Andaikan waktu bisa kuputar kembali, aku ingin bertemu denganmu di saat yang tepat dan di waktu yang tepat untuk bisa mencintaimu sebagai manusia seutuhnya dan bukan hanya sekedar menjadi bayanganmu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senajudifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Kedatangan Mantan Mertua
"Sekarang kamu pulanglah...aku tak bisa mengantarmu karena aku tak bisa meninggalkan area rumah sakit ini tapi kamu jangan khawatir kamu pakailah ini, dengan ini tak ada satu mahlukpun yang akan mengganggumu!!" ucap Anthony seraya menyerahkan sebentuk cincin yang mempunyai mata berwarna merah delima.
"Cincin siapa ini, Anthony??? kenapa cincin ini terasa nyata??" kataku.
"Cincin ini adalah pemberian dari mamiku dulu untuk kuserahkan pada wanita yang kucintai yaitu Ningsih, tetapi saat aku terjun ke jurang, cincin ini ikut terkubur bersama jasadku." Jawab Anthony.
"Tidak apa-apakah?? cincin ini untuk wanita yang kamu cintai, kenapa harus aku yang kamu berikan?? mengenai hantu-hantu yang akan mengikuti aku sampai kerumah, kamu nggak usah khawatir, aku dan ketiga anakku sudah tahan banting semuanya!!" jawabku lagi.
"Kamu simpan sajalah, anggap saja kini kamulah wanita yang aku cintai!!" jawab Anthony.
Glek....
Aku menelan salivaku dengan kasar saat Anthony bilang bahwa akulah kini wanita yang dia cintai??
"Kok bisa??? kenapa harus aku??" begitu pikirku.
Anthony tau apa yang aku pikirkan dan dia hanya tersenyum saja.
"Pulanglah Sena, jangan sampai terlalu malam kamu di sini sebab jika sudah lewat pukul setengah sebelas, dia akan datang kemari...dia lebih jahat dari pada kami yang ada di sini karena dia bisa membunuh manusia seperti kalian."
Sudah banyak yang meninggal di hemodialisa ini rohnya hanya berkeliaran saja di tempat ini dan tidak bisa pergi dari sini seolah ada pembatas gaib yang menahan mereka di sini.
"Lalu bagaimana denganmu?? apakah rohmu juga tertahan di sini??" tanya Sena.
"Aku ada di sini jauh sebelum mereka semua ada di sini!!" jawab Anthony.
"Sudah pulanglah...bukankah besok kamu harus bekerja lagi pagi-pagi?? semoga besok rejeki kamu lancar!!" doa Anthony.
"Terima kasih ya Anthony...kamu baik sekali padaku dan terima kasih juga pada kalian semua di sini untuk bisa menerimaku dan untuk tidak menggangguku." Jawabku lagi.
Plak....
Bahuku ditepuk oleh seseorang. Spontan aku kaget dan menoleh.
"Nurlina...bikin kaget aja kau ini!!" kataku.
"Bagaimana hari keduamu di sana?? apakah kamu mendapat gamgguan??" tanya Nurlina!!
"Nggak tuh, biasa aja...kalian semua aja yang paranoid buktinya aku tidak apa-apu tuh!! Jawab Sena lagi.
"Bagaimana kabarnya Desi, Nur...apakah keadaannya sudah jauh lebih baik sekarang??" tanyaku.
"Syukurlah...makanya Desi tidak bisa di masukan shift siang dulu takut dia kesurupan lagi!!" jawab Nurlina.
Kami brifing malam, dan anehnya semenjak aku bisa melihat Anthony...aku juga bisa melihat para mahluk beraneka bentuk berkeliaran di sekitarku tapi mereka hanya melihat dan tidak mengganggu.
Hanya saja memang seram juga melihat mereka. Ada yang penampakan wajahnya hancur, ada yang hanya tinggal badan tak ada kepala, karena rumah sakit ini memang rumah sakit tua yang di renovasi kembali, menurut Anthony setelah jasadnya terkubur di jurang maka jurang ini diuruk dan di bangunlah rumah sakit di sini.
Itulah mungkin mengapa Anthony tidak bisa pergi dari tempat ini karena tubuhnya ada di bawah bangunan rumah sakit ini!!
Mengingat itu aku jadi kasihan pada hantu sahabatku itu!!
"Sahabat?? benarkah sekarang aku malah bersahabat dengan mahluk yang berbeda dunia denganku!!" gumamku.
**********
"Mak....bangun, ada orang yang mencari mamak!!" kata Sifa putri bungsuku yang baru duduk di kelas tiga bangku sekolah dasar.
