Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa gadis ini?
Wussss....
Bummm...
Beberapa siluman yang mencoba untuk menyerang Arin langsung terpental cukup jauh, bahkan sangat jauh. Beberapa rumah yang ada di sana hancur lumayan parah, beberapa siluman berhamburan dan mereka bersembunyi. Kekuatan yang dikeluarkan oleh Arin membuat getaran yang begitu besar, getaran yang membuat beberapa pembatas alam menjadi retak.
Kaisar Qianro yang ada di kerajaannya dia juga merasakan kekuatan besar itu, pria itu saat ini berada di paviliun tempat Arin.
"Kekuatan apa ini? kenapa kekuatan ini begitu besar?" ucap Kaisar Qianro yang kemudian keluar dari paviliun Arin. Dia merasakan sesuatu yang membuat darah yang ada di tubuhnya seolah membeku.
"Yang mulia." panggil komandan Yong-an.
"Ada apa." jawab Kaisar.
"Yang mulia, apakah yang mulia merasakan kekuatan ini? kekuatan yang begitu luar biasa. kekuatan ini membuat retakan di pembatas dunia manusia." jawab komandan Yong-an.
"Entah apa yang terjadi, sepertinya kekuatan ini muncul dengan sendirinya." ucap kaisar Qianro yang masih memikirkan di mana keberadaan Arin.
Berbeda dengan Kenzo yang berada di dunia yang tidak terbentuk itu, dia juga bisa merasakan getaran hebat itu. "Apa ini? siapa ini? kenapa kekuatan ini sangat besar? apakah kekuatan ini milik raja siluman?" Kenzo yang melihat telapak tangannya bergetar begitu hebat.
"Tuan, ada kekuatan yang sangat hebat. Kekuatan ini benar-benar sangat menyakitkan." kata salah satu makhluk berdarah campuran.
"Kamu benar sekali, kekuatan ini seperti mencekik leherku." jawab Kenzo.
Di sebuah tempat yang tidak terlihat namun tempat itu bisa merasakan setiap pergerakan dari 4 alam. di balik bayangan tipis dunia yang tersegel selama ribuan tahun itu juga mulai berguncang. Sebuah patung naga mulai menunjukkan retakan sedikit demi sedikit.
"Akhirnya dia kembali." ucap sosok patung naga yang tersegel selama ribuan tahun. dia tersegel bersama kerajaannya dan berselimutkan tebalnya ilusi yang tidak akan bisa ditembus oleh siapapun.
Setelah mengguncang pasar desa Panxy dan sudah melukai beberapa siluman, tiba-tiba tubuh Arin mulai ambruk.
Nyonya katak dan nyonya beruang yang melihat itu mereka bergegas menolong Arin. "Arin bangun, Arin..," ucap nyonya beruang yang menepuk pipi Arin.
"Panas sekali." ucap nyonya beruang ketika memegang wajah Arin.
"Cepat kita bawa dia pulang." kata nyonya katak yang memegang dadanya.
"Aku akan menolongnya, ibu." si kembar kemudian berubah menjadi beruang dan menggendong Arin kembali ke tempat mereka.
Di desa Hun tempat nyonya katak dan yang lain tinggal, desa itu adalah desa yang sedikit terpencil. Desa bagi golongan siluman rendah dan kekuatannya tidak terlalu besar. Berbeda dengan desa Panxy yang silumannya mempunyai kekuatan besar, hal itu membuat para siluman yang ada di desa itu berada di golongan tingkat 2.
Paman beruang yang sedang memotong kayu tersebut, di kejauhan melihat kedatangan Hu-bao yang sedang berlari ke arahnya. "Ayah! ayah!" panggil Hu-bao.
"Kenapa kamu lari-lari seperti itu, Hu-bao." jawab Paman kerbau.
"Ayah, nyonya beruang dan nyonya katak.. mereka pulang dengan luka yang parah. si kembar membawa Arin yang sudah tidak sadarkan diri." jawab Hu-bao.
Mendengar itu Paman kerbau yang sedang memotong kayu itu dia langsung meninggalkan pekerjaannya, dia berlari secepat mungkin agar sampai ke desanya.
Ketika berada di rumah nyonya beruang, istri paman kerbau sudah berada di tempat itu. "Ada apa dengan kalian?" tanya Paman kerbau.
