NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Panggung Bintang Tujuh

Sinar matahari pagi perlahan menembus celah dinding gubuk kayu, menyinari tong besar di sudut ruangan. Air di dalam tong yang semalam berwarna merah pekat seperti darah kini telah berubah menjadi keruh dan nyaris tak berwarna. Seluruh esensi dari Akar Darah Merah, Daun Besi Dingin, dan Tulang Harimau Batu telah terserap sepenuhnya ke dalam tubuh Lin Chen.

Lin Chen perlahan membuka matanya. Tidak ada lagi erangan kesakitan. Sepasang matanya kini memancarkan kilau setajam ujung tombak. Ketika ia melompat keluar dari tong kayu, otot-ototnya tidak terlihat membesar secara berlebihan, melainkan memadat sempurna dengan garis-garis yang sangat proporsional. Kulitnya kini bersih, memancarkan rona sehat yang menyembunyikan kekerasan baja murni di baliknya.

Lapisan keringat hitam dan berbau busuk kembali merembes keluar dari kulitnya. Itu adalah sisa-sisa kotoran duniawi terakhir yang dibuang secara paksa oleh Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba.

"Ugh... bau apa ini?!" Zhu Da terlonjak dari ranjang bambunya sambil mencubit hidungnya kuat-kuat. Pemuda gempal yang sangat memikirkan urusan perutnya itu tampak seolah baru saja terbangun dari mimpi indah tentang kedai bebek panggang. "Chen-ge, kau merebus bangkai babi?!"

Lin Chen tertawa pelan, tubuhnya terasa seringan kapas namun memendam ledakan tenaga yang mengerikan. "Bangunlah, Zhu Da. Mulai hari ini, rutinitas latihan kita akan bertambah berat."

Di dalam benaknya, roh kuno yang bersemayam di dalam cincin hitamnya mendengus pelan, namun kali ini nada suaranya tidak bisa menyembunyikan kekaguman.

"Luar biasa, Bocah," gumam Tua Hitam. "Dalam semalam, kau berhasil menyerap seluruh esensi obat buas itu tanpa meledak. Batas ranah Penempaan Tubuh Tingkat 9 kini sudah ada di depan matamu."

Lin Chen mengepalkan tangannya, merasakan energi spiritual yang mengalir selaras dengan denyut jantungnya. Ia tahu bahwa waktu satu bulan menuju seleksi Akademi Bintang Tujuh adalah tenggat waktunya. Ia menolak untuk kembali menjadi 'sampah' sekte yang hanya bisa menatap punggung Su Qingyue dari kejauhan.

Sebulan Kemudian....

Satu bulan berlalu dengan cepat bagai hembusan angin musim gugur.

Bagi sebagian besar murid asrama luar, sebulan ini adalah waktu bersantai sebelum menyaksikan kemeriahan seleksi. Namun bagi Lin Chen, sebulan ini adalah neraka yang ia ciptakan sendiri.

Setiap malam, ia berendam dalam rebusan obat yang mendidih dan membekukan. Setiap siang, ia masuk ke pedalaman hutan, melawan binatang buas tangan kosong demi menyempurnakan ketahanan fisiknya. Zhu Da, meski sering mengeluh dan menangis kelaparan, perlahan mulai tertular semangat sahabatnya dan berhasil menurunkan sedikit berat badannya demi meningkatkan kecepatan larinya (terutama saat dikejar monster hutan).

Hingga akhirnya, hari yang paling dinantikan pun tiba.

Teng! Teng! Teng!

Tiga dentangan lonceng raksasa bergema dari puncak utama sekte pinggiran, menggetarkan awan di langit pagi. Ini adalah tanda dimulainya hari seleksi Akademi Bintang Tujuh.

Pelataran utama sekte yang terbuat dari marmer putih kini dipenuhi oleh ribuan murid. Murid asrama luar berdiri di bagian belakang, sementara murid pelataran dalam berdiri di garis depan dengan wajah angkuh, memamerkan fluktuasi energi Qi mereka.

