NovelToon NovelToon
Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Selingkuh / Dokter Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:409.8k
Nilai: 5
Nama Author: iska w

Memang sakit rasanya, saat dulu kita sedekat Nadi, namun kini akhirnya harus sejauh Matahari, bahkan Matahari yang sudah tenggelam tergantikan dengan terangnya sinar Rembulan malam.

Sebagian orang bilang, sangat menyakitkan ketika menunggu seseorang, namun sebagian lagi bilang, menyakitkan itu ketika kita harus melupakan, tapi yang paling sakit sebenarnya adalah ketika kau tidak tahu, apakah harus menunggu atau melupakan.

"Niar... kamu tahu kan kalau seorang dokter itu paling ahli masalah suntik menyuntik, jika biasanya suntikan itu menyembuhkan penyakit pasien, tapi suntikan dariku, pasti akan menorehkan luka dalam hubungan kalian, cukup sekian dan terima kasih sudah menjadikan aku sang mantan, walau tidak kamu akui."

Walau pedih namun dokter Marvin harus bisa menerima kenyataan, bahwa dirinya tidak menjadi pilihan dari seorang Niar, dia tetap saja menerima lamaran dari Dito kekasih hatinya yang memang sudah berhubungan bertahun-tah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6.Sebuah Ancaman

...Happy Reading...

Entah mengapa hati Niar sedikit teriris saat mendengar penuturan dari Marvin, dia pun tidak pernah berharap berada dalam situasi yang seperti ini.

"Maaf."

Hanya satu kata namun seolah mampu meluruhkan segala emosi yang awalnya ingin meledak pada diri Marvin, karena rasa sayang Marvin memang tidak pernah main-main, jika dia sudah jatuh hati dengan seorang wanita.

"Fuuh... apa kamu bahagia akan menikah dengannya?" Marvin menghentikan langkahnya sejenak, sebenarnya banyak kata dan banyak pertanyaan yang ingin dia lontarkan kepada Niar saat ini, namun kondisi Samuel juga penting saat ini.

Tidak!

Ingin sekali Niar mengatakan hal itu, namun dia tidak ingin memberikan harapan palsu kepada Marvin yang selama ini baik dengannya, walau terkadang tingkahnya memang sering ngeselin menurutnya.

"Hmm." Niar hanya mampu menganggukkan kepalanya tanpa berani berucap, karena memang sejatinya hatinya merasa jauh dari kata bahagia, walau dulu menikah dengan Dito juga adalah salah satu bagian dari mimpinya.

"Okey, kalau begitu lupakan kata-kata ku tadi."

Sebenarnya kedua mata Marvin sudah memanas, bahkan mungkin air matanya akan menetes saat itu juga, jika tidak dia alihkan dengan menghembuskan nafasnya berulang kali.

"Semoga, dokter juga bisa menemukan pasangan hidup secepatnya." Tutur Niar kembali, tanpa berani menatap kearahnya.

"Cih... apa kamu sudi memikirkan tentang diriku?" Sindir Marvin, hatinya memang terlalu sakit untuk pergi namun akan lebih sakit lagi jika dia tetap bertahan, sedangkan posisinya mengambang tanpa sebuah kejelasan.

"Bukan begitu dok, aku hanya----"

"Asalkan kamu bahagia itu sudah cukup bagiku, aku akan berhenti berjuang untuk mendapatkan kamu, tapi jangan pernah berharap akan kedatanganku di pesta pernikahan kalian, karena jujur aku tidak akan sanggup!" Marvin membuang pandangannya kearah lain, agar keterpurukannya tidak begitu terlihat.

Kenapa? kenapa harus berhenti berjuang? kenapa aku sedih mendengarnya? apa aku egois?

Niar menundukkan kepalanya, berperang batin dengan dirinya sendiri, dia merasa sangat bersalah sekali dengan Marvin, namun kenyataan seolah memaksa dirinya untuk tetap berada dalam situasinya saat ini.

"Aku minta maaf, seharusnya sedari awal kita tidak harus sedekat itu dokter." Ucap Niar yang mulai menyadari kesalahan mereka pada awalnya.

