NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:81.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeslyn dan Novel Sialan!

"Sialan! Sialan! Sialan! Penulis macam apa sih yang bikin alur cerita kayak gini?! Otaknya ditaruh di mana, hah?"

Jeslyn atau yang biasa disapa Jeje oleh teman-temannya melempar novel tebal di tangannya ke atas kasur dengan kasar. Napasnya memburu, dadanya naik turun menahan emosi yang meluap-luap. Ia masih duduk bersila di atas lantai kamar kosannya yang berantakan, dikelilingi oleh bungkusan keripik singkong pedas yang hampir habis.

"Lucian itu baru tujuh belas tahun! Tujuh belas tahun, woi! Bisa-bisanya dia mati ditusuk sama sahabatnya sendiri cuma gara-gara cewek?!" Jeje berteriak pada ruangan kosong, matanya yang tadi sempat merah karena marah kini mulai berkaca-kaca.

Ia mengambil lagi bungkusan keripik singkong, memasukkan segenggam besar keripik ke dalam mulutnya dengan brutal. Mengunyahnya dengan kasar seolah sedang mengunyah si penulis novel yang menyebalkan itu.

"Mmmph, hhmm! Nggak masuk akal banget," gumam Jeje dengan mulut penuh keripik. Ia menelan paksa kunyahannya, lalu lanjut mengomel lagi.

"Keluarganya Lucian itu... astaga, benar-benar nggak punya hati. Bapaknya sibuk kerja, ibunya sibuk pacaran sama berondong. Hah, selingkuh di depan mata kepala sendiri dan si Bapak cuma diam? Itu rumah tangga apa tempat pembuangan sampah sih?!"

Jeje menyeka ujung matanya yang basah. Ia benar-benar tidak habis pikir. Sebagai wanita berusia 25 tahun yang hidup mandiri, ia paling benci melihat ketidakadilan, apalagi jika menyangkut anak muda yang seharusnya mendapatkan kasih sayang.

"Lucian itu cuma butuh dipeluk, bego! Dia dingin karena dia nggak pernah diajarin cara buat hangat sama orangtuanya. Dia kesepian, dia butuh perhatian, tapi dia malah mati di gang sempit, sendirian, ditusuk orang yang dia percaya."

Jeje mengambil napas panjang, tapi isak tangisnya malah pecah. Air matanya jatuh lebih deras sekarang. Ia kembali meraih keripik singkong, tangannya gemetar. Tanpa sadar, ia mengambil porsi yang terlalu besar.

"Kenapa harus sad ending sih? Kenapa Lucian harus jadi kerangka dulu baru ditemuin sama polisi? Itu sadis banget! Penulisnya pasti psikopat!" Jeje terus mengoceh sembari menyumpal mulutnya dengan keripik. Saking emosinya, ia tidak menyadari bahwa ia tidak benar-benar mengunyah dengan sempurna.

Kruk.

Tenggorokannya terasa tersumbat. Potongan keripik singkong yang tajam dan besar itu seolah tersangkut tepat di jalan napasnya.

"Uhuk!"

Jeje terbatuk kecil, mencoba menelan sisanya. Tapi bukannya turun ke kerongkongan, keripik itu justru terasa semakin menghalangi.

"Eh... uhuk! Aduh..."

Jeje mulai panik. Ia mencoba mengambil napas, tapi yang terasa justru sesak yang menusuk dada. Ia memukuli dadanya sendiri dengan kepalan tangan, berharap sumbatan itu meluncur turun.

"Minum... mana minum..."

Matanya menyapu sekeliling, mencari botol air mineral yang tergeletak di dekat meja belajar. Tangannya terulur, meraih botol itu dengan gerakan limbung. Namun, saat ia mencoba meneguknya, tenggorokannya sudah benar-benar tertutup rapat. Air itu justru membasahi dagu dan baju kaosnya.

"Uhuk! Nggh... nggak bisa..."

