~NOVEL KE 15~
Nama ku Myrtle. Aku telah jadi yatim piatu sejak masih bayi. Kemudian aku ikut tinggal di rumah sepupu ibu ku dan menjadi bagian dalam keluarga nya.
Sebuah tragedi kemudian terjadi pada keluarga sepupu ibu ku itu. Hampir semua anggota keluarganya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Hanya menyisakan Sang Sulung, Rayn Millard seorang saja.
Sejak itulah Aku tinggal berdua dalam asuhan Kak Rayn. Sampai kemudian aku menyadari rahasia tersembunyi terkait Rayn.
Bahwa sebenarnya, kakak sepupu ku itu ternyata adalah vampir!
Bagaimana kelanjutan hidup ku setelahnya?
Haruskah aku tetap hidup bersama Rayn, atau pergi sejauh-jauhnya?
Bagaimana juga kehidupan ku bersama Ray nanti, bila sosok wanita vampir lain muncul dan mengaku sebagai pemilik Rayn? Wanita yang telah mengubah Rayn menjadi seorang vampir..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir Perbincangan
"Aku cukup yakin, kalau darah mu termasuk ke dalam golongan darah manis, Myrt. Dan itu berbahaya sekali. Karena bisa saja vampir-vampir lainnya akan datang dan tergoda untuk menghisap darah mu juga.. sampai habis..!" ujar Kak Rayn menjelaskan.
"??!!!! Kakak jangan menakut-nakuti ku!"
"Aku tak menakut-nakuti mu, Myrt. Tapi memang faktanya ada juga vampir dengan golongan darah seperti itu. Tadi aja aku hampir tak bisa menahan diri dari menghisap darah mu terus menerus.."
Mendengar ucapan nya itu tanpa sadar aku langsung beringsut menjauhinya. Dan ia hanya meringis saja.
"Aku berharap, kamu tak bertemu dengan vampir lain sampau usia mu 17 tahun nanti. Myrt.."
"Kenapa begitu, Kak? Kenapa harus menunggu sampai usia Myrtle 17? Apa ini tentang kebangkitan vampir yang waras itu ya?"
"Ya.. Setidaknya kalah kamu sudah bangkit nanti menjadi vampir, aku tak akan terlalu khawatir lagi untuk menjaga mu. Karena kamu akan memiliki kekuatan di luar normal juga seperti ku nantinya?"
"Sungguh?? Maksud Kak Rayn, aku juga bisa menjadi lebih kuat, gitu. Kak?"
"Ya. Myrt.. Karena itu, tolong usahakan agar kamu gak terluka ya? Minimal sampai usia mu 17 tahun nanti. Oke?"
"Well.. aku akan berusaha.. Tapi Kak, Apakah saat kebangkitan itu nanti akan terasa menyakitkan? Maksud Myrtle, benar-benar sakit gitu?"
"Hmm? Gak juga.. Kakak pikir itu gak akan menyakitkan. Hanya saja kamu tiba-tiba jadi punya has rat haus dan benar-benar ingin meminum darah. Tapi tenang saja, Myrt.. Saat itu terjadi, Kakak akan membantu mu melalui proses nya ."
"Wow.. Ini.. benar-benar sulit untuk dipercaya.."
"Ya.. "
Hening sejenak.
"Jadi selama ini Kak Rayn berhasil menyembunyikan identitas Kakak sebagai vampir,"
"Siangnya, ya. Kakak memang menyembunyikannya. Tapi ketika malam. tidak. Kakak tak pernah menyembunyikannya," sahut Kak Rayn dengan senyum misterius nya.
"Maksud Kakak? Kakak bebas menjadi vampir di malam hari? Bukannya Kakak suka pergi ke bar ya malam-malam?"
"Nah.. kamu jelas tahu itu, Myrt.."
"Ke bar??"
"Ya.."
"Apa maksud Kak Rayn, di bar tempat Kakak pergi itu, ada vampir lain nya juga yang bebas menunjukan identitas diri kalian??"
"Myrtle..Myrtle.. kamu memang tunangan ku yang pintar sekali. Tak salah aky memilih mu jadi tunangan ku.."
"Tunggu sebentar! Soal pertunangan ini, bisa kah kita membahas nya ulang? Maksud Myrtle, Myrtle gak ingat pernah melakukan kontrak darah dengan Kak Rayn?"
"Oh ya? padahal kamu sendiri lho yang meminta ku untuk menikahi mu saat kita sudah besar nanti.. Kamu tak ingat itu, Myrt?"
"Apa? Aku minta untuk menikah dengan Kakak?? Kapan itu terja.."
Ucapan ku langsung terpotong oleh ingatan yang tiba-tiba saja merangsek masuk ke dalam imaji.
Ya. Aku ingat kalau dulu sewaktu kecil aku sering merengek dan membuntuti Kak Rayn ke mana pun saat kani sedang bermain bersama. Aku juga ingat sering memintanya untuk menjadi calon suami ku saat kami besar nanti..
