NovelToon NovelToon
Bad Boy X Good Girl (Musuh Jadi Cinta)

Bad Boy X Good Girl (Musuh Jadi Cinta)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Scrpn

Bagi Aura, mahasiswa tingkat akhir penerima beasiswa penuh, hidup ini sederhana: belajar keras, lulus cepat, dan dapat kerja bagus demi menyembuhkan ibunya yang sakit. Dunia Aura diatur oleh jadwal kuliah yang ketat dan nilai IPK yang sempurna. Ia menjauhi segala bentuk masalah, termasuk Devan, mahasiswa jurusan hukum yang terkenal arogan, kerap bolos, dan selalu dikelilingi aura berbahaya. Devan adalah definisi nyata dari bad boy kampus yang harus dihindari.

Permusuhan mereka dimulai dari hal sepele—rebutan buku referensi langka di perpustakaan dan insiden kopi tumpah yang membuat Devan bersumpah akan membuat hidup Aura di kampus seperti neraka. Aura menganggap Devan tak lebih dari berandalan kaya yang manja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scrpn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Malam yang panjang itu perlahan-lahan merayap menuju subuh. Hujan di Distrik Selatan mulai mereda, menyisakan rintik-rintik tipis dan aroma tanah basah yang bercampur dengan bau mesiu serta oli kendaraan.

Gavin Mahendra telah diangkut oleh sisa pasukannya sendiri yang tersingkir setelah Bram memberikan peringatan keras. Luka tembak di pergelangan tangan Gavin adalah sebuah pesan diplomatik berdarah dari klan Bratadikara: lewati garis ini lagi, dan peluru berikutnya akan bersarang di antara kedua matamu.

Di dalam paviliun yang pintunya sudah jebol, Devan mendudukkan Aura di tepi tempat tidur. Kamar itu kini terasa dingin karena angin malam yang bebas masuk. Devan melepaskan jaket kulit hitamnya yang basah kuyup, menyisakan kemeja taktis kelabu yang melekat ketat di tubuhnya. Ia berjalan ke arah kamar mandi, mengambil sebuah handuk putih bersih, lalu kembali dan duduk di samping Aura.

Tanpa berkata apa-apa, Devan mulai mengeringkan rambut Aura yang lepek dengan gerakan yang sangat lembut—sebuah kontras yang luar biasa dari tangan yang beberapa menit lalu mencabut nyawa tiga orang di halaman gudang.

Aura hanya diam, membiarkan Devan merawatnya. Tubuhnya tidak lagi gemetar karena ketakutan, melainkan karena kelelahan emosional yang teramat sangat. Matanya menatap kosong ke arah lantai beton.

"Gisela Aura," panggil Devan rendah, menghentikan gerakan handuknya. Ia menangkup dagu Aura perlahan dengan jemarinya yang hangat, memaksa gadis itu untuk menatap langsung ke dalam manik mata elangnya. "Tatap gue. Badainya sudah lewat. Lo aman di sini."

Aura berkedip, air mata yang sempat mengering kini kembali menggenang di sudut matanya. "Sampai kapan, Devan? Sampai kapan kata 'aman' ini akan bertahan? Hari ini kamu menyelamatkanku, tapi bagaimana dengan besok? Bagaimana jika Gavin kembali dengan pasukan yang lebih besar? Bagaimana jika rektorat kampus tahu kalau seluruh sistem mereka error karena aku?"

Rentetan pertanyaan Aura adalah refleksi dari runtuhnya dunia akademisnya yang selama ini tertata rapi. Ia adalah mahasiswa teladan yang mengukur segalanya dengan kepastian hukum, namun di dunia Devan, satu-satunya hukum yang berlaku adalah hukum rimba: siapa yang kuat, dia yang memegang kendali.

Devan menghela napas panjang. Ia menurunkan tangannya dari dagu Aura, lalu menggenggam kedua telapak tangan gadis itu yang masih terasa dingin.

"Gavin gak akan kembali dalam waktu dekat, Ra," kata Devan dengan nada suara yang sangat mantap dan penuh kepastian. "Tembakan gue tadi bukan cuma buat nyelamatin lo, tapi itu adalah deklarasi perang terbuka. Bokap gue semalam sudah menandatangani dekrit konsolidasi klan Bratadikara. Mulai besok pagi, seluruh bisnis logistik, pelabuhan, dan jalur distribusi klan Mahendra di kota ini akan dibekukan secara hukum lewat draf audit yang sudah lo rapikan kemarin siang."

Aura tertegun. "Jadi... draf yang ku-edit kemarin?"

"Draf itu adalah hulu ledak yang menghancurkan legalitas bisnis mereka, Aura," sebuah senyuman miring yang bangga muncul di wajah tampan Devan. "Lo yang memberikan senjata itu ke tangan klan gue. Gavin menyerangmu karena dia tahu, tanpa otak lo, klan Bratadikara membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mendeteksi celah itu. Jadi, lo bukan sekadar korban di sini, Ra. Lo adalah pemenang sesungguhnya di balik meja strategi."

