NovelToon NovelToon
KOS-an BERHANTU [ END ]

KOS-an BERHANTU [ END ]

Status: tamat
Genre:Horor / Spiritual / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:247.1k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

(Novel Ketiga = Puskesmas Di Tengah Hutan)

Berawal dari rasa geram Nala pada pemilik kos-an membuatnya nekat untuk pindah yang ternyata, malah membawanya kepada pusaran terror ghaib nan mencekam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KOSONG

Usai memastikan Nala terlelap, Reza lantas ikut tidur juga. Awalnya dia merasa semua baik-baik saja hingga akhirnya, Reza mendengarnya juga. Apa yang Nala ceritakan turut ia dengar. Dalam heningnya malam, suara deburan air begitu jelas terdengar. Reza membuka matanya perlahan, begitu pun dengan Nala. Mereka saling memandang sebelum kemudian, Nala memeluk erat kekasihnya.

"Kamu percaya kan sekarang?" tanya Nala ketakutan.

Reza menatap jam dinding yang menunjukan pukul satu dini hari.

"Benar-benar jam satu," gumam Reza.

"Apa aku bilang, aku takut yang."

"Jika memang begini, sebaiknya pindah saja!" saran Reza.

"Mana bisa pindah lagi? uang bulanan habis."

"Benar juga. Lagi pula, semua ini hanya perlu dihadapi. Aku yakin, mereka hanya ingin menunjukkan eksistensi diri saja, nanti juga tidak akan mengganggu lagi."

"Lalu bagaimana sekarang?"

"Aku merasa sangat penasaran."

"Jangan bilang kalau kamu mau ke sana sekarang!"

"Iya, aku harus lihat sendiri."

"Sayang... serius jangan!"

"Kamu di sini saja, biar aku lihat sendiri!"

"Aku ikut yang, sendirian di sini juga menyeramkan."

"Baiklah ayo!"

Reza dan Nala melangkah perlahan menuju ke kamar mandi. Suara itu masih terdengar hingga mereka tiba di depan kamar mandi tepat. Nala mencengkeram erat tangan Reza. Reza menepuk pelan punggung tangan Nala guna menenangkannya.

"Tidak apa-apa, kita tunggu sampai dia keluar!"

Nala mengangguk.

Lima menit, sepuluh menit telah berlalu dan suara itu pun tak terdengar lagi.

"Bentar lagi dia keluar," gumam Reza.

Nala menelan ludahnya kasar. Jantung mereka berdegup kencang menanti sesuatu yang akan segera keluar.

"Apa? siapa?"

Hati Reza dipenuhi banyak tanda tanya. Anehnya, sesuatu itu tak kunjung keluar padahal suara air tak lagi terdengar. Setelah lima belas menit berlalu, Reza memberanikan diri untuk mengetuk pintu. Tak ada jawaban dari dalam, hening.

"Apa sebaiknya aku buka saja?" tanya Reza.

"Apa maksudmu? ini kossan perempuan. Apa yang ingin kamu lihat dengan membuka pintu itu?" tanya Nala ketus.

"Bukan begitu maksudku. Baiklah, kamu saja yang buka!"

"Aku takut."

"Ada aku, aku akan menghadap ke arah lain agar tidak melihat apa pun, maksudku tidak melihat yang kamu khawatirkan itu."

"Hemm... baik."

Nala mengulurkan tangan, memegang gagang pintu lalu menatap kekasihnya sesaat. Reza mengangguk dan kemudian mengalihkan pandangannya. Nala membuka pintu dengan derap jantung yang tak beraturan. Nala mendorong pintu perlahan lalu menutup matanya saat pintu sudah terbuka lebar. Karena tak ada suara apa pun, Nala lantas membuka matanya dan ternyata tak ada seorang pun di sana.

"Gak mungkin," ucap Nala seakan tak percaya.

"Kenapa yang, apa aku sudah boleh lihat?" tanya Reza.

"Iya lihatlah!"

Reza memandang ke arah dalam kamar mandi dan turut merasa heran.

"Kapan dia pergi?" tanya Reza.

"Dia menghilang."

"Sepertinya begitu, kita kembali ke kamar sulu saja!"

Nala mengangguk dan mereka pun kembali ke kamar dengan perasaan campur aduk. Di dalam hatinya, Reza tak menyangka akan mengalami hal semacam ini.

"Sungguh bukan manusia, aku yakin tidak ada yang berjalan keluar melewatiku," benak Reza.

Reza lekas mengunci pintu kamar dan meminta Nala untuk kembali tidur.

"Yang..."

"Kita bahas nanti lagi, kamu tidur dulu!" pinta Reza.

"Mana bisa tidur?"

"Tenanglah! suara itu sudah menghilang, tidak ada yang perlu dikawatirkan!"

Nala menggelengkan kepalanya.

"Tidak apa-apa, ada aku," ucap Reza sembari merebahkan tubuh kekasihnya dan kemudian menyelimutinya.

"Tidurlah di sampingku!"

Reza menatap kekasihnya sesaat lalu mengangguk dan turut merebahkan diri di ranjang. Nala mulai memejamkan matanya sembari menggenggam erat tangan Reza. Reza pun demikian. Waktu berlalu dengan lambat seakan tak ingin membiarkan mereka merasa tenang hingga rasa lelah benar-benar tak lagi tertahan membuat mereka hanyut dalam mimpi hingga fajar menyingsing.

"Sayang bangun sudah pagi!" ucap Nala.