Suara batuknya kini tertahan. Wajah Jeje mulai memerah, lalu perlahan berubah menjadi pucat pasi. Ia mencoba berdiri, tapi kakinya lemas tak bertenaga. Ia jatuh terduduk kembali, punggungnya menabrak pinggiran kasur.

"Tolong..." bisiknya lirih, meski suaranya hampir tak terdengar karena saluran napasnya terhambat total.

Dunia di depan matanya mulai berputar. Pemandangan kamar kos yang sempit, tumpukan buku, bungkus keripik yang berserakan, dan novel sialan yang masih terbuka, semuanya tampak buram dan gelap.

"Oksigen, aku butuh oksigen." guman Jeje

Jeje mencengkeram lehernya sendiri, berusaha mengeluarkan apa pun yang menyumbat di sana. Namun, tenaganya semakin menipis. Pikirannya yang tadi penuh dengan amarah pada kisah hidup Lucian, kini perlahan memudar, digantikan dengan rasa takut akan kegelapan yang mulai merayap di pinggiran pandangannya.

"Lucian..." gumamnya lagi, sebuah nama yang entah kenapa menjadi hal terakhir yang terpikirkan olehnya.

"Kasihan... banget..."

Ia tidak tahu apakah ia sedang menangis atau hanya sekadar mengeluarkan sisa napas terakhir. Tangan yang tadi memukuli dada kini perlahan jatuh lemas ke samping tubuhnya. Bungkusan keripik yang ia pegang tumpah, menabur serpihan gurih di lantai kayu yang dingin.

Pandangannya yang tadi tertuju pada langit-langit kamar kini tidak lagi fokus. Kelopak matanya terasa sangat berat, seperti ditarik oleh beban yang luar biasa.

"Maafin... gue..." entah ditujukan untuk siapa kata itu, mungkin untuk dirinya sendiri yang ceroboh, atau mungkin untuk Lucian yang nasibnya lebih tragis dari dirinya.

Kepala Jeje terkulai ke samping. Napas yang tadi tersengal, kini benar-benar berhenti. Tidak ada lagi suara umpatan, tidak ada lagi isak tangis yang terdengar di ruangan itu. Kamar kos itu kembali hening, meninggalkan Jeslyn yang tergeletak tak berdaya di lantai, tepat di samping novel yang membawanya pada emosi mendalam sesaat sebelum kesadarannya benar-benar direnggut oleh kegelapan.

Apa yang Jeslyn rasakan saat dia sedang tersedak tadi benar-benar membawanya ke titik di mana dia tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain membiarkan tubuhnya menyerah pada keadaan.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
partini
penasaran kencan berhasil apa ga yah
cleo_aay
asiiikk dah , baru mulai uda bagus aja
It's me Ri🥕: Semoga suka yaa😍
total 1 replies
partini
ngapain di bujuk di udah gede tau mana yg ok ataupun sebaliknya
oril
🤣🤣🤣🤣🤣
oril
mk nya jgn main main tiran kejam
oril
ingat jgn sm sekali lengah karna musuh kalian sdg menunggu
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 91 sampai bab 96
It's me Ri🥕
Lucky
awesome moment
smg daniel mmg sahabat yg tulus
CaH KangKung,
ikh....serem...tp,aq suka....lanjut Keith
Dewiendahsetiowati
akhirnya si cerewet bangun juga
Fajar Fathur rizky
aturan bikin lebih kejam thor
It's me Ri🥕: Ntar kena pelanggaran dan ga diloloskan kak🙏
total 1 replies
awesome moment
lucu
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 51 sampai bab 55
It's me Ri🥕: Ini udah update yaa... Tunggu beberapa menit lagi supaya bisa dibaca🙏
total 1 replies
bernike christiani
Luar biasa
CaH KangKung,
kebusukan Hera kpn terungkap..ikh..
It's me Ri🥕: Sabar yaaa🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin bab hot dan romantis di bab selanjutnya Thor
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 33 sampai bab 37
Potatoes 🥔
Bagus Banget,/Kiss/
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bongkar kebusukan hera
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!