“Marriage is scary? haha, aku rasa bukan menikah yang menakutkan, tapi salah pasangan lah hal yang menakutkan”
Aruna Kyla Shaquille, gadis yang tidak suka memikirkan hal yang tidak perlu, dia lebih suka hidup damai dan berteman dengan siapapun
Ketika manusia memiliki cinta dan ambisi menjadi satu, kadang manusia bingung mendahulukan yang mana, tapi percayalah… keduanya jika disatukan dalam kondisi yang baik pun akan sama sama bagus
“Tidak semua orang seperti yang kamu pikirkan, ada kalanya manusia memiliki rasa takut, tapi setidaknya kali ini kamu mau mencoba menerima cinta ku yang tulus”
Saksikan kisah cinta yang manis ini!🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuriya_hwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Narkoba
Setelah selesai belajar di kampus, Aruna sepakat untuk menumpang tidur di kost an Salsa, lebih dekat saja dan memang dia sudah tidak tahan mau tidur
“Eh aku ke kamar mandi dulu ya” Ucap Aruna karena kamar mandi kost kost an ini hanya ada kamar mandi luar
“Iya, btw kamar ku lagi berantakan nih, gak papa ya?” Ucap Salaa
“Yoi, santai saja, aku mah yang penting tidur” Ucap Aruna
Salsa duluan masuk ke kamar karena dia akan membersihkan beberapa barang, sedangkan saat Aruna di kamar mandi, dia mendengar ada beberapa suara wanita yang seperti sedang keberatan membawa barang
“Kenapa mbak? butuh bantuan?” Tanya Aruna menawarkan setelah dia selesai buang air
“Ohh tidak usah mbak makasih, kita bisa sendiri kok” Jawab dua wanita tadi yang merupakan tetangga kost nya Salsa
Aruna hanya mengangguk, dia langsung menuju ke kamar Salsa untuk menumpang tidur
“Na.. kamu tidur saja ya, aku lupa kalau belum beli sayur buat masak nanti malam” Ucap Salsa ingin pergi belanja ke depan sebentar
“Ohh okee”
Salsa pergi keluar, sedangkan Aruna sudah mulai nyenyak di dalam tidur nya, tapi itu un hanya berjalan beberapa menit saja, karena setelahnya…
Dor!
Terdengar suara tembakan serta riuh beberapa orang dari luar, Aruna yang tadi nya nyenyak langsung bangun
“Astaga… ada apa ya ramai ramai? mana Salsa belum balik lagi” Batin Aruna terheran heran sekaligus penasaran
Dia juga makin kaget saat mendengar langkah banyak orang seperti menyerbu kost an, tanpa pikir panjang pun Aruna ikut keluar dan membuka pintu kamar
Brak!
Aruna kaget, ternyata beberapa polisi sedang mendobrak kamar kost di depan nya
“Saya membawa surat perintah untuk menangkap kalian atas dugaan pengedaran narkoba” Ucap polisi tersebut kepada dua perempuan yang sempat Aruna temui di kamar mandi tadi
Dua perempuan tadi hanya terdiam dan menahan malu, sedangkan Aruna masih kaget, ternyata dua perempuan tadi membawa tas berisi narkoba, makanya mereka menolak saat Aruna ingin membantu
“Untuk saksi dan semua orang yang tinggal di sini, dimohon untuk tidak menghindar karena kami akan minta keterangan lebih lanjut di kantor polisi” Ucap salah satu polisi kepada bapak pemilik kost
“Baik pak, kami akan bekerja sama dengan hukum”
