NovelToon NovelToon
Di Ceraikan,Aku Bangkit Jadi Miliarder

Di Ceraikan,Aku Bangkit Jadi Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fahmishodiq Abdullah

Kirana selalu dianggap istri yang "biasa saja" — tak pintar, tak berguna, hanya pantas mengurus rumah. Saat suaminya, Rangga, menceraikannya demi wanita lain di depan keluarga besar, semua orang mengira hidupnya akan hancur.
Mereka salah.
Di balik status "istri biasa" itu, Kirana menyimpan warisan yang selama ini tak pernah ia buka — dan kejeniusan bisnis yang selama ini ia pendam demi keluarga yang tak pernah menghargainya.
Kini, saat Rangga dan selingkuhannya mulai kehilangan segalanya, Kirana justru bangkit sebagai sosok yang tak seorang pun kenali. Pertanyaannya bukan lagi apakah ia akan kembali — tapi apakah Rangga pantas mendapatkan kesempatan kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fahmishodiq Abdullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Klarifikasi dan jejak yang tertinggal

Sore itu, pukul empat, PT Cahaya Abadi Investama merilis pernyataan resmi melalui akun media sosial perusahaan dan mengirimkannya langsung ke redaksi tabloid Bisnis Kota serta beberapa media lokal lain yang sempat memuat isu tersebut.

Pernyataan itu singkat, padat, dan dilengkapi lampiran dokumen resmi: surat pelunasan utang dari bank, bukti restrukturisasi yang sudah selesai sejak lima tahun lalu—bahkan sebelum Kirana kembali mengelola perusahaan itu—dan surat keterangan bebas kewajiban finansial dari otoritas terkait.

"Kami memahami kekhawatiran yang muncul akibat informasi yang beredar. Namun berdasarkan dokumen resmi terlampir, seluruh kewajiban finansial masa lalu PT Cahaya Abadi Investama telah diselesaikan sepenuhnya sejak tahun 2021, jauh sebelum perusahaan ini kembali aktif di bawah manajemen baru. Kami terbuka untuk klarifikasi lebih lanjut kepada pihak mana pun yang membutuhkan."

Kirana menandatangani pernyataan itu dengan nama lengkapnya untuk pertama kalinya sejak memakai inisial K. Broto—sebuah keputusan yang ia pertimbangkan matang-matang bersama Pak Hadi malam sebelumnya.

"Kalau saya terus sembunyi di balik inisial sekarang, orang akan mengira saya memang punya sesuatu yang disembunyikan," katanya saat itu. "Lebih baik saya hadapi langsung, dengan nama lengkap, dengan bukti lengkap."

Reaksi publik terhadap klarifikasi itu jauh lebih cepat dan positif dari yang Kirana perkirakan. Beberapa pengusaha yang sebelumnya ragu justru berbalik memuji keterbukaan dan kecepatan responsnya. Salah satu komentar di forum bisnis yang sama tempat isu itu pertama kali muncul, ditulis oleh pengusaha senior yang cukup dihormati di kalangan tersebut:

"Jarang ada perusahaan yang berani klarifikasi secepat dan setransparan ini. Ini justru menaikkan kepercayaan saya, bukan menurunkannya."

Bu Darmi menelepon lagi malam itu, kali ini suaranya jauh lebih lega. "Ibu lihat klarifikasinya, Nak. Tetangga-tetangga juga udah nggak ribut lagi. Malah ada yang bilang kamu makin dipercaya sekarang."

Kirana tersenyum lega untuk pertama kalinya sejak pagi tadi. "Terima kasih sudah tetap percaya, Bu."

Namun di balik kelegaan itu, ada satu pertanyaan yang terus mengganjal pikiran Kirana: siapa yang sengaja menggali informasi lama tentang keluarganya, dan mengapa waktu kemunculannya begitu pas—tepat setelah kerja sama dengan Sentosa Abadi Grup diumumkan?

Dimas, yang punya latar belakang sedikit paham teknologi dari kuliahnya dulu, menawarkan diri untuk menelusuri jejak digital akun anonim yang pertama kali mengunggah tuduhan itu.

"Saya nggak janji bisa temukan identitas aslinya, Bu," katanya hati-hati. "Tapi setidaknya saya bisa cek pola aktivitas akunnya—kapan dibuat, dari mana biasanya login, hal-hal seperti itu."

Butuh waktu dua hari bagi Dimas untuk mengumpulkan informasi terbatas yang bisa ia akses secara sah. Akun anonim itu ternyata baru dibuat tiga hari sebelum mengunggah tuduhan—jelas dibuat khusus untuk tujuan itu—dan pola waktu aktifnya konsisten dengan jam kerja kantor, bukan waktu santai seperti kebanyakan akun pribadi biasa.

