belle.

"Mau Beli apa??"

"Pembalut wanita. Saya pikir tadi di Jayapura mama bawa, ternyata tertinggal di rumah."

"Kamu ikut saja."

"Tidak bisa." Belle langsung ke kamar mengambil uang. Untuk diberikan. Namun Hugo sudah berangkat dengan mobil bersama dokter Joe. Waktu dulu pacaran dengan Belle, dia perna temani dia belanja di supermarket dan dia masih ingat merek dari pembalut yang Belle gunakan.

Di kamar Belle berpikir bagaimana Hugo bisa beli pembalut, sedangkan mereknya saja tidak hugo tahu. Tetapi Belle pasrah merek apa saja akan dia gunakan ini didaerah konflik jangan berharap lebih.

Sementara di mobil itu Hugo bersama dokter Joe menuju ke pusat pertokoan. Dokter Joe sedikit curiga dengan perlakuan komandan Hugo kepada dokter Belle.

"Dokter kenal dokter Belle dimana??"

"Dokter Belle itu adik tingkat saya di universitas gajah mada. Saya sudah koas tahun terakhir dia baru masuk kuliah. Jadi sedikit kenal. Karena dia mahasiswa berprestasi. Tiga tahun setengah sudah sarjana kedokteran. Jadi dokter saya kerja di Jakarta dan ambil spesialis du universitas Indonesia. Kami ketemu di program tenaga medis nusantara ini. Baru akrab setelah pelatihan dan satu kelompok pula."

"Ooooo....."

"Sepertinya komandan kenal dengan dokter Belle??"

"Saya dinas pertama di Jayapura selesai sekolah akademi militer."

"Berarti kemungkinan kita seumuran komandan."

"Saya dia puluh tujuh tahun, tahun ini."

"Sama komandan saya juga. Berarti memang kita seumuran. Hanya beda nasib. Dokter dan Tentara." Hugo tersenyum.

Tidak terasa mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan. Disini, Joe sadar bahwa banyak pendatang juga disini. Dan dia juga baru sadar bahwa setiap seratus meter ada di bangun pos keamanan. Mau tentara maupun polisi.

Komandan Hugo dan Dokter Joe masuk disebuah toko. Dan mereka mulai berbelanja, Hugo membeli sepuluh karton air mineral dan juga beberapa cemilan serta pembalut buat Belle, kebetulan di toko ini ada di jual pembalut seperti yang Belle gunakan.

"Komandan kok beli ini??"

"Ada yang titip."

Banyak orang di Mulia ini kenal dengan Komandan Hugo mau orang pribumi maupun pendatang. Disebabkan karena Letkol Harrell Hugo Tandean ini sangat ramah dan murah senyum buat siapa saja.

Semua belanjaan Hugo sudah dia bayar, begitu juga belanjaan dokter Joe dibayar oleh dokter sendiri. Dokter Joe Timotius baru sadar bahwa harga barang disini sangat mahal. Waktu Joe membayar terlihat raut wajah kagetnya mendengar harga barang.

"Bapak baru ya disini??"

"Iya saya baru."

"Ini dokter yang baru ditugaskan di sini. Dia ini dokter spesialis bedah. Dan dokter Joe ini bertugas di klinik nusantara."

Semua barang belanjaan Hugo maupun Joe sudah di angkat ke dalam mobil. Di luar toko kembali lagi dokter Joe di kagetkan dengan mama - mama orang asli di sini yang memberikan sayur dan umbi - umbian buat komandan Hugo dan anehnya mereka tidak mau di bayar. Namun komandan Hugo membeli beras, mie instan dan ayam buat mereka bawa pulang.

"Anak tentara ini, tadi itu mama mau beri buat anak."

"Terima kasih mama. Karena Hugo ada berkat, Hugo juga mau bagikan dengan mama."

Terdengar Hugo sedang menanyakan keadaan keluarga mama itu. Dan terlihat mereka sangat akrab. Selesai melihat tumpangan yang membawa mama itu pergi, kami baru mau kembali ke markas besar.

Sementara di rumah kopel yang Belle tempatin. Dia sudah mengeluarkan dan mengatur dapur yang memang sangat bersih. Pemanas airnya dikeluarkan. Belle baru sadar bahwa di dapur itu juga ada kompor gas dan alat - alat dapur lengkap juga ada magic com dan kulkas. Setelah membersihkan dapur, Belle melihat di lapangan ada tiga rekan medis dan tentara yang bermain bola voli. Dia pun berinisiatif untuk bergabung olah raga.

Pada saat bermain, anggota tentara kaget dengan permainan Belle. Sekali dia mendapat umpan yang bagus. Dan dia akan menghasilkan smes yang bagus dan berbuah nilai bagi mereka. Hugo yang sudah sampai di markas tertawa, melihat Belle smes yang keras kepada mereka.

"Masa kalah sama seorang dokter perempuan."

"Komandan seperti dokter Belle itu atlit voli."

"Emang dia bilang begitu."

"Ngak sih komandan."

Hugo tahu betul bahwa Belle ini memang suka dan pintar olah raga ini. Karena kepintarannya bermain voli membuat Hugo saat itu jatuh cinta kepadanya.

Hugo sudah memberi titipan Belle kepadanya. Dan Bella kaget karena Hugo tahu merek pembalut yang dia gunakan.

"Komandan berapa uangnya. Saya mau ganti."

"Saya tidak terima uang kamu."

Hugo langsung masuk ke kamarnya. Dia mau bersiap - siap mandi dan persiapan makan. Sementara Belle melihat tentara sedang memasukan sepuluh karton air mineral ke rumah yang dia tempati. Dan ada yang mengatur di kulkas. Juga sepuluh pak minuman buavita. Dan beberapa buah.

"Komandan kalian minumnya banyak ya??"

"Ini bukan buat komandan. Ini dibeli khusus buat ibu dokter."

"Buat aku??"

"Iya, komandan itu minum dan makan bergabung dengan kami. Tidak perna dibedakan."

Apa yang dikatakan oleh anggotanya Hugo membuat Belle kebingungan. Namun dia berpikir positif bahwa dia tamu yang harus dilayani dengan baik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!