NovelToon NovelToon
Harumnya Madu

Harumnya Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:316.8k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Arum memutuskan berhijrah, hidup dengan syari'at agamanya. Namun bukan hijrah namanya bila tanpa rintangan, suami yang dicintainya pergi untuk selamanya, berjuang keras menghidupi anaknya. Dan suatu ketika dia dikhitbah untuk menjadi madu. Bagaimakah ceritanya? Sanggupkah Arum menjadi madu?

Ini hanya fiksi ya, tidak ada kaitannya dengan cerita hidup siapapun. Happy reading 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belanja Seserahan

Arum berjalan pelan-pelan menuju tempat makan Ammar dan anak-anak, sambil membawa nampan berisi burger dan minuman pesanan anak-anak.

" Pesanan datang." Kata Arum sambil menaruh nampan di atas meja mereka.

" Yeay..!!" Anak-anak bersorak kegirangan.

" Ini kembaliannya Mas." Kata Arum sambil menyerahkan uang kembalian dan nota pembelian burger itu.

" Ambil saja untuk jajan Rayhan. Dan ini buat persiapan acara pernikahan kita, kamu pegang ya." kata Ammar sambil menyerahkan amplop coklat berisi uang segepok.

Arum terkejut, namun tetap menerima amplop itu.

" Iya Mas, baik." Arum menurut.

Kemudian Ammar membicarakan rencana acara lamaran dan akad nikah mereka.

" Nanti apa saja yang kamu inginkan untuk seserahan dan berapa mahar yang kamu minta, bilang saja." Ucap Ammar.

" Sebenarnya tidak perlu seserahan, atau apapun yang merepotkan Mas dan keluarga. Dan untuk mahar terserah Mas saja, berapapun saya terima." Kata Arum dengan tertunduk.

*****

Esok paginya seperti biasa Arum pergi mengantar Rayhan ke sekolah. Setibanya Arum di sekolah tidak sengaja bertemu dengan Ammar yang mengantar Salman dan Hanna. Ammar hanya mengangguk menyapa tanpa suara. Arum membalas anggukan juga dan berlalu ke kantin karena takut terjadi fitnah bila dilihat orang.

Di dalam kantin, Ummu Sholih sudah menunggu Arum.

"Duduk sini yuk Mba." Ajak Ummu Sholih.

Arum pun menurut dan duduk di bangku kantin.

" Ada apa Umm?" Tanya Arum.

" Ini, kemarin saya dapat amanah Abu Salman untuk menanyakan kebutuhan untuk seserahan." Ummu Sholih menjelaskan.

" Ndak perlu seserahan kok Umm semalam saya sudah sampaikan ke Abu Salman." Arum menolak.

" Ndak papa Mba, terima aja, ini juga bagian dari nafkahnya." bujuk Ummu Sholih.

" Baiklah Umm, tapi saya mau yang sederhana saja." Arum akhirnya menyetujui.

Mereka akhirnya membuat daftar apa saja yang perlu dibeli, juga ukuran dan warnanya. Mulai dari ukuran khimar hingga ukuran sepatu.

" Oh iya Umm, bisa minta tolong kah? Saya ingin membuatkan baju seragam akad untuk anak-anak, bisakah pinjamkan contoh bajunya Salman dan Hanna?" Pinta Arum.

" Iya nanti saya sampaikan." Ummu Sholih menyanggupi.

*****

Sepulang dari sekolah Arum menuju toko bahan kue, rencananya dia sendiri akan membuat kue untuk suguhan dan untuk dibawakan keluarga Ammar pulang.

" Buat apa ya enaknya?" Arum bergumam sendiri.

" Donat glaze, puding, lunpia, brownies, schotel macaroni, dan stick sayur." Gumamnya lagi sambil menghitung dengan jari-jarinya. Tangannya pun sibuk memasukkan bahan-bahan kue ke troli belanja, karena toko bahan kue itu sistem swalayan, jadi dia bebas memilih belanjaannya sendiri.

Setelah mendapat semua yang dibutuhkan untuk membuat kue, Arum segera melajukan motornya menuju toko kain. Dia mencari kain yang cocok untuk gaun akadnya, yang bagus namun tidak terlalu mencolok, dia akhirnya membeli bahan satin silky warna silver untuk gamisnya dan Hanna, dan wolfis warna senada untuk khimar dan niqabnya. Dan untuk kurta Salman dan Rayhan Arum memilihkan kain toyobo warna silver juga.

