Perjuangan seorang wanita sederhana, yang bersuamikan seorang direktur sebuah perusahaan besar, penampilannya yang sangat sederhana dan termasuk ketinggalan jaman, membuat sang suami menjauhinya, sang suami yang selalu menghina dan membanding-bandingkan fisik istrinya dengan pacar-pacar nya yang dulu.
akankan perjuangan seorang Berliantina Febrianti berhasil merebut hati sang suami untuk mencintainya?
kisah yang penuh lika liku dan perjuangan seorang istri yang dianggap hina oleh sang suami.
HAPPY READING💖💖💖
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dibanding-bandingkan dengan mantan
hari ini Rosa akan mengajak Lian untuk pergi ke pusat perbelanjaan, Rosa hendak membelikan menantunya baju baru, karena menurutnya baju-baju Lian didominasi dengan model daster itu, membuat Lian terlihat tua dari usianya yang masih 21 tahun, Rosa ingin Lian memakai baju yang sesuai dengan usianya.
"Lian cepat ganti bajumu, hari ini mami akan mengajakmu shopping!" seru Rosa yang disambut senyuman oleh Lian.
"baik mam, Lian ganti baju dulu" jawab Lian, kemudian ia masuk kedalam kamarnya dan mengganti bajunya.
sementara Lian mengganti bajunya, Rosa tengah menghubungi Zain yang masih berada di kantor.
"halo Zain"
"iya mam, ada apa?" jawab Zain
"nanti sepulang kerja, kamu jemput mami di mall ya? sekarang mami mau ajak istrimu belanja dulu" seru Rosa.
"ngapain sih mami ajak dia, mami nggak malu jalan sama gadis kampungan itu!" ucap Zain sinis.
" Zain, jangan bicara ngawur kamu, hati-hati dengan ucapanmu, bisa jadi suatu hari nanti, kamu yang akan mengejarnya" ucap Rosa mengingatkan.
"haduh...mami...mami, Zain nggak akan pernah tergoda dengan gadis kumuh itu, titik!" sambung Zain lantas ia segera menutup teleponnya.
"mami ada-ada aja, masa seorang Zain Abimanyu jatuh cinta pada gadis kumuh seperti Berlian...nonsen" gumamnya dalam hati.
tiba-tiba seorang wanita masuk kedalam ruangannya.
"hai Zain, sorry aku nyelonong masuk aja, soalnya pintunya kebuka" sapa Anita, salah satu mantan kekasih Zain.
"hai...Anita, apa kabar kamu, tumben kamu datang kekantor, ngomong-ngomong kamu semakin cantik aja?" ucap Zain sembari memperhatikan penampilan Anita yang anggun hari itu.
"iya...aku sengaja datang kesini untuk ngasih ini ke kamu?" seru Anita sembari menyerahkan sebuah undangan kepada Zain.
"apa ini?" tanya Zain penasaran.
"minggu depan, aku bakal nikah sama Bima, kamu datang ya!" ucap Anita.
"menikah? dengan Bima? kok kamu mau aja nikah sama Bima, diakan karyawan biasa, pastinya pendapatannya juga kecil!" ucap Zain merendahkan.
"biarpun Bima karyawan biasa, yang penting dia setia, daripada punya suami seorang direktur, tapi nyatanya playboy...makan hati tahu!" sindir Anita kepada Zain.
"kurang ajar, berani sekali dia menyindirku" Zain terdiam mendengar ucapan Anita
"eh...kamu datang ya, jangan lupa bawa istrimu" seru Anita.
"darimana kamu tahu, kalau aku sudah sudah punya istri?" tanya Zain penasaran.
"ya tahulah, itu sudah menjadi rahasia umum, cuma sayangnya aku nggak tahu siapa istrimu, tapi denger-denger dia adalah karyawanmu sendiri, betul itu?" ucap Anita menyelidik.
"untung saja Anita tidak tahu siapa istriku, kalau dia tahu, dia pasti menertawakanku" bisik Zain dalam hati.
*******
Lian sudah bersiap untuk pergi bersama Rosa, nyatanya Lian memang masih sangat lugu dalam dunia fashion, hari itu ia memakai style jadul sekali, dengan rok dibawa lutut dan kemeja longgar yang ia masukkan, Lian sudah terbiasa dengan penampilan seperti itu.
"Lian, kamu sudah selesai?" seru Rosa
"iya mam, Lian sudah selesai" jawabnya.
"baiklah, ayo kita pergi" ajak Rosa.
*******
setibanya di mall, Rosa mengajak Lian belanja beberapa baju untuk Lian pakai sehari-hari dirumah.
"Lian, mami akan membelikanmu baju itu, kelihatannya cocok dengan tubuh kamu?" seru Rosa sembari menunjukkan sebuah baju yang sedikit terbuka, namun Lian menggelengkan kepala.
