Novelia hidup berdua dengan adiknya Milea, Novelia sangat menyayangi adiknya itu hingga sesuatu yang menyakitkan menimpa adiknya. Adiknya dinyatakan defresi dan harus dirawat di rumah sakit jiwa dan itu membuat hati Novelia sangat hancur.
Novelia curiga kalau defresinya adiknya ada hubungannya dengan lingkungan sekolah, maka dari itu Novelia bekerja sebagai penjaga kantin untuk menyelidiki siapa orang-orang yang berada dibalik kejadian yang menimpa adiknya itu.
Akankah Novelia bisa menemukan pelakunya atau justru nyawa Novelia yang akan terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Anak Pemilik Sekolah
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
Waktu istirahat pun tiba, anak-anak langsung berlarian dan berebutan makan. Novelia yang memang masih baru merasa terkejut dan terlihat kewalahan.
"Bu Ningsih, ini siapa? saudara Ibu ya?" seru Yani.
"Iya Neng," dusta Bu Ningsih.
"Culun banget Bu, siapa nama kamu?" tanya Malla dengam sinisnya.
"Nama aku Novelia, salam kenal," sahut Novelia.
"Novelia? pasti Ibu kamu pencinta novel ya? makanya kamu dikasih nama itu, norak sekali," hina Yani.
"Masih mending novel yang dibaca Mamanya itu novel romance, lah ini novel yang isinya penderitaan semua, makanya dalam hidup dia juga penuh penderitaan," cibir Malla.
Novelia sudah mulai mengepalkan tangannya, sungguh ucapan mereka tidak mencerminkan anak yang berpendidikan bahkan kepada orang yang lebih dewasa pun, mereka tidak sedikit pun menghargai.
Malla dan Yani pun pergi dengan terus tertawa puas.
Bu Ningsih mengusap punggung Novelia. "Jangan di dengarkan, mereka memang seperti itu mentang-mentang mereka anak pejabat jadi bersikap seenaknya," seru Bu Ningsih dengan lembut.
"Jangan-jangan, mereka yang sudah membully Milea?" batin Novelia.
Semua siswa sudah duduk di mejanya masing-masing, mereka tampak menikmati makanan yang sudah dimasak oleh Bu Ningsih dan Novelia.
Dari kejauhan Novelia melihat Fatar yang sedang membaca buku di bawah pohon, Novelia pun membawakan makanan buat Fatar dan menghampirinya.
"Hai, kamu sedang apa?" sapa Novelia.
"Hai, kamu siapa?" tanya Fatar.
Novelia lupa kalau saat ini dia sedang menyamar, Novelia pun membuka kacamatanya sebentar dan melepaskan ta* lalat palsunya.
"Kak Novel."
Novelia pun segera memakai kembali kacamata dan ta* lalat palsunya itu.
"Kok Kak Novel ada di sini?" tanya Fatar.
"Aku penasaran Tar, sama orang yang sudah membuat Milea seperti itu. Aku tidak akan bisa hidup tenang, sebelum aku menemukan semua pelakunya, bagaimana pun aku ingin meminta keadilan untuk Milea," sahut Novelia.
"Tenang Kak, aku akan bantu Kakak untuk menemukan semua pelakunya."
"Iya, terima kasih Tar. Oh iya, kamu sedang apa di sini? ini waktunya makan, kenapa kamu ga makan?"
"Bekal makan aku ketinggalan di rumah Kak, jadi aku ga makan."
"Loh, kan sudah ada kantin dan kamu tinggal makan di kantin."
"Itu kantin buat anak-anak orang kaya, mana ada tempat buat anak miskin seperti aku, Kak."
"Lah, kok gitu? kamu kan siswa di sekolahan ini juga, jadi semua siswa mendapat hak dong untuk makan di kantin?"
"Susah Kak, kalau uang sudah bicara. Di sekolahan ini, yang anak orang miskin hanya aku dan Milea, jadi kami akan kalah dengan mereka semua."
Sungguh hati Novelia sangat miris mendengarkannya, Novelia kembali ingat kepada adiknya. Milea selama sekolah di sini tidak pernah membawa bekal dari rumah, berarti itu tandanya Milea harus menahan rasa lapar selama sekolah sampai pulang tiba.