*****

Malam hari di rumah Ammar...

Ammar membicarakan rencana lamaran dan akadnya dengan ibunya yang tinggal dengannya, sedangkan Ayahnya sudah lama berpulang ke Rahmatullah.

" Bu, in syaa Allah hari Ahad aku mau melamar Arum." Ammar membuka pembicaraan.

" Terserah kamu saja, ibu lebih suka kamu menikah dengan Zulfa, temanmu dari kecil, dia cantik, baik, pintar, lulusan universitas terbaik, karirnya bagus, sangat mengenalmu dan yang paling penting dia masih gadis." Cerocos ibunya.

" Sudahlah Bu, Arum juga baik, dia berpengalaman jadi ibu yang baik, aku juga kurang suka dengan Zulfa, pakaiannya itu suka membentuk lekuk tubuh, wanginya menggoda, dan tidak bisa menyimpan kecantikannya untuk suaminya. Arum juga cantik, dan dia bisa menjaga diri dan pandangan dari yang bukan hak nya." Ammar membela.

" Aku mohon Bu, dampingi aku melamar Arum, ini juga permintaan Fitri, Fitri juga sangat menyukai Arum." Ammar memohon.

" Iya iya baiklah, tapi jangan harap aku bisa menyukainya seperti aku menyukai Fitri atau Zulfa." Tegas ibunya.

*****

Selepas Isya Arum hendak mengabarkan rencana lamaran dan akadnya kepada ibunya. Ia bersanda di tempat tidur dan mengambil Hp di atas nakas. Ia menelpon ibunya.

" Halo Assalamualaikum." Sapa ibunya di seberang.

" Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh, sehat Bu?" Sapa Arum. Merekapun mengobrol tentang acara lamaran dan akad, Arum juga menceritakan pertemuannya dengan Fitri.

Setelah berbicara dengan ibunya, Arum juga menghubungi Ibunya Fadhil mengabarkan. Dan juga ia menelpon kedua kakaknya. Kakak pertama Arum bernama Sari, berada di luar kota telah menikah dan memiliki dua anak. Sedangkan kakak keduanya laki-laki bernama Dimas yang masih tinggal dengan Ayah ibunya dan belum menikah.

Setelah menghubungi semua keluarga dekatnya. Arum mulai memotong bahan dan menjahit seragam anak-anak dan gamis akadnya. Sedangkan Ammar rencananya akan memakai kemeja dan jas hitam miliknya sendiri.

Dia tersenyum sendiri membayangkan memiliki anak-anak lagi, tanpa melahirkan sudah dapat tambahan dua anak lagi. Dan dalam hatinya berkata...

Maa syaa Allah Hanna pasti cantik memakai gamis ini, dia anak yang baik, Salman juga, dan pastinya Rayhan juga senang dan mereka akan saling menyayangi.

" Ummi kenapa senyum-senyum sendiri?" Tanya Rayhan terheran.

Pipi Arum memerah dan tersenyum kepada anaknya.

" Ummi sedang senang, mau nambah anak baru, Salman dan Hanna, Rayhan senang gak punya saudara baru?" Tanya Arum.

" Senang sih, tapi nanti Ummi tetap sayang aku kan? Kalau abinya Salman nanti sayang aku gak ya?" Tanya Rayhan balik.

" In syaa Allah kami akan menyayangi kalian semuanya sayang." Ucap Arum menenangkan Rayhan sambil mencium pipi anak itu.

*****

Ammar sedang berbelanja di mall bersama Salman dan Hanna. Mereka berbelanja kebutuhan untuk lamaran dan akad keluarga mereka untuk dibawa ke rumah Arum. Karena ibu Ammar cuek dengan pernikahan Ammar ini, terpaksa Ammar menyiapkan semua sendiri mulai memesan kue hantaran, sampai memilihkan sendiri barang seserahan untuk Arum.

Di dalam toko baju muslim Ammar melihat-lihat gamis warna apa yang cocok untuk Arum, sambil melihat daftar ukuran yang diberikan Ummu Sholih kemarin.

" Hanna, kira-kira Ummu Rayhan cocok gak pakai gamis warna pink ini?" Tanya Ammar kepada gadis kecilnya.

