NovelToon NovelToon
Dimanjakan Oleh Cintanya

Dimanjakan Oleh Cintanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Siapa?!" Sebuah suara berat, serak, dan penuh ancaman terdengar di kegelapan.

​Rayyan langsung mencengkeram pergelangan tangan Aira. Napas pria itu memburu, aroma maskulin yang bercampur dengan hawa panas menguar dari tubuhnya. Obat bius di dalam tubuh Rayyan bergolak hebat saat merasakan kulit halus seorang wanita menyentuhnya.

​"S-sakit... panas..." Aira tidak menjawab pertanyaan Rayyan. Gadis itu justru meracau, air matanya menetes karena rasa tidak nyaman yang asing di sekujur tubuhnya. Sentuhan tangan Rayyan yang dingin di pergelangan tangannya justru terasa seperti penawar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan di balik selimut mewah

​Suasana di dalam ruangan divisi audit langsung gempar melihat anak magang baru pingsan di pelukan sang pemilik korporasi raksasa. Namun, sebelum ada karyawan yang sempat mendekat untuk menolong, Rayyan sudah mengambil tindakan yang mengejutkan semua orang.

​Dengan gerakan yang sangat protektif dan penuh kehati-hatian, Rayyan menyusupkan satu lengannya di bawah lutut Aira dan lengan lainnya di belakang punggung gadis itu, lalu mengangkat tubuh mungil Aira ke dalam gendongannya (bridal style) dengan sangat mudah.

​"Haris! Kosongkan lift eksekutif sekarang juga! Panggil dokter pribadi saya untuk datang ke ruangan saya di lantai teratas sekarang juga!" perintah Rayyan dengan nada suara yang sangat tinggi dan mutlak, tidak menerima bantahan apa pun.

​"Baik, Pak Rayyan!" Asisten Haris langsung bergerak cepat membuka jalan menuju lift privat.

​Rayyan membawa tubuh pingsan Aira di dalam gendongannya masuk ke dalam lift eksekutif yang bergerak cepat menuju lantai tertinggi Menara Wijaya—ruang kerja dan area istirahat privat milik sang CEO yang tidak pernah diizinkan dimasuki oleh siapa pun kecuali dirinya sendiri.

​Selama berada di dalam lift, Rayyan menatap wajah pucat Aira yang bersandar pasrah di dadanya. Tangan kanan Rayyan yang menopang tubuh bagian bawah Aira secara tidak sengaja menyentuh area di bawah dada gadis itu—tepat di atas pinggangnya. Melalui lapisan kain gaun longgar yang tipis, jari-jari panjang Rayyan merasakan sebuah tekstur yang sangat nyata.

​Sebuah lengkungan bulat yang kencang dan padat. Sebuah perut buncit yang tidak mungkin dimiliki oleh seorang gadis biasa yang sedang sakit biasa.

​Jantung Rayyan berdegup sangat kencang, bukan karena kelelahan menggendong Aira, melainkan karena sebuah realisasi besar yang menghantam logikanya. Hubungan antara malam di kelab empat bulan lalu, perubahan drastis pada cara berpakaian Aira yang selalu longgar, nafsu makannya yang dilaporkan meningkat oleh anak buahnya, dan sekarang... pingsan mendadak dengan perut yang membuncit halus.

​Pintu lift terbuka di lantai teratas. Rayyan langsung membawa Aira masuk ke dalam kamar istirahat privatnya yang mewah yang terletak di balik pintu rahasia ruang kerjanya. Dia membaringkan tubuh Aira dengan sangat lembut di atas ranjang king size yang empuk, menyelimuti tubuh gadis itu hingga sebatas dada.

​Tak lama kemudian, dokter pribadi Rayyan tiba dengan tergesa-gesa membawa peralatan medisnya.

​"Periksa dia sekarang, Dok. Pastikan dia dan... kandungan di dalamnya baik-baik saja," ucap Rayyan dengan suara yang bergetar rendah, matanya menatap lurus ke arah perut Aira yang tertutupi selimut.

​Dokter pribadi itu tertegun sejenak mendengar kata kandungan, namun dia langsung mengangguk patuh dan mulai melakukan pemeriksaan komprehensif pada tubuh Aira yang masih pingsan.

​Rayyan berdiri di sudut ranjang dengan kedua tangan yang mengepal erat di dalam saku celananya. Napasnya memburu, menantikan jawaban dari teka-teki terbesar yang akan mengubah seluruh hidup dan dinasti bisnis Wijaya Group selamanya.

