NovelToon NovelToon
The Porch Light

The Porch Light

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan mewah Rowan Vale-Knight dan Cathez hampa tanpa kehadiran buah hati.

Terobsesi pada kebebasan, Cathez terus menolak hamil hingga melontarkan tantangan gila: mengizinkan Rowan mencari wanita lain untuk melahirkan keturunannya.

Dikuasai rasa dikhianati, Rowan menerima tantangan tersebut.

Di malam yang sama, takdir mempertemukannya dengan Rossi Widmer—gadis terbuang yang nekat melompati mobil Rowan demi melarikan diri dari jebakan penjualan diri oleh ayahnya sendiri.

Terdesak ancaman bahaya dan pengaruh obat perangsang, penyatuan tak terduga terjadi di antara mereka.

Rowan yang terkesan oleh kemurnian Rossi memboyong gadis itu dalam pernikahan sah demi mendapatkan anak, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Rossi sebenarnya adalah adik kandung Istrinya yang diasingkan sejak kecil.

Di antara keputusasaan, perlindungan tulus, dan intrik masa lalu yang membayangi, akankah benih cinta sejati tumbuh di tengah hubungan transaksi mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Sinar matahari sore yang membias keemasan menembus kaca-kasa besar penthouse, melukis siluet hangat di atas meja marmer tempat Rowan dan Rossi duduk berdampingan.

Udara yang tadinya tegang oleh pembahasan kasus hukum perlahan melunak ketika Rowan meraih sebuah tablet tipis dari tas kerjanya.

Rowan mengusap layarnya beberapa kali, lalu menggeser layar tablet tersebut ke hadapan Rossi.

"Aku ingin kau melihat ini, Rossi," ujar Rowan dengan suara berat dan lembut. "Ini adalah orang-orang yang selama ini ada di balik benang kusut hidupmu."

Rossi menunduk, menatap layar tablet yang jernih. Foto pertama menunjukkan seorang wanita dengan riasan wajah sempurna, gaun malam mewah, dan tatapan mata yang penuh keangkuhan.

Garis wajahnya tegas, namun terpancar kesan manipulatif yang teramat pekat dari cara wanita itu tersenyum ke arah kamera.

"Ini Cathez," kata Rowan dingin, menyebut nama wanita yang selama empat tahun ini menjadi istri hukumnya.

Rossi memandangi foto Cathez tanpa kedipan. Dada gadis itu bergemuruh hebat. Jadi ini... Kakakku yang dipuja dan dimanjakan oleh Ayahnya, sementara aku dibuang ke lubang cacing.

Wajah Cathez tampak begitu asing, sekaligus memicu kobaran dendam yang kian dalam di dasar sanubarinya.

Rowan kemudian menggeser layar ke foto berikutnya.

Seorang pria paruh baya bertubuh tegap dengan rambut beruban di pelipisnya muncul di layar. Pria itu mengenakan jas formal berkualitas tinggi, memiliki tatapan mata yang tajam dan berwibawa, namun di balik ketegasannya, garis-garis kelelahan tampak terukir jelas di sekitar matanya.

"Dan ini... Abner Widmer. Ayahmu," bisik Rowan.

Rossi terpaku. Matanya menyipit, meneliti setiap senti garis wajah pria setengah baya di layar tersebut. Jemari mungilnya gemetar saat menyentuh kaca tablet yang dingin.

Rossi menggelengkan kepalanya pelan, menyunggingkan senyum getir yang sarat akan kepedihan. "Aku... aku tidak mengenalnya, Rowan. Dalam ingatanku, tidak pernah ada kehadiran sosok ayah. Bagi diriku yang dulu, ayah hanyalah nama di atas lembaran kertas surat caci maki yang dibawa Bibi Mariella."

Suara Rossi yang bergetar menembus bagian terdalam dari hati Rowan. Pria itu merengkuh bahu mungil Rossi, menariknya ke dalam pelukan hangat, lalu mendaratkan sebuah kecupan lembut di pelipis gadis itu.

"Jangan khawatir," bisik Rowan mantap di telinga Rossi, menghirup aroma harum rambutnya. "Setelah urusanku dan proses perceraian resmi dengan Cathez selesai di pengadilan, aku tidak akan membiarkanmu bersembunyi lagi di sini. Aku akan membawamu ke mansion utama keluarga Vale-Knight. Aku akan mengenalkanmu secara resmi kepada keluargaku... bertemu Mommy dan Daddy."

Rossi mendongak, matanya yang sembap menatap Rowan dengan kejujuran yang polos. "Benarkah?"

Rowan mengangguk yakin. "Benar, Rossi."

Rossi menghembuskan napas pelan, lalu merapikan kerah kemeja Rowan dengan jemarinya yang halus. "Apakah kau akan menginap malam ini?"

Rowan mengelus pipi Rossi dengan lembut, ada pendar rasa berat hati di matanya. "Aku harus kembali ke mansion utama sore ini. Ada rapat keluarga mendadak dengan Daddy terkait langkah hukum penangkapan Cathez. Tidurlah lebih awal malam ini, jangan menungguku."