"itu terlalu terbuka mam, Lian tidak suka" ucap Lian menolak.
"dengar sayang, kamu mau Zain selalu memandangmu sebelah mata? kamu sekarang adalah seorang istri, sudah kewajiban kamu untuk menyenangkan hati suamimu, kamu harus berusaha untuk menarik perhatian Zain" seru Rosa menyemangati menantunya itu.
Rosa juga membelikan Lian beberapa gaun malam dan lingerie, Lian yang melihat itu merasa agak aneh dengan baju menerawang yang dibeli Rosa untuknya.
"mami...ini baju model apa mam? tipis banget kayak saringan tahu gitu!" tanya Lian yang terheran melihat betapa tipisnya lingerie yang dibelikan Rosa untuknya.
"ini namanya lingerie, kamu pakai saat kamu hendak tidur bersama Zain" ucap Rosa tersenyum.
"hah...tidur pake baju gituan, ah enggak mam, Lian takut masuk angin, pasti besoknya bakal kerokan punggung Lian" ucap Lian begitu lugu.
Rosa terkekeh mendengar penuturan menantunya itu.
"Lian...Lian...kamu memang benar- benar gadis yang polos" ucap Rosa tersenyum dan Lian hanya bisa menyengir.
setelah semua belanjaan telah dibayar, maka Rosa dan Lian hendak pulang dan menunggu Zain menjemput mereka.
tiba-tiba seorang wanita memanggil nama Rosa dan menghampirinya.
"hai tante Rosa!" sapa Ely yang juga mantan kekasih Zain.
Rosa menoleh dan melihat Ely berada di belakangnya, Lianpun ikut menoleh kepada gadis yang tampak modis itu.
"siapa gadis ini? penampilannya keren banget" gumam Lian.
"Ely...sedang apa disini?" tanya Rosa
"jalan-jalan aja tan, tadi nggak sengaja aku lihat kayak tante Rosa, eh ternyata bener" jawab Ely.
"siapa gadis ini tante? asisten rumah tangga tante?" tanya Ely yang menganggap Lian adalah asistem rumah tangganya.
"kenalin dia adalah Berlian, menantu tante, istrinya Zain" dengan bangga Rosa memperkenalkan Lian kepada Ely, dan tentu saja itu membuat Ely sangat terkejut bukan main.
"oh...Zain sudah menikah tante? hai...kenalin aku Ely, mantan kekasih Zain" dengan bangga Ely menyebut dirinya sebagai mantan kekasih Zain.
"Lian...istrinya mas Zain" seru Lian membalas uluran tangan Ely.
"nih cewek katrok banget, kok bisa ya Zain menikah dengan gadis norak ini" bisik Ely yang terheran dengan Zain, seorang direktur yang tampan dan selalu perfeksionis, ternyata istrinya sangat biasa-biasa saja, bahkan terlihat sangat kampungan.
Lian melihat penampilan Ely yang sangat elegan tersebut, apalagi wajahnya yang tidak jauh-jauh dari kosmetik.
tiba-tiba Rosa melihat kedatangan Zain.
"hai Zain mami disini" seru Rosa sambil melambaikan tangannya, Zain melihat kearah maminya.
tiba-tiba Zain dikejutkan dengan kemunculan Ely disamping Rosa.
"Ely! sedang apa kamu disini?" tanya Zain kepada mantan kekasihnya itu.
"hai Zain, iya tadi aku lewat aja sih, kebetulan aku lihat tante Rosa disini, jadi aku samperin ja sekalian" jawab Ely.
"oh iya Zain, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah menikah?" seru Ely.
"hah...menikah?" ucap Zain sembari melihat kearah Lian dengan tatapan sinisnya.
"iya...gadis ini kan istrimu, benar kan tante?"ucap Ely sembari menunjuk kearah Lian.
Zain menoleh kearah Lian, ia sangat malu sekali Ely sudah mengetahui wajah dan penampilan istrinya yang kampungan itu.
"iya...dia memang istriku, meskipun dia istriku, tapi bagiku kamu lebih cantik daripada dia, hei Lian, coba kamu lihat Ely, contoh penampilannya, dia sangat modis dan modern, nggak kampungan sepertimu" ucap Zain yang membanding-bandingkan Lian dihadapan Ely.
Lian menundukkan wajahnya, ia sadar dirinya tak secantik Ely, ada rasa yang sangat sakit sekali saat Zain mengatakan itu dihadapan mantan kekasihnya, dirinya merasa sangat terhina dengan bullyan yang terlontar dari mulut suaminya sendiri.
"Zain...aku bersumpah, untuk kesekian kalinya kau sudah sangat menyakitiku hari ini, aku akan membuatmu bertekuk lutut dihadapanku, tunggu waktu itu tiba, kau akan menyesal sudah melakukan ini kepadaku sumpah Lian dalam hati.
BERSAMBUNG
🌻🌻🌻🌻🌻🌻