NovelToon NovelToon
Cinta Satu Hati Sampai Mati

Cinta Satu Hati Sampai Mati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:311.1k
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Tika, wanita cantik yang sedang sibuk mengurusi skripsi bertemu dengan pemuda tampan bernama Surya yang tidak lain adalah anak dari sahabat ayahnya. Tapi keduanya tidak pernah akur selama di kampus. Perjodohan karena janji dari orang tua membuat Tika dan Surya harus menikah. Disaat pernikahan mereka seumur jagung, Tika harus hidup menjadi janda yang membuat hidupnya terpuruk lantaran cinta sudah menepi di hatinya. Apakah Cintanya utuh hanya untuk Surya atau malah menikah lagi? Simak lika-liku kisah cinta mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Doa Surya

Setelah ibu Desy mendengar Surya mengatakan akan menikah, jantungnya langsung berdebar kencang. Darahnya terdengar deras mengalir. Bola matanya melotot seakan -akan mau keluar.

"Bu, kalau Ibu tidak setuju dengan perjodohan ini aku bisa memakluminya dan menyampaikan ke pak Andik sekarang." ucap Surya lirih sambil memegang kedua lengan ibunya.

"Ibu hanya kepikiran saja, bagaimana nanti nasib ibu tanpamu. Kamu akan tinggal dengan istrimu. Kamu tahu sendirikan , ibu tidak bisa hidup tanpamu." ucap ibunya sedih, air matanya jatuh lagi.

"Tenang Bu, jika nanti aku jadi menikah aku akan membawa Ibu dan Anis tinggal bersamaku." ucap Surya sambil memeluk ibunya, ibunya membalas pelukan Surya. Setelah meyakinkan hati ibunya, Surya lalu pergi menuju kamarnya.

Pada waktu sepertiga malam terakhir Surya bangun dan segera mengambil air wudhu. Setelah itu, dia menunaikan sholat sunah istikharah 2 rakaat.

"Ya Allah, sesungguhnya saya mohon kepada -Mu memilihkan mana yang terbaik menurut pengetahuan -Mu dan saya memohon kepada -Mu untuk memberi ketentuan dengan kekuasaan-Mu, dan saya memohon anugerah -Mu yang agung karena sesungguhnya engkau Maha Kuasa sedangkan saya tidak berkuasa dan Engkau Maha Mengetahui sedangkan saya tidak mengetahui, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui hal yang gaib. Ya Allah, apabila engkau mengetahui bahwa urusan ini ,aku menikahi anak pak Andik, lebih baik bagi agamaku, dan akibatnya pada diriku, sukseskanlah untukku, mudahkanlah jalannya , kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagi agama dan perekonomian dan akibatnya pada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku, dimana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu padaku.

Berikan kepadaku keputusan yang menurut Engkau baik bagiku dan kehidupanku . Aamiin..." Surya mengusap kedua tangan ke wajahnya. Selesai sholat subuh Surya bermunajat kepada sang pencipta hingga fajar tiba. Dan akhirnya dia tertidur.

Esok paginya

Ibunya sudah bangun sebelum subuh tadi, selesai sholat bu Desi memasak di dapur.

Sementara itu Anis menata piring dan sendok. Selesai menyiapkan sarapan serta menuang sayur ke mangkuk besar, bu Desi pergi mandi dan segera menuju ruang makan untuk sarapan.

"Bu, Anis pamit pergi sekolah dulu ." ucap adik Surya yang duduk di bangku kelas 1 SMP setelah selesai sarapan.

" Iya, hati- hati di jalan, sekolah yang serius jangan bermalas - malasan." ucap ibunya sambil merapikan meja makan.

" Assiap...!" Anis bersikap seperti memberi hormat kepada bendera.

"Mana kakakmu, apa belum bangun?" tanya ibunya seraya mengarah ke pintu kamar Surya.

"Sepertinya belum. Ya...sudah Bu saya berangkat. Assalamualaikum.!" pamit Anis seraya salim dan mencium tangan ibunya.

"Waalaikumsalam..." sahut ibunya.

Tak lama kemudian Surya keluar dari kamarnya. Dia masih mengenakan pakaian saat sholat subuh tadi.

" Anis sudah berangkat Bu..." Tanya Surya seraya menggosok mata kirinya lalu duduk di kursi dekat ibunya yang sedang beres-beres.

"Baru saja, kamu belum mandi, apa tidak ke kampus ?" tanya ibunya.

Sontak Surya teringat peristiwa kemarin, gara- gara ulah Tika, dia dipecat sebagai asisten dosen.

"Tidak, Bu...setelah ujian kemarin mungkin aku libur tidak ke kampus untuk sementara waktu ."ucap Surya berbohong .

