NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Dan Rasa

Belenggu Janji Dan Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: "Emy"

seorang pria dingin yang terjebak di situasi tak terduga. Pria itu di nikah paksa oleh warga setempat, menikahi gadis sma kelas 3 bernama Rara Sephyra. Dalam hitungan detik statusnya berubah menjadi seorang suami.
Namun di sisi lain dia juga memiliki tunangan seusianya.
Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya.
Apakah si pria akan mempertahan pernikahannya?
Atau akan memilih tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Emy", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Evan tidak melawan. Ia justru memegang pergelangan tangan Alden, lalu melepaskannya perlahan dengan kekuatan yang mutlak. "Alden... lu terlalu polos untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi. Di dunia ini, ada beberapa hal yang kalau lu tahu faktanya, lu sendiri yang bakal hancur. Pulanglah. Berhenti menyelidiki pria itu, sebelum lu menyesal seumur hidup."

Kalimat penuh teka-teki dari Evan itu sukses membuat dada Alden bergemuruh hebat. Rasa penasaran dan ketakutan bercampur aduk, membuatnya semakin tersesat dalam kesalahpahaman yang rumit.

Sementara itu, di depan kontrakan tripleks, raungan mesin motor sport berhenti. Athur turun, lalu kembali menggendong Rara masuk ke dalam rumah. Telapak tangan kanan Rara kini sudah terbalut perban putih bersih setelah mendapat pengobatan dari tim medis pribadi Athur. Isak tangis Rara sudah mereda, berganti wajah lelah yang teramat sangat.

Begitu pintu rumah dibuka, fino dan Nina yang sejak sore cemas setengah mati langsung berdiri dari tikar.

"Kak Rara!" pekik Nina histeris melihat adiknya digendong dengan tangan diperban.

Mata Fino langsung tertuju pada perban di tangan kakaknya, lalu beralih pada wajah Athur. Detik itu juga, cengiran tengil Fino lenyap total. Sorot matanya berubah menjadi sangat gelap dan dipenuhi amarah yang meledak-ledak. Mengingat sumpahnya semalam bahwa ia akan menjaga kakaknya sekuat tenaga, Fino merasa dirinya telah gagal total sebagai seorang adik pria.

Tanpa bertanya sepatah kata pun, Dino langsung melesat maju.

Bugh!

Satu pukulan mentah dan keras mendarat telak di rahang kokoh Athur. Pukulan yang didasari rasa frustrasi dan amarah itu membuat wajah Athur terlempar ke samping. Gendongannya pada Rara sempat goyah, namun dengan sigap Athur tetap menyeimbangkan tubuhnya agar Rara tidak terjatuh.

"Fino! Jangan!" teriak Rara panik dari atas dekapan Athur.

"Bangsat lu, Bang!" teriak Fino dengan suara serak, napasnya memburu kencang. Ia mengepalkan tangannya lagi, siap melayangkan pukulan kedua.

"Gue pikir lu cowok jagoan yang bisa diandalkan buat jagain kakak gue! Tapi belum ada dua minggu lu di sini, Kak Rara udah pulang dalam kondisi terluka kayak gini! Lu apain kakak gue, hah?!"

Nina langsung berlari memeluk pinggang Fino dari belakang, menangis histeris. "Fino, udah! Jangan pukul Kak Athur!"

Athur tidak membalas. Ia hanya mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah akibat pukulan Fino dengan punggung tangannya. Sorot mata tajam sang bos mafia menatap lurus ke arah remaja tengil yang kini sedang menantangnya dengan nyali mati-matian demi membela sang kakak.

Athur menurunkan Rara dengan sangat hati-hati di atas kasur lantai kamar tengah. Setelah memastikan istrinya aman, Athur berbalik, berjalan tegap mendekati Fino yang masih memasang kuda-kuda marah.

Bukannya membalas dengan pukulan yang bisa merontokkan gigi Fino, Athur justru meletakkan tangan kekarnya di atas pundak kurus Fino. Tekanan tangannya terasa sangat berat namun sarat akan rasa hormat.

"Kamu tidak gagal, Fino," ucap Athur dengan suara berat, dalam, dan penuh wibawa. "Pukulanmu tadi adalah bukti kalau kamu adik pria yang baik. Tapi dengerin saya... orang yang menyakiti kakakmu siang tadi, malam ini juga sudah saya pastikan hidupnya hancur. Dan saya bersumpah, ini adalah pertama dan terakhir kalinya Rara terluka selama saya masih bernapas."

Mendengar kalimat tegas dan tatapan mata Athur yang begitu bersungguh-sungguh, kepalan tangan Fino perlahan melemas. Kemarahan remaja itu seketika runtuh, berganti dengan rasa haru dan lega yang mendalam, menyadari bahwa sang kakak ipar memang tidak pernah main-main dengan ucapannya.

