Kemenangan gemilang dan gunungan harta yang dibawa pulang oleh Zeng Niu dan "Kelompok Perampok Tersenyum" ke Sekte Angin Merah harus dibayar dengan harga yang menentang surga. Kematian tragis Pangeran Pertama, Di Tian, di Lautan Bintang telah menghancurkan kedamaian Alam Abadi.
Kaisar Langit Di Shitian, penguasa Benua Tengah, terbangun dari meditasinya dengan amarah kosmik. Mesin perang terbesar dan paling menakutkan di Alam Abadi pasukan dewa dari Istana Pusat kini digerakkan dengan satu tujuan pasti: meratakan Sekte Angin Merah dan menghapus seluruh Benua Utara dari peta keberadaan.
Saat kebahagiaan sekte berubah menjadi kengerian massal, Zeng Niu tidak memiliki pilihan selain bersiap menghadapi badai kehancuran yang ia tarik sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30: Gema Otoritas Ketiadaan
Di dalam terowongan astral yang gelap dan tak berujung, Perahu Giok Naga meluncur bagaikan seberkas bintang jatuh. Tujuan mereka adalah Benua Utara, tempat di mana angin bersalju menyembunyikan fondasi masa depan Sang Algojo.
Di dalam kabin utama, Zeng Niu duduk bersila dengan mata terpejam. Fluktuasi di sekelilingnya sangat aneh; ruang di dekat tubuhnya kadang-kadang melengkung, lalu mendadak kembali normal, seolah-olah hukum alam semesta ragu-ragu untuk mendekatinya.
Di dalam Lautan Kesadarannya, ia sedang membedah teknik yang ditanamkan oleh bayangan Zhao Xuan: [Otoritas Ketiadaan: Penghapusan Konsep Dasar].
Selama ini, Lautan Ketiadaan Zeng Niu bekerja layaknya lubang hitam menyerap, menghancurkan, dan memadatkan massa. Namun, apa yang diajarkan oleh Sang Tiran dari semesta lain itu berada di tingkat dimensi yang sama sekali berbeda.
Penghapusan Konsep bukanlah menghancurkan sebuah batu menjadi debu. Melainkan menghapus 'eksistensi' batu itu dari jaring hukum dunia. Menghapus konsep 'panas' dari sebuah api, atau menghapus konsep 'momentum' dari sebuah pedang yang melesat.
"Teknik ini menentang Surga terlalu jauh," gumam Zeng Niu dalam hati, keringat membasahi dahinya. "Jika aku menggunakannya sekarang untuk menghapus sebuah serangan tingkat Ascendant, kekuatan Jiwaku akan terkuras habis dalam tiga detik. Aku butuh Jiwa Dewa tingkat Nirvana untuk bisa menggunakannya secara bebas."
Meskipun penggunaannya terbatas, ini adalah kartu as yang bisa membalikkan keadaan di ambang kematian. Ini adalah fondasi jalan menuju Dewa Abadi yang disebutkan oleh Zhao Xuan.
Di ranjang giok, Zhao Ying sedang bermeditasi. Roda Bintang 7 di punggungnya kini berputar mulus tanpa cela, memancarkan kedinginan Taiyin yang murni. Berkat campur tangan ayahnya, Luka Dao-nya telah terhapus sepenuhnya. Ia membuka matanya, menatap Zeng Niu dengan tatapan lembut.
"Dunia luar sedang terbakar," ucap Zhao Ying tiba-tiba. Niat Esnya yang terhubung dengan hukum kosmik bisa merasakan gejolak alam semesta.
Zeng Niu membuka matanya, kilau emas kegelapan melintas di pupilnya. "Kaisar Naga itu sudah mulai makan?"
Zhao Ying mengangguk pelan. "Fluktuasi kematian menyebar dari Langit Selatan. Jaring karma yang sangat masif sedang ditarik. Jutaan nyawa padam setiap harinya."
Di waktu yang sama — Langit Selatan
Perkataan Zhao Ying bukanlah kiasan. Langit Selatan saat ini benar-benar telah berubah menjadi Neraka Sembilan Mata Air.