Mendengar perhatian yang begitu kental dari tutur kata Rowan, air mata Rossi mendadak menggenang di pelupuk matanya. Dadanya berdesir hebat, dipenuhi oleh kepungan emosi yang luar biasa.

Meskipun hingga detik ini tidak ada satu kata "cinta" pun yang terucap secara eksplisit dari mulut Rowan, diperlakukan dengan begitu terhormat, dilindungi, dan dimanjakan oleh pria sekaliber Rowan Vale-Knight... bagi gadis yang dibuang seperti dirinya, semua ini terasa seperti sebuah mimpi yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah Rowan berpamitan dan melangkah keluar meninggalkan penthouse menjelang matahari terbenam, suasana ruangan yang luas itu mendadak menjadi begitu hening.

Rossi berjalan menuju sofa, mendudukkan tubuhnya yang terasa sedikit letih. Ia memeluk lututnya, menatap kerlip lampu kota Los Angeles yang mulai menyala satu per satu dari balik kaca.

Pikiran Rossi melayang pada ucapan Rowan mengenai masa depan mereka—sebuah janji manis yang siap ia genggam erat untuk meremukkan Cathez dan Abner.

Namun, keheningan malam itu tidak bertahan lama.

Sekitar pukul delapan malam, pintu utama penthouse mendadak berbunyi. Suara bip digital dari smart-lock terdengar, disusul oleh denting pintu yang terbuka lebar.

Klek.

Rossi tersentak kaget dari lamunannya. Ia menyangka Rowan lupa membawa sesuatu dan kembali, namun langkah kaki yang terdengar di atas lantai marmer sama sekali bukan langkah berat milik Rowan. Itu adalah langkah kaki yang anggun dan berirama cepat dari sepatu hak tinggi.

Rossi langsung berdiri dengan sigap dari sofa, jantungnya berdebar kencan saat seorang wanita paruh baya berpenampilan teramat elegan melangkah masuk ke dalam lounge.

Wanita itu adalah Nyonya Suzzy Vale-Knight—Mommy dari Rowan. Ia mengenakan gaun malam kasual berwarna krem dari sutra bermerek ternama, perhiasan mutiara yang melingkar cantik di lehernya, serta riasan wajah yang memancarkan kecantikan abadi kelas atas.

Suzzy datang ke penthouse putranya karena khawatir Rowan yang sudah dua hari tidak pulang ke mansion utama mengabaikan kesehatannya di tengah kekacauan kasus Cathez.

Namun, saat mata Suzzy menyapu seluruh penjuru ruangan, langkah kakinya mendadak terhenti kaku.

Di tengah lounge mewah milik putra tunggalnya yang terkenal amat dingin dan tidak pernah membiarkan wanita mana pun menginjakkan kaki di sana... berdiri seorang gadis muda bernapas dengan wajah polos, mengenakan gaun santai katun yang longgar.

Deg. Deg. Deg. Deg

Dunia Nyonya Suzzy seolah berguncang seketika. Matanya membelalak lebar, mulutnya sedikit terbuka karena syok luar biasa.

Putranya—Rowan yang selama empat tahun ini bersikap kaku bak patung es dan tidak pernah bahagia Bersama Cathez—ternyata menyembunyikan seorang gadis cantik di penthouse ini!

"Si... siapa kau?" bisik Nyonya Suzzy dengan suara yang tertahan, matanya meneliti Rossi dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Rossi membeku di tempatnya, matanya berkedip panik. Dari kemiripan garis wajah dan keanggunan yang terpancar, Rossi langsung menyadari siapa wanita di hadapannya. Mommy-nya Rowan!

"S-saya..." Rossi kehilangan kata-kata, kebingungan setengah mati.

Suzzy melangkah makin mendekat. Saat jarak mereka hanya tersisa dua langkah, mata tajam seorang ibu milik Suzzy menangkap sesuatu yang teramat mencolok.

Di perpotongan leher mulus Rossi yang tersingkap dari kerah gaunnya, terlihat jelas beberapa bekas kemerahan yang pekat—jejak pergumulan gairah yang ditinggalkan Rowan malam sebelumnya!

Suzzy menepuk dadanya sendiri, menghembuskan napas berat sembari menahan jeritan syoknya.

Rupanya anak nakal itu benar-benar menyembunyikan seorang gadis di sini! batin Suzzy berteriak gemas sekaligus terkejut setengah mati.

Lihat tanda kemerahan itu! Anak nakal itu ternyata bisa menjadi sangat liar! Awas saja, aku akan menendang Bokongnya nanti kalau bertemu di mansion!

Namun, di samping rasa syoknya, hati nurani Suzzy yang tajam langsung membaca situasi. Ia tahu betul kondisi rumah tangga Rowan yang hancur bersama Cathez, dan melihat kepolosan serta kecantikan alami yang dipancarkan Gadis didepannya, Suzzy tidak merasakan ancaman. Sebaliknya, ia merasa iba dan protektif.

