NovelToon NovelToon
Cahaya?

Cahaya?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Balas Dendam / Cinta Murni / Angst / Trauma masa lalu
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: Cerita Kuh123

𝐒𝐢𝐧𝐨𝐩𝐬𝐢𝐬:

Hanya sepenggal kisah seorang pria yang membutuhkan cahaya sebagai harapan nya.
Kisah tentang pria yang di kurung di ruang gelap, karena penyakit mental yang ia alami dan seorang gadis yang tiba - tiba datang sebagai malaikat penolong nya, membawa nya keluar dari kegelapan.

"Memang.. Masih ada cahaya buat gue?"

.
.

"Gue boleh tanya sesuatu?"
"Lo.. Nyata kan?"

"Mereka bilang, semua yang gue denger, liat atau rasakan, semua itu cuma khayalan. Mereka bilang, gue gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita Kuh123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

[ WARNING ]

1. BANYAK KATA - KATA KASAR.

2. KARYA PERTAMA, MAKLUMI KALAU ADA KESALAHAN DALAM DIKSI.

3. MAKLUMI TYPO.

4. KOMENTAR YANG SOPAN.

5. HARGAI KARYA PENULIS.

TERIMAKASIH!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...- 𝐻𝒶𝓅𝓅𝓎 𝑅𝑒𝒶𝒹𝒾𝓃𝑔 -...

"Lo liat tempat ini? Selalu gelap kan?"

"Tapi, gue selalu dateng bawa cahaya dari senter hp gue." Jawab Aurel dengan tenang.

"Bahkan untuk sekedar ngeliat setitik cahaya pun.. Gue ga bisa." Alvarez berbicara dengan tatapan kosong dan hampa.

Aurel tertegun sejenak, lalu tersenyum lebar. "Bisa. Lo cukup percaya."

Setelah nya, ia pergi meninggalkan Alvarez. Seiring suara langkah kaki Aurel menjauh, juga pintu yang mulai tertutup, suara - suara lain mulai terdengar di telinga Alvarez.

"Gimana bisa di percaya kalau dia selalu pergi begitu? Bisa aja nanti dia pergi, terus ga balik lagi."

"Hahaha! Memang pasti begitu kan? Alvarez itu pria paling menyedihkan di dunia, hidup dalam kegelapan. Kalau masih berharap di bebasin sama perempuan tadi, bukan nya dia bodoh?"

Alvarez menutup telinga nya, "D-dia tulus. G-gue bisa rasain dari suara nya."

"Varez, jangan bodoh. Lo lupa, lo gila?"

"Hahahahaha!!"

"Hahaha!"

Suara tawa itu menggema, percuma saja ia menutup telinga nya, suara itu tetap menusuk masuk ke dalam rungu nya. Suara ayah nya kembali terdengar nyaring.

"Dasar gila!! Anak gila kamu."

"Memalukan!! Bisa - bisa nya orang gila kayak kamu jadi bagian keluarga saya!"

"Semua yang kamu dengar itu hanya halusinasi sialan! Kamu itu gila. Istri saya juga mati karena kamu!"

Bughh!

Dughh!

"Akh.. S-sakit.." Lagi, rasa sakit nya terasa nyata, padahal itu hanya halusinasi nya semata. Alvarez memeluk tubuh nya sendiri dengan rasa takut, air mata mengalir begitu saja, tapi, suara ayah nya tak kunjung pergi dari rungu.

...----------------...

"Aurel, habis darimana?" Tanya Renza melirik ke lorong.

"Ah.. Engga, gue penasaran aja ada apa disini, ternyata mentok." Ucap Aurel sambil tersenyum.

Renza mengangguk, mempercayai perkataan Aurel yang terasa masuk akal saja.

"Tuan mau kemana?" Tanya Aurel.

"Ke taman."

"Oh ya, nanti gue ada acara, lo temenin gue ya."

Aurel mengangguk, "Jam berapa?"

"6 sore, siap - siap, nanti gue kirim baju ke kamar lo buat lo pake."

"Oke."

...----------------...

Hari mulai sore, sekarang sudah jam 5 lewat. Aurel bersiap - siap sesuai perkataan Renza. Ia mengenakan dress hitam selutut, pemberian Renza, dengan polesan tipis di wajah nya. Rambut nya ia kuncir kuda.

Setelah mendapat chat dari Renza, Aurel keluar dari kamar nya, menemui Renza di garasi.

Renza mengenakan jas hitam formal, mengambil kunci mobil nya. Aurel mengulurkan tangan nya, "Gausah, biar gue yang nyetir." Ucap Renza, membuat Aurel menarik kembali tangan nya kembali sembari mengangguk.

Setelah nya, mereka berangkat.

"Kita ke acara apa, tuan? Kenapa harus pake dress kayak gini?" Tanya Aurel.

