Demi menyelamatkan perusahaan dan hidup suaminya. Renata terpaksa menerima kenyataan bahwa dirinya harus menikah dengan rekan bisnis suaminya. Berpisah dengan orang yang kita cintai, memang sangat menyakitkan. Pil pahit pernikahan harus dirasakan oleh keduanya saat memutuskan untuk merelakan cinta mereka.
Akankah mampu Renata menjalani nya?penasaran? Yuk langsung baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @melaniptri__, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TJC EPISODE 6
Rencana Aulia dan Renata yang hendak pergi menonton bersama harus tertunda karna kini kedua orangtua Rey atau Nyonya besar dan Tuan besar Mohana akan ke kediaman Rey.
Aulia dan juga Rey yang baru saja pulang dari kantor itu langsung menunggu kedatangan mereka di ruang keluarga, Tak lama terdengar suara mobil yang memasuki gerbang mansion.
Kedua orangtua Rey langsung masuk ke mansion, Mereka langsung terduduk di sopa yang ada di ruang keluarga.
Bukannya langsung bersapa dengan Aulia, Justru Nyonya Widia langsung menanyakan wanita yang menjadi ibu pengganti itu.
"Rey.. Dimana wanita itu?" Tanya Widia, Mamahnya Rey.
Rasanya kesal saat Mamahnya malah menanyainya wanita itu bukannya istrinya Aulia, Rey nampak terdiam dia sama sekali tidak merespon itu.
"REY!!" Bentak Tuan Bram yang tak suka dengan sikap acuh anaknya.
Rey dengan malasnya menyuruh maid untuk memanggil Renata.
"Panggil wanita itu, Suru dia kesini!" Perintah Rey yang diangguki maid.
Maid itu langsung ke lantai atas yang dimana itu adalah kamar Renata.
Setibanya dikamar Renata, Maid itu langsung mengetuk pintu kamar Renata.
Tok...
Tok...
Tok...
Klek..
Renata membuka pintu kamarnya, "Eh Bi, Ada apa?"
Maid itu tersenyum, "Nona, Tuan Rey memanggil anda untuk menemui Tuan Besar dan Nyonya Besar."
Renata mengerutkan keningnya, "Apa harus?" maid itu menganggukkan kepalanya.
Renata akhirnya ikut maid untuk turun kebawah, Hatinya mendadak gelisah untuk menemui kedua orang tua Rey. apa mereka akan memberikan Renata pelajaran karna masuk ke dalam rumahtangga Rey dan juga Aulia? entahlah Renata juga bingung.
Disisi lain, Aulia yang melihat sikap kedua mertuanya ini sedikit sakit hati, Namun mau bagaimana lagi. Dia harus berusaha menahannya.
"Apa kabar Mamah?"
"Baik!"
Widia nampak acuh saat Aulia mencoba menyapanya, Dia sejujurnya masih sangat tak menyukai Aulia. Bukan tanpa sebab, Namun ada hal yang membuatnya membenci Aulia, menantunya itu.
Renata turun dari Tangga, Dia langsung menuju ke ruang keluarga dengan didampingi maid. Langkahnya terhenti saat melihat mereka yang menatap dirinya.
Renata tersenyum kaku, dia sungguh bingung dan takut. Maid itu langsung pergi setelah Rey menyuruhnya untuk pergi.
Mimik wajah Widia langsung berbinar saat melihat calon menantu sesungguhnya itu, Widia berdiri dari duduknya untuk menyambut Renata. "kemarilah sayang!" Widia merentangkan tangannya untuk Renata memeluknya.
Renata dengan canggung nya memeluk Widia, Sebelumnya Renata juga sudah mengetahui kalau itu adalah Mamahnya Rey. Tentunya karna Maid yang memberitahukannya.
Setelah ber cipika-cipiki, Widia mengajak Renata untuk duduk di dekatnya.
"Kamu sangat cantik sekali, Siapa namamu?" Tanya Widia sambil mengusap wajah cantik alami Renata, Ya memang wajah Renata tidak selalu terhias make-up, Renata lebih menyukai seperti ini.
"Na-nama saya Renata, tante..." Jawab Renata dengan gemetar nya.
Widia tertawa pelan, "Namamu sangat cantik, Seperti orangnya." Mamah Widia mengusap rambut Renata, Tanpa sengaja dia melihat sebuah bekas cap yang nempel di leher jenjang Renata.
"Ternyata anakku ganas juga ya?! Sampai banyak sekali stempel yang menempel. Pasti karna Rey menikmatinya, Benar bukan?" Lanjut Widia yang membuat Renata malu bukan kepalang, Dia sungguh lupa menutupi bekas dari Rey.
Aulia memejamkan matanya, Hatinya seakan tertusuk sembilau pisau. Dia sungguh sakit hati, Apalagi mendengar kalau Rey menikmati permainan itu.