Aku tidak boleh membiarkan tempat ini diketahui oleh Cathez atau media, batin Suzzy penuh ketegasan. Jika Cathez yang gila itu tahu Rowan menyimpan gadis secantik ini di sini, gadis polos ini bisa dalam bahaya besar.

Suzzy menarik napas dalam-dalam, menguasai dirinya kembali, lalu mengulas senyuman paling hangat dan ramah yang pernah Rossi lihat dari seorang wanita kalangan atas.

"Tenanglah, Sayang... jangan takut," ujar Suzzy dengan nada suara yang begitu lembut, melangkah mendekat dan langsung menggenggam kedua tangan Rossi yang dingin. "Namaku Suzzy... aku adalah Mommy-nya Rowan."

Rossi menelan ludahnya dengan susah payah, merasa sangat canggung dan gugup. Mengingat pesannya dari Rowan untuk tetap merahasikan pernikahan mereka sampai proses hukum perceraian selesai, Rossi membungkuk sopan.

"S-saya... saya Rossi, Nyonya... Saya... teman Rowan," jawab Rossi terbata-bata, menutupi status pernikahan hukum mereka yang sebenarnya.

Suzzy menaikkan sebelah alisnya, melirik kembali tanda kemerahan di leher Rossi lalu tersenyum penuh arti yang geli.

Teman? Teman mana yang saling memberi tanda di leher seperti itu, Anak Muda? namun Suzzy menahan diri untuk tidak menggoda gadis yang tampak sangat ketakutan ini.

"Teman, ya?" Suzzy mengangguk-angguk pura-pura percaya, mengusap punggung tangan Rossi yang halus. "Nah, Rossi... tempat ini tidak aman untukmu sekarang. Dan apartemen ini bisa saja didatangi oleh penyidik atau orang luar yang tidak bertanggung jawab."

"Maksud Nyonya?" tanya Rossi bingung.

"Kau harus ikut denganku sekarang," kata Suzzy mantap tanpa memberikan ruang untuk bantahan. "Aku akan membawamu ke tempat yang paling aman di Los Angeles—mansion utama keluarga Vale-Knight."

"Tapi... tapi Rowan tidak memberitahu saya soal ini, Nyonya..." Rossi mencoba menolak dengan halus, panik jika tindakannya akan merusak rencana Rowan.

"Abaikan anak kaku itu!" potong Suzzy terkekeh gembira, matanya berbinar gembira karena merasa akhirnya mendapatkan calon menantu sejati yang amat manis. "Aku ibunya, dan aku yang bertanggung jawab atas keselamatanmu malam ini. Ayo, kemasi barang-barangmu. Kita berangkat sekarang sebelum anak nakal itu menyadarinya!"

Tanpa menunggu konfirmasi dari Rowan, Suzzy langsung memanggil pengawal pribadinya untuk membawa tas kecil milik Rossi, lalu membimbing gadis itu keluar dari penthouse menuju mobil limousine mewahnya yang terparkir di basement.

Rossi hanya bisa melangkah dengan pasrah di samping ibu mertuanya, sementara di dalam hatinya, sebuah babak baru yang teramat krusial untuk rencananya... kini terbuka lebar lebih cepat dari yang ia duga.

1
Nurul
kalau bisa, kehamilan jangan ditunda-tunda
Mia Camelia
hahaa rasaiin ketauan ,rowan ngumpetin anak gadis🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkww🤣
total 1 replies
alunanfiksimalam
Wanita jahat
nayla tsaqif
Uhh,, marathon bacanya thor,, tp nyampe jg bab 20🤭
Rosdianah 🌷: Waaah luar biasa kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Rossi 😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bikin semua kejahatan catzhes terbongkar
Rosdianah 🌷: siap kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Huwaa😭 knp q ketinggalan notifnya,, tau2 udah bab 20 ajahh,,! Semangat 30 menit pasti selesai baca💪
Rosdianah 🌷: Huhuhu semangat kak reader 🥰🫶
total 1 replies
Mia Camelia
so sweet banget sih mereka brdua🥰🥳
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mia Camelia
aduh ngenes banget ngliat rowan nanggis ky bgitu🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahaha🤣
total 1 replies
Mia Camelia
cathez gak tau diri banget cowo sekelas rowan di sia sia kan😔
Rosdianah 🌷: huhuhu
total 1 replies
Mia Camelia
rowan jahat banget sih cuma mau ngambil anak nya doang🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: perlu digampar anak Daddy satu itu🤣
total 1 replies
Mia Camelia
rosi polos banget yaa, cocok nih sama rowan🥰🥰🥰
Mia Camelia
semua nya mudah klo rowan udh niat 😂🤣
Mia Camelia
hehe rowan kebelet banget pingin anak🤣🤣
Rosdianah 🌷: bisa bayangin lah ka🤣🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pertemuan yg tak terduga😂
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
Mia Camelia
horeee 🥳 akhir nya kisah rowan publish juga🥰😄😂😂
aku pasti baca thor mpe abis🥰🥰🥰
Rosdianah 🌷: Huhuhu terharu, Ma'aciww kak, Semoga suka sama ceritanya.
Happy Reading 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!