" Jangan sampai ibu tahu masalah kemarin." batin Surya.

" Kamu tidak mengajar hari ini?" tanya ibunya lagi.

" Hmmm...dosen mata kuliahnya sudah tidak sibuk, jadi beliau bisa mengajar sendiri tanpa Surya." Surya berbohong untuk yang kedua kali.

"Lalu bagaimana dengan keputusanmu, apa kamu jadi menikahi anak pak Andik?" bu Desi menatap Surya.

"Setelah aku pertimbangkan semalam, aku bersedia. Bagaimana dengan Ibu, apa Ibu setuju?" tanya Surya sedikit ragu - ragu, takut ibunya tak sependapat dengannya.

" Ibu percaya dengan keputusanmu Surya, ibu hanya memberikan restu saja. Toh, kamu juga yang akan menjalaninya." ucap ibunya datar.

"Tapi, aku takut mengecewakan Ibu. Keputusan yang aku ambil ini tidak terlalu cepatkah menurut Ibu?" Surya menatap ibunya.

"Jika kamu masih ragu lakukan sholat istikharah lagi sampai kamu benar- benar yakin." jawab ibunya bijak.

" Iya Bu, aku akan lakukan lagi nanti malam." ucap Surya lirih.

"Terus, rencanamu hari ini apa? Kamu mau menemui pak Andik?"

" Sepertinya begitu Bu, aku akan mencoba melamar kerja di kantornya." ucap Surya seraya bangkit dari kursi bergegas mandi.

Selesai sarapan bu Desy segera mengemasi perlengkapan untuk bekerja sebagai buruh cuci dan masak yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

"Apa ibu sudah berangkat? Setelah aku sukses nanti aku tak akan membiarkan ibu bekerja lagi . Sudah saatnya ibuku istirahat." batin Surya sambil menatap seluruh isi ruangan yang tampak begitu sepi.

Selesai sarapan Surya mengambil ponselnya dan menekan tombol yang tertera pada kartu nama yang diberikan pak Andik kemarin sore.

" Hallo...!" Sapa suara dari arah seberang sana yang tidak lain adalah suara pak Andik.

"Hallo Pak , saya Surya." sahutnya sedikit kikuk.

" Iya Surya , bagaimana keputusanmu?" tanya pak Andik penasaran.

"Hmmm...beri saya waktu 2 hari lagi, Pak!" sahutnya.

"Baiklah, aku tunggu kabar darimu." sahut pak Andik.

" Oh ya Pak, apa ada lowongan pekerjaan di tempat Anda?" tanya Surya ragu-ragu.

"Tentu ada , silakan saja kamu datang kemari. Kantor ini memang butuh karyawan sepertimu. Tidak usah melamar, langsung masuk kerja saja. Hari ini juga boleh. Ya sekalian, kamu beradaptasi dengan lingkungan kantor." jelas pak Andik.

"Benarkah, kalau begitu saya berangkat sekarang ." sahut Surya kegirangan.

"Baik, saya tunggu kamu di kantor." sahut pak Andik.

"Terimakasih Pak!" ucap Surya lalu sambungan telepon terputus dari sana.

" Alhamdulillah, akhirnya aku diterima. Namun, apakah tindakan ini tepat. Bagaimana dengan omongan orang lain nanti. Akh...biarlah, akan aku coba saja. Ini ku anggap sebagai ganti akibat perbuatan Tika kemarin, karena ulahnya aku dipecat jadi asisten dosen ditambah aku gagal mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri." gumam Surya.

Segera dia berpakaian rapi, dan tak lupa mengenakan jaket favoritnya warna biru dongker. Memanasi mesin motor dan mengecek mesinnya secara detail, takutnya mogok di tengah jalan.

Satu jam kemudian, Surya sudah sampai di kantor pak Andik. Dia mengenakan kemeja berwarna biru dongker , bercelana hitam menambah penampilan Surya makin keren. Saat dia masuk, semua karyawan menyambutnya dengan baik dan sopan. Karyawan wanita, yang masih bujang takjub melihat ketampanan yang dimiliki Surya.

"Aku jadi kurang percaya diri nih, mereka ramah dan sopan. Apa ini sudah direncanakan pak Andik ya?" batin Surya sambil bengong.

"Mas Surya, Anda sudah ditunggu di ruangan pak Andik." ucap sekretaris waktu itu yang membuatkannya kopi.

" Iya Mbak!" sahut Surya kikuk, lamunannya buyar.

"Panggil saya Bu Dian saja, tidak enak apabila ada yang mendengar kamu panggil saya dengan sebutan mbak ."ucap sekretaris itu.

" Baik, Bu Di...an." ucap Surya mulai grogi, dan mengikuti Dian berjalan menuju ruangan pak Andik.

