Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.
Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Megah dan Penyamaran Baru
Kapal terbang raksasa milik Asosiasi Perdagangan melayang pelan sebelum akhirnya menyentuh landasan batu giok di Pelabuhan Udara Kota Megah. Gema mesin kristal mendingin secara perlahan, menyingkapkan pemandangan sebuah megacity kultivasi raksasa yang membentang luas tanpa batas di bawah langit sore.
Tembok-tembok benteng batu raksasa setinggi puluhan meter melingkupi kota, memancarkan pendaran merah samar dari Formasi Pembatas Kuno yang aktif selama ribuan tahun. Di sepanjang jalan-jalan utama beraspal batu pualam, ribuan kultivator berlalu-lalang dengan pakaian mewah.
Di tempat ini, ahli tingkat Foundation Establishment—yang di kota perbatasan seperti Kota Awan Biru dipuja bagaikan penguasa puncak—hanya terlihat bagaikan kultivator biasa yang lalu-lalang memenuhi sudut pasar.
Zhao Gou melangkah turun dari geladak kapal, jubah hitamnya melambai pelan tertiup angin malam.
Namun, saat kakinya baru saja menginjak pelataran gerbang masuk pelabuhan udara, matanya yang tajam menyempit kaku.
Di atas pilar-pilar batu gerbang utama, tergantung belasan lembar kertas perkamen berstempel segel darah Faksi Utama Klan Zhao. Di atas perkamen tersebut, terukir dua lukisan sketsa wajah secara presisi: lukisan pemuda bertopeng kain hitam bernama Xiao Long, dan lukisan paras asli Zhao Gou.
Di bawah sketsa tersebut, terukir kalimat tegas sarat akan hawa membunuh: "Sayembara Darah: Tangkap Hidup atau Mati Pemuda Bertopeng Xiao Long / Zhao Gou! Hadiah: LIMA JUTA BATU SPIRIT TINGKAT TINGGI!"
Puluhan pengawal berzirah besi hitam milik Faksi Utama Klan Zhao berdiri meneliti setiap penumpang kapal yang melintas, memegang instrumen kristal pendeteksi aura.
Zhao Gou menghentikan langkahnya di balik pilar batu.
"Faksi Utama telah menyebarkan jaringan perburuan di seluruh gerbang kota..." bisik Zhao Gou pelan di balik topengnya.
Ia menyadari satu hal: topeng kain hitam dan jubah murid intinya kini telah menjadi lambang kematian yang dicari oleh ribuan pemburu hadiah di Kota Megah. Melangkah masuk menggunakan identitas Xiao Long atau wajah aslinya secara terang-terangan hanya akan memancing perang terbuka melukiskan seluruh isi kota sebelum ia sempat menyentuh Aula Leluhur Kuno.
Zhao Gou melangkah masuk ke dalam sebuah gang sempit yang sepi di antara bangunan pelabuhan.
Ia merogoh jemarinya, melepas topeng kain hitam yang selama ini menutupi wajahnya, lalu memasukkannya ke dalam bagian ter dalam kantong spasialnya.
***
Zhao Gou memusatkan pikirannya. Siklus kedua Kitab Pembakar Jiwa Naga berputar perlahan di dalam Dantian-nya. Energi Qi Naga Kuno mengalir lembut menelusuri pembuluh darah, melapisi seluruh struktur Tulang Naga Kuno di dalam tubuhnya.
Dalam sekejap mata, pendaran aura Foundation Establishment Puncak yang dominan dan sakral milik Zhao Gou menyurut total, terperangkap rapat di dalam rongga tulangnya. Yang tersisa di permukaan kulitnya hanyalah pendaran Qi tipis dan stabil dari seorang kultivator pengembara di tingkat Foundation Establishment Tahap Awal biasa.
Bahkan riak mata berwarna ungu keemasannya perlahan meredup, berganti menjadi warna hitam legam yang tampak amat sangat biasa.
Zhao Gou mengeluarkan sebuah jubah kelabu usang dari kantongnya, mengikat rambut panjangnya secara acak, dan menggantungkan sebuah pedang besi tanpa sarung di pinggangnya.
