NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

" Bu Kirana pulang dulu, ya Bu" pamit Kirana. Dia hanya bekerja sampai jam empat saja karena ada kariawan lain yang masuk di jam dua tadi.

"Ohh sudah mau pulang, ya udah hati-hati ya"

"Pulang duluan ya ki" ucap Kirana pada Kiki yang masuk jam dua itu

"Ohh iya mbak aman, titip salam buat anak mbak"

" Insyaallah nanti aku sampaikan ki"

Setelah pamit Kirana langsung pulang. Banyak orang yang menanyakan kenapa dia tidak menikah lagi padahal dirinya cantik, tapi Kirana hanya bisa membalasnya dengan senyuman

Kirana melangkah pulang dengan langkah letih namun ringan. Setelah seharian berdiri, mengangkat barang, dan melayani pelanggan, tubuhnya memang lelah, tapi hatinya lega karena pekerjaannya selesai untuk hari ini.

Ia baru berjalan sekitar dua ratus meter dari toko ketika seseorang tiba-tiba memanggilnya pelan.

"Mbak... mbak, bisa bantu saya nggak?"

Kirana berhenti dan menoleh. Seorang laki-laki matang berdiri di dekat motornya yang terparkir di pinggir jalan. Bajunya berkeringat, wajahnya cemas, dan helm masih menempel di kepala seolah ia baru saja berhenti mendadak.

"Ada apa, Mas?" tanya Kirana hati-hati.

Pria itu mengusap tengkuknya canggung. "Maaf ya, Mbak... saya mau minta tolong banget. Saya kehabisan bensin. Sementara saya buru-buru harus jemput inu saya... eh, dompet saya malah ketinggalan di rumah."

Seakan tahu keraguannya, pria itu buru-buru menambahkan, "Kalau Mbak keberatan nggak apa-apa. Tapi saya cuma butuh dua puluh ribu buat beli minyak. Nanti saya balikin, sumpah. Kalau perlu Mbak ikut ke pom, saya nggak kabur."

Kirana terdiam. Ia memegang ujung tasnya, berpikir cepat.

Uang di dompetnya... tinggal lima puluh ribu. Sisa dari gaji harian yang tadi ia ambil. Dan itu pun harus ia atur sampai beberapa hari ke depan, termasuk buat makan anak-anak.

Tapi...

Pria itu terlihat benar-benar panik. Entah kenapa wajahnya mengingatkan Kirana pada masa-masa saat Arya masih hidup ketika keduanya saling membantu orang asing tanpa berpikir panjang.

Ia menarik napas kecil. "Ya sudah, Mas. Ini dua puluh ribu, dipakai dulu."

Pria itu terperangah. "Serius, Mbak? Terima kasih banyak, ya Allah..." Ia menerima uang itu dengan kedua tangan. "Mbak tinggal di mana? Biar nanti saya balikin. Jangan khawatir, saya orangnya amanah."

Kirana menggeleng cepat. "Nggak usah dibalikin, Mas. Anggep aja buat nolong orang yang lagi kesusahan. Saya juga pulang buru-buru."

Pria itu tampak makin kikuk, seperti salah tingkah karena diberi tanpa syarat.

"Kalau gitu... boleh tahu nama Mbak siapa?" tanyanya sopan.

"Kirana," jawabnya singkat.

"Nama saya Yuda, Mbak. Sekali lagi makasih banyak. Semoga rezeki Mbak lancar."

Kirana hanya tersenyum tipis lalu melanjutkan langkahnya. Begitu jauh beberapa meter, barulah ia menghembuskan napas panjang yang berat.

Uangnya kini hanya tersisa tiga puluh ribu.

Tadi pagi anak-anak sarapan mie... besok apa ya? pikirnya getir.

Ia bukan menyesal telah menolong, tapi kekhawatiran mulai menghimpit dadanya. Setiap rupiah bagi mereka sangat berarti.

Namun Kirana mengangkat dagu, mencoba menguatkan diri seperti biasa.

Allah nggak pernah tidur. Rezeki nggak akan tertukar.

Ia menggenggam tali tasnya sedikit lebih erat, lalu melanjutkan perjalanan pulang. Hari masih sore, tetapi langkahnya terasa semakin berat.

Di kejauhan, rumah kontrakan kecilnya mulai terlihat. Dan seperti biasa... dua sosok kecil sudah menunggunya di depan pintu.

"ibuuuu!" seru bocah kecil itu sambil berlari kecil menghampirinya.

Arka menyusul.

Kirana tersenyum. Lelahnya hari itu seperti hilang seketika melihat dua anaknya menunggu dengan antusias.

"Kalian udah nunggu lama?" tanya Kirana sambil berjongkok, mengelus rambut Tiara lalu memandang Arka.

