NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Dunia para kultivator

Kesadaran Nova perlahan kembali setelah waktu yang tidak diketahui berlalu. Hal pertama yang ia rasakan adalah dinginnya tanah lembap yang menyentuh tubuhnya serta suara aliran air yang terdengar samar dari kejauhan. Tubuhnya masih terasa berat akibat benturan ruang-waktu sebelumnya, bahkan energi spiritual yang biasanya mengalir stabil di dalam meridiannya kini bergerak jauh lebih lambat.

Perlahan, kelopak matanya terbuka.

Pemandangan asing langsung menyambut pandangannya.

Langit berwarna biru tua membentang luas dengan awan spiritual yang bergerak perlahan di antara pegunungan raksasa. Udara yang ia hirup terasa jauh lebih murni dibanding udara di Bumi. Setiap tarikan napas membawa energi spiritual masuk ke tubuhnya secara alami, membuat seluruh sel tubuhnya beresonansi meskipun ia masih dalam kondisi terluka.

Nova mencoba menggerakkan tubuhnya.

Namun rasa sakit segera menjalar dari seluruh bagian tubuhnya.

"Arrrrghhh..."

Ia mengatupkan giginya.

Bukan karena luka fisik biasa. Tubuh Mortal Langit miliknya mampu menahan serangan yang menghancurkan manusia biasa dengan mudah. Masalah sebenarnya adalah tekanan hukum ruang-waktu yang ia alami ketika melewati lorong kosmik.

Bahkan seorang kultivator dengan ranah lebih tinggi kemungkinan besar akan mengalami kondisi serupa jika memaksa melewati jalur tersebut tanpa persiapan.

Di dalam lautan jiwa, suara Tian Long terdengar lebih lemah dari biasanya.

"Kau masih hidup..."

Naga Suci Primordial itu terdengar seperti baru saja menghela napas lega.

Nova tersenyum tipis.

"Sepertinya keberuntunganku masih bagus."

"Keberuntungan?"

Tian Long mendengus.

"Itu lebih tepat disebut keberanian yang mendekati kebodohan."

Namun meskipun mengomel, Nova dapat merasakan sedikit kekhawatiran dari nada suara naga tersebut.

"Kau tahu di mana Zira?"

Keheningan sejenak memenuhi lautan jiwa.

"Aku tidak bisa merasakan keberadaannya."

Jawaban Tian Long membuat ekspresi Nova sedikit berubah.

Namun sebelum kekhawatiran itu berkembang lebih jauh, ia segera menenangkan pikirannya.

Zira bukan seseorang yang mudah mati. Wanita itu memiliki pemahaman Hukum Ruang yang jauh melampaui dirinya. Jika ia berhasil bertahan selama perjalanan tadi, kemungkinan besar ia juga berhasil selamat setelah terpisah.

Nova mencoba berdiri.

Perlahan ia bangkit dari tanah, kemudian melihat sekeliling.

Tempat ia jatuh adalah sebuah lembah luas yang dipenuhi pepohonan kuno. Setiap pohon memiliki ukuran yang sangat besar, bahkan beberapa di antaranya menjulang hingga menembus awan. Daun-daunnya memancarkan cahaya samar, sementara udara di antara pepohonan dipenuhi energi spiritual yang begitu padat.

Ini bukan sekadar planet para kultivator.

Ini adalah dunia yang sejak awal dibentuk oleh energi spiritual.

Tiba-tiba...

Suara langkah kaki terdengar dari kejauhan, Nova langsung memperkuat kewaspadaannya. Kesadaran spiritualnya menyebar, beberapa aura muncul dari arah hutan.

Jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar tujuh atau delapan orang. Namun yang membuat Nova sedikit terkejut adalah kekuatan mereka.

Orang terlemah di antara mereka berada pada tingkat Mortal Langit Bintang Dua.

Sedangkan yang paling kuat...

Mortal Langit Bintang Empat Tingkat Puncak.

"Jadi..."

gumam Nova pelan.

"Beginikah dunia para kultivator?"

Di Bumi, mencapai ranah Mortal Langit sudah menjadi sesuatu yang hampir mustahil. Bahkan keberadaan seperti dirinya dianggap anomali.

Namun di dunia ini... Para pengembara yang muncul dari dalam hutan memiliki kekuatan yang bahkan beberapa kali lipat lebih tinggi darinya.

Tidak lama kemudian, sosok-sosok tersebut terlihat.