Dalam hitungan detik, sosok pemuda bertopeng yang membantai pakar Core Formation di Sekte Awan Langit sirna total, berganti menjadi sosok kultivator pengembara miskin yang tak menarik perhatian sama sekali.
"Mulai hari ini... namaku adalah Mo Chen," bisik Zhao Gou pelan.
Dengan penyamaran barunya, Zhao Gou melangkah keluar dari gang gelap, berjalan santai bergabung dengan barisan kultivator yang hendak memasuki pasar bahan langka Kota Megah. Para pengawal Faksi Utama yang memegang instrumen kristal pendeteksi aura sama sekali tidak meliriknya, membiarkan Zhao Gou melangkah melewatinya tanpa sedikit pun rasa curiga.
Pasar Bahan Langka Kota Megah memancarkan keriuhan yang amat luar biasa. Ribuan kios kayu dan toko batu menjajakan berbagai macam Rumput Obat, Inti Monster, hingga pecahan senjata kuno dari berbagai benua.
Zhao Gou berjalan menyusuri lorong-lorong pasar, menyerap setiap informasi dan peta kekuatan kota dari bisik-bisik para pedagang.
Namun, saat ia berbelok di sebuah lorong pasar yang agak sepi, suara gertakan keras bercampur dentangan meja hancur memotong ketenangan sore.
BRAKKK
"Orang tua bangsat! Beraninya kau menjual Rumput Api Ilahi ini ke toko lain tanpa izin Faksi Utama?!"
Seorang pria paruh baya bertubuh gempal dengan zirah merah berhiaskan lambang pedang Faksi Utama sedang menendang sebuah lapak kayu hingga hancur. Di tanah, seorang kakek tua berambut putih tersungkur sambil memegangi dadanya yang memar, memuntahkan sedikit darah segar.
Di sekitar lapak tersebut, puluhan pedagang kecil menundukkan kepala mereka dalam ketakutan, tidak ada satu pun yang berani melangkah membantu.
"Kapten Liu... mohon ampuni hamba..." ratap kakek tua itu dengan suara gemetaran. "Cucu hamba sedang sakit parah dan membutuhkan batu spirit untuk membeli pil obat... Faksi Utama menawar rumput obat ini dengan harga satu persen dari harga pasar! Hamba tidak punya pilihan lain!"
Kapten Liu—pengawal tingkat Foundation Establishment Tahap Pertengahan milik Faksi Utama—menyeringai kejam. Ia menarik pedang besar di pinggangnya, mengarahkannya tepat ke leher kakek tua tersebut.
"Aturan di Kota Megah sangat sederhana, Orang Tua!" bentak Kapten Liu dengan mata memerah buas. "Seluruh bahan obat langka di pasar ini adalah milik Faksi Utama Klan Zhao! Kau berani melanggar aturan, maka nyawamu dan nyawa cucumu adalah bayarannya!"
Kapten Liu mengangkat pedang besarnya ke udara, siap memenggal leher kakek tua yang tak berdaya itu di hadapan publik!
Para pedagang menutupi mata mereka, tak sanggup melihat pembantaian sewenang-wenang tersebut.
Namun, sebelum bilah pedang besi itu sempat meluncur turun satu jengkal pun...
Ssssh...
Sebuah hembusan angin tipis yang amat sangat halus melintas melewati kerumunan.
Zhao Gou (Mo Chen) melangkah santai sepuluh langkah di belakang Kapten Liu. Jari telunjuk tangan kanannya mengetuk pelan gagang pedang besi usang di pinggangnya.
CLES
Satu sentilan energi Qi Naga Kuno yang tak kasat mata melesat menembus udara, menghantam tepat ke simpul saraf meridian di belakang lutut Kapten Liu dengan presisi yang amat luar biasa!
"Arghhh!"
Kapten Liu mendadak menjerit histeris! Lutut kanannya terlipat secara tidak wajar diiringi suara retakan tulang yang amat keras (KREK!). Keseimbangannya hancur seketika, membuat tubuh gempalnya terhempas brutal menghantam lantai batu pasar hingga hidungnya berdarah!
