NovelToon NovelToon
Senja Yang Ku Perjuangkan

Senja Yang Ku Perjuangkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Penyesalan Suami / Romantis
Popularitas:99.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Tiga tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Alya bertahan hanya karena menghormati wanita yang telah menyatukan mereka.

Namun, tepat setelah sang nenek meninggal dunia, suaminya menjatuhkan talak dan mengakhiri hubungan yang selama ini hanya dianggap sebagai kewajiban.

Dengan satu kaki palsu dan hati yang hancur, Alya meninggalkan rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya. Ia tak menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh kehidupan baru.

Saat dunia seolah menutup semua pintu untuknya, Alya memilih bertahan demi seorang anak yang bahkan belum lahir. Anak itu ia beri nama Senja.

Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang berjuang melawan keterbatasan, kesepian, dan kerasnya kehidupan. Sebab bagi Alya, Senja bukan sekadar anak. Senja adalah alasan mengapa ia terus hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Ada Jalan

Satu Minggu sejak kejadian itu. Alya mencoba untuk berdamai dengan kenyataan. Ia berusaha untuk bangkit meskipun tidak mudah. Saat ini tangannya sedang disibukkan dengan perintilen buket-buket yang akan ia kirim untuk customer.

  Selama satu Minggu ini pesanan buket dan jepit rambut alhamdulillah ada saja meskipun tidak banyak namun Alya tetap bersyukur dengan rejeki yang ia dapat. Di samping itu dia juga belum diterima di pekerjaan yang sudah ia kirimi surat lamaran.

  Kadang Alya juga merasa jenuh karena tidak dipanggil-panggil padahal ia sudah berusaha. Dan di siang ini setelah ia selesai menyusun beberapa buket ia memutuskan untuk keluar kost.

Ia mengambil map berisi berkas lamaran yang sudah disiapkannya sejak semalam. Setelah mengenakan kaki palsunya, Alya melangkah keluar dengan tekad baru.

Nafasnya mulai tersenggal karena sedari tadi ia sudah mendatangi beberapa toko dan juga butik yang memang tengah membutuhkan karyawan, karena mereka masih memasang bener membutuhkan karyawan.

Tapi setelah Alya datangi. Mereka menjawab dengan berbagai macam alasan yang membuat senyumnya perlahan memudar.

Alya keluar dari toko baju itu. Terik mentari begitu terasa, untuk menghindari rasa lelahnya Alya duduk sambil meregangkan otot-otot di kakinya karena sedari tadi ia hanya berjalan kaki.

  "Ternyata susah juga ya cari kerjaan," gumamnya lirih. "Yang offline saja sulit apalagi yang online," imbuhnya.

 Alya menatap ke arah jalanan yang dipenuhi dengan kendaraan, seketika ia teringat akan ucapan dokter kemari. "Tidak boleh terlalu capek"

Akhirnya Alya memutuskan pulang setelah rasa capeknya hilang. Ia melanjutkan perjalanan pulang sambil menekan perlahan tongkat kecilnya.

  Di tengah perjalanan tiba-tiba saja ia merasa sedikit keram di area perutnya, Alya meringis tangannya perlahan meremas perutnya yang terasa kaku.

  "Ah sakit ....," keluhnya.

Karena tidak kuat menahan akhirnya tubuhnya limbung ke tanah.

Bruk ...

Tongkat kecil yang sedari tadi ia pegang terlepas dari tangannya dan menggelinding di pinggir jalan.

Sementara para pejalan kaki mulai melirik ke arah Alya mereka pun mulai bergerumun tapi belum melakukan tindakan apapun.

  "Ada orang pingsan."

"Mungkin kecapean."

Dan tepat di tengah-tengah kerumunan itu Emil baru saja keluar dari supermarket. Gadis itu mulai mengernyit melihat kerumunan tersebut.

"Kenapa itu?" tanyanya.

Karena penasaran ia pun mulai melangkah dan menghampiri demi memenuhi rasa penasarannya itu karena entah kenapa hati kecilnya terdorong untuk melangkah.

"Pak ada apa?" tanya Emil.

"Ada orang pingsan Neng," sahut salah satu warga.

Emil pun mulai mendekat memecah kerumunan itu dan saat sampai di tempat ia jantungnya perlahan berdetak lebih kencang saat tahu wanita yang terbaring lemas di jalan itu siapa.

  "Mbak Alya," gumamnya dengan nada terkejut.

  "Pak jangan bengong saja, ayo tolong perempuan ini!" desak Emil.

"Iya Neng," sahut salah satu warga.