Mereka mengenakan pakaian perjalanan sederhana, membawa senjata masing-masing, dan bergerak dengan formasi yang jelas menunjukkan bahwa mereka telah terbiasa menghadapi bahaya.

Yang berada di depan adalah seorang wanita muda berambut hitam panjang dengan pedang tipis tergantung di pinggangnya.

Wajahnya sangat cantik, namun tatapan matanya tajam dan tenang. Dari aura yang terpancar darinya, Nova dapat mengetahui bahwa wanita itu adalah kultivator terkuat di antara kelompok tersebut.

Mortal Langit Bintang Empat Tingkat Puncak.

Di belakangnya terdapat beberapa wanita lain yang juga memiliki aura kuat. Salah satunya membawa tombak panjang dengan energi api yang samar menyelimuti ujungnya. Sementara yang lain mengenakan pakaian biru muda dengan aura es yang membuat udara di sekitarnya terasa dingin.

Mereka semua adalah kultivator.

Dan semuanya terlihat masih cukup muda.

Wanita berpedang itu berhenti beberapa meter dari Nova.

Tatapannya langsung tertuju pada pemuda yang berdiri di tengah lembah tersebut.

"Kau siapa?"

Suaranya tenang namun penuh kewaspadaan.

Nova tidak langsung menjawab.

Ia juga mengamati mereka.

Dari percakapan singkat mereka, dari cara mereka bergerak, dan dari aura yang mereka miliki, Nova menyadari satu hal.

Dirinya benar-benar telah meninggalkan dunia lama.

Tidak ada lagi manusia biasa.

Tidak ada lagi kehidupan sederhana sebagai mahasiswa.

Kini ia berada di tempat di mana kekuatan adalah hukum utama.

"Aku Nova."

Jawabnya akhirnya.

"Aku baru tiba di wilayah ini."

Para wanita itu saling memandang.

Salah satu dari mereka, gadis dengan tombak api, mengangkat sebelah alis.

"Baru tiba?"

"Kau muncul di tengah lembah tanpa membawa sekte atau keluarga?"

Nova terdiam sejenak.

Ia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya berasal dari planet lain melalui lorong ruang-waktu yang tidak sengaja terbuka.

Bahkan dirinya sendiri masih belum memahami sepenuhnya apa yang terjadi.

"Aku terpisah dari kelompokku."

Jawab Nova singkat.

Wanita berpedang itu memperhatikan Nova lebih lama.

Seolah mencoba membaca sesuatu dari dirinya.

Namun semakin ia melihat, semakin aneh ekspresinya.

Dia bisa merasakan bahwa pemuda di hadapannya hanya berada di ranah Mortal Langit Bintang Satu.

Tetapi...

fondasi energi spiritualnya terasa sangat berbeda.

Terlalu padat, terlalu murni. Bahkan beberapa teknik persepsi miliknya tidak mampu melihat batas sebenarnya dari tubuh pemuda itu.

"Menarik sekali..."

gumamnya pelan, gadis es di belakangnya ikut memperhatikan Nova.

"Senior Lin, apakah dia berbahaya?"

Wanita bernama Lin itu tidak langsung menjawab.

Setelah beberapa saat, ia akhirnya berkata.

"Entahlah."

"Namun satu hal yang pasti..."

Tatapannya tetap tertuju kepada Nova.

"Pemuda ini tidak sederhana."

Para pengembara itu memperhatikan Nova, dan bahkan wajahnya terasa asing. Tidak ada tanda-tanda Nova berasal dari salah satu sekte ataupun Clan. Pemuda itu terlihat sederhana dengan jubah putihnya yang berlambangkan matahari di bagian punggung.

Pada saat yang sama, jauh di dalam lautan jiwa Nova, Tian Long perlahan membuka matanya.

Untuk pertama kalinya sejak memasuki dunia baru ini...

naga suci itu tersenyum tipis.

"Anak muda..."

"Sepertinya perjalananmu yang sebenarnya baru saja dimulai."

Namun tidak seorang pun menyadari bahwa jauh di atas langit planet tersebut, di balik lapisan awan spiritual yang sangat tinggi...

sebuah mata raksasa perlahan terbuka.

Sebuah keberadaan kuno yang telah mengamati seluruh dunia selama ribuan tahun kini mengarahkan perhatiannya kepada Nova.

Aura dari Gerbang Abadi...

Aura Batara Agung...

Dan pewaris baru yang membawa warisan yang seharusnya telah menghilang sejak era Primordial.

Suara tua bergema di kehampaan.

"Mustahil..."

"Warisan itu..."

"akhirnya kembali."

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!