"Ini kemungkinan besar dibuat oleh seseorang yang punya akses informasi terbatas soal kita, Bu," kata Dimas, menunjukkan temuannya. "Karena detail soal utang lama itu nggak mudah ditemukan orang biasa. Butuh riset khusus, atau... orang dalam yang memang sengaja mencari."

Kirana menatap layar itu lama, pikirannya melayang ke percakapan terakhirnya dengan Rangga di ruang rapat—dan ke sosok yang selalu berdiri di samping Rangga sejak perceraian mereka.

Ia tidak mengucapkan nama itu keras-keras. Belum waktunya berspekulasi tanpa bukti kuat.

Sementara itu, di kantor PT Sentosa Abadi Grup, Rangga sendiri mulai memperhatikan sesuatu yang janggal. Sejak isu itu mereda dengan klarifikasi resmi Kirana, Vania justru terlihat gelisah, sering memeriksa ponselnya diam-diam, dan beberapa kali membatalkan janji makan siang tanpa alasan jelas.

"Kamu kenapa akhir-akhir ini?" tanya Rangga suatu malam, mendapati Vania sedang menelepon seseorang dengan suara pelan di balkon apartemen mereka, buru-buru menutup telepon begitu menyadari kehadirannya.

"Nggak apa-apa," jawab Vania, tersenyum dipaksakan. "Cuma urusan vendor pernikahan."

Rangga mengangguk, meski ada sesuatu di nada suara Vania yang terasa tidak biasa—sesuatu yang, jika ia lebih jeli beberapa bulan lalu, mungkin akan langsung ia curigai. Tapi pikirannya masih terlalu penuh dengan urusan proyek Kavling Timur dan perasaan campur aduk sejak pertemuan pertamanya dengan Kirana beberapa minggu lalu.

"Vania," katanya pelan, mencoba topik lain, "kamu kenal orang media yang biasa nulis soal bisnis kota kita?"

Pertanyaan itu, meski diucapkan santai, membuat Vania membeku sesaat sebelum menjawab. "Kenapa tiba-tiba tanya itu?"

"Nggak, cuma penasaran," jawab Rangga, memperhatikan reaksi Vania lebih dekat dari yang ia sadari sendiri. "Soalnya isu soal Kirana kemarin itu... rasanya terlalu rapi buat sekadar gosip biasa."

"Aku nggak tahu apa-apa soal itu," jawab Vania cepat, terlalu cepat, sebelum berjalan masuk ke dalam apartemen, meninggalkan Rangga sendirian di balkon dengan pikiran yang mulai merangkai kecurigaan yang belum sepenuhnya ia pahami.

Malam itu, di rumah kosnya, Kirana duduk bersama Pak Hadi dan Dimas, menyusun langkah selanjutnya untuk memastikan reputasi perusahaan tetap terjaga.

"Kita nggak bisa terus bereaksi setiap kali ada serangan seperti ini," kata Pak Hadi. "Kita butuh strategi jangka panjang biar reputasi kita lebih kuat dari gosip-gosip semacam ini."

"Setuju," jawab Kirana. "Saya mau kita mulai lebih terbuka ke publik—bukan cuma soal bisnis, tapi juga soal nilai-nilai yang kita pegang. Biar orang kenal kita dari cerita kita sendiri, bukan dari fitnah orang lain."

Ia menatap buku catatan ayahnya yang tergeletak di meja, sudah mulai lusuh karena sering dibuka-tutup selama beberapa bulan terakhir.

"Orang yang benar-benar berubah tidak perlu berteriak soal perubahannya," begitu tulisan ayahnya. Tapi malam ini, Kirana mulai memahami versi lain dari nasihat itu: kadang, diam saja tidak cukup untuk melindungi apa yang sudah susah payah dibangun.

Ia menutup buku itu perlahan, menatap keluar jendela kamar kosnya yang gelap.

Siapa pun yang ada di balik semua ini, pikirnya, aku nggak akan biarkan mereka menjatuhkan apa yang sudah aku bangun dari nol.

Ia belum tahu pasti, tapi firasatnya semakin kuat mengarah pada satu nama.

1
Kumbang di taman
semangat selalu 😍
Fahmishodiq Abdullah: terimakasih atas kunjungannya
total 1 replies
Kumbang di taman
sukses selalu Author 👍
Adinda
toko utamanya Kirana atau dimas Dan alya,kalau bisa libatkan toko pemeran utamanya Dan tokoh yang jadi pendamping hidup Kirana,jadi ceritanya makin seru.
Fahmishodiq Abdullah: ok kak masukan saya terima kak,makasih atas masukan dan sarannya
total 1 replies
Detie Kurniawati
cerita yg tak aku pahami ahirnya??
Fahmishodiq Abdullah: terimakasih kak kritiknya,saya akan mencoba memperbaruhinya
total 2 replies
Heny
Hadir thor
Fahmishodiq Abdullah: makasih bang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!