Mendengar penjelasan Devan, ada rasa lega yang aneh yang merayap di hati Aura. Kemampuan akademis yang selama ini hanya ia gunakan untuk mengejar nilai IPK sempurna, ternyata mampu mengguncang fondasi sebuah dinasti kriminal sebesar klan Mahendra.

"Lalu... bagaimana dengan kampus?" tanya Aura lagi, suaranya mengecil. "Aku tidak bisa terus-menerus bolos. Minggu depan sudah mulai ujian tengah semester."

Devan terkekeh pelan, sebuah tawa rendah yang terdengar hangat dan menenangkan. Ia mengacak rambut Aura yang sudah setengah kering dengan gemas. "Lo bener-bener cewek kutu buku yang ajaib ya. Baru saja lolos dari penculikan mafia, yang lo pikirin malah ujian tengah semester."

"Ini masa depanku, Devan!" protes Aura sambil mencubit lengan taktis Devan dengan kesal, membuat cowok itu sedikit meringis jenaka.

"Masa depan lo aman sama gue, Aura Kirana," Devan bangkit dari tempat tidur, berjalan menuju meja kerja dan mengambil ponsel khusus milik Aura yang tergeletak di sana. Ia menyerahkannya kembali ke tangan Aura. "Besok pagi, lo akan kembali ke kampus seperti biasa. Kenzo sudah memulihkan seluruh server universitas. Draf skripsi lo sudah kembali ke tempatnya tanpa ada satu pun jejak peretasan klan Mahendra."

Aura menerima ponsel itu, menatap layarnya yang bersih. "Dan sandiwara kita? Apa kita harus tetap berpura-pura pacaran?"

Devan menghentikan langkahnya di dekat pintu paviliun yang rusak. Ia berbalik, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana kain hitamnya. Di bawah temaram lampu darurat yang tersisa, sepasang mata elang Devan menatap Aura dengan intensitas yang berbeda—bukan lagi tatapan taktis seorang rekan perjanjian, melainkan tatapan seorang pria yang sedang menaruh seluruh hatinya di depan seorang wanita.

"Gue rasa... sandiwara itu sudah gak berlaku lagi, Ra," ujar Devan pelan, suaranya terdengar begitu tulus hingga mengirimkan desaran halus ke seluruh tubuh Aura.

Aura mengernyitkan dahi, jantungnya mulai berpacu cepat. "Maksudmu?"

"Di depan kampus, kita akan tetap terlihat sebagai pasangan. Tapi bagi gue, bagi klan Bratadikara, dan bagi semua orang yang melihat gue memeluk lo di bawah hujan tadi..." Devan menggantung kalimatnya, memberikan senyuman tertulus yang belum pernah ia perlihatkan pada siapa pun di dunia ini. "Lo bukan lagi pacar pura-pura gue, Aura. Lo adalah wanita milik Devanandra, dan gue akan memastikan seluruh dunia tahu konsekuensinya jika ada yang berani membuat lo menangis lagi."

Setelah melontarkan kalimat yang meruntuhkan sisa-sisi dinding pertahanan hati Aura itu, Devan berbalik dan melangkah keluar menuju mobil jip untuk berkoordinasi dengan Bram, meninggalkan Aura yang terpaku sendirian di dalam kamar.

Aura memegangi dadanya yang berdegup begitu kencang. Ia menatap jaket kulit hitam Devan yang tersampir di kursi kayu di dekatnya. Aroma maskulin cendana dan sisa ketegangan malam itu masih melekat kuat di sana. Aura menyadari, ia telah melangkah terlalu jauh dari jalurnya yang lurus sebagai mahasiswi hukum teladan. Namun, berada di dalam lingkaran kegelapan Devan ternyata tidak semenakutkan yang ia bayangkan sebelumnya. Karena di dalam kegelapan itu, ada sepasang lengan kekar yang selalu siap mendekapnya hangat, menjaganya dari badai apa pun yang siap menerjang.

1
Ical Habib
lnjut thor
🌷🌸 Clarissa 🌸🌷
aaaa sosweet nyaa, ihh salting Mulu bacanya nihh aaa baguss kali ceritanya tapi kok gak rame ya.. padahal seru gini loh/Scowl/
🌷🌸 Clarissa 🌸🌷
owhhh ternyata udahh nikahh, kukira pacaran loh tapi bagus lah langsung nikahh, ahhh bagusss dan seruu tauu ceritanya.. semangat!/Determined/
🌷🌸 Clarissa 🌸🌷
aaaa akhirnya jadii pasangan benerann, ihhh salting Mulu Weh liatnyaa.. lanjut terus Ampe tamat ya thorr, semangatt!/Determined/
🌷🌸 Clarissa 🌸🌷
awww lucuu mereka berduuaa, sosweet ihh akhirnyaaa Devan sadar sama perasaan nyaa /Grin/
🌷🌸 Clarissa 🌸🌷
aaaa seruu banget ceritanya/Scream/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!