Berdua, saudara kandung!!!
Indah, gadis mandiri dengan disiplin yang tinggi membuatnya lebih sering sendiri, dingin dan tak banyak bicara. Pecinta warna biru. Wanita terlalu cengeng dan lebih banyak menggunakan perasaan daripada logika dalam memutuskan dan berbuat sesuatu. Untuk itu dia lebih suka bermain dengan laki - laki daripada teman perempuannya, kecuali cewek yang sepemikiran dengannya.
Ibnu, Pria tampan yang tak mau menyakiti perasaan wanita karena tak ingin adik perempuannya tersakiti.
Indah dan Ibnu terpisah sejak Indah dilahirkan ke dunia.
Konflik batin terjadi saat Indah mengetahui tentang jati dirinya dan berakhir saat ia sadar bahwa dirinya membutuhkan saudara laki - laki dan Indah memilikinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Norma Indah Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah rumah (1)
Di taman, Indah lupa dengan kejadian yang menyatakan dirinya anak pungut. Om Syah mengajaknya bermain, membelikannya es krim dan apapun yang Indah inginkan.
Puas bermain di Taman kota, Indah mengajak Om Syah pulang.
"Assalamualaikum!" Indah dan Om Syah mengucap salam secara bersamaan.
"Wa'alaikum Salam!" Ibu menjawab salam mereka.
"Eh, dari mana anak ibu?"
"Saya mengajaknya bermain ke Taman Kota!"
Om Syah menjawab pertanyaan ibu.
"Oh, Iya. Terima kasih sudah mengajaknya bermain dan menjaganya. Kalau tidak ada adik Syah, pasti Indah akan bermain sendiri di rumah." Sahut Ibu.
"Sama - sama, Sudah menjadi kewajiban saya untuk turut menjaga Indah. Karena sudah siang, Saya mau pamit pulang. Assalamualaikum." Om Syah pamit pada ibu dan Indah
"Wa'alaikum Salam." Jawab Indah dan Ibu.
Setelah kepulangan Om Syah, Indah diajak ke rumah nenek, orang tua dari ibunya. Ayah dan Ibu berencana merehap rumah nenek dan akan ditempati oleh keluarga kecil pak Yusuf.
Di sana mereka bertemu dengan Pak Surya, kepala tukang yang akan merehab rumah nenek. Pak Surya adalah teman bermain Ayah sejak kecil hingga dewasa, mereka tetap akrab karena jarak rumah mereka tidak terlalu jauh.
Ayah dan Pak Surya menyepakati bentuk dan bahan bangunan yang dibutuhkan.
"Jika materialnya sudah siap, aku akan menghubungimu lagi!" Ucap Ayah kepada Pak Surya.
"Baiklah, terima kasih sudah mempercayakannya padaku! Aku pamit pulang!" Pak Surya pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki karena jarak rumah nenek dengan rumah pak Surya hanya beberapa meter.
Semua material yang dibutuhkan sudah siap, ada beberapa yang dipercayakan ayah kepada Pak Surya untuk mencari dan membelinya.
Pak Surya orang yang jujur dalam bekerja. Beliau membawa dua orang anak buahnya untuk mengerjakan rumah nenek. Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.
Desain rumah juga tidak terlalu mewah dan ayah juga mempercayakan kepada pak Surya.
Pekerjaan Pak Surya telah selesai. Beberapa hari kemudian rumah tersebut ditempati oleh keluarga Pak Yusuf. Rumah sebelumnya adalah rumah saudara sepupu Pak Yusuf yang dikontrakkan. Namun Ibu Sri mempunyai hak untuk menempati rumah orang tuanya atas kesepakatan nenek serta saudara - saudaranya.
Untuk itu Ayah berinisiatif untuk me rehab nya.
Meskipun pindah rumah ke kelurahan lain, namun Indah tidak merasa canggung dengan lingkungan sekitar karena Indah sering diajak Ayah dan Ibu berkunjung ke rumah nenek. Di tempat nenek dia pun mengenal teman - teman sebayanya yang sebagian masih ada hubungan keluarga dengan ibu.
Dengan mudah, Indah beradaptasi. Terdapat sebuah Sekolah Dasar di dekat rumah Pak Surya yang pastinya tidak jauh dari rumah Indah sekarang.
Di hari Minggu keluarga besar ibu datang ke rumah untuk mengunjungi keluarga Pak Yusuf sekaligus mengadakan acara selamatan atas perbaikan rumah nenek.
Ditengah canda tawa keluarga, Indah merajuk pada Ayah. "Ayah... Aku mau pindah sekolah!"
"Pindah kemana?" Tanya Ayah.
"Pindah ke sekolah D-2 dekat rumah pak Surya!" Jawabnya.
"Jangan, Indah! Tetaplah di Sekolah R-1, karena sekolah R-1 lebih bagus daripada sekolah D-2" Tanpa meminta persetujuan Ayah, Pakde menolak keinginan Indah.
"Andai saja Pakde tidak menolak keinginanku pindah sekolah, pasti Ayah sudah mengijinkan." Gumamnya.
Indah berpikir keras mencari cara agar bisa pindah ke sekolah dekat rumah baru. "Yes, aku punya ide! Aku akan bicara pada Ayah setelah semua orang pulang!" Indah tersenyum sendiri dengan idenya.
🌼🌼🌼
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like n komentar ya readerku yang setia, baik hati, dan tidak sombong!!!
Terima kasih!!!