Nyonya katak dan nyonya beruang tidak mengucapkan sepatah kata pun, anak nyonya katak membantu ibunya. "Fan, apa yang terjadi?" tanya Paman kerbau.
Si kembar kemudian menceritakan mengenai apa yang terjadi di pasar desa Panxy, si kembar menceritakan semua kronologi dengan begitu detail. Paman kerbau yang mendengar itu nampak dia sangat terkejut.
"Jangan sampai apa yang terjadi di sini didengar orang lain." ucap nyonya kerbau.
"Memangnya ada apa?" tanya Paman kerbau.
"Nyonya beruang bilang ini berhubungan dengan masa lalu." jawab nyonya kerbau,
Paman kerbau kemudian menghela nafas cukup dalam, melihat tubuh Arin yang seolah mengeluarkan asap tanpa henti itu dia kemudian meminta Hu-bao untuk mengambil air.
"Percuma saja jika diberikan air, apakah kamu tidak ingat dengan sosok ini?" tanya nyonya beruang dengan nada yang begitu lemah. dia menatap Arin yang masih tidak sadarkan diri, tubuhnya terlihat begitu lemah namun wajahnya merah seperti api yang membara.
Paman kerbau menatap Arin dan mengingat kembali ingatan ribuan tahun yang lalu. "Apakah kalian yakin?" tanya Paman kerbau.
Nyonya beruang menganggukkan kepala dengan tubuh yang lemah.
"Aku akan mencarikan sesuatu, kalian berjaga di sini." kata paman kerbau yang keluar dari rumah nyonya beruang.
"Sakit..," Arin merintih dan merasakan kalau tubuhnya seperti terbakar.
perlahan Arin membuka matanya, tangannya diangkat sembari dia gerakkan di udara. "Emmm.. ternyata aku masih hidup, aku kira aku sudah jadi setan." ucap Arin yang kemudian menggerakkan kakinya. Dia bisa merasakan seluruh tubuhnya bisa bergerak seutuhnya. Hal itu membuatnya tersenyum karena dia mengira kalau dia sudah meninggal.
"Kakak.. kakak sudah bangun?" tanya si kembar yang melihat Arin sudah bersikap normal.
"Ya tentu saja aku masih hidup, masa kalian kira aku sudah mati sih? kalian suka kalau aku mati? kalau aku mati aku bakal jadi arwah penasaran, akan ku hantui kalian." jawab Arin yang kemudian dia bangun. Dia tidak ingat kalau sekarang ini nyonya beruang dan nyonya kata k masih terluka.
"Apa yang terjadi sama kalian?" tanya Arin yang tidak mengingat apa yang terjadi kepada nyonya beruang dan nyonya katak.
Nyonya beruang dan nyonya katak menatap Arin kemudian mereka saling menatap satu sama lain. "Apa kakak tidak ingat kalau tadi tiga ular itu menyerang ibu kami dan nyonya katak?" tanya si kembar.
Arin menggelengkan kepalanya, dia cuma mengingat kalau dirinya hampir dihajar oleh si ulat betina. "Lalu, si bibir teko itu ada di mana?" tanya Arin yang masih sempat-sempatnya menanyakan ular betina yang sudah dia lempar entah berada di mana sekarang ini.
Si kembar menghela nafas sembari menundukkan kepalanya. "Ternyata kakak tidak ingat dengan apa yang dia lakukan." ucap si kembar.
Nyonya beruang dan nyonya katak yakin kalau Arin lah yang mempunyai kekuatan besar itu. "Apa yang harus aku lakukan? bagaimana caraku membantu kalian?" tanya Arin yang melihat nyonya beruang dan nyonya katak terluka parah.
"Tenang saja, kami tidak apa-apa. Tuan kerbau saat ini sedang mencari obat-obatan." jawab nyonya beruang.
Arin menundukkan kepalanya dengan perasaan bersalah yang begitu besar. "Maaf ya nyonya, gara-gara mulutku ini kalian jadi kena getahnya. Aku minta maaf." kedua mata Arin nampak berkaca-kaca.
"Sudahlah Arin, setelah suamiku pulang dia pasti bisa menolong nyonya katak dan nyonya beruang." ucap nyonya kerbau.
Arin menggenggam tangan nyonya beruang, setelah itu tiba-tiba sebuah keajaiban terjadi.
*bersambung*