Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.
Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jatuhnya Sang Pembunuh
Uap darah tebal yang amis membumbung tinggi, mengutuk udara di dalam Aula Utama Sekte Awan Langit. Di bawah pengaruh gila Pil Pembakar Darah, sosok Zhao Zhentian membengkak dengan pembuluh darah hitam yang menonjol mengerikan di sekujur leher dan parasnya. Aura tingkat Core Formation Puncak yang dihasilkannya menekan seluruh ruangan, meretakkan pualam hingga menjadi pasir halus.
Di atas kepalanya, wujud naga darah buatan sepanjang puluhan meter meraung liar. Matanya yang berwarna merah menyala memancarkan kebuasan tanpa akal sehat.
"Hahaha! Lihatlah kekuatan ini, Zhao Gou!" raung Zhao Zhentian dengan suara serak melengking bagaikan iblis dari neraka. "Kau pikir kau bisa mengalahkan Faksi Utama?! Di hadapan pengorbanan darahku, kau dan seluruh kenangan keluargamu hanya akan menjadi abu di bawah kakiku!"
Zhao Zhentian menghentakkan kedua tangannya ke depan. Naga darah raksasa itu meluncur menembus langit-langit aula yang runtuh, menukik lurus dengan kecepatan yang sanggup merobek dimensi spasial!
"Teknik Terlarang — Tebasan Pemotong Jiwa Naga Darah!"
Gelombang racun pembakar jiwa bercampur hawa kematian menyapu semua yang dilaluinya. Tiang-tiang batu pualam yang tersisa hancur berkeping-keping, dan tanah di sekitar panggung meleleh menjadi lumpur merah yang mendidih.
Para murid dan tetua sekte terhempas mundur, menutupi wajah mereka dari terpaan hawa busuk yang sanggup melumpuhkan paru-paru. Ketua Sekte Feng Wuji menggigit bibirnya erat-erat, mengepalkan tangan dengan kecemasan tinggi saat melihat Zhao Gou berdiri tepat di jalur lintasan naga darah tersebut.
Namun, di tengah kiamat kecil yang diciptakan Zhao Zhentian, Zhao Gou tetap berdiri tegak.
Sepasang mata berwarna ungu keemasan milik Zhao Gou memancarkan pendaran cahaya sakral yang amat jernih. Dengan bantuan Mata Naga Ilahi, seluruh pergerakan naga darah yang rumit itu terurai menjadi benang-benang energi liar yang penuh dengan celah fatal.
"Naga buatan dari darah sampah..." bisik Zhao Gou pelan, suaranya bagaikan hukum alam yang tak terbantahkan. "...tidak akan pernah sanggup menatap naga sejati!"
BUMMM
Zhao Gou menekuk kedua lututnya sedikit, lalu menghentakkan kakinya ke bumi!
Seluruh Tulang Naga Kuno di dalam tubuhnya meledak secara bersamaan! Pendaran cahaya ungu keemasan yang murni dan tebal membumbung tinggi ke angkasa, menggulung uap darah amis dalam sekejap mata. Raungan naga purba yang sesungguhnya bergema dari dalam rongga dadanya, mengguncang seluruh gunung Sekte Awan Langit dari dasarnya!
Jalur-jalur emas di permukaan kulit Zhao Gou membara terang. Ia mengayunkan tangan kanannya ke udara, merentangkan jemarinya membentuk cakar yang dilapisi oleh padatan energi keemasan raksasa.
"Jurus Kedua Kitab Pembakar Jiwa Naga — Cakar Naga Pemisah Langit!"
BOOMMM
Sebuah cakar naga keemasan sepanjang belasan meter mewujud di udara, memotong atmosfer aula dengan aura dominasi mutlak yang tak tertahankan!
Dua serangan tingkat puncak bertabrakan di tengah ruangan!
CRASHHH
Naga darah buatan milik Zhao Zhentian meraung histeris saat Cakar Naga Keemasan milik Zhao Gou merobek rahang dan tubuhnya secara brutal! Energi darah yang tercemar racun itu hancur berkeping-keping, meleleh menjadi uap hitam yang menguap seketika terkena pendaran api emas murni milik Zhao Gou.
"Tidak... TIDAK MUNGKIN!" jerit Zhao Zhentian penuh rasa horor yang memuncak.
Belum sempat Zhao Zhentian melangkah mundur, bayangan tubuh Zhao Gou telah memotong ledakan energi, muncul persis di hadapan wajahnya!
Kecepatan yang melampaui batas penglihatan manusia!
