Menjadi kekasih tidak dianggap, dimanfaatkan disakiti serta mendapat perlakuan kasar,
Berulang kali diselingkuhi, sama sekali tidak dianggap tetap tak menggoyahkan cinta Nara terhadap Heafen.
Sampai pada dimana titik Nara harus memilih menggugurkan kandungannya atau pergi dari Heafen.
Heafen marah ketika Nara, meninggalkannya apa yang terjadi setelah mereka bertemu lagi??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nara Nuraini Saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mematikan Lampu
"Heaf".
"Heaaaaaaaff"
Heafen..
Aku sampek capek membangunkan Heafen yang asik tidur, Katanya kalau ada tlpn, dia harus tau. Nggak diem diem aja, takut penting.
Aku tersenyum melihat wajah tampan Heafen, salah satu alasan kenapa aku bisa secinta ini. Ya mungkin karena dia super tampat. High level masalah ketampanan.
Ponsel Heafen masih saja berbunyi, Devano nggak ada bosen bosennya nelponin Haefen setiap saat. Sampai sering sekali aku cemburu dan sebel sama Devano.
"Bangun sebantar Heaf,?"
Aku menggoyangkan bahu Heafen, Astaga, mata ku traveling ke dada heafen yang tak tertutupi baju, kekar dan bidang sekali. Aku berulang kali tersenyum.
"Devano dari tadi tlpn, Ini angkat, nanti takutnya penting".
"Heafen, cepetan bangun. Nanti kamu marah lagi sama aku gara gara nggak ngebangunin kamu".
"Ayoo, heaf".
Aku capek bangunin kamu ih,
Aku tu serba salah, dan nggak mau kalau Heafen murka lagi kaya tadi, Aku nggak mau di amuk lagi.
Aku mendekatkan badanku ke Heafen, menunduk dan menggoyangkan tubuh Heafen berulang kali.
Aku kaget ketika tangan kekar Heafen menarikku dan menjatuhkan badanku ke pekukan Heafen.
Ackkkh...
Aku langsung teriak, reflek dengan apa yang dilakukan Heafen, Dia ternyata sudah bangun, tapi iseng banget, biar aku capek dulu bangunin dia.
"Apa, hm??".
Setan lembut yang merasukinya udah kembali lagi.
"I-i-itu u.
"Dev devano menelpon kamu",
ucap ku gagap gara gara jantungku tak beraturan.
Padahal Heafen juga dengar suara keras panggilan ponselnya, masih saja tanya. Huuuuuuffffhhhh.....
"Ohhh..
Mana handphone dakjal gue".
Dia selalu bilang hpnya, Hp dakjal karena matanya ada tiga.
"Ini.. "
Aku ngasih hp ke Heafen dengan tangan gemetar.
"Kenapa lo tremor gitu tanganya,
kaya orang nggak makan setahun".
"Issshh".
Aku mencebikan bibir ku, Heafen itu kalau bicara nggak pakek aturan mana ada orang nggak makan setahun, cuma gemetar doang, meninggoy lah iya.
"Udah loe tidur aja".
"Siapa yang tlp si bikin kendang telinga gue jebol, brisik banget"
Heafen masih mencoba membuka matanya yang sedari tadi terlelap tidur.
"Devano"
Ucapku polos, padahal kan aku udah bilang kalau itu devano, kenapa Heafen nggak paham paham si. Coba kalau itu aku, mungkin kalimat pedasnya udah mengamburi bibir sesualnya. Aku kemudian memeluk tubuh kekar Heafen, saat Heafen lagi membuka ponselnya.
"Mana handuknya gue mau pakek".
"Cepet gk pakek lama."
"Handuk??"
tanyaku,
"Ooh, ini kan aku yang pakek", ucapku ngasih tau Heafen.
"Sinii in cepet", Heafen menatapku tajam, aku mulai takut.
"Cepet raa,
hiss cepet"
Lagian ngapain tu bocah nyariin gue malem malem, parasite banget".
"Aku gk pakek baju heaf malu", ucap ku sambil memegangi dada.
"Siapa yang bilang lo pakek baju"
"Gue juga tau lo telanjangg"
"Beggo banget sumpah"!!!