"Pantas saja, Milea kalau makan malam seperti orang yang kelaparan jadi ini alasannya," batin Novelia.
Novelia kembali meneteskan airmatanya tapi dia dengan cepat segera menghapusnya.
"Ini, Kakak bawakan kamu makanan," seru Novelia.
"Ya ampun Kak, jangan repot-repot aku gak apa-apa kok," sahut Fatar merasa tidak enak.
"Sudah kamu makan saja, Kakak di sini bekerja sebagai penjaga kantin jadi mulai sekarang dan seterusnya, kamu jangan khawatir, Kakak akan menyisakan makanan untukmu."
"Terima kasih, Kak."
"Sama-sama, cepat makanlah takutnya keburu bel masuk berbunyi."
Fatar pun dengan cepat melahap makanan yang dibawakan Novelia itu, Novelia memperhatikan Fatar yang sedang makan dengan lahapnya.
Hati Novelia lagi-lagi merasa sangat sakit, kenapa anak orang miskin selalu mendapatkan diskriminasi. Apa salah mereka? mereka sama-sama manusia dan juga siswa di sekolah itu, maka dari itu, seharusnya Fatar dan Milea pun dapat perlakuan dan hak yang sama seperti anak-anak yang lainnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Fatar pun sudah menghabiskan makanan yang Novelia bawa.
"Terima kasih Kak, aku kenyang banget."
"Sama-sama, ya sudah kalau begitu Kakak kembali ke kantin lagi."
Novelia pun bangkit dari duduknya, begitu pun dengan Fatar tapi dari gerbang masuk terlihat keramaian bahkan siswi perempuan terlihat berteriak-teriak histeris.
"Itu ada apa?" seru Novelia.
"Gak tahu Kak, ada artis kali," sahut Fatar.
"Ya sudah, Kakak duluan ya."
Novelia pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan Fatar, begitu pun Fatar yang langsung pergi menuju kelasnya.
Seorang pria tampan berjalan dengan gagahnya, dengan memakai kacamata hitam yang melengkapi kadar ketampanannya menjadi berkali-kali lipat. Siswi perempuan berteriak histeris, di lain sisi, Novelia berjalan dengan santainya sembari menundukan kepalanya.
Tiba-tiba Novelia menabrak pria tampan itu, seketika tubuh Novelia oleng bahkan piring kotor yang dia bawa bekas makan Fatar pun terjatuh dan pecah. Si pria tampan itu dengan sigap menangkap tubuh Npvelia, seketikan pria itu dan Novelia saling tatap sehingga membuat semua siswi perempuan menganga termasuk Yani dan Malla.
"Mata sudah empat, masih saja tidak bisa lihat," sinis pria itu.
Novelia tersadar dan langsung melepaskan diri.
"Ma--af Tuan, saya tidak sengaja," seru Novelia dengan gugupnya.
"Semua wanita memang selalu beralasan tidak sengaja, padahal kenyataannya mereka rela menabrakan diri hanya untuk bisa dekat denganku," seru pria itu dengan dinginnya.
Novelia hanya bisa menundukan kepalanya, kemudian pria tampan itu pun pergi dengan diikuti oleh pengawalnya.
Yani dan Malla yang merasa kesal kepada Novelia, dengan sengajanya menabrak tubuh Novelia.
"Cih, mau caper sama Kak Angkasa? gak bakalan bisa, kamu itu bukan tipenya," cibir Malla.
"Penjaga kantin tidak tahu diri, baru saja bekerja di sini sudah kegatelan," sambung Yani.
"Sudah yuk Yan, Kak Angkasanya keburu pulang," seru Malla.
Malla dan Yani pun segera berlari menyusul pria tampan yang ternyata bernama Angkasa itu, sedangkan Novelia, berjongkok dan membersihkan pecahan piring yang tadi dia jatuhkan.
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
semangat buat Novelia,,😉😉
buat Authornya semangat juga,,🙂🙂
mksh k popy untuk sajisn yg bagus maaf lama nggak baca lg sibuk di rl... 🙏🙏🙏