" Surya, selamat bergabung di kantor saya." sambut pak Andik setelah Surya sampai di ruangannya.

" Iya, Pak!" sahut Surya grogi seraya menganggukkan kepala.

Pak Andik menghampiri Surya lalu mengajak ke luar ruangan dan mengarahkan tubuhnya ke arah para karyawan.

" Perhatian!" ucap pak Andik membuat semua karyawan berdiri.

"Perkenalkan namanya Surya, mulai hari ini dia bekerja di kantor kita. Dia saya tempatkan di bagian distribusi. Perlakukan dia dengan baik agar betah bekerja di sini . Karena dia adalah calon pemilik aset perusahaan ini." Jelas pak Andik. Para karyawan memberikan tepuk tangan yang meriah. Surya jadi serba salah tingkah.

"Pak, saya..." belum selesai dia berkata pak Andik sudah memotongnya.

"Saya sudah mempersiapkan ini semua, jadi hargai ini. Kamu tidak keberatan bukan saya menaruh kamu dibagian distribusi?" tanya pak Andik.

"Tidak Pak, saya sungguh tersanjung dengan keputusan Anda. Semoga saya bisa menjalankan amanat Anda. Tapi, saya belum yakin sebagai penerus aset perusahaan." ucap Surya.

"Almarhum ayahmu, pasti menyetujui keputusan ini. Karena, dulu berdirinya perusahaan ini atas usaha beliau juga." Jelas pak Andik, lalu meninggalkan Surya yang sekarang mendapatkan bimbingan dari salah satu karyawan yang sejak tadi berada di sampingnya.

"Kamu bernasib beruntung Surya, bisa bekerja di sini. Pak Andik orangnya baik dan ramah. Beliau selalu memperhatikan kehidupan semua karyawan di sini. " ucap karyawan yang akan membimbing pekerjaan Surya.

" Iya Mas, tolong bimbang saya dengan baik." sahut Surya sopan.

" Panggil saya Rudi." ucap karyawan itu seraya menjabat tangannya.

Bersambung...

Akankah Surya memberikan keputusan yang setimpal dengan perlakuan baik pak Andik???

1
Maria Magdalena Indarti
suka
Maria Magdalena Indarti
wow...... mulai romantis Surya. ntar malam pertama donk
Maria Magdalena Indarti
asyik critanya. kapan saling menyatakan cinta antara Surya & Tika
Kam1la: terimakasih Kak, semoga terhibur! dan jangan lupa mampir di cerita saya yang lain.
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
Tedi berbuat jahat nih sm Tika
Selvi Wondal
bik Sumi jahat
Hary Enyong
mosok ketemu jasad kecelakaan di bawa pulang dulu thor..😁
apa kurang faham kita baca nya..? 🤦‍♂️
berapa kali ngulang baca gk srek aja thor..😁
mungkin bisa di perlebar lagi alur crita nya , asal gk lebya aja thor..😉👍👍
Hary Enyong
kemapa ya , asal ada adekan kecelakaan mesti lokasinya masuk jurang..?
kan pulang ke rumah dari kantor mosok ada jurang..?
padahal banyak pilihan lokosi nya , jempatan yng arus sunga nya derang misal nyai .. 😁
Hary Enyong
Tika kan anak bos ..
paling enggk kerja di perusahanya sendiri walau di kantor cabang ..
kok malah kerja di tmpt orang lain thot.?
rada janggal aja menurut kita..😁
Hary Enyong
Alur crita nya gk berat ngalir enak di baca...😉👍👍
Kam1la: terima kasih , semoga terhibur...
total 1 replies
Hary Enyong
Mampir kisini thor...😉
Fitriyani
mf y thor,kq ky nya lm2 kt2 nya trllu brlbihan n brtele2 y...🙏
Fitriyani: 🙏🙏🥰....
total 2 replies
Anonim
Tika jahat bgt ya
Kam1la: masak sih, Kak
total 1 replies
Puskesmas Semuliraya
kok tika mau ngutang sama tedi,kan ayah tika masih ada.di sini seolah olah tika dan surya hanya berdua saja,tidak ad keluarga yg lain.
Fitriyani: iy bnr,baru aja aq mau buat komen gt,eeh trnyta udh ada yg komen duluan..🤭
total 1 replies
Erni Fitriana
mampir ya
IG : @thatya0316
aku mampir kak
Damaris Pindan
duhhh.. ogah tp mauuuu...😁😁
Anak Agung Antarini
nyimak thor....
Kam1la: iya, selamat membaca, semoga terhibur dengan ceritanya.
total 1 replies
Mommy Gyo
like
Anonymous
suka...surya baik.dia begitu karna hilang ingatan
riski iki
next thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!