Mengingat hal memalukan dari memori masa kecil ku itu jelas langsung membuat hati ku menjadi meradang malu.
Sontak saja aku pun melayangkan protes ky pada Kak Rayn.
"Tapi.. tapi itu kan waktu kita masih kecil banget, Kak! Itu gak berlaku sama sekali!" Aku mengelak keras-keras.
"Kata siapa itu gak berlaku? Jelas berlaku lah, Myrt. Karena kamu juga memaksa ku untuk melakukan kontrak darah saat kamu gak sengaja terluka usai bermain sepeda. Saat itu kamu terus menangis dan memaksa ku untuk menggendong mu. Tapi aku jelas gak bisa melakukan itu. Karena pantang bagi seorang vampir pria untuk menggendong wanita, meski ia masih seorang gadis kecil sekalipun,"
"Kenapa begitu?"
"Karena hanya para pasangan vampir saja lah yang bisa sling menggendong, Myrt. Sementara waktu itu kamu maksa minta digendong. Jadi demi bertanggung jawab karena sudah menggendong mu, mau gak mau aku pun melakukan kontrak darah. Jadi, ya, kita tunangan deh sejak saat itu!"
Aku langsung menganga dibuatnya.
"Itu konyol sekali! Mana bisa ucapan anak kecil bisa dianggap serius gitu, Kak??"
"Seorang vampir kelas bangsawan murni tak akan pernah main-main dengan janjinya, Myrt.."
"Apalagi itu? Tadi golongan darah manis. Dan sekarnag, ada juga kelas bangsawan murni? Kelas apa itu kak?" tanya ku setengah bercanda.
Anehnya Kak Rayn tampak begitu serius memberikan penjelasan.
"Kelas bangsawan murni adalah golongan vampir dari keluarga kerajaan vampir yang utama.. Sampai sekarang, ada tiga 3 golongan vampir dari keturunan darah murni. Yaitu keluarga Zivanoc, Millard,dan.. Adelaine.."
"Adelaine??! Bukan kah itu nama belakang Myrtle, Kak?"
"Ya, Myrt.. kamu termasuk keturunan terakhir dan satu-satunya dari kelompok vampir dari keluarga Adelaine. Atas dasar itu juga mungkin sebabnya Mama dan juga Papa membiarkan kita melakukan kontrak darah. Karena kita berdua termasuk ke dalam golongan vampir berdarah murni di dunia ini.."
"..."
"..."
"Ku rasa aku harus tidur dan memikirkan semuanya baik-baik, Kak. Bisakah kita melanjutkan perbincangan ini lain kali? Lagi pula.."
Belum selesai aku berkata, perut ku malah sudah menyatakan pengkhianatan nya.
'Kuruyuuuukk...' perut ku nyaring sekali berbunyi. Dan itu membuat ku begitu malau pada Kak Rayn.
"Kamu lapar..."
"Ya. Kan tadi Kak Rayn janji mau masakin nasi goreng! Myrtle udah selesai goreng telor dari tadi. Makanya Myrtle tadi mau nyusul Kak Rayn. Tapi malah lihat Kakak mes ra.. eee.. dua-duaan sama Kak Cella..!"
Aku langsung berhenti bicara lagi. Begitu ku sadari kalau ucapan ku terdengar konyol di telinga.
'Kenapa juga aku terdengar seperti sedang merajuk pada pacarnya? Duh, Myr.. Jangan terlalu serius menanggapi pernyataan Kak Rayn soal tunangan itu, oke?'tegur ku berulang dalam hati.
"Oke. Kalau gitu, ayo kita ke dapur. Kali ini. Kakak akan membuat kan nasi goreng untuk mu secepat kilat. Kamu tunggu saja lima menit. Bisa tahan kan sebentar lagi?" tanya Kak Rayn dengan tatapan menggoda.
"Bisa lah!"
'Kuruyuukk..'.
Sialnya, perut ku malah kembali keroncongan usai aku mengatakan 'Bisa'.
'Benar-benar memalukan!' umpat ku dalam hati.
"Hahaha!! Kamu memang menggemaskan sekali, Myrt.. Ayo, kita ke dapur sekarang. atau.. kamu mau Kakak gendong lagi kah seperti saat kamu masih kecil dulu?" tanya Kak Rayn kembali dengan tatapan menggoda yang sama.
"Kak Rayn! Berhenti godain Myrtle deh!"
"Hahaha.. Sorry, Myrt.."
Kami oun berjalan beriringan menuju dapur. Dengan posisi Kak Rayn yang berjalan terlebih dulu di depan ku.
Ku amati punggung kekar lelaki di depan ku itu baik-baik. Dan aku sibuk mengingat kembali isi perbincangan kami pada siang hari ini.
'Tunangan? Ya ampun.. sekolah aja belum selesai! Jangan mikir soal menikah dulu deh, Myrt!' lagi-lagi ku tegur diri ku sendiri yang mulai menghayal terlalu jauh saat ini.
***
PaMud Mampir
PaMud Papa Muda mampir
Ry Benci Pakpol Mampir