Kaisar Naga Primal yang bangkit dengan kemurkaan absolut tidak mencari Zeng Niu di ruang hampa. Sebagai eksistensi kuno yang licik, ia tahu pencuri itu telah lari. Sebagai gantinya, sang Kaisar melampiaskan amarah dan kelaparannya pada sekte-sekte dan klan besar di Selatan untuk menyempurnakan fondasi Kaisar Bumi-nya.
Klan Pil Emas, faksi alkimia terkuat di benua itu, adalah korban pertama. Tanpa Patriark Yan Zun yang telah tewas di dalam makam, markas mereka dihancurkan hanya oleh satu hembusan napas naga. Seluruh tetua, murid, dan miliaran pil mereka ditelan bulat-bulat. Mereka Kalah karena Keadaan; tidak ada strategi yang bisa melawan dewa yang kelaparan.
Keluarga Kerajaan Langit Selatan mencoba melawan dengan mengaktifkan Formasi Pelindung Benua berusia seratus ribu tahun. Namun, Istana Pusat secara diam-diam memutus pasokan urat nadi bumi dari benua tengah. Keluarga Kerajaan Selatan akhirnya hancur lebur. Mereka Kalah karena Pengkhianatan Strategis dari Istana Pusat yang membiarkan mereka menjadi umpan.
Dunia kultivasi sedang berubah drastis. Perubahan politik besar-besaran terjadi. Faksi-faksi yang bertahan memilih untuk menutup gerbang gunung mereka, mengaktifkan susunan penyembunyi, dan berdoa agar bencana ini segera berlalu.
Satu Bulan Kemudian — Langit Benua Utara
ZRAAAAAASH!
Ruang hampa di atas Puncak Pedang, markas Sekte Angin Merah, tiba-tiba robek. Perahu Giok Naga melesat keluar, membawa udara dingin bercampur debu bintang.
Namun, pemandangan yang menyambut Zeng Niu dan Zhao Ying bukanlah kedamaian markas yang sedang dibangun.
Langit di sekitar Puncak Pedang dipenuhi oleh puluhan kapal perang kuno yang memancarkan cahaya perak. Di lambung kapal-kapal tersebut, terpampang lambang pedang bersilang dengan naga perak lambang dari Keluarga Kuno Ye (Ye Clan) dari Benua Tengah!
Keluarga Ye adalah salah satu faksi aristokrat tertua yang merupakan anjing setia Istana Pusat. Mereka diutus ke Benua Utara untuk menyelidiki hilangnya Jenderal Xue Yang dan Armada Matahari Darah secara misterius beberapa bulan yang lalu. Karena jejak pertempuran terakhir mengarah ke wilayah ini, Keluarga Ye langsung mengepung Sekte Angin Merah.
Di pelataran utama sekte, ribuan murid Angin Merah berdiri dengan formasi tempur, senjata terhunus. Mo Tian dan Wang Chen, memimpin di barisan depan dengan wajah penuh luka, memuntahkan darah namun menolak untuk mundur.
Di udara, Jiu Zui si Pemabuk Tua berdiri santai dengan labu arak di tangannya. Di belakangnya, Ketua Sekte Jiu Feixue memucat, menopang tubuhnya dengan pedangnya. Formasi Pembunuh Naga Kesembilan buatan Klan Gongsun telah retak di banyak bagian.
Di hadapan Jiu Zui, melayang seorang pria paruh baya berjubah perak mewah. Ia adalah Tetua Agung Ye Cang, seorang ahli di ranah Ascendant Tahap Awal Puncak.
"Orang tua pemabuk," ucap Ye Cang dengan nada luar biasa arogan. "Aku sudah berbaik hati tidak langsung meratakan sekte kecilmu ini. Kami tahu armada Istana Pusat hancur di sekitarmu. Serahkan formasi pertahanan kalian, buka perbendaharaan sekte, dan serahkan pemuda bernama Zeng Niu yang kalian banggakan itu! Jika tidak, Keluarga Kuno Ye akan menghapus nama Angin Merah dari sejarah!"