Di atas panggung kehormatan, para tetua sekte duduk berjejer. Namun, mata seluruh murid pria tidak tertuju pada para tetua, melainkan pada sesosok bayangan putih yang berdiri sedikit terpisah dari kerumunan elit pelataran dalam.

Su Qingyue berdiri di sana. Gadis itu tampak sangat dingin, cantik tiada tara, dengan jubah putih yang berkibar anggun seolah ia benar-benar bukan berasal dari dunia yang fana ini. Wajahnya datar, memancarkan aura es yang membuat siapa pun enggan mendekat. Ia memang direkomendasikan langsung oleh tetua sekte untuk mengikuti seleksi masuk Akademi Bintang Tujuh.

Banyak pemuda jenius dari pelataran dalam mencoba mencuri pandang ke arahnya, namun tidak ada satu pun yang berani mendekat. Gadis yang selalu menganggap semua orang sama saja itu seolah hidup di dunianya sendiri.

"Lihat Kakak Senior Su... dia benar-benar seperti dewi dari semesta lain," bisik salah seorang murid pelataran dalam dengan penuh damba.

Namun, di balik wajah dinginnya, mata jernih Su Qingyue diam-diam menyapu kerumunan murid asrama luar di kejauhan. Entah mengapa, sejak insiden di pasar sekte di mana pemuda itu memergokinya diam-diam memborong semua kue manis , wajah tenang Lin Chen dan senyum tipisnya selalu terbayang di benaknya.

Tiba-tiba, kerumunan murid asrama luar terbelah.

Suara langkah kaki yang mantap terdengar. Lin Chen melangkah maju ke pelataran utama, diikuti Zhu Da yang berjalan membusungkan dada (meski kakinya sedikit gemetar).

Kabar tentang seorang murid pelataran dalam di ranah Pengumpulan Qi yang dihancurkan hanya dengan satu pukulan fisik murni oleh Lin Chen menyebar bagai kebakaran hutan sebulan yang lalu. Kini, melihat kedatangan pemuda itu, tidak ada lagi yang berani mencibir. Pandangan mereka terhadap pemuda itu telah berubah total; ia bukan lagi si "sampah", melainkan sosok buas yang baru terbangun.

Mata Lin Chen lurus ke depan, melewati ribuan kepala, dan langsung bertemu dengan sepasang mata jernih sedingin es milik Su Qingyue.

Dalam sepersekian detik itu, sudut bibir Lin Chen sedikit terangkat, memberikan anggukan kecil dan hangat yang hanya bisa dipahami oleh mereka berdua. Melihat itu, di balik sikap acuh tak acuhnya, wajah Su Qingyue kembali memerah sedikit, dan ia buru-buru memalingkan wajahnya kembali menatap panggung tetua, jantungnya berdebar tanpa alasan.

Di dalam pikiran Lin Chen, Tua Hitam yang tidak pernah bisa diam langsung berteriak antusias.

"Peluang emas! Peluang emas, Bocah!" sorak Tua Hitam bersemangat. "Aku melihat wajahnya memerah! Sekarang, sesuai ajaranku, berjalanlah ke arahnya dengan gaya harimau pincang, lalu berteriaklah memuji kecantikan alisnya di depan semua tetua! Wanita sangat suka pria yang berani mempermalukan diri sendiri demi cinta!"

Lin Chen hanya bisa menghela napas panjang dalam hatinya, berusaha keras menjaga ekspresi wajahnya tetap datar. Tua Hitam benar-benar ahli dalam memberikan ilmu merayu yang salah. Jika ia benar-benar mempraktekkan gaya "harimau pincang" di tengah acara sakral ini, ia pasti akan langsung ditendang keluar sekte sebelum seleksi dimulai.

"Abaikan si Tua cerewet ini," batin Lin Chen memantapkan hati. Ia melangkah bergabung dengan barisan peserta seleksi. Panggung besar Akademi Bintang Tujuh telah menantinya, dan hari ini, ia akan membuktikan bahwa ia pantas berdiri berdampingan dengan sang dewi es.

1
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!