NovelToon NovelToon
MR. ARROGANT'S BABY

MR. ARROGANT'S BABY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:630.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aleena Marsainta Sunting

Follow my IG : aleena.marsainta_sunting

Maureen Aditama dijebak kakaknya untuk melakukan kencan buta yang tak pernah dia inginkan.

Dia, diberikan minuman yang membuat tubuhnya terasa panas dan terbakar. Sekalipun begitu, dia tetap berusaha waras dan menghindari.

Namun, dia malah bertabrakan dengan orang yang tak pernah diduga. Maximus Mollary, pengusaha bertangan dingin yang tak mudah disentuh oleh siapapun, dia malah luluh saat melihat wajah Maureen. Membuat gadis itu terikat dengan pria arogan yang mencintai dengan caranya dan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aleena Marsainta Sunting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKU TIDAK LAPAR!

"Iya, aku tak percaya. Memangnya kau ini seorang Sultan atau Raja? Benar-benar gila dan tak masuk akal!" Maureen menggelengkan kepalanya tak percaya. Dia, berbalik dan berkacak pinggang dihadapan Max. Matanya tetap terbelalak keluar.

"Ikutlah pulang denganku, apa kau tidak lapar!" ucap Max tiba-tiba melembut. Dia, sebenarnya sudah meradang dan ingin melampiaskan segala amarahnya pada Maureen. Namun, lagi-lagi saat melihat wajahnya yang begitu pucat dan terlihat sedih, dia tidak tega.

Max tak pernah menunjukkan wajah seperti itu pada wanita manapun.

"Tidak!" Maureen tetap memekik tajam saat Max mencoba menyentuh lengannya akan mengajaknya masuk kembali ke mobil.

"Jangan buat kesabaranku hilang. Kau ikut denganku sekarang, atau aku tak segan akan membunuhmu dan melemparkan mayatmu ke jalanan!" ancam Max. Kali ini dia tak mau kalah dengan wanita dihadapannya itu.

"Argggh!! Kau gila. Dasar pria maniak. Pergi sana!" kembali dia mendorong tubuh Max yang mencoba mendekatinya.

"Ikut aku sekarang juga sebelum aku berubah pikiran!" Max melangkah maju dan menarik lengan Maureen. Dan menyeretnya masuk ke mobil.

"Lepas, lepaskan aku! Aku tidak mau ikut denganmu!" dia meronta sekuat tenaga. Namun, sisa-sisa tenaganya tak mampu melawan kesigapan dari Max.

"Kau sungguh membuatku repot, hah!" Max mengangkat tubuh mungil Maureen hingga dia sudah berpindah di pangkuannya. Tangannya melingkar dengan erat di pinggang wanita itu dan Max terus menatap intens wanita yang sedang berada dalam pangkuannya.

Maureen tidak menjawabnya. Dia memalingkan wajahnya. Tenaga sudah cukup terkuras, setelah dia memukul dada laki-laki itu, tidak ada yang berfungsi. Laki-laki itu sepertinya tak merasakan apapun pukulan dari Maureen.

"Aku kan sudah bilang ikut denganku. Kau sungguh tidak lapar?" ucapan yang terulang dari mulut Max membuat cacing-cacing di perut Maureen menjawab dengan spontan.

Kruyuk kruyuk

Wajah Maureen memerah saat mulutnya akan bersuara menolak ucapan yang terlontar dari mulut Max.

"Sungguh, kau benar-benar tidak lapar?" Max menggoda Maureen sambil mengangkat dagunya. Wajah wanita itu sudah tertunduk karena malu.

"Aku tidak lapar!" jawab Maureen tegas. Namun, naas malah perutnya kembali berbunyi tambah keras saat dia menolaknya lagi.

"Martin, suruh koki siapkan hidangan istimewa malam ini. Aku hanya ingin, saat tiba semua sudah ada!" perintahnya. Martin menautkan alisnya sambil menekan nomor yang terhubung dengan Mansion tuannya.

Apa aku tidak salah? Tuan sendiri yang mengundangnya secara pribadi ke Mansionnya. Martin berkata di hati sambil memberikan perintah lewat telponnya.

Maureen tetap memalingkan wajahnya. Saat tangan Max masih terus bermain diwajah cubbynya.

"Aw, sakit tahu!" pekik Maureen menghempaskan tangan Max. Saat Max mencubit pipinya dengan gemas.

"Kau, mirip boneka. Aku gemas sekali!" selorohnya tanpa sadar. Membuat kembali Martin menautkan kedua alisnya. Segurat senyuman meluncur mulus di wajah Max.

Entah kenapa Max merasakan kenyamanan berbeda saat menatap wajah Maureen. Tidak seperti saat dia menatap para wanita yang hanya menjadi selimut penghangat dirinya dikala dia sedang membutuhkan makanan biologisnya.

Maureen tetap tak bergeming, dia diam tak menanggapi ucapannya. Pikirannya terus melayang pada wajah ibu dan kakak tirinya, kalau dia tak pulang malam ini, dia pasti akan dihajar habis-habisan oleh mereka.

Martin membukakan pintu. Max menarik keluar perlahan tubuh Maureen. Kakinya tetap tak mau bergerak, terpaksa Max mengangkat tubuh Maureen secara paksa.

"Kau pikir aku tak memiliki cara untuk membuatmu berlutut di bawah kakiku!" Max berkata dengan sangat sombongnya sambil membawa masuk tubuh Maureen ke Mansionnya.

1
Nurhidayah Dayah
gantung lagi cerita ni,,,,
Alanna Th
karina nyari mati!
Alanna Th
brjodoh; gorila = kingkong
Alanna Th
biasa, lagi hot" very hot terus dtnglh sang mntn ngotot come back /Puke//Toasted/
Alanna Th
iya enak kali dkasarin terus. kalo aq, akan lngsng ngusir nick yg sdh jadi cln swami org lain itu
Alanna Th
nick, khadiranmu sdh ga guna, hanya nambah mslh aja bwt ella
Alanna Th
bagus! hajar smp semaput, biar kapok
Alanna Th
waaa, shasa sdg mnyerahkn tbhny utk jadi santapan buaya peliharaan s max
Alanna Th
lupakn nick, lk" lemah tak brguna
Luchi Chipoedanz Sihite
mana lanjutannya thor,ko gantung ini😭😭😭😭
Ijjem Chii'Cwe Merah'Jambu
bagus,dan lanjutkan lagi ceritanya
Ugi Moms Yuniie
bagus
Sulis Sda
visual nya Thor😉😉
Sa Id
aaaaaa kok enggak up""si kk
sandi Gelau
lambat lagi nk up...
Lineke Walangitan
hamil 🥰
Uchi Hafiz
lanjut
inayah machmud
padahal cerita nya bagus sayang tidak ada lanjutan nya. ..
Ardianto 2f
sayang thor setiap novelnya banyak yg ke stop,padahal banyak karyanya banuak juga ga di tuntaskan.
Nelly Harmawati
Awal cerita yg bagus , bahasanya juga bagus, rapi nggak typo...
semangat thor.....😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!