Reza mengeliat lalu duduk di tepian ranjang.

"Aku mandi dulu ya!"

"Eh, apa sudah aman kamar mandi?"

"Sudah, ini kan sudah pagi."

"Emm... yasudah."

Nala keluar kamar sementara Reza kembali merebahkan diri di ranjang sembari mengecek ponselnya. Di kamar mandi, Nala berpapasan dengan Gendis yang baru datang usai membeli sarapan.

"Mbak Gendis habis beli makan?"

"Iya, kamu mau?"

"Enggak kok mbak."

"Hemm.. pacar kamu masih belum pulang?"

...Deg......

"Bagaimana mbak Gendis tahu ada pacar aku di sini?"

"Denger suara kalian dan motor pacar kamu ada di parkiran."

"Oh iya ya, mbak tolong jangan diaduin ke bu Yanti ya!"

"Iya."

"Aku yang minta dia temenin soalnya aku takut banget mbak. Yang kemarin malem kita lihat di kamar mandi ternyata bukan mbak Desi."

"Hemm..."

"Padahal kita berdua ngelihatnya mbak Desi kan?"

"Iya."

"Karena itulah aku minta pacar aku nemenin."

"Emm... tapi bisa rame kalau hal ini terulang."

"Enggak kok mbak hanya semalam doang."

Gendis mengulas senyum.

"Eh mbak, boleh gak nanti malem aku nginep di kamar mbak Gendis?"

"Boleh aja."

"Yes gitu aja untuk sementara."

"Yaudah, kamu cepetan mandi gih! mau kuliah kan?"

"Iya, makasih mbak."

"Iya."

Nala pun melanjutkan langkah kakinya hingga masuk ke kamar mandi. Usai mandi, Nala lekas bersiap-siap dan kemudian berangkat ke kampus dengan Reza.

"Yang semalam itu sudah dipastikan bukan manusia yang," ucap Reza saat mereka berkendara.

"Iya, aku pikir juga begitu."

"Kamu gimana? jujur aku dilema sekarang. Mau minta kamu pindah juga terkendala biaya. Kalau tetap di sana, hatiku yang tidak tenang."

"Hemm... untuk nanti malam tidak akan ada masalah karena aku sudah minta izin mbak Gendis untuk menginap di kamarnya."

"Kamarnya malah bersebelahan tepat dengan kamar mandi. Apa tidak masalah untukmu?"

"Setidaknya, aku tidak tidur sendirian."

"Benar juga lalu bagaimana untuk malam-malam selanjutnya?"

"Rencanaku dalam waktu dekat adalah menginap di kossan Jasmin."

"Itu pun hanya bisa satu atau dua malam."

"Iya, untuk selanjutnya dipikirkan nanti saja."

"Sayang maaf ya! aku tidak bisa banyak membantu."

"Kamu sudah sangat banyak membantuku. Jangan menyalahkan dirimu!"

"Semoga makhluk itu cepat berhenti melakukan keusilannya."

"Iya sayang."

Sesampainya di kampus, Nala lantas masuk ke dalam. Sementara Reza kembali ke kossannya untuk mandi sebelum kemudian, kembali ke kampus lagi. Dalam otak Reza dipenuhi dengan bayangan kejadian jam satu dini hari. Reza berusaha memikirkan solusi atas masalah ini. Tentang cara agar Nala bisa tinggal dengan tenang di kossannya atau minimal, bisa tenang dalam satu bulan ke depan, sebelum Nala pindah ke kossan yang baru lagi

"Sial, jadi pusing begini. Kasihan Nala," gumam Reza.

"Bagaimana baiknya? otakku benar-benar buntu sekarang," gumam Reza lagi.

...🌿 DONE 🌿...

1
Diankeren
haduuh knpe jdul'y Bgeettoo 😝 inget masa muda jdi'y eike klo Lgi ng'cengin tmn yg omdo
ada swara g ada bntuk
Diankeren
te i ty TY pe o po PO 🤣✌🏻
🏃🏻🏃🏻💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨
Diankeren
mnding mna yg pnya kosan rwel atau kosan baik² aja tpi ada hntu'y? 👻👻👻
siyuk sie: wah pilihan sulit ini hrhehe
total 1 replies
dream
Bagus..... bikin merinding....
Yulia Aziz
padahal tak pikir si Nala bakal nikah beneran sama jin... Alhamdulillah gak jadi , dan happy ending

makasih Thor 🤗
siyuk sie: iya kak happy ending ☺️🫰
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
bagus
siyuk sie: Terima Kasih banyak kak
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
wahhh kyanya semuanya hantu deh...kecuali nala😁😁
Shyfa Andira Rahmi
jdiii....yg bukan manusia itu yg mna niihhh🤔
dream
keren..... happy ending
dream
Nala... kamu gak bisa berdoa?
dream
Duh.... udah di ingetin, tapi ngeyel
dream
Terlambat sudah... Nala sdh terperdaya
dream
kalau lawan uwong beneran sih gampang....
dream
Duh... Nala... sadar Nala.....
dream
Duh Nala... kasian ortumu n Reza, jgn terlena...
dream
itu Reza palsu, pasti rajanya
dream
Wah.... si Nala emang udah di incar penghuni di sana jangan bu yanti ratu dedemit..... hiii.....
dream
Duh.... Nala... gmn nasib mu, tukang nasi yg kamu beli juga tkng nasi alam gaib teenyata
dream
Semoga Nala selamat n di temukan ibu bpknya
dream
Duh... smg Nala selamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!