NovelToon NovelToon
Sistem Informasi Mingguan

Sistem Informasi Mingguan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rachmat Rachimullah

Suatu malam, entah kenapa, muncul semacam notifikasi aneh di kepala Doni — seperti pesan sistem di game, tapi ini nyata. Sistem ini memberinya satu informasi akurat setiap minggu: bisa berupa saham yang akan melejit, barang langka yang harganya bakal meroket, atau peluang bisnis kecil yang menguntungkan. Masalahnya, modal Doni nyaris nol. Jadi cerita ini bukan tentang tiba-tiba kaya, tapi soal gimana Doni pelan-pelan memutar informasi terbatas jadi modal, sambil tetap kuliah, kerja part-time, ngurusin teman-teman kos yang berisik, dan menghindari kecurigaan orang-orang di sekitarnya kenapa dia tiba-tiba "beruntung" terus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmat Rachimullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Keenam

Rabu siang, tiga hari sejak Doni beli saham PT Dirgantara Logistik, dua orang berseragam rapi berdiri di depan rumah bapaknya, satu bawa map plastik tebal, satu lagi sibuk motret rumah dan halaman dari berbagai sudut pakai HP.

"Ini rumahnya Pak Slamet, ketua koperasi ya?" tanya salah satu petugas, ngecek nama di kertas yang dia pegang.

"Betul, Pak. Saya sendiri," jawab bapak Doni, agak gugup tapi berusaha tenang. "Silakan masuk, sudah saya siapin semua dokumennya."

Doni, yang sengaja pulang kampung dua hari buat momen ini, berdiri di samping bapaknya, ikut nyambut petugas verifikasi KUR itu. Jantungnya berdegup nggak kalah kencang dari bapaknya, meski dia coba nutupin dengan senyum sopan khas mahasiswa yang lagi dampingin orang tua.

"Jadi gini, kami perlu cek beberapa hal," kata petugas yang satu lagi, sambil ngeluarin formulir dari map. "Struktur pengurus, lokasi penyimpanan hasil produksi, sama bukti transaksi terakhir sama pembeli."

"Semua ada, Pak. Ini gudang penyimpanan sementara punya Pak Marto, sebelah rumah," bapak Doni nunjuk arah, langkahnya udah lebih mantap dari beberapa menit lalu.

Proses verifikasi berjalan hampir dua jam, petugas ngecek satu-satu, dari buku catatan produksi anggota sampai kontrak kerja sama dengan PT Agro Sejahtera Nusantara yang udah ditandatangani bulan lalu.

"Ini rapi banget dokumennya," komentar salah satu petugas, sambil manggut-manggut.

"Biasanya koperasi baru suka berantakan pencatatannya."

"Itu dibantu Pak Hardianto, dosen pendamping kami, Pak," jawab Doni cepat, nggak mau kehilangan kesempatan nyebutin nama yang bisa nambah kredibilitas.

Menjelang sore, petugas itu pamit, bilang hasil verifikasi bakal dilaporkan ke kantor pusat, dan keputusan pencairan paling lambat sepuluh hari kerja.

Begitu motor mereka ninggalin halaman rumah, bapak Doni langsung nepuk pundak Doni, wajahnya lega. "Alhamdulillah, kelihatannya lancar, Nak."

"Iya, Pak. Semoga beneran cair."

Malam itu, Doni duduk di teras rumah, HP di tangan, ngecek aplikasi sekuritas buat kesekian kalinya hari itu. Saham PT Dirgantara Logistik masih bergerak datar, belum ada tanda-tanda kenaikan atau penurunan berarti.

Hari 3 dari 9, dia nulis di notes HP. Kamis pagi, Doni balik ke kota naik bus pertama, langsung ke kampus tanpa sempat mampir kos dulu. Sinta udah nunggu di depan kelas, keliatan dari raut mukanya kalau dia masih mikirin obrolan mereka beberapa hari lalu di perpustakaan.

"Lo abis dari kampung?" tanya Sinta begitu Doni duduk di sebelahnya.

"Iya, ada verifikasi KUR kemarin. Untung lancar."

"Bagus kalau gitu." Sinta diam sebentar, kayak nimbang-nimbang mau ngomong apa. "Don, gue nggak mau maksa, tapi... lo masih inget janji lo kan?"

Doni ngangguk pelan. "Inget, Sin. Minggu depan, gue janji."

"Oke." Sinta tersenyum tipis, meski matanya masih nyimpen sisa keraguan. "Gue percaya lo. Tapi jangan diulur-ulur lagi ya, gue udah nunggu cukup lama."

"Nggak bakal, Sin. Gue janji."

Dosen masuk, obrolan mereka kepotong, tapi ada rasa lega yang beda dari Doni malam itu setidaknya tenggat waktu udah jelas, nggak ngambang kayak sebelumnya.