Akhirnya beberapa warga mulai menggendong tubuh Alya lalu memasukkannya ke dalam mobil Emil.

Dengan cepat Emil melajukan mobilnya, padahal hari ini ia akan menjemput kakaknya di bandara akan tetapi karena kejadian tidak terduga ini terpaksa ia mengurungkannya.

"Kak maaf ya kali ini aku gak bisa jemput Kakak, tapi tenang saja aku sudah suruh teman untuk menjemput Kakak," ucap Emil nadanya sedikit gugup di dalam telepon.

Sementara pria diujung sana mendengus dengan kesal. "Dasar kamu, lemot dari dulu gak ada berubahnya."

"Kak plis, hari ini aku menolong wanita hamil sedang pingsan," sahutnya.

"Terserah deh, semoga dia baik-baik saja," ucapnya meskipun jutek tapi Emil tahu jika sang kakak itu baik hatinya.

"Makasih ya Kak, ya sudah aku keburu," ujarnya lalu mematikan sambungannya sepihak.

Mobil akhirnya sampai di rumah sakit terdekat, Emil segera turun lalu memanggil beberapa perawat agar segera menangani Alya.

"Suster ... ada pasien darurat!" teriaknya.

Tidak lama kemudian terdengar suara langkah para perawat yang sedang mendorong brankar. Tim medis langsung mengangkat tubuh Alya lalu membawanya ke ruang IGD.

Setelah diperiksa selama beberapa saat, dokter akhirnya keluar dari ruang tindakan. Wajah Alya tampak pucat saat ia dibantu duduk di atas ranjang pemeriksaan. Tangannya refleks menyentuh perutnya sendiri.

"Dok... bagaimana anak saya?" tanyanya dengan suara bergetar.

Dokter itu menghela napas pelan sebelum menjawab. "Syukurlah, kondisi janin masih baik."

Seketika Alya memejamkan mata. Air mata haru langsung menggenang di pelupuk matanya.

"Alhamdulillah..."

Sejak tadi itulah yang paling ia takutkan.

Dokter lalu melanjutkan penjelasannya. "Tapi Ibu harus lebih berhati-hati. Keram yang Ibu alami tadi merupakan tanda kalau tubuh Ibu terlalu lelah."

Alya menundukkan kepalanya. Ia tahu dokter itu benar. Sejak seminggu terakhir dirinya hampir tidak pernah benar-benar beristirahat. Pikirannya dipenuhi biaya kos, makan sehari-hari, kontrol kandungan, dan obat penguat kandungan yang harus diminum rutin.

"Saya sarankan Ibu banyak istirahat. Kurangi aktivitas berat dan jangan terlalu memaksakan diri berjalan jauh."

Kalimat itu justru membuat dada Alya terasa sesak. Istirahat? Jika dirinya tidak berusaha mencari pekerjaan apa ia bisa menghidupi anaknya dengan layak.

Sementara itu Emil yang baru datang karena ada telepon mendadak. Ia pun langsung menghampiri Alya dengan perasaan khawatir yang sejak tadi ia tahan.

"Dok gimana keadaan Mbak Alya."

"Alhamdulillah, janinnya masih bertahan, cuma jangan terlalu capek ya," sahut dokter itu.

Seketika Emil menatap Alya dengan tatapan menyelidik, meskipun ia baru mengenal entah kenapa ia merasa begitu peduli terhadap perempuan itu.

"Mbak Alya jangan bandel, sudah aku bilang istirahat saja di rumah," ujar Emil.

"Aku tadi usaha melamar pekerjaan Dek," sahut Alya.

"Tuh kan, baru seminggu yang lalu Mbak Alya pingsan, sekarang diulangi lagi," tegur Emil lalu tangannya bergerak menyentuh perut Alya dengan halus.

"Baby maafkan Tante ya, gak bisa jaga ibumu yang bandel," ujarnya.

Seketika Alya meras terharu, ternyata keluar dari rumah besar mantan suaminya tidak semanyakitkan itu. Lihat saja bahkan di tempat baru ia dipertemukan dengan orang baik seperti Emil.

"Makasih banyak ya Dek, mulai sekarang Mbak janji."

"Janji apa," sahut Emil dengan cepat.

"Janji gak akan berjalan jauh lagi, dan gak akan buat janinku tersiksa seperti tadi," ucap Alya.

"Baguslah, meskipun aku baru mengenalmu, tapi aku adalah orang pertama yang tahu kamu hamil, dan sejak saat itu anak yang ada di dalam kandunganmu sudah aku anggap keponakanku sendiri," ujarnya.