"Enggak kok, Bu," jawab Arka. "Tadi Abang baru pulang jam dua lewat dikit."

Kirana menatapnya pelan. "Jam dua lewat...? Bukannya kamu biasanya pulang setengah dua?"

Arka menunduk sebentar. "Tadi Bu Guru ada pembagian tugas kelompok, jadi agak lama, Bu. Maaf ya..."

Kirana menggeleng lembut. "Nggak apa-apa, Nak. Ibu cuma nanya. Yang penting kamu pulang aman."

Ia berdiri dan membuka pintu rumah yang telah Arka kunci dari dalam. Begitu masuk, Kirana melihat meja kecil di ruang tengah kosong. Tidak ada piring atau gelas tersisa.

"Arka... Tiara... kalian udah makan siang belum?" tanya Kirana hati-hati.

Arka menatap Tiara sekilas sebelum menjawab, "Belum, Bu."

Kirana menatapnya lebih dalam, menyadari Arka berusaha terlihat biasa saja. "Kenapa belum makan? Kan tadi Ibu udah bilang uang jajannya Arka dipakai buat lauk di warung."

Hati Kirana mencelos sejenak-Ia lupa bahwa buku Arka memang tinggal beberapa lembar.

"Terus Tiara kenapa nggak makan?" tanya Kirana lembut.

Tiara yang sedari tadi memeluk kaki ibunya menjawab polos, "Tiara nunggu Ibu... mau makan bareng Ibu..."

Kirana merasa dadanya sesak. Bukan karena marah, tapi karena sedih melihat kedua anaknya menahan lapar untuk alasan sesederhana itu.

Arka buru-buru menambahkan, "Abang nggak apa-apa kok, Bu. Abang nggak lapar banget."

"Tapi perut kamu bunyi dari tadi," celetuk Tiara tanpa rasa bersalah.

Arka langsung menatap adiknya, memerah, sementara Kirana menutup mulut menahan senyum pedih.

"Ya sudah," ucap Kirana pelan. "Ibu masak dulu ya. Hari ini kita makan seadanya dulu. Yang penting perut kalian isi."

Arka mengangguk, sementara Tiara menyenderkan kepala di pinggang ibunya.

Kirana berjalan ke dapur kecil mereka, membuka lemari bahan makanan-yang isinya hanya mie instan tersisa satu bungkus, sedikit beras, dan telur tiga butir.

Ia menatapnya lama.

Tiga perut, satu dapur yang hampir kosong.

Lalu ia menghela napas... dan memilih tetap tersenyum.

Bagaimanapun caranya, malam ini mereka harus makan.

1
Bundo yenti
othornya nggak konsisten di awal panggilan yang ibu sekarang bunda. suami rita awalnya asman sekarang ganti jadi jefri gimana nih
Marina Tarigan
tian benar Laura kamu benalu baginya memang benar kamu jalanh yg perlu iang tian kasih selesai ikatan kalian tdk ada apa2 hanya jual belo
Marina Tarigan
yg kurang ajar itu kamu Laura mau ditiduri sesuka hati Tian dia bayar kamu seperti pelacur ya sdh
Marina Tarigan
semoga dgn Kirana juda dpt keturunan
Marina Tarigan
semua manusia serakah yg manfaatkan kebaikan Kuda harus diberi pelajaran kalau perlu uanh kerja keras numan jadi benalu
Marina Tarigan
lanjut zllaura zemoga berjasil kamu lupa kamu jalang ya suka2mu saja
Marina Tarigan
laura sebentar lagi datang bawa pacul mau mengusir Kirana ya nyesal ya
Marina Tarigan
juda sdh pernah menikah dgn wanita yg katanya wamita moderen tapi akhlak tdk ada gatal congkak meninggalkan suami yg super baik mengjina lagi
Marina Tarigan
hati2 yuda jgn anggap sepele sm pelacur itu jgn2 nanti dia celakai Mirana dan anak2 nya buatlah pelinxung mereka jgn namti menyesal
Marina Tarigan
kgn sempat anak itu kenapa2
Marina Tarigan
jati2 juda sm jalamg itu Kirana jgn dsmpsi dihanghu Laura
Marina Tarigan
mo inya bim sabim motornya berubah jd mobil ya
echa purin
👍👍
sakura
.....
Faris Setyawan Fais
sangking patuhnya, naik mobil pakai helm 🤣
Hamzah Abdurrohim
gimana sih tor dari bu rini jadi bu rina dari motor jadi mobil ngantuk ya mungkin authornya lagi capek ya
@Al**
/Good/
Hamzah Abdurrohim
tadinya naik mobil mewah kenapa jadi pake helem apa iya naik mobil pake hlem😄😄
Sayekti 0519
Alhamdulillah ceritanya bagus sekali
Sayekti 0519
balas kehilangan dengan kembar ya thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!