"Ekhem!" Bram berdehem saat suasana hening, Dia mengajak Rey anaknya itu untuk membicarakan perusahaan.
Renata sangat tidak enak hati saat Mamahnya Rey berbicara seperti itu di hadapan Aulia, Dia sungguh sangat merasa bersalah. Pasti Aulia sakit hati, Ya itulah yang ada di pikiran Renata.
Setelah bercengkrama cukup lama, Kini sudah masuk ke jamnya makan malam.
Mamah Widia meminta Renata untuk ikut memasak bersamanya, Renata awalnya ingin mengajak Aulia juga namun dia urungkan saat melihat Mamah Widia menatapnya dengan tatapan dalam.
Sedangkan Aulia memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.
Di dapur kedua wanita itu seakan seperti ibu dan anak, Terlihat dekat. Padahal Nyonya Widia itu sudah terkenal dengan sikapnya yang dingin serta tak mudah akrab dengan orang baru, Tapi kini? Dia akrab dengan Renata.
"Wah ternyata selain cantik, kamu juga jago memasak ya Ren.. Hebat kamu!!" Puji Nyonya Widia setelah menyicipi masakan Renata.
Renata hanya tersenyum, Dia ikut menyajikan masakannya itu.
Tak lama datang Tuan Bram, Dan Rey yang mendorong kursi roda Aulia. Renata menyambut Aulia dengan senyuman, Dia duduk tepat di samping Aulia.
Saat Aulia hendak melayani makan Rey, Terlebih dulu suara Nyonya Widia membuatnya menghentikan gerakan tangannya.
"Biar Rena saja yang melayani makan untuk Rey!" Ucap Nyonya Widia dengan tegasnya, Dia menyuruh Renata yang mengambil alih untuk melayani Rey.
Renata mengambilkan makan untuk Rey, Dia dengan gemetar nya memberikan Rey makanan.
Mereka makan dengan hening sampai Nyonya Widia kembali membuka suaranya. "Oh ya, Rey kamu harus sering-sering melakukannya. Dengan kamu yang sering melakukannya, Kami akan cepat mendapatkan Cucu!"
BRAK...
Rey menggebrak meja, Dia sungguh tak terima dengan sikap keterlaluan Mamahnya itu.
"Ada apa Rey? Bukannya yang mamah katakan tidak salah bukan?"
"Mah! Jangan membahas itu di depan Aulia! Hargai istri Rey!!!" Pinta Rey dengan tatapan tajamnya.
Nyonya Widia memutar bola matanya malas, Widia kembali melanjutkan makannya. "Untuk apa menghargainya?" Lirih Nyonya Widia yang masih terdengar oleh Rey dan juga yang lainnya.
"MAH!!" Rey membentak Mamahnya, Dia tau ini salah tapi mamahnya ini sudah keterlaluan.
Dan tentunya Tuan Bram yang melihat istrinya dibentak oleh anaknya itu langsung ikut angkat suara.
"REY!!"
Aulia mengusap matanya yang sepertinya mengalir cairan bening, Dia mendorong roda kursinya untuk pergi dari meja makan.
"MAMAH KETERLALUAN!"
"REYNDRA!!!" Suara Tuan Bram meninggi, Membuat Rey berbalik meninggalkan kedua orangtuanya.
Rey menyusul Aulia.
Melihat sikap anaknya yang sudah budak cinta itu, Nyonya Widia hanya menggelengkan kepalanya. Dia menatap Renata, "Sudah, Jangan dipikirkan. Lanjutkan makanmu sayang..." Renata menganggukan kepalanya.
Di kamar, Aulia menangis dia sungguh tak kuat menahannya. Rey yang melihat istrinya itu menangis, Dia memeluknya.
"Hiks.. hiks.." Aulia menangis dalam pelukan Rey.
Rey mengusap rambut istrinya, Dia mengecupnya. "Ucapan mamah tadi tidak usah didengarkan, Hmm?"
Aulia mendongak menatap suaminya, "Tapi yang diucapkan Mamah sungguh menyakitiku Mas! sakit hati... hiks.."
...----------------...
Hay salam hangat dari Author. Seperti biasa Author minta dukungan serta supportnya dari kalian untuk novel author.
Dukung dan support karya ini dengan cara:
LIKE+KOMEN+VOTE!!
MAMPIR JUGA KE NOVEL BARU AUTHOR, NOVEL REMAJA NIH!! MENCERITAKAN TENTANG BADBOY SEKOLAH!! YUK MAMPIR.
DITUNGGU KEDATANGANNYA!! DAHH SEYOU....
JANGAN LUPA KASIH BUNGA BIAR AUTHOR SEMANGAT Nulis!!