Zhao Gou menatap lurus ke dalam mata Zhao Zhentian yang terbelalak gila. Tangan kanan Zhao Gou yang terbungkus oleh padatan Sisik Naga Emas meluncur lurus bagaikan tombak abadi, menembus zirah besi dan kulit dada Zhao Zhentian secara bersih!
CLES
"Khmm... ugh!"
Zhao Zhentian membeku kaku di udara. Matanya mendelik lebar, memutih secara perlahan.
Tangan kanan Zhao Gou telah menembus rongga dada pembunuh ayahnya, menggenggam erat bola cahaya berwarna merah darah di dalam Dantian pria paruh baya tersebut—Inti Kultivasi (Core) milik pakar Core Formation!
"Ini... untuk tiga tahun penderitaan Ayahku di pengasingan," bisik Zhao Gou tepat di samping telinga Zhao Zhentian, suaranya dingin tanpa ada sedikit pun rasa kasihan.
KREKKK
Dengan satu remasan ringan dari jemari Zhao Gou... Inti Kultivasi milik Zhao Zhentian hancur berkeping-keping di dalam dadanya!
BUM
Rembesan energi terlarang meletup dari dalam tubuh Zhao Zhentian. Seluruh kultivasi tingkat puncak yang dibanggakannya sirna dalam sekejap mata, meninggalkan pria tua itu sebagai jasad tanpa tenaga yang bergantung pasrah pada cengkeraman tangan Zhao Gou.
"Kau... kau adalah... iblis..." racau Zhao Zhentian dengan napas tersengal-sengal, darah segar meleleh deras dari mulut dan matanya. Dalam sekilas pandangannya yang makin meredup, ia tidak lagi melihat seorang pemuda dari desa terpencil, melainkan bayangan sesosok naga raksasa purba yang sedang melahap jiwanya.
Zhao Gou mencabut tangannya dari dada Zhao Zhentian secara dingin.
Brak
Tubuh Zhao Zhentian terhempas kaku ke atas lantai batu yang runtuh, tidak lagi bernyawa. Pembunuh utama Zhao Tianhe dan pilar tertinggi Faksi Utama Klan Zhao di perbatasan... resmi tewas mengenaskan di panggung Pesta Hari Jadi!
Sisa-sisa pasukan zirah emas Kota Megah yang menyaksikan kematian pimpinan tertinggi mereka seketika kehilangan seluruh keberanian. Senjata-senjata besi terlepas dari genggaman tangan mereka yang gemetaran.
"Tetua Agung telah tewas!"
"Lari! Pemuda itu adalah monster!"
Namun, Ketua Sekte Feng Wuji dan para tetua dalam tidak memberikan mereka kesempatan. Dengan satu gelombang perintah, para pengawal Sekte Awan Langit mengepung dan membantai sisa-sisa pengkhianat Faksi Utama hingga tak tersisa satu orang pun di dalam aula.
Gema pertempuran perlahan-lahan mereda. Bau asap belerang dan darah menyelimuti reruntuhan Aula Utama yang kini setengah hancur terbuka menatap langit malam.
Zhao Gou berdiri di atas pecahan pualam, mengibaskan sisa darah Zhao Zhentian dari jemarinya dengan sangat santai. Pendaran cahaya ungu keemasan di tubuhnya perlahan menyurut, kembali terserap masuk ke dalam Tulang Naga Kuno.
Ia tidak memedulikan sorak-sorai kemenangan dari para murid sekte, tidak pula memedulikan tatapan takjub dari Ketua Sekte Feng Wuji.
Zhao Gou membalikkan badannya secara perlahan.
Sepasang mata berwarna ungu keemasan miliknya meluncur dingin menembus kerumunan, mengunci lurus ke arah sudut aula yang sepi—tempat barisan petinggi Klan Xie terduduk lemas di atas tanah.
Tetua Xie Ba memegangi dadanya dengan wajah pucat pasi bagaikan mayat, sementara orang tua Xie Yanfeng gemetaran hebat hingga tak sanggup berdiri. Di samping mereka, Xie Yanfeng menatap Zhao Gou dengan napas tersengal dan air mata yang terus menetes.
Hutang darah Faksi Utama Klan Zhao telah terbayar satu babak.
Dan kini... giliran orang-orang yang dulu membuang dan menginjak-injak harga diri keluarganya di Desa Hutan Kabut untuk menerima keputusan takdir.
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
ttp semangt...💪💪💪
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
adu taktik...bikan tiktok...