"Kamu mau menyalahkan aku dan perasaanku?" Marvin seolah kembali mengulik tentang kenangan mereka yang sangat manis menurutnya.

"Bukan begitu dokter, tapi sedari awal memang aku sudah berpunya." Dan Niar pun memang tidak pernah menutupi statusnya bahwa dia adalah kekasih orang, namun entah mengapa tanpa mereka sengaja banyak sekali moment yang membuat mereka selalu bersama.

"Apa kamu pikir aku juga berharap menyukaimu saat itu?" Marvin langsung tersenyum kecut karenanya.

"Ya.. mungkin memang kita berdua yang salah, tapi hubungan kita juga tidak terlalu jauh kan, jadi tidak akan banyak luka yang akan terjadi setelahnya." Ucap Niar kembali.

"Woah... wanita memang luar biasa ya, hampir setiap hari kita bersama, walaupun tidak pernah ada kata cinta diantara kita, tapi kita sering berpelukan, bahkan sering bercivman, apa itu bukan apa-apa bagimu?" Marvin seolah takjub dengan pemikiran seorang wanita yang seolah mampu melupakan kejadian-kejadian manis yang pernah mereka alami dengan begitu mudahnya.

"Aish... kenapa dokter harus mengatakan hal itu lagi." Kepala Niar terasa ingin pecah saat ini juga, karena dalam sebulan ini hanya dia yang tahu bagaimana penatnya saat setiap malam dirinya susah tidur, hanya karena mengingat akan kejadian-kejadian yang sebenarnya tidak mereka sengaja dulu.

"Kenapa, apa itu menggangu bagi wanita yang akan menikah?" Ucap Marvin dengan wajahnya yang terlihat kesal.

"Ya, itu sangat mengganguku!" Jawab Niar yang ikut terbawa emosi.

"Apa aku juga menjadi penghalang dalam hubunganmu!"

"Tentu saja, oleh karena itu sebaiknya kita tidak usah bertemu kembali?"

"Lalu untuk apa kamu menitipkan undangan itu kepadaku, apa kamu hanya ingin pamer pasangan dan pamer kemesraan denganku, apa kamu puas setelah melakukan itu, hah!"

Duar!

Emosi Marvin akhirnya meledak disana, dia merasa tidak terima Niar berkata seperti itu, sedangkan dirinya begitu menyayangi Niar, dan bahkan rela jika disuruh melakukan apa saja untuknya.

"Cukup dokter! jangan menyudutkan aku, asal kamu tahu saja, aku pun tersiksa akan hal itu!"

"Kalau kamu tersiksa, kenapa kamu mau menikah dengannya!" Cecar Marvin kembali.

"Karena dia memang kekasihku sejak awal dokter, dan kami sudah merencanakan hal ini jauh sebelum aku bertemu dengan dokter, jadi tolong mengertilah dokter." Jawab Niar dengan tatapan sendu.

"Tapi.. sampai saat ini aku masih belum bisa melupakanmu Niar."

"Dokter cukup!"

"Aku masih sangat menyayangimu Niar."

"Hiks.. hiks, tolong jangan katakan itu lagi dokter." Karena kata-kata Marvin seperti itu yang pertama kalinya saja dulu sudah sangat menyiksanya, apalagi dia mengulanginya kembali, mungkin hal itu yang akan menjadi duri yang akan selalu menusuk hatinya.

"Niar, tidak bisakah kamu batalkan pernikahanmu dan kembali padaku?" Pinta Marvin dengan suara paraunya.

"Aku tidak bisa dokter, maafkan aku!"

"Niar, lihat mataku, aku sungguh-sungguh sangat tulus menyayangimu sayang." Marvin memegang kedua lengan Niar dengan erat.

"Dokter, jangan pernah mengatakan kata sayang lagi denganku, itu sangat menyiksaku dokter, tolonglah!"

"Tapi ini jujur dari dalam hati Niar." Marvin langsung mengusap air mata yang jatuh dipipi Niar.

"Aku tahu dokter, tapi---"

Cup

Cup

Cup

Kedua bibiir lembut itu kembali bertemu, rasanya masih sama, sangat indah, sangat menenangkan, tapi juga sangat menyayat hati.

"Hmpt.. cukup dokter!" Niar langsung mendorong tubuh Marvin.