Setelah percakapan itu mereka keluar dari ruang pemeriksaan, untuk kali ini Emil sendiri yang membayar biaya Alya.

"Dek, gak usah Mbak masih ada uang," cegah Alya.

"Uang Mbak simpan saja," ucapnya sambil mengeluarkan kartu ATMnya.

"Tapi Dek," sahut Alya yang merasa tidak enak.

"Gak usah banyak tapi, dan untuk masalah kerjaan nanti Mbak gak usah khawatir," ucapnya.

Alya mengernyitkan dahinya. "Maksudnya."

"Nanti Mbak Alya akan aku kasih kerjaan," ujar Emil.

Alya terdiam. Dadanya terasa hangat mendengar ucapan itu. Mungkin Tuhan memang tidak mengambil segalanya darinya. Karena setelah satu pintu tertutup, pintu lain perlahan mulai terbuka.

Bersambung . ..

1
Lisa
Pagi Kak Ayu..makasih y utk updatenya..seneng bacanya karena semuanya udh berjln dgn baik..sehat terus y Alya sampai HPL nya nanti.
Nar Sih
pagi juga kak alya ,👍senja suka dgn boneka pemberiaan ayah kandung nya,
Nar Sih
semagat arlan💪pasti suatu saat nanti senja ingat klau kmu ayah kandung nya
Rahayu Ayu
Untung sekarang Arlan sudah lebih dewasa, tidak lagi egois, tidak lagi menyalahkan orang padahal dia sendiri yg melakukan kesalahan itu,
Pelan pelan Arlan mungkin untuk sekarang Senja belum tau siapa Ayah kandungnya yg sebenarnya, semoga suatu hari nanti Senja & Arlan di berikan kesempatan untuk saling mengenal tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Bahagia selalu kalian ☺️
Yeni Astriani
ketika kembali ke Indonesia satu hal yg harus Arkan lakukan didik Amara agar bisa jadi istri yg baik dan shalehah, bila perlu stop kasih duit berlebih.
kalau Amara membangkang tidak mau di didik lebih baik ceraikan Amara yg menikah dgn mu karna uangnya saja atau hartanya saja, carilah pendamping hidup yg memiliki cinta yg tulus seperti Alya.
Ibu mu sudah sadar kalau Amara bukanlah seorang istri yg baik.
lebih baik menduda drpd beristri kan Amara dan perbaiki sikap hidup suatu hari Senja pun pasti bakal datang untuk mengenal sosok Ayah kandungnya.
Dewa dan Alya pun tidak akan selamanya menutupi siapa dirimu Arlan.
☺☺☺
Lisa: Setuju banget Kak Yeni..pasti suatu saat Alya akan menceritakan tentang Arlan pada Senja
total 2 replies
Lisa
Syukurlah Arlan sudah mengakui kesalahannya..
Nar Sih
alhamdulilah arlan sdh sadar dan menyesal tinggal tunggu maaf dri alya juga senja
Yati Susilawati
akhirnya.... 👍
Adi Sudiro
bukan nya alya pernah hamil ya..! kok reaksinya seperti baru pertama kali hamil🤭🤭🤭🤭
Ayumarhumah: kan udah delapan tahun menunggu.
total 1 replies
Nar Sih
senja bnr,,senang mau punya adik dan kira,,apa yg mau di bicara kan arlan dan dewa yaa,kak ayu boleh dobel up seperti biasa yaa🙏🥰
Lisa: Moga yg dibicarakan membawa kebaikan utk semuanya
total 1 replies
Nancy Nurwezia
nggak sabar melihat ekspresi nya senja
Lisa
Selamat y utk Alya & Dewa juga ntar lagi Senja jadi kakak..😊
Nar Sih
,alhamdulilah bnran adik senja udh otw ,waah pasti surpraise buat kakak senja 🙏🥰🥰
Yeni Astriani
Selamat Alya dan Dewa akan menjadi orang tua kembali, dan selamat untuk Senja yg akan menjadi kakak☺☺☺🥂
Jengendah Aja Dech
❤️
Yeni Astriani
kapan mulai Update lagi Author, udah gak sabar nunggu kelanjutan ceritanya
Rohmi Yatun
akhirnya.. selamat ya alya.. 😘
Lisa
Selamat y buat Alya & Dewa..sehat selalu y Alya & debaynya..Senja pasti seneng banget..
Nar Sih
alhamdulilah hasil positip ,adik buat senja sdh dtg ,selamat buat kalian. pasti senja bkln bahagia🙏
Lisa
ya nih moga aj Alya hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!