" Ehmm, sepertinya terlalu mencolok Bi, Ummu Rayhan cocok sih pakai warna apa saja kan cantik seperti Ummi, tapi yang lebih gelap saja Bi, yang ini cantik." Hanna bersemangat memilihkan.

" Iya ini cantik, ukurannya juga cocok sepertinya, kita ambil yang ini ya." Ammar mengambil setelan gamis itu dari gantungan, gamis itu sederhana namun elegan berbahan sabeth yang flowy dan adem.

Mereka beralih ke toko tas dan sepatu, dan lagi-lagi Salman dan Hanna yang memilihkan. Ammar hanya mengecek ukuran lalu membayarnya.

Ammar dan anak-anak beralih ke toko pakaian hendak membelikan baju tidur dan pakaian dalam untuk Arum. Ammar merasa canggung karena belum pernah ia membelikan langsung hal seperti ini, dulu ibunya yang membelanjakan semua kebutuhan Fitri.

Ammar memilih pakaian tidur tanpa lengan warna hitam semata kaki lengkap dengan kimononya. Dan ketika hendak memilih pakaian dalam, Ammar meminta Hanna untuk memilihkan, karena dia maluu.

" Hanna pilihkan pakaian dalam untuk Ummu Rayhan ya, ini ukurannya." Pinta Ammar.

Hanna mengangguk menuruti Abinya. Dia lalu memilihkan bra dan CD warna hitam karena dia pikir warnanya sama dengan pakaian tidur yang sebelumnya dipilih abinya.

" Ini Bi." Kata Hanna sambil menyerahkan pada Abinya.

" Iya, terimakasih anakku." kata Ammar sambil mengintip ukurannya sudah sesuai dengan catatan atau belum, dan ternyata sudah sesuai. Mereka kemudian ke kasir untuk membayar.

" Ini pak totalnya." kata kasir sambil menunjukkan total yang perlu dibayar. Ammar menyerahkan uangnya dan menunggu belanjaannya dibungkus.

" Wah istrinya pasti senang Pak dibelanjakan suaminya." Ucap kasir itu.

Ammar pun berlalu bersama Salman dan Hanna. Dalam hatinya berkata...

Dari 1000 orang cuma 1 mba yang senang suaminya belanja untuk madunya, yaitu istriku...

Ammar dan anak-anak kemudian menuju toko Herbal milik Ammar yang menjual madu, kurma dan oleh-oleh haji, toko itu tidak terlalu besar hanya ditunggu oleh dua orang pegawainya yang bekerja shift.

" Mirna." Panggil Ammar kepada pegawainya itu.

" Iya Pak." Jawab Mirna.

" Saya mau minta tolong, ini semua kamu kemas untuk seserahan ya, sekalian mukena sutra yang baru datang kemarin dan sajadahnya yang bagus. Besok pagi saya ambil." Perintah Ammar sambil menyerahkan belanjaannya tadi.

" Baik Pak.Pesanan siapa Pak?" tanya Mirna.

" Pesanan saya, saya mau nikah, lagi." Kata Ammar sambil melangkah keluar toko.

Mirna terbelalak tak percaya bosnya akan menikah lagi, tapi sudahlah dia hanya mengerjakan tugasnya.

*****

1
Yant08
Luar biasa
Coretan Penaku
MasyaAllah menarik bacanya..
jangan lupa mampir ya ukh di karyaku juga ya, dan beri dukungan. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman/Smile/
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Ayomi Hartinta
salut bgt buat arum dn fitri..
bisa berbagi....
LiMa
ha... ketahuan Ammar curi² tidur sm Arum
Eva Novianty
ceritanya menarik, mgkn dalam kehidupan nyata hanya 1 dari 10.000 wanita yg py hati ikhlas seperti arum dan fitri
mizuki
aku gak setuju kalau fitri dan arum tinggal satu rumah karena suatu saat pasti ada konflik
noer84
bagus ceritanya
Rini Haryati
keren
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
mantap
neli nurullailah
😭😭
neli nurullailah
masya Allah,,,
neli nurullailah
Mas Rayhan, ka salman
neli nurullailah
waduh
neli nurullailah
zulfa kah?
neli nurullailah
waduh,,, adakah firasat
neli nurullailah
👍👍
neli nurullailah
masya Allah..
vie_vie: masya Allah .mas ammar bikin baper.....
total 1 replies
neli nurullailah
anak2 soleh
neli nurullailah
oh,,punya toko y..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!