Niu niu niu
Salsa balik balik sambil nenteng sayur itu langsung kaget karena kost an nya masih ramai
“Weh ada apa?” Tanya Salsa
“Tetangga kost mu, jual narkoba” Jawab Aruna
“Astaga.. shock aku, aku juga gak begitu kenal sama mereka” Ucap Salsa geleng geleng kepala lalu mengajak Aruna untuk masuk ke kamar lagi
“Eh nanti aku di minta i keterangan atau enggak ya?” Tanya Aruna
“Enggak mungkin, kan kamu gak tinggal di sini” Jawab Salsa
“Tapi aku sempat komunikasi sama mereka pas di kamar mandi” Ucap Aruna
“Yaudah kalau di minta i keterangan tinggal bilang saja kan? yang penting udah kerja sama dengan pihak hukum” Ucap Salsa
“Iya juga sih” Batin Aruna, dia sekarang malah merasa lapar karena rasa kantuk nya hilang akibat kegaduhan tadi
_______
Keesokan pagi nya ternyata benar, di rumah Aruna mendapat surat panggilan ke kantor polisi untuk di minta i keterangan
“Kamu terlibat masalah hukum?” Tanya Aira yang mau berangkat ke rumah sakit
“Gak sengaja kak, di kost nya Salsa ada yang ditangkap karena narkoba, kebetulan kemarin aku disitu dan sempat ngobrol sama orang yang di tangkap” Jawab Aruna
“Owalah… ada ada saja ya” Ucap Aira merasa heran
Sedangkan Aruna sendiri merasa tidak bersalah kan? dia menepati panggilan polisi untuk datang di jam yang sudah tertera
“Selamat pagi, ada keperluan apa ya?” Tanya petugas di kantor polisi
“Saya mendapat panggilan untuk di minta i keterangan” Jawab Aruna
“Ohh baik, silakan ikut saya” Ucap petugas tadi sambil mengantar Aruna ke ruang penyidik
“silakan tunggu di sini ya mbak, saya panggilkan dulu yang bertugas”
“Baik” Ucap Aruna mengangguk, dia sebenarnya agak takut sih, takut dikira terlibat
2 menit kemudian datanglah polisi yang akan bertanya soal penangkapan dua perempuan kemarin
“Loh bapak di sini? ngapain?” Tanya Aruna saat melihat siapa polisi yang akan menanyai nya
“Kamu yang ngapain ke sini?” Tanya Vano yang lebih kaget lagi, dia disini kan memang sedang bekerja, lah kalau Aruna? hadehhh… kenapa ya dia bisa selalu bertemu dengan gadis ceroboh ini
“Saya dipanggil untuk dimintai keterangan pak, ini surat panggilan nya” Ucap Aruna menunjukkan surat panggilan yang dia pegang
“Terlibat?” Tanya Vano secara spontan
“Ihh… bapak suudzon nya sama orang ya ampun” Ucap Aruna menggelengkan kepala, mana mungkin dia terlibat di kasus ilegal seperti ini
Vano menutup pintu dan duduk di kursi penyidik, sedangkan Aruna juga langsung duduk di depan nya
“Kok bisa kamu dipanggil?” Tanya Vano
“Hari apes tidak ada yang tahu pak, niat cuman numpang tidur di kost an temen, ehh malah menyaksikan penggerebekan” Jawab Aruna
Vano membuka komputer dan memutar CCTV kost kost an kemarin, sebenarnya bukan dia yang harus menanyai Aruna, tapi karena penyidik yang lain sedang bertugas maka dia yang menggantikan untuk sementara
“Ini ada kamu di CCTV, sempat mengobrol di depan kamar mandi ya sama tersangka?” Tanya Vano
“Iya pak” Jawab Aruna
“Ngobrol apa?”