"Cepet bangsad .. !!!
"Penting ini si Devano, gue mau bisnis dulu sama dia".
Heafen pov
Gue narik Handuk yang Nara pakek,
Haks, bodinya woi semelohoyy,
Bikin gue nelen ludah berkali kali.
Secepetnya gue mending tutupin pakek selimut dari pada bikin gara gara lagi nih junior gue.
Drreet dreet..
Panggilan masuk..
Devano.
Anjing hp gue panas, gue menggerutu sebal sama Devano bengek ini.
"Loe kenapa tlpn gue malem malem"
Gue to the poin sama si Devano.
"Lo dimana" Hah.
Gue berjalan menjauhin Nara, tapi kaki gue masih lemes, akhirnya gue menggeret kursi di meja rias Nara.
Gue pandang pandangan sama Nara, dia kaya pengen tau banget apa yang gue bicarain sama Devano.
Devano njelasin ini itu dan gue cukup hah heh hah heh doang.
"Gue keluar bentar".
"Besok pagi Gue balik".
Ya..
"Ambilan baju gue raa. Siapin gue baju yang tadi, gue buru buru soalnya ada urusan".
Gue liat Nara kesusahan bangkit dari tidurnya, dengan menggunakan selimut den berjalan kearah gue.
"Bajunya di samping kamu",
Nara nyodorin baju ke gue.
"Udah lo tidur sana, biar nggak kesiangan besok. Awas lo macem macem selama nggak ada gue".
Dia mengangguk, senyumnya manis banget, dan akhirnya gue ciyum gemes bibirnya yang manyun. Tingkah manjanya bikin gue makin terlena sama dia.
Nara meluk gue, dan bergelayut di badan gue.
Mau kemana, dia keliatan banget nggak suka pas gue mau cabut.
Ya udah lo tidur sana, gih.
Gue ngelepas pelukannya dan berjalan kearah pintu.
Entah dapet wangsit dari mana gue matiin lampu kamarnya yang emang udah redup. Dia kan emang nggak suka ada cahaya kalok tidur, lebih suka gelap gulita.
"Oiiii, jangan lupa konci pintu depan",
Ra, ra..
budeg ih..
Gue manggil manggil dia, saat gue makek sepatu di kursi depan pintunya. Sepatu gue tu udah nggak kehitung di rak sepatu Nara, Biar mudahin gue buat gonta ganti kalok lagi keburu buru.
Dan yang pastinya sepatu gue terawat kalok dirumah Nara. kinclong. Bersih tak bernoda.
"Jangan lambat dong gue buru buru, ambilin kontak mobil gue dimeja".
Nara udah nongol aja didepan gue, cuma pakek handuk mini doang.
Bye, gue cabut. Jangan lupa kerjain tugas gue. okay.
Gue liat Nara ngeliatin gue sampek turun tangga paling bawah, ngalamun diem nggak ngomong apa apa, cuma mengangguk doang.
Nara pov :
Aku gak papa kok, Masih kuat.
Masih sanggup ngadepin sikap Heafen yang kasar. Aku masih bisa menahan sesaknya di kata katain macem macem. Masih nggak papa walaupun kalok ngomong mulutnya ku kaya bon cabe high level seratus. masiu sabar kalok di maki maki tanpa kesalahan. Intinya hati masih selalu memaafkan semua sikap gilaanya. Aku selalu nguatin diri sendiri karena aku sayang sama dia.
Cinta banget.
Mungkin sekarang Heafen belum cinta sama aku. Tapi kan aku percaya, tuhan nggak bakal biarin aku sakit terus, aku masih ada keyakinan kalok tuhan baik sama aku. Aku percaya kok suatu saat dia cinta sama aku, baik sama aku, perhatian.
Cinta kan juga tentang ke iklasan hati.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Nara--
Hey sekali lagi jangn lupa vote komen dan like.
bila anda terngiang-ngiang oleh sosok Heafen yang bukan Heaven itu.
Ada no wa ku 082281297852
dan ada ig ku @nnaravc.
Semangat buat kalian semua.
Saranghe❤️❤️❤️