"Acara ultah temen gue. Gue cuma gamau mereka tau, lo itu pengawal gue." Ucap Renza tanpa menatap.

"Oh.." Respon Aurel singkat.

Tak butuh waktu lama, mereka sampai di sebuah bangunan hotel yang terbilang cukup mewah. Renza dan Aurel memasuki bangunan itu.

"Oh, dateng juga lo." Ucap seorang pria, yang di ketahui, itu adalah teman Renza yang berulang tahun, Jevan.

"Happy birthday, Jev. Ini buat lo." Renza memberikan kado untuk teman kuliah nya itu.

"Makasih bro." Jevan menerima kado itu.

"Wih Ren, lo bareng siapa tuh? Cewek lo?" Tanya pria di sebelah Jevan.

"Bu--" Baru hendak menjawab, namun, suara Renza lebih dulu terdengar.

"Iya."

Aurel langsung menatap kearah Renza dengan tatapan meminta penjelasan. Ia tau, Renza tidak mau orang - orang tau, kalau ia adalah pengawal Renza, tapi, bukan berarti pria itu bisa mengaku kalau mereka pasangan kan?

"Wah.. Udah punya cewek aja lo. Kenalin dong."

"Aurel, dia temen gue, yang ini Haidar, yang itu Jevan." Renza memperkenalkan teman - teman nya pada Aurel, lalu sebalik nya, "Haidar, Jevan, ini Aurel."

"Salken Rel!"

"Salken, Aurel."

Aurel merespon dengan senyum, "Salken juga, kalian."

"Ngomong - ngomong, happy birthday, Jevan."

"Iya, makasih Rel." Balas Jevan.

Setelah itu, mereka di persilahkan untuk menikmati pesta.

"Kenapa bilang iya?" Tanya Aurel.

"Gue kan udah bilang, gue gamau mereka tau, lo pengawal gue."

Aurel tak mau ambil pusing, jadi dia meng-iya-kan saja jawaban Renza.

Mereka menikmati makanan yang tersedia dengan tenang, sesekali Renza mengobrol dengan beberapa teman nya.

Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.

Bruk..

Byur..

Seorang pria yang tak Aurel kenal, menabrak Renza, hingga membuat kopi di tangan pria itu tumpah mengenai jas Renza.

"Duh, sorry bro. Ga sengaja." Pria itu tersenyum terlihat mengejek.

Renza menunduk, menatap jas nya yang terkena kopi. Lalu, mengangguk singkat sebagai respon.

"Jas lo kotor." Ujar Aurel.

"Di buka aja dulu jas nya." Lanjut nya menyarankan.

"Wihh, cewek? Pftt!! Lo udah punya cewek Za?" Tanya pria yang menumpahkan kopi itu.

Renza tak menanggapi, ia meraih tangan Aurel, hendak menarik nya pergi, namun dari sisi lain, tangan Aurel di tahan oleh pria tadi.

"Malio, lepasin Aurel." Ucap Renza menatap pria bernama 'Malio' itu dengan tatapan datar.

"Oh? Jadi nama nih cewek Aurel? Cantik juga."

"Kok cantik - cantik mau sih sama anak manja dan lembek kayak Renza?" Tanya Malio menatap Aurel.

"Daripada sama cowok mulut lemes, kayak lo." Jawab nya santai.

"Maksud lo?!" Tangan Malio semakin mencengkeram lengan Aurel.

Dughh!

.

.

.

......•BERSAMBUNG•......

1
zhia
ganteng banget
Andria 21
terimakasih untuk karya indahnya
archmage18
ayoo kak semangat dilanjut
archmage18
bapak Dajjal ini mah
zhia: bener
total 1 replies
Dindaa Anisa
lajun thorr
*same_One*
next
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
lah kok sad sih Thor ,mau kemana sih Aurel 🤧
haruka
bagus
Anis Rohayati
suka sma yang berbau obsesi
karenn
Sayang Alvarez banyak-banyak ❤️❤️
Anis Rohayati
sedikit bgt up nya/Whimper//Whimper/
Anis Rohayati
plis ka seru bgt up yang bnyk 😍😍😍😍😍😍
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
bener hukum mati saja 🙈
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
lanjut bnyk kak 🙈
Kysh_lmyd<3
lnjjuuutt
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
Lanjut kak pliss yg banyak
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
iss mulut nya mintaa di lakban 😒
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
Lanjut kak pliss, akhir nyaa dia bebas 🤧
karenn
OKE DIGANTUNG SEMAKIN MENANTANG, SEMANGAT AUTHOR CAYANG 🤍🤍
❥ᴀʀ•ᵖυм𝕡ᛕ𝐢𝓷𝐀⃝🥀ᯓᡣ𐭩
LANJUT KAK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!