Di rumah kediaman Jesika

Di dalam ruang kerja mewah bertirai beludru, suara pecahan vas kaca terdengar menggelegar. Plak! Satu tamparan keras mendarat di pipi Jesika dari ayahnya sendiri, Bramantyo. Pria paruh baya itu terengah-engah dengan wajah merah padam, sementara layar televisi di ruangan tersebut terus menyiarkan berita tentang penyitaan aset perusahaan mereka oleh pihak berwajib.

"Anak tidak tahu diuntung! Apa yang kamu lakukan sampai Athur murka?!" raung Bramantyo dengan suara bergetar. "Dua puluh tahun saya membangun bisnis ini, dan hanya dalam hitungan jam, Athur membongkar semua manifes palsu, penggelapan pajak, dan jalur selundupan kita ke publik! Kita bangkrut, Jesika! Kita hancur!"

Jesika memegangi pipinya yang panas dengan air mata yang mulai bercampur amarah. Ia baru saja menyadari bahwa pembalasan Athur tidak main-main. Pria itu tidak hanya mencopot status tunangannya di kafe, tapi juga mengubur seluruh keluarganya hidup-hidup ke dalam jurang kemiskinan.

Plak!

Satu tamparan keras kembali mendarat di pipi Jesika dari ayahnya, Bramantyo, membuat sudut bibir wanita itu mengeluarkan darah segar.

Bukannya tunduk dan menangis menyesali perbuatannya, Jesika justru mendongak dengan tatapan mata yang menyalang penuh amarah dan pembangkangan. Ia tidak terima disalahkan sepenuhnya atas kehancuran ini.

"Cukup, Pa! Jangan cuma menyalahkan aku!" teriak Jesika dengan suara melengking, berani menunjuk wajah ayahnya sendiri.

"Papa pikir selama dua puluh tahun ini bisnis Papa bisa sekaya ini karena apa? Karena Papa juga kotor! Jalur selundupan dan manifes palsu itu Papa yang buat, aku cuma menikmatinya! Athur yang keterlaluan, dia pria kejam yang tidak punya hati!"

"Kau—!!" Bramantyo mengangkat tangannya kembali, siap melayangkan pukulan yang lebih keras karena murka harga dirinya diinjak oleh anak kandungnya sendiri.

"Bramantyo, stop! Jangan pukul anakku lagi!"

Pintu ruang kerja digebrak kasar. Sang ibu masuk dengan derai air mata, langsung pasang badan memeluk tubuh Jesika yang gemetar karena emosi. Wanita paruh baya itu menatap suaminya dengan pandangan penuh kemarahan.

"Kamu egois! Saat bisnis kita jaya, kamu puji dia setinggi langit! Sekarang saat kita jatuh miskin, kamu perlakukan anak kita seperti binatang!"

Bramantyo menurunkan tangannya, namun tatapannya berubah menjadi sangat dingin dan kejam. Ia menatap istrinya dengan senyuman miring yang penuh ancaman.

"Kau mau membelanya, Santi? Silakan," desis Bramantyo dengan suara rendah yang menekan, sarat akan intimidasi mutlak. "Tapi ingat posisi hukummu di rumah ini. Satu kata lagi keluar dari mulutmu untuk membela anak sialan ini, angkat kaki dari rumah ini sekarang juga. Surat cerai akan sampai di tanganmu besok pagi, dan kau tidak akan mendapatkan satu sen pun dari sisa aset yang tersisa!"

Mendengar kata 'cerai', sang ibu seketika membeku. Kata-kata pembelaan yang sudah berada di ujung lidahnya mendadak tertelan bulat-bulat. Ketakutan akan kehilangan status sosial, nama baik, dan jaminan hidup di hari tua seketika meruntuhkan naluri keibuannya.

Ia perlahan melepaskan pelukannya pada Jesika, melangkah mundur menjauh, dan memilih menunduk diam menyelamatkan dirinya sendiri.

Jesika terbelalak menatap ibunya yang tiba-tiba berbalik egois dan tidak berani membelanya lagi. Di dalam ruangan mewah yang kini terasa seperti neraka itu, Jesika menyadari bahwa dirinya benar-benar telah sendirian, terusir, dan jatuh miskin, memicu dendam kesumat yang semakin membakar jiwanya untuk menghancurkan Rara.

1
Embhul82
bagus ceritanya q suka
Emy: makasih sudah mau mampir. Jangan lupa kritik dan saran
total 1 replies
Embhul82
up lagi kak 🤭
Brigita
kurang paham di ini sih
Emy: makasih bnyak kak sudah di koreksi. sebagai manusia pasti tetap ada kesalahan. Alhamdulillah kak sudah di perbaiki
total 1 replies
Brigita
lanjutt truss kakk😍👍💪
Emy: terimakasih kak
total 1 replies
Brigita
semangat kakkk💪💪💪👍😍
Emy: Makasih sudah hadia kak. kritik dan sarannya y kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!