Pedang besinya terlepas dan tancap menghantam batu pualam.
"Siapa... SIAPA YANG BERANI MENYERANGKU?!" raung Kapten Liu sambil memegangi kakinya yang lumpuh, matanya menyapu sekeliling dengan penuh amarah gila.
Namun, tidak ada satu pun orang yang bergerak. Seluruh pedagang dan pembeli di pasar tampak kebingungan, tak ada yang melihat darimana serangan ghaib itu berasal.
Zhao Gou melangkah tenang menembus kerumunan, berjalan melewati Kapten Liu yang mengerang kesakitan di tanah seolah-olah tidak terjadi apa pun. Saat kakinya melintas di samping kakek tua yang tersungkur, Zhao Gou mengibaskan lengannya secara halus.
Sebuah kantong kain kecil berisi sepuluh batu spirit tingkat menengah secara ajaib meluncur jatuh ke dalam lipatan baju kakek tua tersebut tanpa disadari oleh orang lain.
"Pergilah belikan obat untuk cucumu," bisik sebuah suara yang amat sangat jernih di dalam benak kakek tua itu melalui penyaluran suara batin.
Kakek tua itu terperanjat kaku. Ia memegang kantong batu spirit di dadanya, lalu mendongak menatap sosok pemuda berjubah kelabu usang yang melangkah pergi meninggalkannya. Binar rasa haru dan terkejut yang amat sangat pekat memenuhi mata tua tersebut.
Kakek tua itu perlahan berdiri, menyapu darah di sudut bibirnya, lalu bergegas merapikan sisa-sisa barang dagangannya.
Saat Zhao Gou baru saja melangkah keluar dari gang pasar menuju lorong kota yang lebih sepi, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar mengikutinya dari belakang.
"Anak Muda... tunggu!"
Zhao Gou menghentikan langkahnya, membalikkan badannya secara perlahan.
Kakek tua yang baru saja ditolongnya berdiri lima langkah di belakangnya, membungkukkan badannya sangat dalam dengan raut wajah yang amat serius dan penuh rahasia.
"Terima kasih atas bantuan dan batu spirit milikmu, Anak Muda," bisik kakek tua itu dengan suara pelan yang dijaga ketat agar tidak terdengar oleh orang lain. "Bantuanmu telah menyelamatkan nyawa cucuku... tapi kau harus segera pergi dari tempat ini. Pengawal Faksi Utama akan segera memblokir lorong pasar."
Zhao Gou menatap kakek tua itu dengan pandangan datar. "Aku hanya lewat, Pak Tua. Kau tidak perlu cemas."
Kakek tua itu melangkah mendekat satu tindak, matanya menatap dalam-dalam ke arah pedang besi usang di pinggang Zhao Gou, lalu berbisik rendah, "Anak Muda... sentilan energi yang kau gunakan untuk meremukkan meridian Kapten Liu tadi bukanlah teknik biasa. Itu adalah aliran pemurnian energi yang hanya dimiliki oleh para pengawal setia Paviliun Pedang Hitam sepuluh tahun lalu..."
Mendengar nama Paviliun Pedang Hitam, pupil mata Zhao Gou yang tersamar hitam mendadak menyempit tajam! Hawa dingin yang amat sangat pekat meluncur halus dari balik jubah kelabunya.
Nama tersebut adalah nama pasukan pengawal pribadi paling setia yang dulu dipimpin oleh ayahnya—Zhao Tianhe—sebelum Faksi Utama melakukan pembantaian berdarah di Kota Megah!
Kakek tua itu mengulurkan sebuah lencana tembaga usang berukirkan gambar pedang menyilang, menyodorkannya ke tangan Zhao Gou.
"Jika kau adalah seseorang yang memiliki hubungan dengan bekas pengawal Zhao Tianhe..." bisik kakek tua itu dengan mata berbinar penuh rahasia, "...ikutlah denganku. Ada orang-orang tua di kota ini yang telah menunggu selama tiga belas tahun untuk melihat keadilan ditegakkan kembali."
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
ttp semangt...💪💪💪
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
adu taktik...bikan tiktok...