"Di kamar itu, diruangan itu, disudut meja itu, kita pernah seperti ini dan tidak ada kata paksaan saat kita melakukannya bukan?"

Marvin menunjuk tempat-tempat dimana tanpa sengaja mereka pernah berpelukan dan bercivman mesra disana, karena di rumah Samuel lah awal pertemuan mereka dan awal dari hubungan kilat diantara mereka.

"Hiks.. hiks.."

Lagi-lagi tidak ada perkataan yang mampu Niar lontarkan saat ini, hanya air mata lah yang seolah mewakili dirinya yang begitu terluka saat mengingat masa-masa indah itu yang nanti tidak bisa terulang kembali.

"Ayolah Niar, sebelum terlambat, batalkan pernikahanmu, biar aku yang menanggung semua kerugian dari biaya pernikahan yang sudah kalian keluarkan, okey?" Wajah Marvin terlihat memohon.

"Ini bukan hanya tentang biaya Dokter, tapi tentang hubungan kedua keluarga juga, aku tidak ingin menjadi anak yang mencoreng nama baik keluarga hanya karena mementingkan perasaan singkat kita."

"Niar, tolonglah."

"Perasaan diantara kita hanya singkat, dan mungkin hanya butuh waktu singkat juga untuk melupakannya, jadi aku mohon dokter, lupakan perasaan diantara kita."

"Kamu tetap akan menikah dengan pria itu!" Tanya Marvin sekali lagi.

"Harus dokter." Karena memang persiapan mereka sudah hampir selesai seratus persen, hanya tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja.

"Niar... kamu tahu kan kalau seorang dokter itu paling ahli dalam masalah suntik menyuntik, jika biasanya suntikan itu menyembuhkan penyakit dari pasien, tapi suatu saat suntikan dariku, pasti akan menorehkan luka dalam hubungan kalian, cukup sekian dan terima kasih sudah menjadikan aku sang mantan, walau tidak kamu akui sekalipun." Ucap Marvin dengan mata yang berapi-api.

"Apa Dokter sedang mengancamku?" Tanya Niar.

"Tidak, tapi lihat saja nanti!"

Marvin langsung melepaskan pegangan tangannya dikedua lengan Niar dan kembali menenteng barang bawaannya kedalam kamar Samuel dengan wajah yang sulit diartikan.

Walau pedih namun dokter Marvin harus bisa menerima kenyataan, bahwa dirinya tidak menjadi pilihan dari seorang Niar, dia tetap saja menerima lamaran dari Dito kekasih hatinya yang memang sudah berhubungan bertahun-tahun lamanya.

1
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Rustan Sarny Apul Sinaga
aku wong mbatak thor
masih anak aayam aja dah digoreng, sudah menetas dimasukkan kurungan, eh udah besar dipotong

jadi jgn terlalu ngeluh sama hidupmu
penderitaanmu gak ada apa²nya sana deritanya ayam
Rustan Sarny Apul Sinaga
nasib thor bukan nasip, cobaa buka kamus...he he he
As3
suka
Abimanyu Rara Mpuzz
seaat🤣🤣🤣
Abimanyu Rara Mpuzz
gak mau rugi🤣
Irni Yusnita
👍
Sugianto
selalu suka karyamu
pdm
a
pdm
aku suka karya thor. dan maaf di karya ini aku sengaja nunggu end dl baru baca, biar maraton bacanya dan ga bosan nunggu up nya lg
Noeyfen Chabhy
Alhamdulillah aku nunggu2 eh tau tau udah beres aja ni kisah Niar sama Marvin makasih Thor
Sugianto
karma terbalas dengan cara yg berbeda..suka kalimatnya
Rita Prastuti
👍👍..kasih jempol dua..
cerita Nya bagus thor
Juli_etz
aduh mommy...kok ya...gimana ya..

sdh mengiris kalbu rasane....
Diank
Otw meluncurrrt 👌
alexa
gassssasss
ria sufi
aduh blm baca udh ngeri2 sedap
jova jovi
gaskeuuun👍👍...paporiiittt pokoke
Anik Trisubekti
oteweh sat set langsung favorit😍
Yuen
Keluarga aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!