Jiu Zui meneguk araknya, wajah tuanya memerah. "Hehe... Utusan Keluarga Ye. Arak di Utara sangat dingin, mungkin itu yang membuat otakmu sedikit beku. Aku sudah menahan seratus seranganmu tanpa membalas. Bukankah itu cukup memberi wajah pada tuanmu di Benua Tengah?"
Pertarungan antara Jiu Zui dan Ye Cang sebenarnya adalah sebuah Seri. Jiu Zui, yang kultivasi aslinya berada di Kaisar Raja (King Emperor), terus menekan auranya secara ekstrem karena ia tidak ingin Istana Pusat menyadari eksistensinya dan mengirim pasukan dewa sesungguhnya. Ia sengaja bertarung seimbang melawan Ye Cang untuk mengulur waktu tanpa membunuhnya.
Namun, Ye Cang yang tidak tahu seberapa dalam air di depannya, mengira Jiu Zui sudah mencapai batasnya.
"Menolak bersulang, maka kau harus menenggak racun!" Ye Cang mendengus dingin. Ia mengangkat tangannya, memanggil artefak kelas surga berbentuk cermin perak. "Semua kapal perang, isi daya Meriam Pemusnah Jiwa! Ratakan gunung ini!"
Tepat saat ribuan laras meriam di kapal perang Keluarga Ye mulai menyala menyilaukan...
Sebuah suara yang santai, malas, namun mengandung niat membunuh yang membuat darah membeku, bergema dari langit yang robek.
"Aku hanya pergi liburan sebentar, dan pekarangan rumahku sudah dipenuhi anjing-anjing liar dari Benua Tengah."
Semua mata tersentak ke atas.
Zeng Niu berdiri di haluan Perahu Giok Naga. Jubah hitamnya berkibar beringas ditiup angin badai. Zhao Ying berdiri di sisinya, Roda Bintang 7-nya memancarkan hawa dingin abadi yang seketika menurunkan suhu Puncak Pedang hingga titik beku mutlak.
"Paman Muda!"
"Paman Muda Zeng Niu kembali!"
Sorak-sorai ribuan murid Sekte Angin Merah meledak. Mo Tian dan Wang Chen bahkan nyaris menangis melihat sosok algojo panutan mereka.
Di udara, Jiu Zui tersenyum lebar dan kembali meminum araknya. "Bocah pembuat onar itu akhirnya pulang. Tugasku selesai."
Tetua Ye Cang menyipitkan matanya menatap Zeng Niu. Ia memindai tubuh pemuda itu, namun ia tidak bisa merasakan fluktuasi Qi yang jelas. Yang ia lihat hanyalah seorang pemuda Soul Transformation Akhir yang anehnya memiliki tubuh sepadat bintang mati.
"Jadi kau yang bernama Zeng Niu?" Ye Cang tertawa meremehkan. "Kukira kau monster berwajah tiga. Ternyata hanya bocah fana. Berlututlah, dan aku mungkin akan membiarkanmu—"
Zeng Niu tidak mendengarkan sisa ocehan arogan itu.
Ia melangkah keluar dari perahu. Tanpa menggunakan pedangnya, tanpa menggunakan Qi pembelah langit. Ia hanya mengangkat tangan kirinya, dan Tulang Emas Asura-nya berderak halus.
"Kau banyak bicara, Anjing Tua."
Zeng Niu menggunakan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu menjentikkannya ke arah udara kosong di depannya.
[Otoritas Ketiadaan: Penghapusan Konsep!]
Seketika, sebuah riak tak kasatmata meluas menutupi seluruh kapal perang Keluarga Ye. Ribuan Meriam Pemusnah Jiwa yang tadinya telah terisi penuh energi... tiba-tiba padam! Cahaya mereka menghilang seketika. Konsep 'energi mematikan' di dalam laras meriam mereka dihapus secara mutlak dari hukum ruang itu selama tiga detik!
"A-Apa yang terjadi?! Mengapa meriam kita mati?!" jerit para komandan armada Ye.