“Gak ngobrol apa apa, pas di kamar mandi saya cuman dengar ada perempuan kayak kesusahan, keberatan bawa tas, saya pikir mereka bawa beras jadi saya menawarkan bantuan lah.. tapi mereka nggak mau” Jawab Aruna
“Berarti hanya itu ya?” Tanya Vano
“Iya pak, trus saya tidur di kamar dan tiba tiba DUORR, saya jadi bangun deh karena ada suara tembakan sama gaduh di luar kamar” Jawab Aruna menceritakan dengan ekspresif
“Berarti betul tidak terlibat?” Tanya Vano
“Tidak pak, suwer” Jawab Aruna dengan jujur dengan jari nya membentuk peace✌🏻
“Bagus lah kalau tidak terlibat” Ucap Vano
Aruna langsung menatap Vano dengan muka masam, mana mungkin dia terlibat menjual narkoba? mengambil uang dua ribu di jalan raya saja masih mikir mikir
“Kenapa?” Tanya Vano saat Aruna menatap nya terus
“Nggak papa sih sih, eh btw pak, memang nilai narkoba kemarin berapa?” Tanya Aruna kepo
“Ya sekitar tiga miliar lebih per kilogram nya” Jawab Vano sudah memperhitungkan kemarin
Mata Aruna melotot, dari yang dia dengar, ada kurang lebih 10KG narkoba yang di selundupkan oleh dua perempuan kemarin, kok bisa ya? pantes lah bawa 10KG sambil gemetaran, ternyata duit semua itu
“Banyak juga ya” Ucap Aruna menggelengkan kepala, uang tunai 1 miliar saja dia belum pernah melihat wujud nya
“Pengin?” Tanya Vano
“Ya enggak lah pak astaga… uang haram begitu” Jawab Aruna
“Ya sudah, terima kasih untuk kerja sama nya, jika ada kendala pada pernyataan yang kamu berikan, maka lain kali akan mendapat panggilan ulang” Ucap Vano setelah dia mencatat semua pernyataan dari Aruna
“Baik pak, saya permisi” Ucap Aruna yang pamit dan keluar dari ruangan penyidik
Vano sendiri juga mau keluar, dia ada urusan di luar, cuman karena ada yang harus di minta i keterangan makanya tadi dia menunggu di kantor sebentar
Saat Vano sudah masuk ke dalam mobil, dia melihat ada gadis berambut pendek menggunakan celana jeans dan kaus lengan pendek juga, ya siapa lagi kalau bukan Aruna yang berdiri di tepi jalan kantor polisi
Tin tin!
“Kenapa nunggu di pinggir jalan? tunggu di dalam saja” Tanya Vano karena di luar kan panas
“Masih pesan ojol pak, gak dapet dapet dari tadi” Jawab Aruna karena tadi motor nya dipakai sama Aira
“Mau ke mana?” Tanya Vano
“Ke kampus bakti husada pak, saya masih ada kelas” Jawab Aruna
“Mau nebeng? saya ngelewatin kampus itu” Ucap Vano menawarkan, dia cuman kasihan saja sama Aruna kalau sampai gadis itu terlambat masuk kelas karena harus ke kantor polisi terlebih dahulu
“Memang boleh pak?” Tanya Aruna
“Kalau gak boleh, saya gak bakal nawarin” Ucap Vano
Aruna cuman nyengir, yaudah lah ya daripada telat kan mending nebeng sama polisi, toh cuman sebentar saja.. hemat ongkos pula haha
Aruna masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Vano “Maaf ya pak ngerepotin sekali lagi, kapan kapan saya pasti balas budi” Ucapnya
Vano cuman diam, dia menolong ya memang murni karena kasihan saja, tidak ada niatan yang lain apalagi demi balas budi
Ting!
Raka
✉️ : Buset… siapa cewek tadi? cakep bener
Vano hanya menggelengkan kepala saat membaca sekilas pesan dari teman kantor nya
Yap, Raka tadi baru datang ke kantor polisi setelah bertugas di luar, dan saat dia datang bertepatan dengan mobil Vano yang baru melaju, dia melihat kalau Vano pergi berdua dengan gadis cantik, makanya dia ingin menggoda Vano karena teman nya tidak pernah seperti itu
Raka tidak tahu kalau Aruna tadi memang dipanggil ke kantor polisi untuk di minta i keterangan, yang dia tahu hanya gadis itu memang pergi dengan Vano.
TBC…… ayo ayo gaissseeee
ga ada yang namanya ikhlas benar-benar bisa loss di hati dan pikiran. tetap masih membekas meski bertahun-tahun.
ga perlu nunggu di sumpal bim, noo langsung sosor aja tuu salsa ntar juga kicep, kan Uda buka puasa/Curse/
mudahan suatu kelak Bu Dewi benar-benar menyesali perbuatannya selama ini run...
mudahan jadi anak yg Sholeh, pinter dan jadi kebanggaan ortu dan keluarga ya...
tetap semangat aruna.. perasaan takut wajar, tapi harus tetap positif thinking runa.
Kk othor masalahnya jangan lama-lama ya..biar ga ber bab-bab masalahya /Applaud//Smile/