Jumat sore, tiga hari lagi masuk minggu kedua, Doni duduk di kos sambil ngerjain tugas kelompok yang untungnya kali ini nggak sampai kelewat deadline lagi. Herman baru pulang kerja part-time, langsung rebahan di kasur sambil ngeluh capek.

"Gimana, Man, kerjaan lancar?" tanya Doni, nggak nengok dari laptop.

"Lancar, tapi capek. Btw, HP lo dari tadi bunyi-bunyi terus, notifikasi apaan sih?"

Doni ngecek HP, ternyata notifikasi dari aplikasi sekuritas. Dia buka, matanya langsung membelalak.

Saham PT Dirgantara Logistik naik 8 persen hari itu, jauh lebih cepat dari perkiraan sistem soal "9 hari."

"Anjir," gumamnya, setengah nggak percaya.

"Kenapa, Don?" Herman bangun, penasaran.

"Saham gue naik, Man. Padahal baru hari keenam."

"Naik berapa?"

"Delapan persen. Lumayan banget buat sehari."

Herman bersiul pelan. "Wih, mantap. Tapi kok lo malah keliatan bingung, bukannya seneng?"

Doni menggaruk kepala, mikir keras. "Iya sih seneng, tapi... biasanya info yang gue dapet itu presisi banget soal waktunya. Kalau ini udah gerak duluan sebelum hari kesembilan, jangan-jangan ada apa-apa yang belum gue tau."

"Kelamaan mikir lo, Don. Untung ya untung aja, nggak usah dianalisis kayak dosen statistik."

Doni ketawa kecil, tapi tetap milih nggak jual sahamnya malam itu juga. Dia inget lagi kalimat di notifikasi awal soal "volatilitas tinggi pada hari pengumuman" berarti kemungkinan gerakan besar itu justru ada di hari kesembilan, bukan sekarang. Kalau dia jual terlalu cepat, bisa jadi dia malah lepas sebelum untung maksimal.

"Gue tahan dulu, Man. Sampe hari kesembilan."

"Terserah lo lah, yang penting lo yang pegang keputusan."

Sabtu, Minggu, berlalu tanpa kejadian besar selain rutinitas biasa kuliah, nyicil laporan riset buat Pak Hardianto, dan sesekali ngecek grafik saham yang terus merangkak naik pelan-pelan, dari delapan persen jadi dua belas persen di hari kedelapan.

Doni juga nyempetin waktu buat mikirin gimana caranya cerita ke Sinta minggu depan. Dia sempat nulis draft di notes HP, hapus lagi, nulis ulang, berkali-kali nggak nemu kalimat pembuka yang pas.

"Gimana ya mulainya," gumamnya sendirian, malam Minggu itu, natap layar HP yang isinya cuma tulisan "Sin, jadi gini..." yang berulang kali dihapus.

Dia akhirnya nyerah nulis draft, mikir mending ngomong langsung aja spontan, daripada kedengeran kayak lagi baca naskah pidato.

Hari kesembilan jatuh di hari Senin. Doni bangun pagi-pagi, langsung ngecek HP sebelum ngapa-ngapain lain.

Berita ekonomi pagi itu udah rame headline soal PT Dirgantara Logistik resmi umumkan kerja sama distribusi regional dengan salah satu perusahaan logistik asing, saham mereka melonjak dua puluh dua persen dalam satu hari.

Doni menatap layar HP-nya lama-lama, dadanya berdegup kencang antara nggak percaya dan lega luar biasa. Delapan juta yang dia taruh sembilan hari lalu sekarang udah jadi hampir sepuluh juta, angka yang jauh lebih besar dari yang dia bayangkan waktu ragu-ragu nekan tombol beli malam itu.

Dia buru-buru jual semua sahamnya sebelum harga sempat turun lagi, dana cair ke rekening dalam hitungan menit.

"Alhamdulillah," gumamnya pelan, sandaran ke tembok kamar, ngerasain lega yang campur aduk sama capek yang numpuk dari verifikasi KUR, tugas kuliah, dan janji ke Sinta yang makin dekat harinya.

Dia buka buku catatannya, nyoret "Hari 9 selesai" di bawah tulisan lama soal Dirgantara Logistik, terus nutup buku itu pelan-pelan.

Satu urusan kelar. Tapi di kepalanya, ada urusan lain yang jauh lebih berat nunggu buat dibereskan minggu ini bukan soal saham atau modal, melainkan soal seberapa jujur dia berani sama orang yang udah lama nunggu jawaban darinya.

1
Aisyah Suyuti
good
Wk Annuar
😍😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
🥰
Mamat Stone
/Proud/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Sneer/
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
RR: terimakasih banyak untuk supportnya, izinn namanya nanti saya masukan sebagai salah satu karakter di beberapa bab kedepan 😁🙏
total 1 replies
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!