"Siapa minggu begini nyariin mamak sih?? mamak itu pengen istirahat, Sifa!!" jawab Sena.
"Nenek-nenek sama kakek-kakek terus ada juga tante-tante yang mukanya jutek banget." Kata Sifa.
Karena penasaran aku bangun dari tidurku setelah cuci muka dan sikat gigi lalu aku keluar kamar.
Siapa sih itu??? mana berdiri-berdiri aja lagi di muka rumah tidak mau masuk ke dalam!!" gumamku.
"Selamat pagi?? mencari saya??" tanyaku sopan.
Ketiganya menoleh padaku dengan juteknya.
Glek....
"Mau apa lagi mantan mertua dan ipar jutekku ini??" batinku.
"Bagus ya...menantu nggak tau diri ya kamu itu Sena!!" semprot ibu mertuaku yang juteknya nggak ketulungan itu.
"Suami kamu lagi sakit di rumah, kamu malah di sini bersama anak-anakmu!!" katanya sarkas.
Beberapa tetangga sudah pada keluar mendengar keributan kecil kami, mungkin mereka menganggap ini adalah tontonan gratis kali!!
Ibu mertuaku tambah menjadi-jadi menyudutkan aku ditambah banyak pasang mata menyaksikan aksinya.
Kubiarkan saja dulu dia melampiaskan kekesalannya walaupun aku tidak tau aku salah apa padanya dan anak lelakinya yang manja yang pernah menjadi suamiku dan sekarang statusnya hanya tinggal mantan doang
"Jadi istri itu yang benar, pantas saja kamu diceraikan oleh suami kamu karena kamu orangnya seperti ini." Kata mantan ibu mertuaku dengan angkuhnya sama seperti dulu.
Setelah dia selesai berkicau dan bercuap barulah giluranku yang buka suara.
"Maaf ya mantan ibu mertuaku, pertama yang saya harus garis bawahi di sini bahwa saya dan Rama sudah bercerai sepuluh tahun yang lalu karena apa?? sepertinya harus saya ingatkan kembali, saya dan Rama bercerai karena dia telah berselingkuh dengan teman sekantornya, dan bagaimana reaksi kalian saat itu?? kalian malah mendukung perceraian kami padahal kalian tau saat itu saya sedang mengandung anak ketiga kami!!" kataku tegas.
"Dan setelah sepuluh tahun berlalu kalian datang kemari berbicara saya sebagai menantu tak tau diri yang tidak mengurus suami yang sedang sakit?? suami yang mana maksud anda...anda ini??? saya tak pernah ingin menikah lagi dengan siapapun semenjak saya dan Rama bercerai, jika Rama sakit yah istrinya yang sekaranglah yang harus mengurusnya, kok saya....ingat bu saya hanya mantan istri yang hingga kini saya harus bekerja banting tulang sendiri mencari nafkah untuk menghidupi anak-anak saya tanpa adanya lagi Rama memberi nafkah untuk anak-anak semenjak kami bercerai." Jawabku dan membuat semua orang yang menonton keributan kami jadi menggerutu geram.
"Dengan apa kamu memberi makan ketiga anakmu, dengan pergi bersama om...om tanpa tujuan dan kesepian??" ejek kakak Rama yang mulutnya sama jahatnya dengan ibunya.
"Urusannya denganmu apa?? jika memang saya sampai menjual diri demi menghidupi anak-anak, maka Rama lah sebagai bapaknya yang akan dimintai pertanggung jawabannya nanti di akherat sana."
"Tapi alhamdulillah itu tidak sampai terjadi, saya masih punya iman yang kuat, lebih baik saya bermandikan peluh tetapi uang halal yang saya dapatkan ketimbang bermandikan peluh dan mendapatkan uang dengan mudah tetapi uang haram yang saya dapat, sebaiknya kamu bertanya pada dirimu sendiri tidak usah menghujat orang lain!!" kataku.
"Apa maksud kamu berkata begitu padaku??" kata Rani marah.
"Ya kamu jawab aja sendiri!!" kataku santai.
"Sekarang begini aja, jika ibu, bapak dan mbak Rani hanya datang untung membuat keributan di sini, maka tujuan kalian salah...saya bukan Sena yang sepuluh tahun yang lalu diam saja dihujat oleh kalian, pengalaman yang telah mengajarkan pada saya untuk berusaha menjadi lebih kuat dan tangguh terutama menghadapi orang-orang seperti kalian!!" jawabku sambil tersenyum tenang.
*
*
***Bersambung...
Apa yang akan dilakukan Sena selanjutnya??
Ikuti terus kisah mereka dalam episode selanjutnya dan jangan lupa dukungannya ya🙏🙏