​Dokter pribadi Rayyan menyelesaikan pemeriksaannya setelah lima belas menit yang terasa sangat menegangkan bagi sang CEO. Dia merapikan stetoskopnya, lalu berbalik menatap Rayyan dengan ekspresi wajah yang sangat serius namun dipenuhi rasa hormat.

​"Bagaimana kondisinya, Dok?" tanya Rayyan langsung, suaranya terdengar berat menahan gelora emosi di dadanya.

​"Pasien mengalami kelelahan ekstrem dan penurunan tekanan darah yang cukup signifikan, Pak Rayyan. Hal ini sangat umum terjadi pada wanita yang sedang berada di fase kehamilan trimester kedua," jelas dokter tersebut dengan tenang. "Kandungan Nona Aira saat ini sudah memasuki usia empat bulan lebih satu minggu. Detak jantung janin di dalam rahimnya terpantau normal dan sangat kuat. Namun, Nona Aira membutuhkan istirahat total dan asupan nutrisi yang lebih banyak karena tubuhnya terlalu kurus untuk menopang pertumbuhan janin."

​Mendengar konfirmasi medis yang keluar langsung dari mulut sang dokter, seluruh pertahanan dan kedigdayaan seorang Rayyan Wijaya seolah runtuh seketika. Spekulasi dan tebakannya selama ini terbukti menjadi kebenaran yang mutlak.

​Janin yang berada di dalam rahim Aira adalah darah dagingnya sendiri. Anak kandungnya, penerus takhta dari seluruh kekayaan dan dinasti bisnis Wijaya Group, sedang tumbuh di dalam perut gadis polos berusia 20 tahun yang saat ini sedang terbaring lemah di ranjangnya.

​"Saya sudah menyuntikkan vitamin dan cairan glukosa ringan untuk membantu memulihkan kesadarannya. Saya akan meresepkan beberapa suplemen penguat kandungan yang harus dikonsumsi secara teratur," lanjut sang dokter, memberikan secarik kertas resep kepada asisten Haris sebelum pamit keluar dari ruangan privat tersebut.

​Setelah pintu kamar tertutup rapat, menyisakan keheningan yang mendalam, Rayyan melangkah perlahan mendekati tepi ranjang. Dia duduk di kursi kecil di samping tempat tidur, menatap wajah pucat Aira yang perlahan mulai menunjukkan semburat warna merah muda di pipinya berkat efek vitamin.

​Tangan kekar Rayyan bergerak dengan sangat hati-hati, meraih tangan kanan Aira yang tergeletak di atas selimut. Dia menggenggam tangan mungil yang terasa dingin itu, membawanya ke bibirnya dan menciumnya dengan kelembutan yang teramat dalam. Air mata yang jarang sekali keluar dari sepasang mata elang sang penguasa bisnis, kini tampak menggenang di sudut matanya karena rasa haru, bersalah, sekaligus kepemilikan yang teramat besar.

​"Kenapa kamu merahasiakan ini dariku, Aira..." bisik Rayyan serak, suaranya bergetar di dalam keheningan kamar. "Kenapa kamu harus memikul beban seberat ini sendirian di saat aku memiliki seluruh dunia untuk melindungimu dan anak kita?"

1
Adinda
panggil itu ayang beb, honey, atau mas begitu Aira
Brenda
akhirnya 😄
Ryuu
cepet updateeee
Ryuu
👍
beybi T.Halim
aira payah.,🙈seharusnya dia faham apa yg terbaik untuk dirinya,yg punya suami penguasa bisnis, kesel lah akhirnya babynya jadi korban
Ryuu
Huhhh kerenn bgt
Ryuu
Baguss nggk ngebosenin sejauh ini
Ryuu
Keren bgt thor ceritanyaa
beybi T.Halim
🤭🤭hedeh..berbunga2 kertas tuu...dah bilang cinta aja susah bener lahh😁
beybi T.Halim
masa panggil nama?.,panggil mas kek apa daddy. kan romantis..sekalian jagiya lah🤭
beybi T.Halim
asek...ketahuan deh..lagi baby boom
beybi T.Halim
ada adegan pingsan gak yaa.,br ketahuan aira hamil,kok aku nunggu2 pov kepajikan seorang rayyan wijaya😁
beybi T.Halim
yaa semoga gak ada drama ulat2 lah br terkendali semua keromatisan sang penguasa🤭
beybi T.Halim
kesini dl...suka deh cerita romantis spek2 daddy 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!