Ye Cang terbelalak. "Teknik iblis macam apa ini?!"
Sebelum Ye Cang bisa bereaksi, Zeng Niu telah menghilang dari pandangannya. Kecepatan fisik murni Tulang Emas Asura merobek ruang, menciptakan ledakan yang memekakkan telinga.
BAM!
Zeng Niu muncul tepat di hadapan Ye Cang. Tanpa basa-basi, tangan kanannya melesat mencengkeram wajah Tetua Ascendant Awal Puncak itu!
"UARGHHH!" Ye Cang mencoba melepaskan Niat Ascendant-nya, mencoba membakar darah esensinya. Namun, cengkeraman Zeng Niu sekeras cakar naga primordial.
"Keluarga Kuno Ye? Utusan Istana Pusat?" bisik Zeng Niu tepat di telinga Ye Cang. "Di Benua Utara, hukum yang berlaku adalah hukum pedangku. Dan saat aku bilang kalian adalah anjing, kalian harus menggonggong."
KRAAAAAAK!
Zeng Niu tidak membunuhnya. Ia meremukkan rahang Ye Cang, lalu dengan satu tendangan lutut ke perutnya, Dantian Ye Cang retak parah! Sang utusan dari Benua Tengah itu memuntahkan darah esensi dan terlempar jatuh menghantam lantai pelataran Puncak Pedang bagaikan meteor jatuh, menciptakan kawah yang dalam.
Ini adalah Kemenangan Telak. Seorang Ascendant Awal Puncak dilumpuhkan dalam satu gerakan tanpa perlawanan!
Seluruh armada Keluarga Ye membeku dalam teror. Utusan terkuat mereka dikalahkan layaknya serangga!
Zeng Niu menepuk-nepuk tangannya, lalu melayang turun perlahan ke tengah pelataran, mendarat di samping kawah tempat Ye Cang mengerang kesakitan.
Jiu Feixue, sang Ketua Sekte, bergegas mendekat dengan wajah campur aduk antara lega dan khawatir. "Zeng Niu! Kau gegabah! Dia adalah utusan langsung Keluarga Kuno Ye! Menghancurkan rombongan ini berarti mengibarkan bendera perang resmi dengan Benua Tengah!"
Zeng Niu tertawa pelan. Ia menoleh ke arah armada yang gemetar di udara.
"Perang? Ketua Sekte," kekeh Zeng Niu. Ia memegang cincin penyimpanannya. "Di alam semesta ini, hukum karma sangatlah keras. Mereka datang mencari masalah, maka kita berhak merampok mereka. Dan dengan apa yang kubawa dari Langit Selatan... Keluarga Ye bukanlah musuh, mereka hanyalah makanan pembuka."
Zeng Niu melambaikan tangannya. Benih Dunia di Dantiannya membuka pintu ruang.
BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!
Seketika, tiga gunung harta memanifestasikan diri dan jatuh menutupi separuh Puncak Pedang!
Ratusan juta batu roh tingkat puncak, lautan senjata tingkat bumi dan surga, jutaan botol pil purba dari Lautan Kesadaran Kaisar Naga berserakan memancarkan cahaya dewa yang menyilaukan mata! Qi spiritual yang terkandung di dalam gunung harta itu begitu pekat hingga awan es di atas Benua Utara langsung mencair!
Napas seluruh murid Sekte Angin Merah, bahkan Jiu Zui sekalipun, terhenti total. Mata mereka membelalak melihat kekayaan yang melampaui gabungan sepuluh benua fana!
Zeng Niu berdiri di depan gunung harta tersebut, senyum tiraninya mekar penuh.
"Guru Tua, Ketua Sekte," Zeng Niu merentangkan tangannya. "Gunakan semua ini. Buka perbendaharaan, bagikan pil, paksa murid-murid berlatih di dalam formasi waktu! Aku beri kalian waktu satu tahun. Dalam satu tahun... Sekte Angin Merah tidak lagi akan menjadi sekte bersembunyi di Utara. Kita akan bangkit menjadi sekte tingkat kosmik yang menantang Istana Pusat!"