NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Satu Kamar

Setelah menyelesaikan makannya, Laluna dan Nathan diminta oleh ibu mertuanya untuk kembali ke kamar. Laluna memilih untuk duduk, sedangkan Nathan yang merasa badannya sudah lengket segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Laluna menatap ke kamar mewah itu, kamar yang cukup rapih dengan aksen berwarna coklat putih. Bahkan harum ruangan itu begitu sama dengan harum yang menguar dari badan pria itu.

Laluna memilih bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah jendela besar yang menampilkan hamparan bunga warna warni yang dari awal sudah menganggumkan baginya. Ia memilih untuk duduk di pinggir jendela, sembari memikirkan ucapan dari kakak iparnyanya itu. Memang sekarang rumor dan hujatan netizen masih mengarah kepadanya, ia tahu mungkin kakak perempuan dari Nathan hanya takut jika keluarga mereka akan ikut terseret skandal yang telah dia buat.

"Laluna, kamu mau mandi?" suara bariton segera membuyarkan pikirannya.

Ia segera menoleh ke arah sumber suara, saat melihat pria itu tengah menggunakan handuk yang menutupi pinggang bawahnya, dengan badan six packnya membuat Laluna menelan salivanya. Laluna tidak menyangka bahwa pria itu juga memiliki badan yang cukup atletis.

"Kamu tidak dengar saya?" suara itu kembali mengalun di telinga Laluna.

Laluna segera mengalihkan pandangannya. Wajahnya yang tadi sempat terdiam kini mulai terasa panas karena tidak menyangka Nathan akan muncul dalam keadaan seperti itu.

"Kamu... tidak bisa memakai baju dulu sebelum keluar?" tanyanya cepat, berusaha menyembunyikan kegugupannya.

Nathan hanya mengangkat satu alis. Pria itu tampak santai, seolah tidak menyadari bahwa kehadirannya membuat wanita itu salah tingkah.

"Kenapa? Ini kamar, saya tidak terbiasa mengganti pakaian di dalam kamar mandi," jawab Nathan tenang.

Laluna mendengus pelan lalu memalingkan wajahnya kembali ke arah jendela.

"Setidaknya hargai keberadaan orang lain di kamar ini."

Senyum tipis muncul di wajah Nathan. Entah kenapa melihat Laluna yang biasanya berani melawan siapa pun kini terlihat gugup justru membuatnya merasa sedikit terhibur.

Pria itu berjalan menuju lemari pakaian, mengambil kaos putih dan celana pendek santai. Setelah beberapa saat, ia kembali dengan penampilan yang lebih rapi.Laluna yang sejak tadi mencoba mengalihkan pikirannya akhirnya menoleh kembali.

"Kamu masih memikirkan ucapan kak Valora tadi?" tanya Nathan tiba-tiba.

Pertanyaan itu membuat Laluna terdiam. Ia tidak menyangka pria itu menyadari perubahan suasana hatinya.

"Aku hanya berpikir... mungkin dia benar," jawab Laluna lirih. "Keluargamu punya nama besar. Sedangkan aku datang membawa masalah dan mungkin ini hal buruk yang kamu lakukan, walau aku tahu kamu telah membantuku menghapus skandal itu. Tetapi tetap saja netizen tidak akan mudah dibungkam."

Nathan segera berjalannya, ia ikut duduk di sebelah Laluna namun masih memberi jarak dari wanita itu. Ia menatap ke arah gadis yang selalu ia lihat di ponselnya, aktris terkenal yang selalu ceria dan selalu menghiburnya saat dunia tidak berpihak kepadanya.

"Tidak usah dipirkan, rumor omong kosong itu tidak akan merusak jalanmu untuk menjadi aktris papan atas. Bukankah jalanmu tinggal selangkah lagi?"

Laluna terdiam mendengar perkataan Nathan. Ia menatap pria di sampingnya dengan sedikit terkejut. Selama ini, ia selalu berpikir Nathan hanya membantu karena pernikahan mereka adalah sebuah kesepakatan. Ia tidak pernah menyangka pria itu benar-benar memperhatikan perjalanan kariernya.

"Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Laluna pelan.

Nathan menoleh kepadanya. "Tahu apa?" ia mengangkat sedikit alisnya.

"Bahwa aku tinggal selangkah lagi menjadi aktris papan atas."

Nathan menghela napas kecil, ia tidak akan jujur kalau ia juga adalah penggemar dari gadis itu. Ia memilih itu bangkit dan berjalan ke arah kasur dan mengambil laptop yang berada di nakas.

"Lebih baik kamu mandi dulu, sudah malam," ujarnya, dingin.

Laluna hanya mendengus, ia benar benar tidak paham dari pria itu kadang dia terlihat perhatian, kadang juga membuatnya kesal dengan ucapan dinginnya. Ia segera bangkir dan berjalan ke arah kamar mandi, namun belum sempat ia melangkah ia kembali menoleh ke arah pria itu saat teringat sesuatu.

"Bagaimana pakaianku? Aku belum membawa pakaian gantiku?" tanyanya.

Nathan yang ditanya tidak memalingkan pandangannya dari layar lebar di depannya, ia hanya menunjuk ke lemari tempat pakaian dirinya berada.

"Saya sudah meminta pelayan untuk membelikan beberapa pakaian untukmu, coba saja sepertinya ukuran tubuhmu hampir sama dengan kak Valora," jelasnya.

Laluna segera berjalan ke arah lemari besar yang ditunjuk, ia membuka pintu lemari lebar lebar. Benar saja disana ada beberapa pakaian tidur wanita, ia mengambil satu set pakaian bergambar beruang dan kembali melangkah ke arah kamar mandi.

Selepas membersihkan dirinya, ia segera mengambil pakaian beruang itu. Saat ia kenakan, pakaian itu memang pas untuk badan mungilnya. Walau dibagian lengan agak lebar sedikit, tetapi cukup enak jika dipakai. Ia segera berjalan kembali ke tempat dimana Nathan berada. Saat ia mau duduk di pinggir ranjang, Nathan segera bangkit.

"Tidur saja disini, saya akan pindah ke sofa di depan ranjang itu."

Nathan bangkit dari tempat duduknya, mengambil bantal dan selimut tipis yang berada di sisi lain ranjang. Gerakannya terlihat begitu tenang, seolah keputusan itu sudah ia pikirkan sejak awal. Laluna yang melihatnya segera mengerutkan kening.

"Tunggu," panggilnya.

Nathan berhenti dan menoleh. "Ada apa?"

"Kamu serius mau tidur di sofa?" tanya Laluna sambil menunjuk sofa panjang di sudut kamar. "Itu kelihatan tidak nyaman."

"Saya biasa tidur di mana saja, kamu tidak perlu khawatir, " jawab Nathan singkat.

Laluna menghela napas pelan. Lagi-lagi pria itu membuatnya bingung. Nathan selalu terlihat dingin, tetapi di saat yang sama ia melakukan hal-hal kecil yang membuatnya sulit untuk percaya bahwa pria itu benar-benar tidak peduli.

"Aku tidak khawatir hanya saja tidak perlu seperti itu," ujar Laluna pelan. "Kita memang menikah karena kesepakatan, tapi kamu tidak perlu bersikap seperti aku orang asing di rumah ini, lagi pula ini memang rumahmu."

Nathan terdiam. Untuk sesaat, ekspresi dinginnya sedikit berubah. Ia menatap Laluna yang berdiri dengan pakaian tidur beruang yang terlihat terlalu lucu untuk seorang aktris yang biasanya tampil anggun di depan kamera.

"Saya tidak ingin membuatmu tidak nyaman," katanya akhirnya.

Laluna sedikit terkejut mendengar jawaban itu. Ia tidak menyangka Nathan begitu memperhatikan dirinya, bahkan ia memilih untuk pindah dari pada berebut tempat tidur bersamanya.

"Kalau begitu, kamu juga jangan membuat dirimu tidak nyaman," balas Laluna. "Tidur saja di ranjang. Kita bisa membagi ranjang besar ini."

Nathan menatapnya beberapa detik, seakan memastikan bahwa wanita itu benar-benar serius.

"Kamu yakin?"

Laluna terdiam sejenak, ia segera menaruh guling ditengah tengah ranjang.

"Kamu tidur di sebelah kanan dan aku sebelah kiri. Jangan berpikiran macam macam, aku hanya tidak mau kamu merasa terusir dirumahmu sendiri."

Tanpa menunggu jawaban, Laluna segera merebahkan dirinya di kasur, ia memunggungi Nathan yang tengah berjalan ke arah ranjang mereka.

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!